03 Mei 2023

12 Tanda Gangguan Kecemasan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Seperti apa gejala fisik yang terlihat saat anak sedang merasa cemas?

Apakah Moms merasa Si Kecil sering gelisah? Mungkinkah ia mengalami kecemasan pada anak?

Melansir Harvard Health Publishing, gejala kecemasan bisa muncul secara fisik maupun psikologis.

Gejala psikologis dari kecemasan umumnya adalah kesulitan berkonsentrasi dan mengingat, pikiran negatif berlebihan, juga gelisah.

Sedangkan gejala fisik muncul saat neurotransmitter mengirimkan sinyal pada sistem saraf simpatik agar tubuh bersiaga.

Koneksi otak dan tubuh sangat kuat. Kondisi mental dan fisik bukan hanya saling terkait, tapi juga bisa punya hubungan yang berkelanjutan.

Ingin tahu pembahasan masalah kecemasan pada anak? Simak selengkapnya, yuk!

Baca Juga: 15 Cara Menjaga Kesehatan Mental, Bebas Cemas dan Depresi!

Penyebab Kecemasan pada Anak

Ilustrasi Anak Gelisah (Parentinghealthybabies.com)
Foto: Ilustrasi Anak Gelisah (Parentinghealthybabies.com)

Melansir laman Anxiety, menurut Liz Matheis, Ph.D,. seorang Licensed Clinical Psychologist di New Jersey, Amerika Serikat, kecemasan pada anak disebabkan oleh pengalaman terkait situasi atau peristiwa yang menakutkan dan membuat trauma.

Namun, sayangnya untuk mengetahui apakah anak menderita kecemasan atau kondisi lain tidak mudah.

Karena gangguan kecemasan sering tumpang tindih dengan gejala lain.

Gejala Kecemasan pada Anak

Seperti apa gejala kecemasan pada anak yang dapat terlihat? Pahami penjelasannya berikut ini.

1. Detak Jantung Cepat

Menurut National Institute of Mental Health, gejala kecemasan pada anak yang paling umum adalah palpitasi atau jantung berdebar dan berdetak lebih cepat dari biasanya.

Rasa cemas adalah bentuk alarm tubuh, yang memperingatkan kita terhadap bahaya di lingkungan sekitar.

Ketika bagian dari otak yang disebut amigdala berdering, maka hal tersebut menjadi ancaman bagi tubuh. Di dalam proses ini, gelombang hormon kortisol dan adrenalin akan memacu.

Nah, hal inilah yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Ketika mengalami gangguan kecemasan, maka akan sering mengalami detak jantung yang lebih berdebar.

Dilansir dari National Health Service, detak jantung akan terasa kuat, cepat, dan tidak teratur.

Gejala ini kerap kali dibarengi dengan nyeri otot dan tubuh yang terasa tegang atau gemetar. Hal ini yang secara signifikan membedakan gangguan kecemasan dan rasa cemas yang biasa terjadi.

Respon ini sebenarnya dimaksudkan agar tubuh siap kabur atau melawan bahaya, tapi nyatanya seringkali malah membuat anak tambah cemas dan gugup.

Baca Juga: Mengenal Acrophobia atau Rasa Takut pada Ketinggian yang Bikin Panik dan Cemas Berlebihan

2. Napas Pendek

Gangguan kecemasan berkaitan erat dengan serangan panik, fobia, gangguan obsesif-kompulsif, dan lainnya.

Ketika seseorang mengalami gangguan mental ini, jantung dan paru-paru dipaksa untuk tetap bekerja lebih kuat, yang akhirnya menyebabkan gejala tertentu.

Jantung yang berdetak dengan cepat akan mengalirkan oksigen melalui darah dengan lebih cepat pula.

Untuk mengimbangi sirkulasi darah yang lebih cepat, tubuh otomatis akan merespon dengan mempercepat pernapasan untuk memberikan lebih banyak oksigen.

Masalahnya, bernapas lebih cepat justru mengganggu keseimbangan kadar oksigen dan karbon dioksida di paru-paru, yang membuat gejala kecemasan pada anak justru semakin parah.

Napas pendek hingga sesak napas bisa terjadi saat anak mengalami serangan panik.

Hal ini bisa mengakibatkan nyeri dada jika gejalanya tidak kunjung mereda.

Apabila terjadi lebih dari beberapa menit, Moms harus segera minta bantuan medis.

Moms juga sebaiknya mengajarkan Si Kecil untuk menggunakan teknik relaksasi seperti mengatur pernapasan atau bernapas melalui diafragma saat anak sedang cemas.

3. Ritme Tidur Terganggu

Moms juga mungkin pernah merasakan sendiri, bagaimana sulitnya tertidur dengan lelap saat sedang cemas.

Selain karena munculnya banyak pikiran negatif berlebihan, meningkatnya kadar hormon adrenalin dan kortisol juga membuat tubuh terus waspada sehingga susah rileks dan terlelap.

Karena itu, insomnia dan gangguan tidur juga bisa jadi gejala kecemasan pada anak yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Kecemasan Sosial, Kenali Penyebabnya

4. Keluhan di Area Perut

Melansir Harvard Health Publishing, kecemasan pada anak umumnya juga disertai dengan keluhan masalah di perut.

Ini bisa berupa konstipasi, diare, dan berbagai masalah pencernaan lain.

Gejala kecemasan pada anak ini diduga terjadi karena hubungan erat antara otak dan perut, di mana otak dan sistem saraf enterik saling berkomunikasi untuk mengatur pencernaan.

5. Keringat Berlebihan

Banyak berkeringat meski tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat atau kepanasan, juga bisa jadi salah satu gejala kecemasan pada anak.

Alasannya, saat sedang cemas sistem saraf simpatik menjadi aktif dan mempengaruhi kelenjar keringat di seluruh tubuh.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Menderita Depresi?

6. Gemetar atau Menggigil

Walau gemetar bisa disebabkan oleh suhu dingin atau turunnya gula darah karena belum makan, meningkatnya kadar hormon adrenalin dan kortisol saat sedang cemas juga bisa membuat tubuh atau tangan Si Kecil gemetar.

Saat mengalami gangguan kecemasan pada anak, maka ada bagian lain dari otak yang terlibat yaitu hipotalamus.

Nah, hipotalamus ini mengatur panas tubuh.

Si Kecil akan sangat mungkin mengalami perubahan suhu mendadak saat dilanda rasa cemas yang berlebihan sebagai gejala kecemasan pada anak.

Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh menggigil.

7. Gampang Sakit

Anak Sakit
Foto: Anak Sakit (Orami Photo Stock)

Si Kecil yang gampang sakit tanpa alasan jelas juga mungkin sedang mengalami kecemasan.

Pasalnya, fungsi sistem kekebalan tubuh akan menurun saat seseorang merasa cemas atau stres dalam jangka panjang.

Saat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan optimal, Si Kecil jadi lebih mudah terkena berbagai penyakit ringat seperti salesma atau flu.

8. Kesemutan

Terlihat tidak ada hubungannya, tapi ternyata seseorang yang alami gangguan kecemasan bisa mengalami kesemutan.

Faktanya, seluruh bagian tubuh bisa menerima respon yang diberikan sistem saraf pusat.

Maka itu, Moms bisa mengalami jari tangan atau kaki kesemutan, hingga bulu kuduk berdiri.

Baca Juga: Clobazam: Obat untuk Gejala Epilepsi dan Gangguan Kecemasan

9. Sering Khawatir atau Berpikir Negatif

Anak dengan gangguan kecemasan juga dapat cenderung berpikir negatif atau memikirkan kemungkinan terburuk akan hal yang tidak bisa dikendalikannya.

Misalnya saja, khawatir semua barang di rumah habis digondol pencuri karena tidak melihat Moms mengunci pintu saat pergi tadi.

Atau khawatir teman tidak suka dengan hadiah ulang tahun yang diberikannya.

10. Selalu Terlihat Tegang dan Gelisah

Rasa cemas berlebihan biasanya membuat buah hati menunjukkan gangguan kecemasan lainnya, yaitu selalu terlihat tegang dan gelisah saat akan menemui hal baru atau menghadapi ketidakpastian.

Rasa tegang Si Kecil biasa ditunjukkan dalam perilaku seperti gelisah dan tidak bisa berhenti mengulang gerakan, keringat dingin, mendadak marah, tidak mau makan, susah tidur, juga mimpi buruk.

11. Perfeksionis

Anak gangguan kecemasan pada anak juga bisa ditunjukkan melalui perilaku perfeksionis atau menuntut kesempurnaan.

Mereka biasanya memiliki ekspektasi tinggi pada diri sendiri maupun orang lain dan menjalankan ritual tertentu untuk membuat dirinya merasa lebih aman.

Misalnya saja, dia menangis atau marah dan tidak mau makan kalau Moms tidak meletakkan peralatan makan sesuai dengan yang diinginkannya, karena cemas ada yang mendadak jatuh dan melukai dirinya.

12. Psikosomatik

Menurut informasi dari University of Maryland Medical Center, tanda anak alami gangguan kecemasan dalam tahap serius adalah sering munculnya gejala psikosomatik atau sakit karena stres pikiran.

Anak yang sebelumnya sehat bisa mendadak sakit kepala, sakit perut, muntah, atau mengalami serangan panik karena cemas dan khawatir berlebihan saat menghadapi sesuatu.

Tipe Gangguan Kecemasan pada Anak

Ilustrasi Anak Cemas (Romper.com)
Foto: Ilustrasi Anak Cemas (Romper.com)

Yuk Moms, kenali lebih dekat tipe gangguan kecemasan pada anak berikut ini supaya bisa memberikan dukungan pada Si Kecil bila diperlukan.

Berikut ini tipe gangguan kecemasan pada anak menurut Kathleen Smith, PhD, Licensed Professional Counselor di Washington, DC, Amerika Serikat sepert melansir dari Psycom.

1. Gangguan Kecemasan Umum

Anak yang menderita tipe gangguan kecemasan umum sering merasa cemas berlebihan dan tidak terkendali akan ketidakpastian atau hal sepele.

Sering kali rasa cemas dan khawatir yang berlebihan tadi dibarengi dengan gejala seperti kelelahan, gelisah, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, dan otot tegang.

2. Separation Anxiety

Sudah pernah mendengar tentang tipe gangguan kecemasan pada anak ini kan, Moms?

Separation anxiety atau kesulitan berpisah sebenarnya masih termasuk bagian normal dari perkembangan balita usia 1 sampai 4 tahun.

Namun, perlu mulai dianggap sebagai masalah serius bila anak masih sulit berpisah dengan Moms setelah usia 5 tahun, sehingga mengganggu aktivitas sekolah, sosial, maupun rutinitas tidur.

3. Selective Mutism

Anak yang bawel dan suka mengobrol mungkin akan menutup diri, menolak berbicara, dan menghindari kontak mata dengan orang di sekitarnya karena merasa takut dan cemas saat menghadapi lingkungan baru atau situasi sosial tertentu.

Bila sudah berlangsung lebih dari satu bulan, tipe gangguan kecemasan yang paling sering ditemui pada anak usia 5 tahun ini bisa menghambat pergaulan dan pengalaman hidupnya.

Baca Juga: 12 Manfaat Yoga, Meredakan Nyeri Punggung, Mengurangi Kecemasan, hingga Bikin Kulit Bercahaya!

4. Fobia Spesifik

Ilustrasi Separation Anxiety (Huffingtonpost.ca)
Foto: Ilustrasi Separation Anxiety (Huffingtonpost.ca)

Berbeda dengan rasa takut biasa, fobia adalah tipe gangguan kecemasan pada anak yang ditandai dengan ketakutan berlebihan, intens, dan sulit hilang pada suatu hal.

Anak yang menderita fobia biasanya akan melakukan segala cara untuk menghindari hal yang ditakutinya.

Anak yang takut dengan anjing mungkin akan menolak pergi ke taman, pesta ulang tahun teman, atau berjalan-jalan karena takut ada anjing di sana.

5. Gangguan Panik

Gejala utama dari tipe gangguan kecemasan pada anak ini adalah panic attack atau serangan panik, yaitu rasa takut atau gelisah berlebihan yang datang secara tiba-tiba.

Setelah mengalami serangan panik, selama sebulan ke depan biasanya anak akan merasa sangat cemas akan ada serangan panik susulan atau kekhawatiran mendalam akan terjadi hal buruk akibat mengalami serangan panik.

6. Gangguan Kecemasan Sosial

Tipe gangguan kecemasan pada anak yang terakhir ini juga sering disebut dengan fobia sosial, di mana anak merasa sangat khawatir dengan pendapat orang lain tentang dirinya.

Anak yang menderita gangguan kecemasan sosial tidak suka jadi pusat perhatian, karena takut melakukan sesuatu yang memalukan atau dipandang aneh oleh orang lain.

Saat berada di tengah orang banyak, Si Kecil mungkin akan merasakan gejala kecemasan seperti detak jantung sangat cepat, keringat dingin, panik sampai tidak bisa bergerak, gelisah dan tidak bisa diam, ataupun wajah yang terasa panas dan kepala terasa pusing.

Baca Juga: 13 Manfaat Mendengarkan Musik Klasik untuk Ibu Hamil, Bisa Redakan Kecemasan, Lho Moms!

Baca Juga: 11 Manfaat Journaling, Bantu Meredakan Kecemasan Hingga Picu Kreativitas

Cara Membesarkan Anak dengan Gangguan Kecemasan

Ilustrasi Anak dan Orang Tua (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Anak dan Orang Tua (Orami Photo Stock)

Terdapat beberapa hal yang perlu Moms perhatikan saat membesarkan anak yang memiliki gangguan kecemasan.

Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

1. Berikan Perhatian Penuh

Cara membesarkan anak dengan gangguan kecemasan yang pertama adalah dengan berikan perhatian penuh.

Sebab, anak dengan gangguan kecemasan Si Kecil membutuhkan perhatian ekstra pada perasaannya.

Perasaan mereka cukup sensitif sehingga perlu dijaga. Jadi, Moms harus ekstra sabar dan perhatian pada Si Kecil, ya.

2. Tetap Tenang

Ketika Si Kecil mulai cemas akan sebuah situasi, Moms harus tetap tenang.

Jika Moms terlihat panik, maka Si Kecil juga akan menjadi panik. Dengan begitu, Moms perlu pandai-pandai mengelola emosi, ya.

3. Berikan Pujian

Kemajuan atau perkembangan Si Kecil harus selalu Moms apresiasi.

Sehingga, Moms harus mengakui sekecil apapun prestasi atau kemajuan yang mereka raih.

Baca Juga: 90 Kalimat Pujian untuk Anak, Bantu Tingkatkan Semangat dan Kepercayaan Diri!

4. Tidak Menghukum Sembarangan

Jika Si Kecil tidak mengalami perkembangan atau minim perkembangan, jangan serta merta menghukum.

Bersabarlah dan tetap beri dukungan yang terbaik untuk Si Kecil.

Jangan biarkan Si Kecil merasa tertekan dengan hukuman yang Moms berikan.

Namun, jika Si Kecil melakukan kesalah, Moms cukup memberitahu dan memperingatkannya dengan bahasa yang lebih lembut.

5. Fleksibel

Jadilah orang tua yang fleksibel. Namun, Moms juga harus tetap menjaga rutinitas agar Si kecil bisa tetap terbiasa.

6. Ubah ekspektasi

Ketika Si Kecil mengalami masa-masa cemas, Moms harus mengubah ekspektasi perkembangannya.

Cobalah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang dia alami.

7. Bersiap untuk Transisi

Jika Si Kecil mengalami transisi, cobalah untuk meluangkan waktu.

Misalnya ada pelajaran yang sulit ketika dia baru naik kelas, Moms bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk membantunya agar dia tidak merasa cemas.

Baca Juga: Bahaya Self Diagnose, Bisa Memperburuk Kondisi hingga Memicu Rasa Cemas yang Tidak Perlu

Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan pada Anak dengan Gangguan Kecemasan

Ilustrasi Anak Cemas (Scholastic.com)
Foto: Ilustrasi Anak Cemas (Scholastic.com)

Saat melihat anak cemas, insting pertama setiap orang tua tentu adalah mengatakan sesuatu yang bisa membuat anak merasa lebih tenang dan nyaman.

Masalahnya, banyak orang tua tidak sadar kalau kalimat yang mereka ucapkan untuk menenangkan sering kali malah menambah tingkat kecemasan pada anak.

Padahal yang dibutuhkan oleh anak sebenarnya adalah empati dan pengertian dari orang tua, agar mereka bisa menenangkan tubuh dan pikiran serta menghilangkan rasa takut.

Jadi sebaiknya hindari melontarkan beberapa kalimat berikut saat menghadapi anak cemas ya, Moms.

Nah, berikut ini ada beberapa kalimat yang sebaiknya Moms hindari.

1. “Jangan Takut/Khawatir/Cemas”

Dalam buku Anxiety and Its Disorders (2004) karya David H. Barlow, disebutkan kalau kecemasan ternyata membuat tubuh anak menyalakan alarm tanda bahaya sebagai perlindungan.

Alarm tadi membuat perhatian anak menjadi sangat sensitif dan rasa takut semakin besar dan nyata, sehingga mengucapkan kalimat di atas tidaklah efektif.

Lain kali, saat menghadapi anak cemas, Moms bisa memeluknya sambil mengatakan kalau perasaan cemas itu adalah sesuatu yang normal dan dialami semua orang.

2. “Kamu Pasti Akan Baik-Baik Saja”

Ilustrasi Anak (Happyyouhappyfamily.com)
Foto: Ilustrasi Anak (Happyyouhappyfamily.com)

Bagi anak yang tubuhnya sedang dibanjiri hormon stres, kalimat ini justru membuat kecemasannya semakin menjadi lho, Moms.

Sebagai gantinya, lebih baik katakan “Apa yang bisa dibantu, Nak?” dan tawarkan bantuan untuk membuatnya merasa lebih nyaman.

Baca Juga: Auditory Processing Disorder, Gangguan Proses Pendengaran pada Anak

3. “Ayo Cepat, Nak!”

Anak yang sedang cemas cenderung bergerak dan berpikir lebih lambat dari biasanya.

Selain karena ingin tampil sempurna, mereka juga takut dihinggapi rasa bersalah bila melakukan hal yang salah.

Itulah kenapa menyuruh anak untuk bertindak lebih cepat hanya akan membuatnya semakin khawatir dan gelisah.

Nah, alternatif yang lebih baik adalah membuka pintu diskusi dengan kalimat “Coba cerita sama Moms tentang hal yang membuatmu cemas.”

4. “Sudah Tak Perlu Cemas, Seperti Bayi Besar Saja”

Ilustrasi Anak Cemas (Todaysparent.com)
Foto: Ilustrasi Anak Cemas (Todaysparent.com)

Wah, menghadapi anak cemas tidak boleh dengan melontarkan label negatif seperti dalam kalimat ini ya, Moms.

Saat anak cemas, biasakan memberikan afirmasi positif penuh kasih sayang, seperti:

“Moms tahu kamu sedang cemas, tapi kamu kan kuat dan pemberani. Kamu pasti bisa menghadapinya.”

Baca Juga: Gangguan Somatoform, Keluhan Fisik dan Emosional karena Banyak Pikiran

5. “Tidak Perlu Merasa Cemas Begitu, Santai Saja”

Sama seperti rasa sakit yang tidak bisa disuruh berhenti begitu saja, begitu juga halnya dengan kecemasan anak.

Percayalah Moms, Si Kecil juga sebenarnya tidak ingin merasakan ketegangan tubuh dan pikiran seperti itu.

Akan lebih baik bila Moms membantu anak merasa lebih tenang, seperti dengan menarik napas panjang, mendengarkan musik, atau memberikan pelukan hangat.

Walau tidak mengerti apa yang membuat anak cemas, empati, kasih sayang, dan perhatian dari Moms pasti akan membuatnya merasa lebih tenang.

Baca Juga: 7+ Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak, Diperhatikan Ya Moms!

Jika Si Kecil menunjukkan gejala kecemasan pada anak seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya ajak mengobrol atau diskusi secara mendalam.

Bila perlu segera tangani ke profesional jika semakin mengkhawatirkan.

Nah, apa yang biasanya Moms lakukan untuk menenangkan anak yang sedang merasa cemas?

  • https://www.nimh.nih.gov/health/topics/anxiety-disorders/index.shtml
  • https://www.nhs.uk/conditions/generalised-anxiety-disorder/symptoms/
  • https://www.psycom.net/6-types-anxiety-and-kids
  • https://www.health.harvard.edu/blog/anxiety-in-children-2018081414532
  • https://www.anxiety.org/causes-and-symptoms-of-anxiety-in-children

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb