09 Oktober 2021

Fakta Hormon Dopamin yang Punya Pengaruh Besar pada Kesehatan Mental dan Fisik

Sebenarnya, bagaimana cara kerja hormon dopamin di dalam otak?

Banyak orang yang menyebut hormon dopamin sebagai hormon bahagia. Hal tersebut tentunya tidak salah.

Sama seperti serotonin dan endorfin, hormon dopamin memang akan membuat suasana hati seseorang menjadi lebih baik dan bahagia.

Dilansir dari laman WebMD, dopamin adalah sejenis neurotransmitter. Tubuh yang akan membuatnya, dan kemudian sistem saraf menggunakannya untuk mengirim pesan antar sel saraf.

Itulah mengapa terkadang hormon ini juga disebut pembawa pesan kimiawi.

Ketika Moms menemukan sesuatu hal yang membahagiakan atau menarik, maka hormon dopamin akan bekerja untuk membuat lebih fokus dalam berpikir dan membuat perencanaan.

Masih ingin tahu lebih jelas bagaimana cara kerja hormon dopamin? Simak ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Stres Baik dan Stres Buruk, Apa Bedanya?

Cara Kerja Hormon Dopamin

Cara Kerja Hormon Dopamin
Foto: Cara Kerja Hormon Dopamin

Foto: wanita bahagia (Orami Photo Stock)

Tidak hanya disebut sebagai hormon bahagia, hormon dopamin bekerja lebih luas dari itu saja, lho, Moms!

Medical News Today menyebutkan, dopamin berperan dalam mengontrol gerakan yang dilakukan seseorang, serta respons emosional yang dirasakan.

Maka dari itu, sangat tepat rasanya menyebutkan bahwa keseimbangan hormon dopamin sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Mengenai hal ini, Moms harus memahami betapa pentingnya fungsi otak dalam tubuh manusia.

Lantas, bagaimana cara kerja hormon dopamin? Jadi, hormon ini dibuat di otak melalui proses dua langkah.

Pertama, ia mengubah tirosin asam amino menjadi zat yang disebut dopa, dan kemudian menjadi dopamin.

Fungsi otak berperan dalam memengaruhi banyak fungsi dalam tubuh, yang kemudian dipengaruhi oleh kadar dopamin. Di antaranya, yaitu:

Jadi, kadar dopamin sangat memengaruhi fungsi dalam tubuh, bukan? Maka dari itu, ada baiknya kadar dopamin tetap seimbang.

Kekurangan hormon dopamin hanya akan memengaruhi kinerja dalam tubuh.

Baca Juga: Ini Gejala Fisik Depresi yang Terlihat, Segera Konsultasi Moms!

Dampak Kekurangan Hormon Dopamin

Apa yang Terjadi ketika Kekurangan Hormon Dopamin?.jpg
Foto: Apa yang Terjadi ketika Kekurangan Hormon Dopamin?.jpg (Shutterstock.com)

Foto: wanita sakit dada (Orami Photo Stock)

Kekurangan hormon dopamin dapat dikaitkan dengan kondisi medis tertentu, termasuk depresi dan penyakit Parkinson.

Ada beberapa gejala yang dapat ditunjukkan oleh tubuh ketika kekurangan hormon dopamin, yaitu:

  • Merasa kram otot, kejang, atau tremor.
  • Mengalami sembelit.
  • Kesulitan untuk makan atau menelan.
  • Nyeri pada area tubuh, namun tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Mengalami gangguan tidur yang tidak dapat dikendalikan.
  • Mengalami GERD atau gangguan pencernaan lainnya.
  • Tubuh tidak berenergi.
  • Tidak mampu fokus dan kehilangan motivasi.
  • Rasa sedih yang begitu mendalam, namun tanpa penyebab yang pasti.
  • Sering merasa cemas dan menyalahkan diri sendiri.
  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya.
  • Dorongan seks yang rendah.
  • Memiliki harga diri yang rendah.
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Jika dilihat dari gejala-gejala tersebut, kadar dopamin yang rendah memang dapat menyebabkan gejala spesifik terkait dengan depresi.

Namun, tentu saja hal ini bisa diatasi dengan beberapa cara yang harus Moms ketahui.

Perubahan gaya hidup harus dilakukan untuk menunjang kadar dopamin di otak. Simak ulasan berikutnya, ya.

Baca Juga: Benarkah Hormon yang Tidak Seimbang Bikin Tidak Subur?

Cara Meningkatkan Hormon Dopamin secara Alami

Ada banyak cara untuk meningkatkan hormon dopamin secara alami.

Dikutip dari Pscyhology Today, cara paling ampuh dan sederhana untuk meningkatkan hormon dopamin, yaitu memiliki kualitas tidur yang baik akan membantu otak untuk melepaskan dopamin dalam tubuh.

Nah, adapun beberapa cara lainnya yang bisa Moms lakukan untuk meningkatkan hormon ini secara alami, yaitu:

1. Mengubah Pola Makan

Mengubah Pola Makan.jpg
Foto: Mengubah Pola Makan.jpg (Medicalnewstoday.com)

Foto: pola makan (Orami Photo Stock)

Hormon dopamin yang rendah sering dikaitkan dengan terlalu banyak mengonsumsi gula atau lemak jenuh.

Selain itu, dopamin rendah juga banyak dialami oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Maka dari itu, cara mengatasi yang paling efektif, yaitu mengubah pola makan. Jenis makanan yang dianjurkan untuk meningkatkan dopamin, yaitu makanan yang kaya protein dan asam amino.

Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi karena dapat menurunkan kadar dopamin di otak.

Beberapa makanan yang dapat Moms pilih, seperti daging tanpa lemak, ikan, kacang almond, dan produk olahan susu.

2. Mendengarkan Musik

Mendengarkan Musik.jpg
Foto: Mendengarkan Musik.jpg

Foto: mendengarkan musik (Orami Photo Stock)

Kebiasaan yang menyenangkan satu ini juga dapat menjadi cara meningkatkan hormon dopamin secara alami.

Jika Moms merasa lesu, penat, dan kurang motivasi, cobalah untuk mendengarkan musik yang menyenangkan atau lagu-lagu yang disukai.

Ternyata, dikutip dari Nature Neuroscience, cara sederhana ini dapat menyebabkan pelepasan dopamin di otak.

Mendengarkan musik mampu mengurangi rasa sakit dan menurunkan risiko terkena depresi. Manfaat mendengarkan musik lainnya juga meningkatkan kualitas tidur dan mencegah gangguan tidur.

Baca Juga: 9+ Manfaat Mandi sebelum Subuh, Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental!

3. Rutin Berolahraga

Rutin Berolahraga
Foto: Rutin Berolahraga

Foto: wanita berolahraga (Orami Photo Stock)

Jangan pernah menyepelekan manfaat rutin berolahraga, ya, Moms! Nyatanya, setiap orang seharusnya memiliki gaya hidup sehat, yaitu dengan berolahraga secara rutin minimal 3-4 kali per minggu.

Selain menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan, rutin berolahraga sangat penting untuk kesehatan otak.

Rutin berolahraga juga membantu meningkatkan kadar dopamin Moms. Setiap kali Moms berolahraga, maka otak secara otomatis akan melepaskan beberapa hormon dopamin.

Hal ini juga yang menyebabkan Moms akan merasa lebih bahagia dan rileks setelah berolahraga. Perasaan itu muncul karena merupakan hasil dari pelepasan dopamin oleh otak.

4. Meditasi

Meditasi.jpg
Foto: Meditasi.jpg

Foto: melakukan meditasi (Orami Photo Stock)

Meditasi sering dikaitkan dengan pengelolaan rasa stres yang dialami. Nah, tingkat stres yang tinggi bisa menjadi penyebab turunnya kadar dopamin di otak.

Untuk itu, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk melakukan meditasi untuk meningkatkan kadar hormon dopamin.

Meditasi juga menjadi cara meningkatkan kemampuan kognitif, termasuk meningkatkan perhatian, memori, kelancaran verbal, fungsi eksekutif, kecepatan pemrosesan, fleksibilitas kognitif, serta kreativitas.

Kegiatan meditasi inilah yang akhirnya mampu mencegah penyakit Alzheimer.

Baca Juga: Manfaat Yoga untuk Kesehatan Tubuh, Yuk Coba Moms!

Hati-hati, Kelebihan Hormon Dopamin Juga Berbahaya

Hati-hati, Kelebihan Hormon Dopamin Juga Berbahaya
Foto: Hati-hati, Kelebihan Hormon Dopamin Juga Berbahaya (Freepik.com)

Foto: konsumsi obat (Orami Photo Stock)

Sebelumnya kita sudah membahas hal yang terjadi ketika tubuh kekurangan dopamin. Sebaliknya, kelebihan hormon dopamin dalam tubuh juga tidak baik, lho!

Dilansir dari laman Health Direct, beberapa gejala yang ditunjukkan oleh tubuh ketika kelebihan hormon dopamin, yaitu lebih kompetitif, agresif, libido melonjak secara signifikan, insomnia, berhalusinasi, dan memiliki kontrol impuls yang buruk.

Nah, kelebihan dopamin sering dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti ADHD, gangguan makan binge eating, kecanduan, dan perjudian.

Hal ini berkaitan dengan penyebab seseorang memiliki dopamin berlebih di dalam tubuh.

Misalnya, seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang, atau terlibat dalam perilaku yang menyebabkan tingkat dopamin di otak menjadi sangat tinggi.

Maka dari itu, ada baiknya tetap menjaga kadar dopamin agar seimbang, ya, Moms.

Tingkat dopamin yang seimbang akan menyebabkan perasaan bahagia, serta mampu meningkatkan motivasi dan konsentrasi. Tentunya, semua hal tersebut tidak terjadi secara berlebihan.

Itulah hal yang perlu dipahami tentang hormon dopamin.

Jika saat ini Moms masih memiliki kegalauan dan tidak kunjung memiliki jalan keluar, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada orang terdekat atau ahli profesional.

Ingat, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, ya.

  • https://www.nature.com/articles/nn.2726
  • https://www.healthdirect.gov.au/dopamine#happens
  • https://www.verywellhealth.com/dopamine-5086831
  • https://www.psychologytoday.com/us/basics/dopamine
  • https://www.webmd.com/mental-health/what-is-dopamine
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320637#treatment

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.