01 Oktober 2021

Eritema Multiformis, Ruam Kulit karena Infeksi atau Obat-Obatan

Penyakit ini banyak menyerang kaum muda atau usia di bawah 40 tahun

Saat bercak merah dan lecet tiba-tiba muncul di telapak tangan, telapak kaki atau wajah, bisa jadi Moms sedang mengalami gejala eritema multiformis. Eritema multiformis atau herpes labialis adalah reaksi kulit yang dapat dipicu oleh infeksi atau beberapa obat.

Namanya menggabungkan bahasa Latin "eritema" (kemerahan), "multi" (banyak), dan "forme" (bentuk) dan menggambarkan gejala utama, yaitu ruam pada tubuh di mana setiap tanda menyerupai bullseye mata banteng. Simak ulasan lengkapnya.

Apa itu Eritema Multiformis?

bintik-merah-pada-kulit.jpg
Foto: bintik-merah-pada-kulit.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Medical News Today, eritema multiformis dapat menyerang siapa pun tanpa memandang usia, bahkan anak-anak. Meski begitu, infeksi ini paling terjadi pada orang dewasa muda berusia antara 20 dan 30 tahun dan lebih umum terjadi pada pria.

Eritema multiformis biasanya terbagi dua, minor dan mayor. Eritema multiformis minor biasanya merupakan kondisi ringan yang menyebabkan ruam kulit.

Sementara eritema multiformis mayor bisa lebih parah dan biasanya membutuhkan perawatan yang lebih ekstensif. Eritema multiformis minor muncul sebagai lesi seperti ruam yang menonjol yang berwarna merah, merah muda, ungu, atau coklat.

Baca Juga: Inilah Nutrisi Penting untuk Bantu Atasi Alergi pada Anak

Biasanya berbentuk lingkaran, berukuran kurang dari 3 sentimeter, dan mirip dengan mata banteng. Lingkaran terluar memiliki batas yang jelas, sedangkan bagian tengahnya mungkin melepuh.

Eritema multiformis mayor terlihat mirip dengan eritema multiformis minor. Namun, perbedaan yang paling signifikan adalah jumlah lendir dan ukuran daerah yang terkena.

Pada tipe mayor, ruam berbentuk mata bantengnya terlihat lebih besar dan lingkarannya bisa saling bertabrakan. Lesi lebih cenderung melepuh dan pecah, dan area kulit ini mungkin terasa sakit dan mengeluarkan cairan.

Tergantung pada lokasinya, lesi juga dapat menghasilkan lendir. Setidaknya ada dua area tubuh yang akan memiliki lesi dengan lendir pada eritema multiformis mayor. Salah satunya adalah mulut.

Selain itu, eritema multiformis dapat menyerang kaki, wajah, telinga, atau telapak tangan dan punggung tangan. Namun kebanyakan kasus, eritema multiforme sering muncul di tangan atau kaki sebelum menyebar ke bagian tubuh lain.

Eritema multiformise mayor dapat terjadi di area yang sama, tetapi juga dapat mengenai mulut, bibir, tenggorokan, mata, dan alat kelamin.

Baca Juga: 7 Obat Biduran Alami untuk Mengatasi Kulit Gatal dan Kemerahan, Yuk Coba!

Penyebab Eritema Multiformis

Eritema Multiforme
Foto: Eritema Multiforme (medicalnewstoday.com)

Foto: medicalnewstoday.com

Penyebab eritema multiformis seringkali tidak jelas, tetapi beberapa kasus merupakan akibat dari reaksi terhadap infeksi atau obat-obatan. Moms juga tidak perlu khawatir terhadap eritema multiformis, karena kondisi tersebut tidak dapat ditularkan dari orang ke orang.

Yang perlu Moms ketahui adalah beberapa penyebab yang mungkin dapat memicu serangan eritema multiformis seperti dilansir National Health Service dan Medical News Today.

1. Infeksi

Sebagian besar kasus eritema multiformis disebabkan oleh infeksi virus – seringkali virus herpes simpleks (sakit dingin). Virus ini biasanya tidak aktif di dalam tubuh, tetapi bisa menjadi aktif kembali dari waktu ke waktu. Beberapa orang akan mengalami sakit dingin beberapa hari sebelum ruam dimulai.

2. Mikoplasma

Eritema multiformis juga dapat dipicu oleh bakteri mikoplasma, sejenis bakteri yang terkadang menyebabkan infeksi dada.

3. Obat

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, eritema multiformis bisa disebabkan oleh reaksi dari obat-obatan. Beberapa jenis obat bahkan menyebabkan eritema multiformis yang lebih parah.

Beberapa jenis obat tersebut adalah antibiotik, seperti sulfonamid, tetrasiklin, amoksisilin, dan ampisilin obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen antikonvulsan (digunakan untuk mengobati epilepsi), seperti fenitoin dan barbiturat.

Penyebab lain dari eritema multiformis termasuk infeksi virus seperti adenovirus; influenza atau flu; Epstein-Barr; hepatitis; coxsackie yang dapat menyebabkan penyakit tangan, kaki, dan mulut; virus parvo; HIV; tuberkulosis; streptococcus, yang menyebabkan radang tenggorokan dan penyakit lainnya.

Baca Juga: Hati-hati! Obat Anti-alergi Antihistamin Bisa Pengaruhi Kesuburan Pria

Gejala Eritema Multiformis

Eritema Multiforme
Foto: Eritema Multiforme (healthline.com)

Foto: healthline.com

Sama dengan penyakit lainnya, eritema multiformis juga kerap muncul dengan diawali beberapa gejala. Kebanyakan orang dengan eritema multiformis hanya akan mengalami ruam, tetapi gejala lain terkadang dapat terjadi.

Namun sebelum terjadi gejala lainnya, Moms bisa mengenali gejala eritema multiformis yang paling umum, yakni ruam. Ruam mulai tiba-tiba dan berkembang selama beberapa hari.

Ini cenderung mulai pada tangan atau kaki, sebelum menyebar ke anggota badan, tubuh bagian atas dan wajah. Ruam eritema multiformis dimulai sebagai bintik-bintik merah kecil, yang dapat menjadi bercak-bercak yang menonjol dalam ukuran beberapa sentimeter.

Ruam tersebut juga biasanya terlihat seperti “mata banteng”, dengan pusat merah tua yang mungkin melepuh atau kerak, dikelilingi oleh cincin merah muda pucat dan cincin terluar yang lebih gelap.

Kemunculan ruam ini juga biasanya diikuti dengan sedikit gatal dan tidak nyaman. Namun untuk kasus ringan, ruam akan memudar selama 2 hingga 4 minggu.

Baca Juga: Mengenal Rhinitis Alergi, Peradangan di Rongga Hidung Akibat Alergi

Dalam kasus yang lebih parah, tambalan dapat bergabung bersama untuk membentuk area merah besar yang mungkin mentah dan menyakitkan. Biasanya diawali dengan gejala-gejala seperti:

  • demam tinggi dengan suhu suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih tinggi
  • Sakit kepala
  • Batuk dan kesulitan bernapas
  • Merasa tidak sehat secara umum
  • Luka di dalam mulut, sehingga sulit untuk makan dan minum
  • Bibit bengkak tertutup kerak
  • Luka pada alat kelamin, sehingga terasa nyeri saat buang air kecil
  • Sakit mata atau mata merah
  • Kepekaan terhadap cahaya dan penglihatan kabur
  • Sakit sendi

Gejala-gejala tersebut lebih sering terjadi pada eritema multiformis mayor atau kondisi serupa yang disebut sindrom Stevens-Johnson.

Sebagian besar lesi eritema multiformis tidak menyakitkan, meskipun beberapa orang mungkin mengalami sensasi terbakar. Namun, lesi dengan lendir, seperti yang ada di mulut, tenggorokan, alat kelamin, atau mata, bisa menyakitkan.

Baca Juga: Waspadai 5 Gejala Anak Alergi Makanan Berikut Ini

Perawatan Eritema Multiformis

Eritema Multiforme
Foto: Eritema Multiforme (verywellhealth.com)

Foto: verywellhealth.com

Eritema multiformis minor biasanya sembuh dengan sendirinya, tetapi pengobatan terkadang diperlukan. Seorang dokter mungkin meresepkan steroid topikal jika gejalanya menetap.

Sementara eritema multiformis mayor membutuhkan lebih banyak perawatan. Orang dengan lesi yang merembes akan membutuhkan perban dan pereda nyeri.

Jika mereka kehilangan banyak cairan dari lepuh, mereka mungkin juga perlu menerima cairan intravena melalui jalur IV, mungkin di rumah sakit jika lesinya luas. Namun, untuk mengetahui jenis eritema multiformise yang menyerang, alangkah baiknya jika Moms segera menemui dokter setelah gejala-gejala muncul.

Dokter umum mungkin dapat mendiagnosisnya hanya dengan melihat ruam, tetapi mereka dapat merujuk Moms ke spesialis kulit (dokter kulit) jika mereka tidak yakin. Jika eritema multiformise mayor atau sindrom Stevens-Johnson dicurigai, Moms akan segera dirujuk ke rumah sakit karena kondisi ini bisa serius.

Perawatan bertujuan untuk mengatasi penyebab yang mendasari kondisi tersebut, meredakan gejala dan menghentikan infeksi pada kulit. Tes darah tidak diperlukan untuk mendiagnosis eritema multiformis, yang biasanya dapat diidentifikasi oleh dokter dengan melihat ruam.

Kadang-kadang, biopsi kulit mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kondisi lain. Untuk melakukan ini, dokter akan mengambil sampel kecil kulit dari daerah yang terkena dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis.

Baca Juga: 5 Infeksi Kulit yang Tak Boleh Disentuh Tangan, Hati-hati Akibatnya!

Dokter dapat melakukan rontgen dada jika mereka menduga pneumonia mikoplasma adalah penyebabnya. Kemungkinan dokter akan merekomendasikan beberapa hal berikut untuk mengatasi eritema multiformis: 

  • Menghentikan obat apa pun yang mungkin memicu gejala eritema multiformis
  • Antihistamin dan krim pelembab (emollient) untuk mengurangi rasa gatal
  • Krim steroid untuk mengurangi kemerahan dan pembengkakan (peradangan)
  • Obat penghilang rasa sakit untuk semua rasa sakit
  • Tablet antivirus, jika penyebabnya adalah infeksi virus
  • Obat kumur anestesi untuk meringankan ketidaknyamanan setiap luka mulut.

Itulah beberapa ulasan penting tentang Eritema Multiformis. Sangat mirip dengan penyakit kulit lainnya yang bisa menyebabkan kulit kemerahan dan terlihat lecet, penting sekali

Bagi Moms untuk mengetahu gejala Eritema Multiformis secara pasti untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323801#overview
  • https://www.nhs.uk/conditions/erythema-multiforme/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.