10 Februari 2022

Jangan Dibiasakan, Ini 4 Dampak Tidur Sore bagi Kesehatan!

Meski mengantuk, usahakan jangan tidur di sore hari

Tahukah ada dampak tidur sore bila dijadikan kebiasaan?

Keasyikan beraktivitas di pagi hingga siang hari kadang membuat Moms dan Dads merasa lelah dan mengantuk di sore hari.

Sayangnya, ternyata ada dampak tidur sore yang belum banyak orang ketahui.

Selelah apa pun kita, tidur di sore hari kerap membawa efek negatif bagi tubuh.

Apa saja dampak tidur sore?

Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Dampak Tidur Sore bagi Kesehatan

dampak tidur sore
Foto: dampak tidur sore (pexels.com/Kampus Production)

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat tidur siang memang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Selain membuat tubuh lebih rileks, tidur siang yang bisa meningkatkan suasana hati (mood) hingga melepas lelah sebentar.

Namun, manfaat tersebut tidak lagi didapatkan bila tidur diganti di sore hari.

Sebaliknya, ada berbagai dampak tidur sore bagi tubuh dan kesehatan Moms.

Berikut ini beberapa efek negatif tidur sore:

1. Merasa Bingung dan Pusing saat Bangun Tidur

Tidur sore, bahkan terlalu lama misalnya satu jam lebih, dapat membuat Moms masuk ke fase tidur nyenyak.

Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya inersia tidur (sleep inertia).

Inersia tidur adalah perasaan mengantuk, bingung, dan pusing setelah bangun tidur.

Biasanya, inersia tidur sebagai dampak tidur sore hari dapat berlangsung sekitar 15 sampai 60 menit.

Namun, hal tersebut bisa berlangsung lebih lama bahkan hingga beberapa jam setelah bangun tidur.

Baca Juga: 7 Posisi Tidur untuk Ibu Hamil yang Aman Sesuai Usia Kandungan

Keluhan inersia tidur, seperti munculnya perasaan bingung dan pusing saat bangun tidur, berisiko lebih parah dan berlangsung lebih lama bila kurang tidur.

Alasan munculnya inersia tidur belum diketahui secara pasti.

Akan tetapi, kondisi ini diperkirakan muncul sebagai upaya perlindungan bagi tubuh karena bangun di waktu yang tidak diinginkan, misalnya terlalu sore.

2. Menurunkan Fungsi Kognitif

Efek negatif atau dampak tidur sore lainnya, yaitu menurunkan fungsi kognitif.

Coba ingat-ingat kembali, pernahkah Moms atau Dads tidak sengaja tidur di sore hari, kemudian bangun dengan rasa linglung?

Bahkan, ketika ingin melanjutkan aktivitas yang sebelumnya tertunda karena tidur di sore hari, otak menjadi susah berpikir.

Nah, dampak tidur sore berpengaruh pada penurunan fungsi kognitif.

Bukannya merasa segar dan lebih bersemangat, Moms membutuhkan waktu untuk menunggu otak sampai siap kembali berpikir dan melakukan kegiatan lainnya.

Baca Juga: 7 Kegiatan Sepele yang Membuat Otak Kita Sehat

3. Susah Tidur di Malam Hari

Pernahkah Moms mengalami susah tidur di malam hari ketika sebelumnya tidur siang terlalu lama?

Hal tersebut juga dapat terjadi sebagai dampak tidur sore hari, lho!

Ada beberapa alasan mengapa Moms biasanya jadi lebih sulit tidur malam karena sebelumnya tidur di sore hari.

Pertama, tidur di sore hari lebih dekat waktunya dengan tidur malam.

Terlebih bila biasanya Moms tidur malam di waktu awal, misalnya jam 8-9, tidur sore mungkin bisa mengacaukan jadwal tidur malam Moms.

Baca Juga: Ketahui 4 Fase Tidur, dari Terjaga Hingga Bermimpi

Alasan kedua, ketika seseorang tidur sore, biasanya waktu tidurnya lebih panjang ketimbang saat tidur siang.

Alhasil, tubuh terasa lebih cukup tidur tapi dengan kondisi lelah ketika bangun di sore harinya.

Itulah yang kemudian membuat Moms terjaga di malam harinya.

Apalagi jika Moms mengalami insomnia, keluhan tersebut bisa semakin parah sebagai dampak tidur sore hari.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit

Dampak tidur sore yang cukup berbahaya yaitu terkait dengan peningkatan risiko penyakit.

Beberapa penyakit efek negatif dari tidur sore di antaranya penyakit kardiovaskular, diabetes, dan sindrom metabolik.

Terlebih jika Moms tidur di sore hari untuk waktu yang lama, misalnya lebih dari 1 jam, risiko penyakit yang muncul di kemudian hari bisa saja lebih besar.

Salah satu hal tersebut dibuktikan oleh penelitian terbitan jurnal Sleep.

Menurut jurnal tersebut, tidur di siang, bahkan sore hari, lebih dari 1 jam berisiko menimbulkan penyakit kardiovaskular lebih tinggi.

Namun, penting untuk diketahui bahwa faktor lain seperti seperti usia, kesehatan tubuh secara keseluruhan, dan kebiasan tidur sehari-hari juga berperan dalam menentukan risiko penyakit.

Baca Juga: 4 Posisi Tidur yang Baik untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Jadi, Kapan Waktu yang Tepat untuk Tidur?

Jadi, Kapan Waktu yang Tepat untuk Tidur?
Foto: Jadi, Kapan Waktu yang Tepat untuk Tidur?

Foto: Orami Photo Stock

Ketimbang mengalami dampak tidur sore, lebih Moms dan Dads menyempatkan tidur siang bila memang mulai mengantuk.

Idealnya, waktu tidur siang yang baik yakni di jam 2 atau 3 siang.

Sementara durasi yang baik agar mendapatkan tidur siang yang berkualitas adalah sekitar 15-20 menit, bukan sampai 1 jam bahkan lebih.

Selain itu, berikut tips yang membantu Moms dan Dads untuk mendapatkan tidur siang yang nyenyak dan optimal:

  • Usahakan tidur siang dalam waktu singkat. Semakin lama Moms tidur siang, semakin besar kemungkinan Moms pusing ketika bangun tidur.
  • Hindari tidur di sore hari, terlebih karena ada banyak dampak tidur sore yang merugikan kesehatan.
  • Walaupun disarankan sebentar, tapi ciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur siang.

Baca Juga: Jangan Biasakan Bayi Tidur Tengkurap, Ini Alasannya!

Setelah kembali tersadar usai bangun dari tidur siang yang cukup, berikan tubuh Moms waktu untuk diam sejenak sebelum mulai beraktivitas lagi.

Pastikan tidur siang dengan tepat agar optimal dan terhindar dari dampak tidur sore, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4667384/
  • https://www.sleepfoundation.org/how-sleep-works/sleep-inertia
  • https://www.healthline.com/health-news/is-napping-good-or-bad-for-your-health
  • https://www.healthline.com/health/how-long-should-i-nap
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/napping/art-20048319
  • https://health.clevelandclinic.org/are-long-naps-bad-for-you-and-if-so-why/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.