28 Juni 2021

Alergi pada Bayi Ternyata Bisa Pengaruhi Perkembangan Psikologisnya

Cari tahu lebih lanjut tentang alergi yuk, Moms

Alergi pada bayi sering terjadi. Contohnya alergi pada kulit yang dapat disebabkan dari berbagai hal, contoh pemicu alergi adalah seperti makanan.

Jenis alergi makanan yang paling umum adalah susu, telur, kacang, kedelai, gandum, ikan, dan seafood.

Sedangkan penyebab alergi pada Si Kecil lainnya adalah hewan peliharaan, debu, tungau, detergen, sabun, dan sampo.

Ketika sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin kimia sebagai respons terhadap adanya alergen, juga bisa menimbulkan alergi kulit.

Ketika hal ini terjadi, akan menyebabkan reaksi peradangan dan dapat memperburuk eksim, gatal-gatal, dan ruam lainnya.

Baca Juga: Inilah Nutrisi Penting untuk Bantu Atasi Alergi pada Anak

Penyebab dan Gejala Alergi pada Bayi

alergi anak
Foto: alergi anak (https://www.gleneagles.com.sg/healthplus/article/uti-children)

Foto: Orami Photo Stock

Alergi pada bayi sangat umum terjadi, Moms.

Gejala yang dialami bisa berupa diare, muncul gatal dan ruam kulit, hidung berair, kesulitan bernapas dan banyak lagi.

"Anak-anak, terutama yang memiliki riwayat kulit sensitif, eksim, asma, atau alergi, memiliki kulit yang sangat sensitif dan mudah iritasi," kata Robert Sidbury, kepala divisi dermatologi pediatrik di Rumah Sakit Anak Seattle

Mengutip Official Journal of The American Academy of Pediatrics, hampir sekitar 6 juta anak memiliki alergi terhadap makanan. Jenis alergi ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Alergi pada bayi bisa terjadi terhadap makanan apa pun dan dapat bereaksi terhadap lebih dari satu.

Mengutip Kids Health, beberapa jenis makanan yang menjadi penyebab alergi pada Si Kecil, antara lain:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Ikan
  • Kacang-kacangan (seperti almond, kacang mete, dan kacang kenari)
  • Kerang (seperti kepiting, lobster, dan udang)
  • Kedelai
  • Gandum

Tidak ada obat untuk mengobati alergi makanan.

Tetapi studi baru dalam Harvard Health Publishing, telah menemukan bahwa dalam kasus alergi kacang, mungkin bisa mencegah alergi yang berkembang dengan memperkenalkan mereka pada alergen tersebut sedini mungkin sejak usia 4 hingga 6 bulan.

Pengenalan beberapa alergen bersama-sama seperti kacang-kacangan, telur, dan ikan, dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan perkembangan alergi.

Pengaruh Psikologis Akibat Alergi

cara memilih susu kedelai untuk alergi pada bayi-3.jpg
Foto: cara memilih susu kedelai untuk alergi pada bayi-3.jpg (Romper.com)

Foto: Orami Photo Stock

Nyatanya, kepribadian dan psikologis memainkan peran penting dalam alergi pada anak.

Mengutip penelitian dalam Frontiers in Psychology, alergi pada bayi memengaruhi cara kita mengatur strategi untuk mengelola alergi makanan dan meningkatkan kualitas lebih baik.

Selain itu hidup di masa pandemi Covid-19 membuat psikologis anak semakin terganggu, ditambah beban riwayat alergi.

Para ahli berpikir bahwa lebih banyak perhatian perlu diberikan pada kesehatan mental akibat alergi pada anak.

“Dampak psikologis dari alergi makanan membuat kita memikirkan dan mengkhawatirkannya dan menjadi cemas, terkadang lebih serius daripada alergi makanan itu sendiri,” Kata Charles Feng, seorang ahli alergi di Palo Alto Medical Foundation di Mountain View, California.

Selain itu dampak alergi pada bayi juga memengaruhi kualitas tidurnya.

Anak mudah terbangun di malam hari serta menangis karena rasa gatal membuat ia di pagi hari tak cukup energi untuk bergerak.

Psikologis anak cukup berdampak dan peran orang tua sangat dimainkan pada hal ini.

Tak hanya pada psikologis buah hati, orang tua turut merasakan efeknya secara langsung.

Orang tua jadi lebih peka dan perhatian dalam memilih makanan yang memicu alergi pada Si Kecil.

Menjaga lingkungan tetap bersih juga menjadi bagian dalam mencegah alergi pada Si Kecil agar tidak kambuh kembali.

"Bagaimanapun, bahwa kecemasan orang tua dapat diturunkan kepada anak-anak mereka" kata Jea-Hyoun Kim, psikiater di Valley Homeless Healthcare Program di San Jose, California.

Baca Juga: 4 Bentuk Alergi Kulit Bayi yang Harus Moms Waspadai

Mengatasi Alergi pada Bayi

3 Jenis Alergi Kulit pada Bayi yang Umum Terjadi.jpg
Foto: 3 Jenis Alergi Kulit pada Bayi yang Umum Terjadi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Pediatrics mendorong pengenalan makanan alergi di bawah pengawasan dokter.

Namun, jika alergi pada bayi didiagnosis alergi makanan, ia harus menjauhi makanan yang menimbulkan alergi tersebut, bahkan dalam jumlah kecil sekalipun.

Pastikan untuk memeriksa semua label makanan untuk bahan-bahan tersembunyi, seperti minyak kacang, dan berhati-hatilah saat memesan makanan di restoran.

Tidak ada bukti bahwa menjauhi makanan tertentu selama menyusui dapat menjaga alergi pada anak. Dan anak-anak dengan alergi makanan 2 hingga 4 kali lebih mungkin menderita asma dan alergi lainnya.

Lalu bagaimana cara mengatasi alergi pada bayi yang timbul di kulit? Berikut penjelasannya.

1. Lembapkan Kulit Si Kecil Setelah Mandi

Biarkan air mandi mengering atau dengan lembut keringkan kulit Si Kecil dengan handuk. Kemudian gunakan salep atau krim, dan jangan takut untuk mengoleskannya.

Dilansir dari National Health Service, salep lebih efektif daripada krim, dan krim lebih efektif daripada losion.

2. Mandi Air Hangat

4 Cara Aman Mandi Bubble Bath untuk Anak
Foto: 4 Cara Aman Mandi Bubble Bath untuk Anak

Foto: Orami Photo Stock

Ada baiknya Si Kecil mandi air hangat saat mengalami alergi pada kulitnya.

Ingat air hangat ya Moms, bukan air panas. Selain itu, hindari juga mandi busa, karena busa mengandung deterjen yang bisa merusak kulitnya.

Mandinya tidak perlu terlalu lama, sekitar 3-5 menit saja. Jika anak berendam terlalu lama, akan membuat kulit menjadi semakin kering.

3. Menghindari Alergen

Sabun, deterjen, dan losion beraroma sering menimbulkan iritasi dan alergi pada bayi. Jadi mungkin yang terbaik adalah Moms harus menghindari menggunakan pembersih kimia dan memilih produk hypoallergenic.

Beberapa anak bisa mengatasi alergi makanan, tetapi bagi orang lain, alergi bisa berlangsung seumur hidup.

Tetapi ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak terlalu khawatir dengan makan yang dikonsumsi.

4. Membuat Lingkungan Higeinis

Lakukan-XX-Cara-Ini-untuk-Membuat-Anak-Mau-Tidur-di-Kamarnya-Sendiri-Hero.jpg
Foto: Lakukan-XX-Cara-Ini-untuk-Membuat-Anak-Mau-Tidur-di-Kamarnya-Sendiri-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika buah hati Moms berisiko tinggi terserang alergi atau asma, mengurangi paparan alergen sejak dini pada tungau debu dapat membantu mencegah masalah alergi di masa depan.

Tetapi sekarang ada beberapa bukti dalam Journals PLOS One, bahwa paparan awal terhadap hewan dapat membantu mengurangi risiko alergi pada bulu hewan peliharaan.

Untuk membantu mengurangi paparan tungau debu, gunakan alas yang “tahan air” dan pastikan untuk mencuci alas dengan air panas.

Baca Juga: Moms, Ketahui Lebih Lanjut Tentang Alergi Kacang pada Anak Berikut Ini

5. Memperkenalkan Makanan Baru

Alergi pada bayi kadang-kadang merupakan kondisi berkepanjangan yang harus dikelola daripada disembuhkan, meskipun banyak gejala alergi membaik atau hilang seiring bertambahnya usia.

Kunci untuk mengobati alergi makanan adalah dengan memperkenalkan makanan baru secara perlahan dan mandiri.

Misalnya, minggu pertama memberi anak makan telur, jangan mencoba makanan baru lainnya sampai Moms melihat bagaimana mereka bereaksi.

Jika tidak ada tanda-tanda alergi pada bayi terhadap makanan atau intoleransi, maka perkenalkan makanan baru lainnya.

Moms juga bisa mencoba memberikan susu pertumbuhan khusus untuk mengatasi alergi pada bayi. Mengutip studi yang dilakukan Cochrane Library, susu dengan kandungan protein terhidrolisis parsial menjadi salah satu alternatif untuk alergi pada bayi.

NANKID pHPro, Susu Pertumbuhan untuk Bantu Cegah Sensitivitas Si Kecil

NANKID pHPro 3 adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun yang diformulasikan khusus oleh Nestlé Research Center Switzerland.

Susu dengan P-HP atau protein terhidrolisis parsial adalah susu yang masih mengandung protein sapi, namun sudah diperhalus dan dipecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, sehingga ramah untuk Si Kecil yang tidak cocok minum susu sapi.

NANKID pHPro 3 merupakan salah satu susu pertumbuhan anak yang direkomendasikan Food Drug and Administration dalam menurunkan risiko alergi makanan, susu sapi ataupun eksim.

Selain itu, NANKID ph Pro 3 juga mengandung probiotik Bifidobacterium Lactis. Para ahli menyarankan untuk konsumsi probiotik, karena ia berperan tinggi dalam mencegah terjadinya kambuh alergi pada bayi.

Selain itu, NANKID pHPro 3 memiliki nutrisi LA & ALA yang merupakan sumber asam lemak penting sebagai bahan dasar pembentukan DHA. Nutrisi lain tak kalah penting yakni minyak ikan, 12 vitamin & 9 mineral, omega 6 & omega 3 serta kalsium.

Kalsium berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi anak. Sedangkan minyak ikan dan omega 6 bermanfaat dalam meningkatkan perkembangan otak anak.

Oleh karena itu, penting untuk memerhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil dalam mengatasi alergi pada bayi ya, Moms. Yuk #SiapkanSekarang

(ADV)

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18539195/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6485330/
  • https://www.nhs.uk/conditions/baby/weaning-and-feeding/food-allergies-in-babies-and-young-children/
  • https://publications.aap.org/pediatricsinreview/article-abstract/41/8/403/35426/Food-Allergies?redirectedFrom=fulltext
  • https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2018.00029/full#:~:text=Personality%20and%20Psychological%20Reactivity%20to%20Allergy%20Issues&text=People%20higher%20in%20extraversion%20experienced,was%20also%20found%20for%20conscientiousness.
  • https://www.health.harvard.edu/blog/new-guidelines-preventing-peanut-allergy-babies-2017011711049
  • https://kidshealth.org/en/parents/milk-allergy.html
  • https://publications.aap.org/pediatrics/article-abstract/128/1/e9/30346/The-Prevalence-Severity-and-Distribution-of?redirectedFrom=fulltext

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.