07 Oktober 2022

Auditory Processing Disorder, Gangguan Proses Pendengaran pada Anak

Mulai dari penyebab, gejala, dan cara mengobatinya

Auditory processing disorder merupakan gangguan proses pendengaran yang sering dialami oleh anak-anak.

Gangguan proses pendengaran ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tapi jika tidak segera diobati, maka anak akan kesulitan untuk mencerna informasi ketika belajar, berinteraksi, hingga beraktivitas dengan teman-temannya.

Supaya bisa memahami lebih lanjut mengenai auditory processing disorder, Moms bisa melihat penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Implan Koklea sebagai Alat Bantu Pendengaran

Mengenal Auditory Processing Disorder

Auditory Processing Disorder
Foto: Auditory Processing Disorder (www.summithealth.com)

Auditory processing disorder atau APD merupakan gangguan yang terjadi pada saat anak memproses pendengaran.

Perlu diketahui kalau auditory processing disorder ini berbeda dengan penyakit gangguan pendengaran atau penyakit tuli.

Hal ini dikarenakan penderita APD sebenarnya masih bisa mendengar, hanya saja, otak tidak memproses suara yang didengar secara tepat sehingga seringkali pendengaran tersebut menjadi salah tangkap.

Baca Juga: 4 Jenis Gangguan Pendengaran Beserta Penyebabnya, Bisa Karena Cedera Otak, Moms!

Gangguan yang dialami berupa kesulitan untuk memahami suara, termasuk kata-kata yang diucapkan oleh seseorang.

Jadi pada saat ada suara yang datang dari benda atau makhluk hidup, Moms tidak bisa memprosesnya dengan baik. Penderita APD cenderung sering salah dalam memahami suara tersebut.

Menurut jurnal penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine, penderita APD akan salah mendengar kata-kata yang terdengar mirip seperti katak dengan kotak, basi dengan besi, dan sebagainya.

Sebenarnya auditory processing disorder bisa dialami oleh siapa saja, tapi masalah kesehatan ini seringnya dimulai pada saat masih anak-anak.

Jika tidak segera diobati, maka kondisi ini bisa berlanjut hingga dewasa dan bisa semakin buruk.

Baca Juga: Pernah Mengalami Halusinasi Pendengaran? Selain Karena Gangguan Mental, Ada Penyebab Lainnya!

Penyebab Auditory Processing Disorder

Auditory Processing Disorder
Foto: Auditory Processing Disorder (biltmoreent.com)

Auditory processing disorder bisa disebabkan oleh banyak hal, beberapa di antaranya adalah:

  • Kotoran telinga yang menumpuk
  • Terjadi benturan pada kepala
  • Pendarahan pada otak
  • Meningitis
  • Keracunan timah
  • Tumor otak
  • Berat badan saat lahir rendah
  • Infeksi telinga kronis
  • Stroke
  • Multiple sclerosis yang merupakan gangguan saraf pada otak
  • Otitis media yang merupakan infeksi pada telinga bagian tengah
  • Terlahir secara prematur
  • Penyakit kuning dan sebagainya yang bisa menimbulkan kerusakan pada siste saraf di otak
  • Faktor genetik

Sebagian penyebab dari auditory processing disorder terjadi pada saat anak baru lahir atau pada masih bayi.

Baca Juga: Cara Menggunakan Tetes Telinga untuk Obati Masalah Telinga

Gejala Auditory Processing Disorder

Penyebab Gangguan Pendengaran
Foto: Penyebab Gangguan Pendengaran (tolbecs.co.nz)

Gejala auditory processing disorder ini bervariasi alias bisa berbeda-beda tergantung pada penyebab yang dialami dan juga kondisinya.

Apakah kondisi gangguan proses pendengaran yang dialami penderita ini ringan atau berat.

Meski demikian, Moms bisa melihat beberapa gejala umum yang kerap kali terjadi pada penderita gangguan proses pendengaran ini, yaitu:

  • Kesulitan dalam membedakan kata dengan bunyi yang terdengar sama.
  • Kesulitan dalam memahami pembicaraan, terutama pada saat suasana sedang ramai, ada lebih dari satu orang yang berbicara, hingga pada saat orang lain berbicara terlalu cepat.
  • Kesulitan dalam berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada pembicaraan sehingga butuh waktu yang lama untuk memberikan respon pada orang yang berbicara.
  • Sering meminta orang lain mengulang pembicaraannya.
  • Kesulitan dalam mempelajari atau menikmati musik.
  • Kesulitan dalam menemukan sumber suara.
  • Kesulitan dalam mengingat perintah yang terdiri dari beberapa tahapan.

Baca Juga: 6 Penyebab Telinga Bayi Bau, Jangan Dianggap Sepele!

Jika Moms menemukan gejala-gejala tersebut pada anak, Moms harus segera membawanya ke dokter.

Hal ini dikarenakan gejala auditory processing disorder seringkali dikaitkan dengan disleksia dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Disleksia adalahkesulitan dalam mengidentifikasikan kata-kata yang diucapkan dan mengubahnya menjadi kalimat.

Sementara ADHD sendiri adalah gangguan yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian.

Dengan membawanya ke dokter, Moms bisa mengetahui secara pasti sebenarnya gejala yang diitunjukkan tersebut mengarah kepada kondisi gangguan yang mana.

Jika sudah mengetahui secara pasti, Moms bisa segera melakukan pengobatan.

Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Telinga Berdengung Plus Mengenal Penyebabnya

Cara Mengobati Auditory Processing Disorder

Auditory Processing Disorder
Foto: Auditory Processing Disorder (www.amplifon.com)

Auditory processing disorder sebenarnya tidak bisa diobati hingga sembuh betul, tapi bisa diringankan atau ditingkatkan kemampuan mendengarya.

Menurut jurnal penelitian yang berjudul Auditory Processing Disorders: Acquisition and Treatment, pengobatan akan lebih efektif saat dilakukan pada saat usia masih dini.

Pengobatan akan lebih efektif saat dilakukan pada saat usia masih dini.

Sistem pendengaran pada anak-anak masih belum terbentuk dengan sempurna sehingga bisa dengan mudah diobati. Semakin bertambahnya usia, maka akan semakin sulit untuk diobati.

Untuk pengobatan yang bisa dilakukan juga bisa beragam. Ada tiga cara pengobatan auditory processing disorder yang bisa dipilih, yaitu:

Baca Juga: Mengenal Fungsi Gendang Telinga dan Penyebab Gangguannya

1. Direct Skill Remediation

Cara pengobatan yang pertama adalah direct skill remediation. Cara ini dilakukan dengan menargetkan kemampuan mengenali dan membedakan berbagai suara dan kata.

2. Compensatory Strategies

Pengobatan Gangguan Pendengaran
Foto: Pengobatan Gangguan Pendengaran (bizimages.withfloats.com)

Compensatory strategies merupakan cara pengobatan untuk auditory processing disorder yang bertujuan untuk meminimalisasi efek negatif pada penderita APD terhadap kemampuan untuk berbahasa, memori, fokus, dan intelektualnya.

Pengobatan juga dilakukan dengan melatih kemampuan untuk berinteraksi dengan lawan bicara.

Baca Juga: Hiperakusis, Kondisi Pendengaran yang Terlalu Peka Menangkap Suara

3. Enviromental Modification

Cara pengobatan auditory processing disorder dilakukan dengan cara memodifikasi lingkungan yang ada di sekitar penderita.

Sebagai contoh, mengurangi sumber kebisingan di dalam ruangan sehingga penderita bisa lebih fokus untuk melatih pendengarannya.

Tentu saja selain ketiga cara pengobatan tersebut, masih ada cara-cara yang lainnya.

Mulai dari berlatih untuk mendetaksi sumber suara, fokus mendengar ketika ada suara bising, hingga menggunakan frequency modulation yang merupakan alat pengeras suara yang tersambung dengan telinga penderita.

Setelah membaca mengenai auditory processing disorder dan melihat tandanya pada Si Kecil, jangan ragu untuk membawanya ke dokter spesialis anak, ya!

  • https://www.nationwidechildrens.org/conditions/auditory-processing-disorder
  • https://www.additudemag.com/what-is-auditory-processing-disorder/
  • https://www.nationwidechildrens.org/conditions/auditory-processing-disorder
  • https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/auditory-processing-disorder
  • https://www.gosh.nhs.uk/medical-information-0/auditory-processing-disorder/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.