15 Oktober 2022

Manfaat dan Jenis Terapi Kognitif untuk Mengatasi Berbagai Masalah Psikologis

Apa saja manfaatnya?

Terapi kognitif dapat membantu mengatasi masalah psikologis dengan mengubah perilaku keseharian serta cara berpikir yang membuat Moms kesulitan.

Terapi ini paling umum dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan depresi.

Ini juga berfokus pada peningkatan keterampilan relaksasi dan mengubah kebiasaan gaya hidup yang berdampak pada pola tidur dan respon dengan sekitar.

Dengan terapi kognitif, Moms akan dibantu untuk mengelola kekhawatiran atau hasil pikiran negatif yang sering muncul.

Sehingga lama kelamaan bisa mengatur pemikiran dengan lebih baik dan efektif. Hal ini membuat hari-hari dan pikiran Moms menjadi lebih positif.

Lantas, bagaimana cara kerja dari terapi kognitif ini? Berikut penjelasannya yang sudah dirangkum oleh Orami.

Baca Juga: Alergi pada Si Kecil Ternyata Bisa Pengaruhi Perkembangan Psikologisnya

Manfaat Terapi Kognitif

Konsultasi Psikolog
Foto: Konsultasi Psikolog (shutterstock.com)

Terapi kognitif dapat digunakan untuk membantu penderita gangguan kesehatan mental mengubah sudut pandang akan permasalahan atau situasi menantang dalam hidupnya.

Melansir Psychology Tools, terapi kognitif menunjukkan bahwa pikiran, emosi, sensasi tubuh, dan perilaku semuanya terhubung.

Selain itu, apa yang dipikirkan dan lakukan memengaruhi perasaan.

Ribuan percobaan penelitian telah menunjukkan bahwa terapi kognitif adalah pengobatan yang efektif untuk kondisi dari kecemasan, depresi, hingga rasa sakit dan insomnia.

Dilansir dari National Health Service, berikut ini adalah manfaat terapi kognitif untuk mengatasi masalah psikologis:

  • Bipolar disorder
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia
  • Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
  • Gangguan panik
  • Fobia
  • Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)
  • Psikosis
  • Skizofrenia
  • Masalah tidur, seperti insomnia
  • Masalah yang berkaitan dengan penyalahgunaan alkohol
  • Gangguan seksual

Terapi kognitif juga terkadang digunakan untuk mengobati orang dengan kondisi kesehatan jangka panjang, seperti:

  • Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  • Sindrom kelelahan kronis/Chronic Fatigue Syndrome (CFS)
  • Fibromyalgia

Meskipun terapi kognitif tidak dapat menyembuhkan gejala fisik dari kondisi ini, namun terapi tersebut dapat membantu orang mengatasi gejalanya dengan lebih baik.

Baca Juga: Peran Ayah Dalam Perkembangan Kognitif Anak

Jenis Terapi Kognitif

Konsultasi Psikiater (Orami Photo Stocks)
Foto: Konsultasi Psikiater (Orami Photo Stocks)

Saat sudah berniat melakukan terapi kognitif untuk mengatasi masalah psikologis yang Moms alami, terapis nantinya akan mengenalkan beberapa bentuknya.

Moms bisa memilih, tapi juga bisa dipilihkan oleh terapis sesuai dengan permasalahan yang sudah Moms utarakan. Jenis-jenis terapi kognitif adalah:

1. Terapi Musik

Musik memang seringkali dijadikan sebagai alat untuk terapi yang sangat baik, bukan hanya dengan suara-suara yang memang sangat menyenangkan dan menyejukkan hati.

Melalui terapi kognitif dengan musik, Moms akan dibantu untuk mengeluarkan segala keluhan yang mungkin masih terpendam.

2. Terapi Konseling

Untuk terapi yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi dilakukan.

Ini karena untuk terapi konseling selalu menjadi cara penyembuhan berbagai kelainan dan masalah psikologis. Salah satu di antaranya dalam terapi perilaku kognitif.

Terkadang dengan banyaknya terapi yang dilakukan, terapi konseling memang akan jauh lebih efektif.

Karena Moms bisa menemukan cara agar bisa mengatasi masalah yang terkadang timbul dan tenggelam.

Terapi ini juga dilakukan untuk lebih menghilangkan pikiran negatif yang ada di dalam diri, sehingga yang Moms rasakan hanya pikiran positif.

3. Terapi Obat-obatan

Terapi obat-obatan biasa dilakukan juga untuk seseorang yang memang memiliki gangguan psikologis yang jauh lebih parah.

Salah satunya seseorang yang merasa dirinya sudah tidak berdaya dan berarti lagi.

Dalam konsep diri dalam ilmu psikologi biasanya akan dijelaskan, bahwa seseorang yang sudah memiliki ganguan cukup parah akan diberikan terapi obat-obatan untuk mengatasi penyakitnya.

Baca Juga: Penyebab Depresi Secara Biologis dan Psikologis, Simak Penjelasannya di Sini!

4. Hipnoterapi

Terapi kognitif jenis ini memiliki tujuan untuk menelusuri alam bawah sadar dari pasien.

Dalam prosesnya, terapis akan memberikan berbagai sugesti yang tentunya positif, dan akan memperbaiki gangguan psikologis yang dimiliki oleh pasien.

5. Terapi Rehabilitasi

Terapi rehabilitasi bisa dilakukan untuk mereka yang memang sudah memiliki gangguan psikologis yang cukup akut. Cara ini merupakan salah satu cara yang efektif.

Untuk jenis terapi yang satu ini, harus dilakukan di rumah sakit ataupun lembaga yang memang menaunginya.

Baca Juga: Tahapan Penting Psikologi Anak dari Bayi hingga Usia Sekolah

Bagaimana Cara Kerjanya?

Terapi kognitif
Foto: Terapi kognitif (Shutterstock.Com)

Pada sesi terapi kognitif, Moms akan diminta untuk membuka diri dan bercerita tentang keluhan masalah psikologis pada terapis.

Jangan khawatir untuk menceritakan masalah Moms, ya. Karena terapis yang menangani pasti menjaga prinsip kerahasiaan dan tidak akan menghakimi.

Untuk memahami seperti apa cara kerja terapi kognitif, perhatikan langkah-langkahnya berikut ini.

1. Mendeteksi Masalah

Pada awal terapi, Moms akan diminta untuk menceritakan keluhan yang dialami.

Keluhan tersebut bisa berupa kecanduan alkohol, insomnia, kegagalan dalam membina hubungan, atau amarah yang meledak-ledak.

Di tahap ini Moms dan terapis akan sama-sama menentukan akar masalah yang ingin diselesaikan serta tujuan akhir yang ingin dicapai.

2. Menyadari Perasaan dan Pemikiran

Setelah mendeteksi masalah yang menghantui, Moms akan diminta untuk menceritakan apa yang dirasakan atau pikirkan ketika masalah tersebut muncul.

Misalnya, Moms akan merasa lega atau lebih ringan kalau mabuk minuman alkohol semalaman.

Moms percaya bahwa minuman beralkohol bisa membantu melupakan masalah dan mengusir stres.

Biasanya terapis akan menganjurkan Moms untuk mencatat perasaan-perasaan dan pikiran yang muncul tersebut dalam buku harian atau jurnal selama sesi terapi kognitif.

Baca Juga: 8 Jenis Penyakit Psikologi atau Gangguan Mental yang Perlu Dipahami

3. Mengatasi Pikiran Negatif

Untuk membantu menyadari bahwa ada yang salah dengan pola pikir Moms, terapis akan meminta Moms untuk membandingkan dengan situasi yang berbeda.

Pada tahap ini Moms harus benar-benar memerhatikan reaksi fisik, emosional, dan psikologis yang muncul ketika Moms sedang tidak dipicu oleh masalah yang muncul.

4. Restruktur Pola Pikir

Tahap dari terapi kognitif ini adalah yang paling sulit.

Ini karena Moms akan diminta untuk mengevaluasi apakah pola pikir dan cara pandang terhadap suatu kondisi didasarkan oleh akal sehat, atau justru pandangan yang keliru.

Moms harus benar-benar memahami bahwa selama ini pola pikir tersebut salah.

Pola pikir yang lebih baik akan secara terus-menerus ditanamkan dengan bantuan terapis. Moms pun akan bisa mengendalikan proses kognitif dan perilaku ketika masalah muncul.

Baca Juga: Apakah Lahir Prematur Pengaruhi Perkembangan Kognitif Bayi?

Hasil dari Terapi Kognitif

Terapi Psikolog (Orami Photo Stocks)
Foto: Terapi Psikolog (Orami Photo Stocks) (Orami Photo Stock)

Dikutip dari Mayo Clinic, hasil terapi kognitif akan dapat dirasakan bila Moms memiliki niat untuk memulai terapi dan menjalaninya hingga akhir.

Hasilnya, terapi kognitif dapat membantu Moms mengatasi masalah psikologis dan menghasilkan perubahan positif seperti:

  • Menemukan cara berpikir yang salah yang menjadi sumber rasa cemas atau stres
  • Mengevaluasi cara berpikir dengan cara yang lebih baik
  • Cara agar berani berhadapan dengan masalah dengan bijak dan sistematis
  • Menjadi lebih percaya terhadap kemampuan diri sendiri
  • Berani menghadapi ketakutan dan tidak lagi menghindarinya
  • Mengerti strategi untuk berhadapan dengan orang yang tidak disukai atau yang jadi sumber masalah kejiwaan
  • Menjadi lebih tenang dan rileks dalam menjalani aktivitas sehari-hari

Setiap orang tentu akan mendapatkan hasil yang berbeda-beda, tergantung dari jenis pemicu kecemasan dan stres yang dialami, hingga ketaatan untuk terus rutin menjalani terapi.

Baca Juga: Pareidolia, Fenomena Psikologis Unik Wajah Manusia pada Benda Mati

Itu dia Moms beragam manfaat terapi kognitif untuk masalah psikologi. Semoga membantu, ya!

  • https://www.apa.org/ptsd-guideline/patients-and-families/cognitive-behavioral
  • https://www.verywellmind.com/what-is-cognitive-behavior-therapy-2795747
  • https://www.nhs.uk/mental-health/talking-therapies-medicine-treatments/talking-therapies-and-counselling/cognitive-behavioural-therapy-cbt/overview/
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cognitive-behavioral-therapy/about/pac-20384610
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/cognitive-behaviour-therapy
  • https://www.psychologytools.com/self-help/what-is-cbt/
  • https://www.simplypsychology.org/cognitive-therapy.html#:~:text=Cognitive%20behavioral%20therapy%20(CBT)%20is,(behavior)%20all%20interact%20together.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.