Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN MENTAL
10 Oktober 2022

Bahaya Self Diagnose, Bisa Memperburuk Kondisi hingga Memicu Rasa Cemas yang Tidak Perlu

Jika mengalami gangguan kesehatan, berkonsultasilah dengan ahli untuk diagnosis yang akurat
Bahaya Self Diagnose, Bisa Memperburuk Kondisi hingga Memicu Rasa Cemas yang Tidak Perlu

Saat ini, sudah banyak masyarakat yang telah aware akan pentingya kesehatan mental. Apalagi dengan banyaknya informasi mengenai hal tersebut di internet. Bahkan, sebagian orang sering melakukan self diagnose yang pada akhirnya berdampak buruk bagi diri sendiri.

Sering disebut-sebut oleh anak-anak muda saat ini, self diagnose menjadi tren yang membawa dampak buruk bagi seseorang.

Terutama sejak perkembangan penggunaan internet yang semakin luas, di mana begitu banyak informasi yang bisa didapatkan dari mana saja.

Baca Juga: KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keunggulan, dan Prosedur Pemasangan hingga Biayanya

Apa Itu Self Diagnose?

Perempuan Menangis

Foto: Perempuan Menangis (verywellhealth.com)

Self diagnose, yang dalam bahasa Indonesia yaitu mendiagnosis diri sendiri, merupakan tindakan mengidentifikasi kondisi medis yang dialami sendiri, berdasarkan informasi yang didapatkan dari internet.

Melansir dari Patient Info, Dr Ravina Bhanot, seorang Clinical Entrepreneur, dari Inggris, mengatakan bahwa metode self diagnose yang paling umum adalah dengan menggunakan mesin pencari Google.

"Pasien akan mencari gejala yang mereka alami di Google, seperti artikel-artikel, dan mulai mengklaim mengidap suatu penyakit tertentu setelah menyamakan gejalanya," katanya.

Selain itu, ada juga tes skrining online yang dapat dilakukan siapa saja.

Ini dilakukan dengan mengisi kuesioner sesuai dengan apa yang dialami, untuk melihat apakah mereka memenuhi kriteria untuk suatu kondisi kesehatan.

Biasanya orang melakukan ini untuk mencari tahu tentang penyakit mental yang dianggap sedang dialami.

Baca Juga: 7 Alat Kontrasepsi Wanita yang Efektif Menunda Kehamilan, Pilih yang Paling Nyaman, Moms!

Dampak Self Diagnose

Perempuan Merasa Cemas

Foto: Perempuan Merasa Cemas (Freepik.com/Yanalya)

Tidak hanya buruk, tetapi self diagnose juga bisa berbahaya.

Jika Moms langsung mengambil kesimpulan tentang kondisi yang diderita, Moms akan berisiko melakukan pengobatan yang salah, yang bisa berdampak dan mengancam jiwa.

Selain itu, adapun dampak self diagnose lainnya, meliputi:

1. Mengalami Ketakutan yang Tidak Perlu

Beberapa gejala dapat disebabkan oleh penyakit ringan, sedang, atau suatu kondisi yang dapat mematikan.

Bila seseorang mendiagnosis diri mereka mengidap penyakit yang mematikan, hal tersebut tentunya akan menjadi beban pikiran mereka, yang menimbulkan kecemasan dan rasa takut.

Ini tentunya akan sangat mengganggu kualitas hidup.

Baca Juga: Hukum KB Menurut Islam Berdasarkan Alquran dan Hadis, Pahami Yuk Seperti Apa Aturannya!

2. Pengobatan yang Salah

Mengobati diri sendiri dapat menyebabkan kondisi berbahaya yang cukup serius.

Obat-obatan yang dikonsumsi tidak sesuai resep dari dokter ahli bisa dapat menimbulkan sejumlah efek samping, overdosis, interaksi obat berbahaya, dan lainnya.

Mendiagnosis diri sendiri itu buruk dan merupakan praktik yang berbahaya.

Jika Moms mengalami gejala yang mengkhawatirkan dan membebeani pikiran, segera lakukan konsultasi dengan dokter ahli.

Baca Juga: 10 Daftar Negara Paling Damai di Dunia Tahun 2022, dari Islandia hingga Jepang

Alasan Seseorang Melakukan Self Diagnose

Wanita Berhijab Cemas

Foto: Wanita Berhijab Cemas (Freepik.com/odua)

Ada beberapa alasan mengapa seseorang melakukan diagnosis diri sendiri. Beberapa alasan tersebut, meliputi:

  • Terdapat banyak informasi kesehatan yang tersedia secara online dan gratis.
  • Ini membantu seseorang mencari dukungan medis untuk kondisi tertentu yang mereka khawatirkan.
  • Mendiagnosis diri sendiri membantu mengomunikasikan gejala yang mereka alami kepada dokter nantinya.
  • Pernah mengalami kesalahan diagnosis di masa lalu, dan gejalanya masih berlanjut.
  • Tidak punya waktu berkonsultasi dengan dokter.
  • Tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan konsultasi.

Baca Juga: Kondom Wanita (Diafragma): Ketahui Cara Pakai, Kelebihan, dan Kekurangannya

Self Diagnose Penyakit Mental Bisa Memperburuk Kondisi yang Dialami

Pria sedang Pusing

Foto: Pria sedang Pusing (Freepik.com/jcomp)

Meskipun menjadi aware dalam hal kesehatan mental merupakan tindakan yang bagus, namun seseorang tidak boleh mencoba self diagnose mengenai penyakit mental.

Mendiagnosis penyakit mental harus melalui proses yang panjang dan kompleks, terutama ketika seseorang menunjukkan gejala yang memiliki banyak kemiripan dengan berbagai penyakit mental.

Ketika seseorang mendiagnosis penyakit mental sendiri, mereka akan mencoba mengatasi kondisi yang dialami dengan ragam metode, seperti melakukan diet atau mengonsumsi obat-obatan.

Hal tersebut tentunya dapat berpotensi memperumit kondisi yang sebenarnya.

Jika mengatasi gejala tertentu lalu mengabaikan sumber gejala yang mendasarinya, penyakit mental yang sejak awal dimiliki dapat memburuk.

Penting untuk memperhatikan kesehatan dengan serius dan secara aktif mencari jawaban yang akurat ketika sesuatu tampak tidak normal.

Ada banyak sumber informasi online yang bagus. Namun, banyak konten yang menyesatkan.

Ketika self diagnose mengarah pada pengobatan sendiri, itu tidak hanya memperburuk kondisi yang saat ini sedang dialami, tetapi juga mempersulit perawatan di kemudian hari.

Jika sudah mencari informasi secara online dan merasa seolah-olah telah menemukan hasil diagnosis yang potensial, bicaralah dengan seorang profesional untuk mengonfirmasi hasil diagnosis yang ditemukan.

Mengambil langkah ini dapat membuat perbedaan yang lebih baik dalam hal kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual serta Gejalanya, Termasuk Sifilis dan Herpes

Pentingnya Diagnosis dari Ahli Profesional

Konsultasi dengan Dokter

Foto: Konsultasi dengan Dokter (Freepik.com/pressfoto)

Untuk menyembuhkan dengan benar dari kondisi medis yang dialami, baik itu secara mental, fisik, atau keduanya, diagnosis yang formal adalah langkah pertama dan penting untuk dilakukan.

Diagnosis dari profesional akan memberi pasien informasi yang diperlukan serta perawatan yang tepat agar dapat kembali sehat secara optimal.

Memahami diagnosis penyakit berarti memahami penyebab penyakit yang dialami.

Melakukan langkah ini dengan benar sangat penting. Namun, mencapai diagnosis yang benar membutuhkan sebuah proses.

Demikian informasi mengenai self diagnose yang sebaiknya tidak dilakukan dalam menentukan suatu kondisi penyakit.

Lakukan langkah yang tepat dalam menentukan kondisi penyakit dengan mengunjungi rumah sakit atau dokter yang telah ahli ya, Moms.

  • https://highlandspringsclinic.org/dangers-of-self-diagnoses/
  • https://patient.info/news-and-features/does-self-diagnosis-work-and-what-are-the-dangers
  • https://www.verywellhealth.com/perils-of-using-the-internet-to-self-diagnose-4117449