05 Agustus 2022

Gangguan Somatoform, Keluhan Fisik dan Emosional karena Banyak Pikiran

Sering kelelahan dan mencemaskan diri berlebihan akan terkena penyakit juga bisa jadi gejalanya

Gangguan somatoform adalah kelainan psikologis pada seseorang yang bisa ditandai dengan sekumpulan keluhan fisik yang tidak menentu.

Namun, kondisi ini tidak tampak saat pemeriksaan fisik. Munculnya gangguan ini juga erat kaitannya terjadi akibat stres dan banyak pikiran.

Mengutip American Academy of Family Physicians, saat alami gangguan somatoform, seseorang jadi sering memikirkan yang terburuk tentang gejala yang dialaminya.

Selain itu, ia juga sering mencari perawatan medis, terus mencari penjelasan bahkan ketika kondisi serius lainnya telah disingkirkan.

Masalah kesehatan mungkin menjadi fokus utama dalam hidup sehingga sulit untuk berfungsi, terkadang menyebabkan kecacatan.

Jika Moms memiliki gangguan gejala somatoform, Moms mungkin mengalami tekanan emosional dan fisik yang signifikan.

Untungnya perawatan dapat membantu meringankan gejala, membantu Moms mengatasi dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga: Fakta Hormon Dopamin yang Punya Pengaruh Besar pada Kesehatan Mental dan Fisik

Gejala Gangguan Somatoform

gejala gangguan somatoform
Foto: gejala gangguan somatoform

Foto: ilustrasi stres (Orami Photo Stock)

Gejala gangguan gejala somatik mungkin memiliki beberapa ciri khas, seperti:

  • Sensasi spesifik, seperti nyeri atau sesak napas, atau gejala yang lebih umum, seperti kelelahan atau kelemahan.
  • Tidak terkait dengan penyebab medis apa pun yang dapat diidentifikasi, atau terkait dengan kondisi medis seperti kanker atau penyakit jantung, tetapi lebih signifikan daripada yang biasanya diperkirakan.
  • Gejala tunggal, beberapa gejala atau gejala yang bervariasi.

Gejala yang timbul bisa ringan, sedang, atau berat. Nyeri adalah gejala yang paling umum.

Tetapi apa pun gejalanya, Moms akan memiliki pikiran, perasaan, atau perilaku yang berlebihan terkait dengan gejala tersebut, yang menyebabkan masalah yang signifikan, menyulitkan fungsi dan terkadang dapat melumpuhkan.

Beberapa gejala terkait pikiran, perasaan, dan perilaku ini dapat mencakup:

  • Kekhawatiran terus-menerus tentang potensi penyakit.
  • Melihat sensasi fisik normal sebagai tanda penyakit fisik yang parah.
  • Khawatir bahwa gejalanya serius, bahkan ketika tidak ada bukti.
  • Berpikir bahwa sensasi fisik mengancam atau berbahaya.
  • Merasa bahwa evaluasi dan pengobatan medis belum memadai.
  • Khawatir bahwa aktivitas fisik dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh.
  • Berulang kali memeriksa tubuh untuk mengecek kelainan.
  • Kunjungan perawatan kesehatan yang sering yang tidak menghilangkan kekhawatiran atau malah memperburuknya.
  • Menjadi tidak responsif terhadap perawatan medis atau sangat sensitif terhadap efek samping obat.
  • Memiliki gangguan yang lebih parah daripada yang biasanya diharapkan dari kondisi medis

Untuk gangguan gejala somatik, yang lebih penting daripada gejala fisik spesifik yang dialami adalah cara seseorang menafsirkan dan bereaksi terhadap gejala dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupannya sehari-hari.

Namun, karena gejala fisik dapat dikaitkan dengan masalah medis, penting untuk dievaluasi oleh dokter jika Moms tidak yakin apa yang menyebabkan gejala.

Jika dokter percaya bahwa Moms mungkin memiliki gangguan gejala somatik, ia dapat merujuk ke profesional kesehatan mental.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Mental Breakdown yang Sering Terjadi

Penyebab dan Faktor Risiko Gangguan Somatoform

penyebab gangguan somatoform
Foto: penyebab gangguan somatoform

Foto: orang merenung (Orami Photo Stock)

Penyebab pasti gangguan somatoform sebenarnya tidak jelas, tetapi salah satu dari faktor-faktor ini mungkin berperan, seperti misalnya:

  • Faktor genetik dan biologis, seperti peningkatan kepekaan terhadap rasa sakit.
  • Pengaruh keluarga, yang mungkin genetik atau lingkungan, atau keduanya.
  • Sifat kepribadian negatif, yang dapat memengaruhi cara seseorang mengenali dan merasakan penyakit dan gejala tubuh.
  • Penurunan kesadaran atau masalah pemrosesan emosi, menyebabkan gejala fisik menjadi fokus daripada masalah emosional.
  • Perilaku yang dipelajari, misalnya, perhatian atau manfaat lain yang diperoleh dari penyakit; atau "perilaku nyeri" sebagai respons terhadap gejala, seperti penghindaran aktivitas yang berlebihan.

Selain itu, ada juga beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan gangguan somatoform, antara lain:

  • Mengalami kecemasan atau depresi.
  • Memiliki kondisi medis atau pulih dari salah satunya.
  • Berisiko mengembangkan kondisi medis, seperti memiliki riwayat penyakit keluarga yang kuat.
  • Mengalami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, trauma, atau kekerasan.
  • Pernah mengalami trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual masa kanak-kanak.
  • Memiliki tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi yang lebih rendah.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab dan 5 Jenis Halusinasi yang Bisa Jadi Tanda Penyakit Mental

Komplikasi Gangguan Somatoform

komplikasi gangguan somatoform
Foto: komplikasi gangguan somatoform

Foto: ilsutrasi orang depresi (Orami Photo Stock)

Jika tidak segera mendapat pertolongan, gangguan somatoform dapat dikaitkan dengan beberapa komplikasi, seperti:

  • Kesehatan yang buruk.
  • Masalah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk akibat cacat fisik.
  • Masalah dengan hubungan.
  • Masalah di tempat kerja.
  • Gangguan kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan kepribadian.
  • Peningkatan risiko bunuh diri terkait dengan depresi.
  • Masalah keuangan karena kunjungan perawatan kesehatan yang berlebihan.

Baca Juga: Kenali Kondisi Delusional, Gangguan Mental yang Tak Bisa Bedakan Kenyataan dan Khayalan

Cara Mengatasi Gangguan Somatoform

cara mengatasi gangguan somatoform
Foto: cara mengatasi gangguan somatoform

Foto: ilustrasi terapi (Orami Photo Stock)

Tujuan pengobatan untuk gangguan somatoform adalah untuk memperbaiki gejala dan kemampuan seseorang untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Psikoterapi dapat membantu untuk mengatasinya. Namun, kadang obat-obatan juga dapat ditambahkan, terutama jika pasien sedang berjuang dengan perasaan tertekan.

1. Psikoterapi

Karena gejala fisik dapat dikaitkan dengan tekanan psikologis dan tingkat kecemasan kesehatan yang tinggi, psikoterapi, khususnya, terapi perilaku kognitif dapat membantu memperbaiki gejala fisik.

Terapi ini dapat membantu mengatasi beberapa hal, seperti:

  • Memeriksa dan menyesuaikan keyakinan dan harapan tentang kesehatan dan gejala fisik
  • Memahami cara mengurangi stres.
  • Memahami cara mengatasi gejala fisik
  • Mengurangi penghindaran situasi dan aktivitas karena sensasi fisik yang tidak nyaman.
  • Meningkatkan fungsi sehari-hari di rumah, di tempat kerja, dalam hubungan dan dalam situasi sosial.
  • Mengatasi depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Terapi keluarga juga dapat membantu dengan memeriksa hubungan keluarga dan meningkatkan dukungan dan fungsi keluarga.

2. Obat-obatan

Obat antidepresan dapat membantu mengurangi gejala yang berhubungan dengan depresi dan nyeri yang sering terjadi pada gangguan gejala somatik.

Jika satu obat tidak bekerja dengan baik, dokter mungkin menyarankan untuk beralih ke obat lain atau menggabungkan obat tertentu untuk meningkatkan efektivitas.

Ingatlah bahwa perlu beberapa minggu setelah pertama kali memulai pengobatan untuk melihat perbaikan gejala.

3. Perubahan Gaya Hidup

Selain dengan terapi dan konsumsi obat-obatan yang diresepkan, pengidapnya juga bisa mengambil beberapa langkah gaya hidup dan perawatan diri untuk mengatasi kondisi ini, termasuk di antaranya adalah:

  • Bekerjasama dengan Psikolog, Dokter, dan Perawat

Bekerjasamalah dengan penyedia perawatan medis dan profesional kesehatan mental untuk menentukan jadwal rutin kunjungan.

Juga diskusikan pengaturan batas yang wajar pada tes, evaluasi. dan rujukan spesialis.

Hindari meminta saran dari beberapa dokter atau kunjungan ruang gawat darurat yang dapat membuat perawatan lebih sulit untuk dikoordinasikan dan dapat membuat pasien malah melakukan tes yang sama dua kali.

  • Berlatih Manajemen Stres dan Teknik Relaksasi

Mempelajari manajemen stres dan teknik relaksasi, seperti relaksasi otot progresif, dapat membantu memperbaiki gejala.

  • Aktif secara Fisik

Program aktivitas tertentu mungkin memiliki efek menenangkan pada suasana hati, memperbaiki gejala fisik dan membantu meningkatkan fungsi fisik.

  • Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial

Tetaplah terlibat dalam pekerjaan dan dalam kegiatan sosial dan keluarga. Jangan menunggu sampai gejala teratasi untuk berpartisipasi.

  • Hindari Alkohol dan Narkoba

Penggunaan zat terlarang dapat membuat perawatan lebih sulit dilakukan. Bicaralah dengan dokter jika memerlukan bantuan untuk berhenti.

Cara Mencegah Gangguan Somatoform

Sedikit yang diketahui tentang bagaimana mencegah gangguan somatoform. Namun, ada beberapa hal yang dapat membantu, seperti:

  • Jika memiliki masalah dengan kecemasan atau depresi, cari bantuan profesional sesegera mungkin.
  • Belajarlah untuk mengenali kapan stres dan bagaimana ini memengaruhi tubuh, dan secara teratur berlatih manajemen stres serta teknik relaksasi.
  • Jika merasa memiliki gangguan gejala somatik, dapatkan perawatan dini untuk membantu menghentikan gejala agar tidak bertambah parah dan mengganggu kualitas hidup.
  • Tetap dengan rencana perawatan untuk membantu mencegah kambuh atau memburuknya gejala.

Baca Juga: 8 Jenis Penyakit Psikologi atau Gangguan Mental yang Perlu Dipahami

Itulah tadi beragam informasi mengenai gangguan somatoform. Jika Moms, Dads, atau orang terdekat menunjukkan gejala yang mirip, segera konsultasikan ke dokter.

  • https://addcounsel.com/what-is-somatoform-disorder/
  • https://www.aafp.org/afp/2007/1101/p1333.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/somatic-symptom-disorder/symptoms-causes/syc-20377776
  • https://www.webmd.com/mental-health/somatoform-disorders-symptoms-types-treatment
  • https://www.merckmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/somatic-symptom-and-related-disorders/somatic-symptom-disorder

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.