Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
06 Desember 2022

Sakit Maag: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi hingga Obatnya

Waspada jika Moms sering mengalami gejala maag, ya!
Sakit Maag: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi hingga Obatnya

Sakit maag atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi yang cukup sering dikeluhkan.

Maag bisa menyebabkan munculnya gejala mulas atau gangguan pencernaan biasa.

Selain itu, gejalanya juga bisa disertai sensasi terbakar di dada dan perut terasa begah.

Jika sudah begini, makan pun menjadi tidak nyaman dan aktivitas sehari-hari juga mungkin terganggu.

Agar kondisi ini tidak terus terulang, Moms perlu menghindari ragam penyebab penyakit maag.

Baca Juga: Waspada Penularan Hepatitis B yang Menyerang Organ Hati, Bisa Menyebar Melalui Kontak Seksual

Apa Itu Penyakit Maag?

Anak Sakit Maag

Foto: Anak Sakit Maag

Penyakit maag adalah kondisi kronis yang memengaruhi sistem pencernaan.

Maag, khususnya GERD, adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan nyeri ulu hati berkepanjangan.

Setelah merasakan gejala sakit maag yang umum tersebut, kebanyakan orang meredakan keluhan dengan bahan alami dan perubahan gaya hidup.

Namun, pada kondisi yang lebih parah, penderita harus berobat ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Melansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, dokter akan melakukan diagnosis dengan meninjau gejala dan riwayat medis pasien.

Baca Juga: 4 Tips Memilih Body Lotion untuk Kulit Sensitif, Pastikan Kandungannya Tidak Memicu Alergi

Perbedaan Maag dan GERD

Ilustrasi GERD

Foto: Ilustrasi GERD (freepik.com)

Maag merupakan istilah yang menggambarkan gejala tidak nyaman atau keluhan sakit akibat masalah pada pencernaan.

Kondisi ini ternyata sering disamakan dengan GERD.

GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi ketika cairan asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) hingga mulut.

Orang yang mengalami maag mungkin saja mengembangkan gejala GERD.

Bila maag disebabkan oleh iritasi pada dinding lambung, lain halnya dengan GERD.

Penyebab GERD yaitu asam lambung yang naik akibat cincin esofagus melemah dan tidak dapat menahan makanan kembali ke kerongkongan dan cairan dari lambung.

Akibatnya, makanan dan cairan asam lambung lebih mudah naik ke atas dan memicu gejala heartburn atau sensasi terbakar pada dada.

Kondisi ini juga yang menjadi penyebab perasaan tidak nyaman pada perut dan kerongkongan..

Gejala Maag

Maag Kambuh

Foto: Maag Kambuh

Berikut ini adalah penjelasan lebih detail tentang gejala maag yang mungkin bisa Moms rasakan.

Antisipasi gejalanya, guna menghindari keluhan yang lebih parah!

1. Mulas

Perut terasa mulas adalah gejala atau ciri-ciri maag yang paling umum.

Mulas di sini adalah sensasi terbakar yang terjadi dari perut bagian atas hingga kerongkongan dan terasa di belakang area tulang dada.

Mulas cenderung menjadi lebih buruk ketika Moms berbaring atau membungkuk.

Ini bisa berlangsung selama beberapa jam dan sering kembali memburuk setelah makan.

2. Batuk Kronis

Batuk di malam hari juga bisa jadi salah satu gejala maag.

Belum diketahui bagaimana batuk disebabkan atau diperburuk oleh asam lambung.

3. Mengi

Selain batuk, mengi atau napas yang berbunyi juga menjadi gejala sakit maag lainnya.

Batuk dan atau mengi adalah gejala maag akibat cairan lambung yang masuk ke batang paru-paru.

Namun, sekitar 50% pasien penyakit maag yang mengalami asma, justru tidak mengalami perih di dada.

4. Asma dan Pneumonia Berulang

William Berquist, MD, dokter anak dari Stanford Children's Health, dalam jurnal ilmiahnya menuliskan bahwa 40 dari 82 pasien dengan pneumonia berulang atau asma klinis ditemukan memiliki penyakit maag.

Rupanya hal tersebut terjadi karena maag yang naik ke kerongkongan secara tidak sengaja masuk ke tenggorokan saat bernapas dan masuk hingga ke paru-paru.

Baca Juga: 5+ Inspirasi Desain Kamar Kost 3x3 yang Estetik, Simpel, dan Cantik, Dijamin Bikin Nyaman!

5. Mual dan Muntah

Karena gejala maag yang utama adalah mulas hingga ke dada, maka kebanyakan dari pasien pasti akan merasakan susahnya menelan dan rasa tidak enak di mulut.

Selain itu, cairan perut juga dapat mencapai bagian belakang tenggorokan dan dalam beberapa kasus, menghasilkan rasa pahit atau asam.

Melansir penelitian di jurnal Digestive Diseases and Sciences, menyebutkan bahwa orang yang menderita penyakit ini sering merasa sangat kenyang.

Pasalnya, mereka mungkin merasa mual dan ingin muntah, sehingga tidak bernafsu untuk makan.

6. Radang Tenggorokan atau Suara Serak

Iritasi pada dinding kerongkongan bisa terjadi karena sakit maag yang naik ke kerongkongan.

Iritasi ini kemudian memicu terjadinya peradangan pada kerongkongan atau yang biasa disebut esofagitis.

7. Erosi Gigi dan Bau Mulut

Asam lambung atau cairan lambung yang naik ke kerongkongan dan mulut dapat mengikis lapisan terluar gigi atau terjadinya erosi gigi.

Kerusakan pada tenggorokan dan struktur mulut juga memungkinkan bakteri tertentu tumbuh di mulut.

Tidak hanya gigi yang rusak, bau mulut juga mungkin menjadi gejala maag yang tidak disadari.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Penipuan Giveaway di Instagram, Moms Harus Waspada!

Penyebab Maag

Maag Kambuh

Foto: Maag Kambuh

Maag terjadi ketika asam di saluran pencernaan menggerogoti permukaan bagian dalam lambung atau usus kecil.

Penyakit ini bisa membuat luka terbuka yang menyakitkan dan bisa berdarah di lambung.

Berikut ini beberapa penyebab umumnya meliputi:

1. Bakteri

Bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) umumnya hidup di lapisan mukosa yang menutupi dan melindungi jaringan yang melapisi lambung dan usus halus.

Seringkali, bakteri H. pylori tidak menyebabkan masalah, tetapi dapat menyebabkan peradangan pada lapisan dalam lambung, yang menyebabkan sakit maag.

Saat ini belum diketahui bagaimana infeksi H. pylori menyebar. Kondisi ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat, seperti ciuman.

Orang juga dapat tertular H. pylori melalui makanan dan air.

2. Terlalu Sering Mengonsumsi Pereda Nyeri

Mengonsumsi aspirin, serta obat pereda nyeri tertentu yang dijual bebas secara teratur dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus kecil.

Kondisi ini membuat Moms mengalami sakit maag disertai muntah-muntah.

Obat-obatan ini termasuk:

  • Ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya)
  • Naproxen sodium (Aleve, Anaprox DS, dan lainnya)
  • Ketoprofen

Baca Juga: Cara agar Status WA Tidak Pecah Saat Diunggah, Mudah dan Cepat!

3. Mengonsumsi Obat Lain

Mengonsumsi obat lain bersama dengan obat pereda nyeri juga bisa menimbulkan penyakit maag.

Obat-obat tersebut antara lain:

  • Steroid
  • Antikoagulan
  • Aspirin dosis rendah
  • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)
  • Alendronate (Fosamax)
  • Risedronate (Actonel)

4. Gaya Hidup

Sakit maag dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup tertentu, seperti makanan pedas, stres dan alkohol.

Terlalu banyak meminum alkohol memang selalu dikaitkan dengan risiko kesehatan yang beragam.

Dalam hal ini, minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi salah satu penyebab maag dan iritasi pada lambung.

Selain itu, gaya hidup tidak sehat juga dapat memperburuk penyakit ini.

5. Telat Makan

Penyakit maag yang paling sering terjadi disebabkan telat makan.

Pola makan yang tidak teratur membuat lambung lebih sensitif.

Kondisi ini berisiko meningkatkan asam lambung.

Asam lambung dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung serta usus halus.

Hal ini menimbulkan rasa nyeri pada ulu hati dan merupakan salah satu gejala penyakit ini.

6. Faktor Psikologis

Sakit maag dan kecemasan memiliki hubungan yang erat.

Kondisi ini karena stres dan kecemasan dapat menyebabkan ketegangan otot yang berlangsung lama.

Stres mempunyai efek yang signifikan terhadap kesehatan fisik, termasuk kesehatan lambung.

Maag juga termasuk penyakit yang bisa dipicu oleh stres.

Maka Moms perlu punya cara meredakan stres agar tak berlarut-larut.

Stres bisa memicu otak mengeluarkan hormon tertentu yang kemudian membuat produksi asam lambung menjadi tinggi.

Hal ini memengaruhi otot-otot di sekitar perut, sehingga dapat meningkatkan tekanan pada organ perut dan mendorong asam lambung ke atas.

Baca Juga: Cek Pencegahan Penularan HIV pada Ibu Hamil ke Bayi yang Dikandung Berikut Ini!

7. Gangguan Saraf atau Otot Lambung

Gangguan pada sistem saraf atau otot lambung dapat menyebabkan lambung bekerja lebih lambat.

Kondisi ini menyebabkan mual, cepat kenyang, muntah dan kembung.

8. Sensitivitas Terhadap Nyeri

Lambung akan merenggang ketika makanan masuk ke dalamnya.

Beberapa orang yang sensitif dengan cara kerja lambung tersebut, akan merasakan nyeri setelah makan.

Baca Juga: Harbolnas Tiba, Ini 15 Tips Belanja Online Antiboros yang Bisa Dicoba!

9. Berbaring Setelah Makan

Jika Moms tipe orang yang suka berbaring setelah makan, maka perlu hati-hati karena hal ini akan memicu naiknya makanan dan asam lambung ke kerongkongan.

Hal ini juga dapat mengakibatkan Moms mengalami mual, sakit perut, atau nyeri.

Sebaiknya Moms mengurangi kebiasaan seperti ini.

Lebih baik Moms menunggu 2-3 jam, agar proses pencernaan dalam tubuh selesai sebelum berbaring.

10. Makan Terlalu Banyak dan Berlemak

Makanan berlemak dalam porsi besar, dikonsumsi tepat sebelum tidur adalah alasan maag pada orang dewasa sering kambuh.

Makanan berlemak, porsi besar, dan makan larut malam adalah tiga pemicu utama yang memengaruhi kambuhnya maag.

Perlu diketahui, makanan berlemak tidak disarankan jika kamu memiliki maag.

Makanan berlemak membuat perut menghasilkan lebih banyak asam dan mengiritasi sistem pencernaan.

Untuk itu, sebaiknya porsi makanan harus diperkecil dan makan lebih sering dibanding makan dalam porsi besar dalam satu waktu

Baca Juga: 7 Rekomendasi TK Negeri di Jakarta, Ada yang Terakreditasi A dan Punya Fasilitas Lengkap!

Komplikasi Maag

Komplikasi Maag

Foto: Komplikasi Maag (shutterstock.com)

Apabila Moms mengalami maag kronis, sebaiknya segera minta bantuan ahli sebelum kondisi tersebut menyebabkan komplikasi.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi apabila membiarkan maag kronis tidak tertangani adalah sebagai berikut:

1. Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan luka pada bagian dinding lambung.

Tukak lambung dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat pada bagian perut di sekitar ulu hati.

Infeksi tukak lambung umumnya disebabkan oleh konsumsi obat NSAID dalam jangka waktu yang panjang.

2. Gastritis Atrofi

Lapisan pada dinding lambung memiliki kelenjar yang berfungsi untuk melindungi dinding lambung itu sendiri.

Namun, penyakit gastritis atrofi dapat terjadi apabila lapisan lambung ini mengalami kerusakan bahkan sampai terkikis.

Pada akhirnya menyebabkan peradangan kronis pada dinding lambung.

3. Kanker

Komplikasi gastritis atrofi dapat berkembang menjadi kanker lambung apabila tidak segera ditangani.

Bila Moms mengalami rasa nyeri yang hebat pada bagian lambung, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Baca Juga: 7 Cara Melaporkan Penipuan Online, Bisa Lapor ke Polisi, Kemenkominfo, hingga ke OJK!

4. Anemia

Maag kronis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan terjadinya anemia.

Hal tersebut dikarenakan penyerapan vitamin B12 dalam tubuh mengalami gangguan.

Karena hal ini pula tubuh tidak dapat menghasilkan sel darah merah dan menyebabkan kurangnya sel darah merah di dalam tubuh.

Jika komplikasi berikut terjadi, segera berikan penanganan dengan mengonsumsi obat maag kronis.

5. Perforasi Lambung

Perforasi lambung dikenal pula dengan istilah kebocoran lambung.

Kondisi ini terjadi karena jumlah asam lambung yang berlebih melukai lambung hingga menyebabkan lambung berlubang.

Jika sudah mengalami perforasi, Moms akan memerlukan perawatan medis serius berupa operasi.

6. Peritonitis

Peritonitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan parah di area perut.

Peradangan tersebut menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa dan sistem pencernaan jadi tidak bisa berfungsi dengan maksimal.

Penyebabnya adalah asam lambung yang sudah menyelimuti area lambung.

Peradangan juga akan membuat penderita demam dan menggigil.

Pengobatan yang harus dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Beberapa di antaranya akan membutuhkan operasi.

7. Sepsis

Sepsis akan terjadi jika maag sudah terlebih dahulu menyebabkan infeksi di lambung.

Sepsis muncul ketika sistem kekebalan tubuh tengah mati-matian melawan infeksi yang ada dan melemahkan sistem kekebalan tubuh tersebut.

Sepsis adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan kematian.

Ketika terserang sepsis biasanya tekanan darah pasien akan turun secara drastis.

Selain itu pasien juga akan menunjukkan gejala lain seperti:

  • Diare
  • Nyeri otot dan sendi
  • Demam tinggi

Baca Juga: Moms, Pahami Cara Membaca Hasil USG Kista Ovarium

Cara Mengatasi Maag

Minum Obat

Foto: Minum Obat (Orami Photo Stock)

Pengobatan sakit maag tergantung pada penyebabnya.

Pada tahap awal, penyakit maag dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, jika Moms tidak segera mengobatinya secara efektif, maka kecenderungan maag untuk kembali akan sangat tinggi.

Bahkan, maag dapat mengikis dinding perut atau usus kecil, lho!

Umumnya, pengobatan akan dilakukan dengan membunuh bakteri H. pylori.

Dokter biasanya akan memberikan tindakan dan resep obat seperti berikut:

1. Obat Antibiotik

Obat antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri H. pylori.

Jika bakteri ini ditemukan di saluran pencernaan, dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut.

Umumnya, Moms perlu minum antibiotik selama 2 minggu untuk mengurangi rasa sakit di lambung.

2. H2 Receptor Antagonist (H2RA)

H2RA merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung.

Umumnya, jenis obat-obatan ini, yaitu:

  • Cimetidine
  • Famotidine
  • Nizatidine
  • Ranitidine

3. Proton Pump Inhibitors (PPI)

Jenis obat PPI berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung yang menyebabkan sakit maag.

Obat jenis PPI cukup efektif untuk mengatasi gejala maag dan nyeri ulu hati.

Umumnya, obat jenis PPI, yaitu:

  • Omeprazole
  • Lansoprazole
  • Rabeprazole
  • Pantoprazole
  • Esomeprazole

Baca Juga: Moms Sudah Tahu Beda Maag dan GERD?

4. Hindari Konsumsi Suplemen Zat Besi Berlebihan

Moms mungkin kerap membutuhkan suplemen zat besi saat mengalami sakit maag.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi suplemen zat besi dapat mengiritasi lapisan perut dan menyebabkan sakit ini.

5. Mengelola Stres

Maag bisa disebabkan karena mengalami stres.

Moms bisa mengelola stres, seperti mempelajari teknik pernapasan dan olahraga secara teratur.

Mengelola stres dapat membantu mempercepat penyembuhan sakit ini.

6. Mengatur Pola Makan

Demi mengatasi maag kambuh, Moms disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering.

Selain itu, hindari berbaring setelah makan dan tunggu 2-3 jam sebelum berbaring.

Moms juga disarankan untuk menghindari makanan pedas dan terlalu asam.

Hindari pula minuman bersoda, kafein, dan minuman beralkohol.

Pola makan yang teratur dan menjaga asupan makanan akan membuat maag tidak kambuh.

Selain cara mengatasi sakit lambung di atas, Moms juga bisa menggunakan cara alami, seperti dibawah ini.

Baca Juga: Hati-Hati, 9 Penyakit Ini Ternyata Sebabkan Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah

7. Minum Jahe

Banyak orang mengira jahe memiliki efek gastroprotektif.

Beberapa orang menggunakannya untuk mengobati perut dan gangguan pencernaan, seperti sembelit, kembung, dan maag.

Melansir studi di jurnal Food & Function, jahe dapat membantu mengatasi maag yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

8. Pisang Raja

Pisang raja mentah memiliki efek positif pada tukak lambung. Pisang raja mentah mengandung flavonoid yang disebut leucocyanidin.

Buah ini juga dapat mengurangi keasaman, yang dapat membantu mencegah dan meredakan gejala maag.

9. Madu

Madu merupakan pemanis alami yang populer.

Mengonsumsi madu secara teratur dapat bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya meredakan sakit maag.

Madu memiliki efek antimikroba terhadap H. pylori. Hal itu menunjukkan bahwa madu bisa bermanfaat untuk mengobati sakit maag.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Kesuburan? Yuk, Simak

10. Mengonsumsi Kunyit

Kunyit mengandung senyawa yang disebut kurkumin.

Para peneliti mulai mempelajari kurkumin dalam kaitannya dengan manfaat kesehatannya.

Berdasarkan penelitian di Pharmacognosy Review, kunyit memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah sakit maag.

11. Mengonsumsi Chamomile

Beberapa orang mengolah bunga chamomile menjadi teh untuk mengobati kecemasan ringan, kejang usus, dan pembengkakan.

Teh ini juga memiliki sifat anti-ulkus yang dapat menghambat sakit maag dan mempercepat waktu penyembuhan.

12. Berhenti Merokok

Perokok diketahui lebih berisiko terkena sakit maag daripada mereka yang tidak merokok.

Merokok dapat meningkatkan risiko infeksi lambung akibat bakteri Helicobacter pylori.

Selain itu, senyawa yang terkandung di dalam rokok bisa menghambat tubuh Moms memproduksi zat yang berperan untuk melindungi diri dari asam lambung.

Baca Juga: 9 Rekomendasi Obat Gerd di Apotek dan Bahan Alami, Coba Konsumsi Semangka dan Pisang, Moms!

Pilihan Obat untuk Mengatasi Masalah Lambung

Ilustrasi Obat

Foto: Ilustrasi Obat (canva.com)

Berikut beberapa rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi masalah lambung ini, meliputi:

1. Omeprazole

Omeprazole merupakan obat yang masuk dalam jenis antasida, antirefluks dan antiulserasi dan berbentuk kapsul yang dapat mengatasi gangguan lambung yang diproduksi dari perusahaan Sanbe.

Dilansir dari Mims.com, obat ini dapat mengatasi masalah lambung, seperti:

  • Tukak duodenum: 20 mg per hari selama empat minggu.
  • Tukak lambung ringan: 20 mg selama 8 minggu.
  • Refluks esofagitis erosif: 20 mg selama 4 minggu.
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 60 mg per hari.
  • Dosis umum: 40 mg 1 kali per hari.

Pemberian obat ini sebaiknya dibarengi bersama makanan atau bisa juga sebelum makan.

Adapun efek samping dari obat ini, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti mual, diare, nyeri perut, konstipasi
  • Reaksi pada kulit
  • Muntah
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Vertigo
  • Ruam kulit
  • Batuk
  • Nyeri punggung bagian bawah.

2. Promag Tablet

Rp17.500
Promag Tablet Box Obat Sakit Maag [ Isi 3 Blister ]

Promag telah dikenal sebagai salah satu obat maag yang bekerja cepat mengatasi dan redakan sakit maag dan menurunkan asam lambung.

Dilansir dari Promag.id, sebaiknya segera meminum obat ini segera setelah timbul gejala, dan dilanjutkan 1 atau 2 jam sebelum atau setelah makan dan sebelum tidur.

Obat ini dapat diminum bersama air atau dikunyah langsung.

Untuk dosisnya, antara lain:

  • Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun: 3 - 4 kali sehari 1 - 2 tablet
  • Anak-anak 6 - 12 tahun: 3 - 4 kali sehari, 1/2 - 1 tablet, atau ikuti petunjuk dokter

Baca Juga: 7 Kelebihan Menanam di Polybag, Cocok untuk Lahan Sempit dan Mudah Dipindah

3. Mylanta Tablet

Rp39.030
Mylanta Syrup 150 Ml

Mylanta merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, seperti maag dan tukak lambung.

Untuk aturan pakainya, antara lain:

  • Dewasa 1 - 2 tablet, 3 - 4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun ½ - 1 tablet atau 3 - 4 kali sehari.
  • Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

Dilansir dari Mylanta.co.id, efek samping dari mengonsumsi Mylanta tablet, antara lain:

  • Sembelit
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sensasi terbakar di mulut atau tenggorokan
  • Ruam, urtikaria, dan angioedema

4. Polysilane Tablet Kunyah

Rp8.740
Polysilane Kunyah 1 Amplop 8 Tab

Polysilane adalah obat untuk mengatasi maag yang memiliki sensasi mint segar dan tanpa rasa kapur.

Obat maag yang satu ini cukup nyaman digunakan, karena dapat membantu menekan perasaan mual.

Untuk dosis penggunaannya, antara lain:

  • Dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas,: 1 - 2 tablet, 3 - 4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½-1 tablet, 3-4 kali sehari.

Diminum 1-2 jam sebelum atau setelah makan dan menjelang tidur malam, saat mengonsumsinya, tablet sebaiknya dikunyah terlebih dahulu.

Baca Juga: Doa Pergi ke Masjid, Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

5. Bintang Toedjoe Obat Maag Waisan 4 Pack (48 Sachet)

Bintang Toedjoe Obat Maag Waisan 4 Pack (48 Sachet)

Waisan merupakan merek obat antasida lainnya yang dapat Moms andalkan ketika terkena sakit maag atau kembung.

Kandungan komposisi Waisan terdiri atas hydrotalcite dan simetikon.

Obat ini aman dikonsumsi, namun butuh resep dokter jika ingin dikonsumsi oleh anak-anak.

Baca Juga: Regurgitasi, Kondisi Saat Makanan atau Asam Lambung Naik Kembali ke Mulut

Apakah Moms atau Si Kecil sering mengalami gejala penyakit maag?

Memahami pemicu maag kambuh dan mempelajari cara menghindarinya dapat membantu menghindari gejala maag.

Jika maag sering kambuh, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga kesehatan lambung Moms dan keluarga selalu terjaga, ya!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/symptoms-causes/syc-20354223
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/treatment
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5768307/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23612703
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3731878/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322740
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pumpitor-pumpitor%20di?type=brief&lang=id
  • https://promag.id/product/detail/promag-tablet
  • https://www.mylanta.co.id/product/tablet/mylanta-tablet-10-s#peringatan

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.