11 April 2023

14 Cara Mengatasi Telinga Berdengung dan Penyebabnya

Telinga berdengung jarang menunjukkan masalah serius, tetapi tentu sangat mengganggu

Cara mengatasi telinga berdengung menjadi hal yang banyak dicari ketika Moms merasakan rasa tak nyaman pada bagian ini.

Moms atau Dads mungkin pernah mengalami masalah telinga, seperti mendengar sesuatu layaknya dengingan, siulan, kicauan, desisan, senandung, raungan, atau bahkan jeritan?

Bukan mistis, ternyata hal itu bisa jadi menandakan kalau Moms atau Dads mengalami tinnitus alias telinga berdengung.

Ketika telinga berdengung, hal tersebut tentu saja bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Dalam beberapa kasus, mungkin kondisi telinga berdengung ini bisa sampai mengganggu aktivitas dan keseharian.

Yuk, ketahui penyebab, gejala dan cara mengatasi telinga berdengung, Moms!

Baca Juga: 9 Penyebab Sakit Kepala Belakang, Jangan Dianggap Sepele!

Penyebab Telinga Berdengung

Sakit Telinga
Foto: Sakit Telinga (shutterstock.com)

Sebelum mengulas cara mengatasi telinga berdengung, Moms harus tahu penyebabnya.

Telinga berdengung atau istilah medisnya tinnitus mungkin hampir pernah dialami setiap orang.

Biasanya setiap orang merasakan gejala yang berbeda.

Melansir Mayo Clinic, adapun gejala dari telinga berdengung yang umum terjadi yakni seperti:

  • Mendengar suara bergemuruh.
  • Suara mendesis di dalam telinga.
  • Hanya didengar seorang diri atau bersifat subjektif.
  • Berlangsung beberapa menit.

Telinga yang berdengung tidak perlu dikhawatirkan secara berlebih, Moms.

Meskipun dapat hilang dengan sendirinya, ada beberapa penyebab yang perlu diketahui dari telinga yang berdengung.

Penyebab telinga berdengung meliputi:

1. Suara Terlalu Lantang

Menurut seorang ahli di bidang tinnitus dari Michigan Medicine, Susah Shore, Ph.D., penyebab yang paling umum terkait dengan tinnitus adalah gangguan pendengaran terutama adanya luka pada sistem sensorik lainnya di daerah kepala dan leher.

Tinnitus paling sering terjadi pada orang yang baru saja pulang dari konser.

Telinga yang terpapar lama oleh suara di atas 85 desibel (dB) bisa mengalami gangguan pendengaran.

Sementara suara dari konser itu sekitar 115 dB atau lebih, tergantung di mana Moms atau Dads berdiri.

Semakin dekat dengan speaker, semakin besar pula kemungkinan terjadi gangguan pendengaran.

2. Bertambahnya Usia

Orang Tua Periksa ke Dokter (Orami Photo Stock)
Foto: Orang Tua Periksa ke Dokter (Orami Photo Stock)

Moms, telinga yang berdengung bisa saja disebabkan karena faktor usia yang semakin bertambah.

A Bimontholy Inter-disciplinary International Journal mengungkapkan bahwa sekitar 15% telinga yang berdengung lebih sering terjadi pada orang yang berusia 40 dan 80 tahun.

Adapun telinga berdengung berkelanjutan lebih sering memuncak 14,3% pada orang yang berusia 60-69 tahun.

Sehingga ini adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan, ya.

Baca Juga: Mengenal Pistanthrophobia, Rasa Takut Menjalin Hubungan Baru

3. Gangguan Pembuluh Darah

Penyebab telinga berdengung juga bisa karena faktor serius seperti gangguan pembuluh darah.

Kondisi yang memengaruhi pembuluh darah seperti aterosklerosis dan tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan darah mengalir dengan lebih kuat.

Perubahan aliran darah secara cepat ini dapat menyebabkan telinga seseorang berdengung.

Rasa 'penuh' pada bagian telinga juga salah satu kondisi yang sering dialami.

4. Otot Telinga Kejang

Sakit Telinga
Foto: Sakit Telinga (Orami Photo Stocks)

Otot-otot di telinga bagian dalam yang kejang, bisa mengakibatkan gangguan pendengaran atau telinga berdengung.

Ini termasuk penyebab telinga berdengung yang paling jarang terjadi.

Penyebabnya belum diketahui pasti, tapi bisa karena kondisi penyakit saraf, seperti multiple sclerosis.

Untuk menentukan perawatan yang tepat, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter saraf terkait telinga yang berdengung.

5. Efek Samping Obat Tertentu

Suara berdengung terjadi karena gelombang suara yang berjalan melalui saluran telinga ke telinga tengah bagian dalam.

Kemudian sel-sel rambut di bagian koklea telinga mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik untuk dikirim ke otak.

Nah, menurut Harvard Medical School, sel-sel rambut telinga ini bisa 'rusak' karena efek samping dari obat-obatan ototoksik.

Biasanya ini temasuk obat-obatan terkait tekanan darah tinggi , obat antimalaria, dan aspirin.

Gangguan ini merangsang aktivitas abnormal pada saraf yang menghasilkan ilusi suara atau telinga berdengung.

6. Penyakit Meniere

Telinga (Orami Photo Stock)
Foto: Telinga (Orami Photo Stock)

Telinga berdengung bisa menjadi gejala awal penyakit Meniere, yakni gangguan telinga bagian dalam.

Mengutip National Health Services, umumnya ini mungkin disebabkan oleh adanya tekanan cairan telinga bagian dalam yang tidak normal.

Gejala lainnya yang dirasakan yakni pusing (vertigo) dan gangguan pendengaran kronis.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit Meniere hanya terjadi di salah satu telinga.

Ini merupakan penyakit gangguan telinga yang dapat terjadi pada semua usia, tetapi biasanya dimulai antara usia dewasa muda dan paruh baya.

Meski demikian, ternyata kondisi telinga berdengung bukanlah sebuah hal yang harus dikhawatirkan.

Terlebih jika hanya dialami dalam jangka waktu yang pendek. Jadi, Moms tidak perlu memiliki rasa khawatir yang berlebihan, ya!

Baca Juga: 10 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kombinasi, Yuk Beli!

Cara Mengatasi Telinga Berdengung

Berdasarkan American Tinnitus Association, sekitar 50 juta orang di Amerika mengalami tinnitus.

Namun, 5 juta di antara mereka merasa sangat terganggu dengan kondisi kesehatan ini sampai memengaruhi kehidupan sehari-harinya.

Sayangnya, kebanyakan kasus tinnitus sulit untuk disembuhkan.

Akan tetapi, masih ada beberapa cara yang bisa Moms atau Dads lakukan untuk mengurangi telinga berdengung.

Jangan sampai tidak tahu, yuk pelajari cara mengatasi telinga berdengung seperti yang dilansir dari Mayo Clinic!

1. Pelajari Penyebab Telinga Berdengung

Kopi (Orami Photo Stock)
Foto: Kopi (Orami Photo Stock)

Beberapa orang mengatakan bahwa ada jenis makanan, minuman, dan obat-obatan tertentu yang bisa membuat telinga berdengung yang dialami jadi lebih parah.

Beberapa makanan dan minuman yang mungkin bisa memengaruhi dengingan di telinga adalah kafein (kopi, teh, soda, minuman berenergi), alkohol, aspirin, dan garam.

Jadi, mengonsumsi kopi dan minuman lainnya yang mengandung kafein bisa menjadi salah satu cara mengatasi telinga berdengung.

2. Berhenti Merokok

Cara mengatasi telinga berdengung yang kedua adalah dengan berhenti merokok.

Jika Moms atau Dads adalah perokok, kini saatnya untuk berhenti.

Merokok bisa menyebabkan tinnitus semakin memburuk karena kandungan dalam rokok mengganggu jalannya aliran darah ke sel-sel saraf sensitif yang mengontrol pendengaran.

Kandungan dalam rokok pun bisa merangsang dengingan di telinga jadi semakin kencang.

Baca Juga: Cinta Tanah Air: Pengertian, Contoh Sikap, dan Cara Menanamkannya

3. Dengarkan White Noise atau Musik yang Rileks

Mendengarkan Musik (Orami Photo Stock)
Foto: Mendengarkan Musik (Orami Photo Stock)

Kondisi suasana yang sepi biasanya malah memperparah tinnitus.

Untuk itu, coba dengarkan white noise atau musik yang rileks untuk mengurangi telinga berdengung.

Moms atau Dads juga bisa coba mendengarkan radio atau sekadar menyalakan kipas angin yang menjadi cara mengatasi telinga berdengung yang ampuh.

4. Meditasi

Olahraga juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi telinga berdengung.

Coba lakukan meditasi seperti yoga atau tai-chi.

Dengan metode meditasi yang hening ini, kebisingan yang jadi latar belakang saat melakukan yoga atau tai-chi malah bisa menutupi gejala tinnitus dan meningkatkan konsentrasi, lho.

Baca Juga: Gejala Dehidrasi yang Harus Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

5. Hindari Suara Kencang

Sound System (Orami Photo Stock)
Foto: Sound System (Orami Photo Stock)

Salah satu penyebab utama telinga berdengung adalah mendengarkan suara kencang.

Cara mengatasi telinga berdengung karena mendengar suara kencang adalah dengan menghindari suara-suara kencang.

Moms bisa menghindari seperti berdiri dekat speaker saat konser atau mendengarkan musik memakai headset dengan volume maksimal.

6. Gunakan Alat Bantu Dengar

Cara mengatasi telinga berdengung selanjutnya adalah menggunakan alat bantu dengar.

Moms atau Dads bisa juga menggunakan alat bantu dengar khusus untuk pasien tinnitus yang dikenal dengan istilah masking hearing aid.

Alat bantu dengar ini membantu menumpulkan suara yang mengganggu dan mengurangi gejala telinga berdengung.

Sebelum memilih jenis alat bantu dengar, konsultasikan dulu dengan dokter, ya.

7. Pemeriksaan ke Dokter

Kuping Sakit (Orami Photo Stock)
Foto: Kuping Sakit (Orami Photo Stock)

Ketika dengungan di telinga sulit untuk hilang meski sudah melakukan berbagai cara mengatasi telinga berdengung, sebaiknya Moms dan Dads langsung memeriksakan diri ke dokter.

Tentu saja hal ini berguna untuk memastikan pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Dokter akan menanyakan riwayat keluhan serta melakukan pemeriksaan lain seperti tes fisik, tes pendengaran, CT scan atau MRI jika ada kecurigaan kerusakan pada struktur telinga.

8. Membersihkan Telinga

Moms, sebaiknya membersihkan telinga ke ahlinya dalam cara mengatasi telinga berdengung.

Tindakan ini akan dilakukan ketika terjadi penumpukan kotoran di telinga yang menjadi penyebab utama telinga berdengung sebelah.

Dokter akan membersihkan kotoran di telinga dengan menggunakan air hangat untuk menyemprot liang telinga.

Penggunaan alat khusus pun bisa digunakan untuk menghisap kotoran di telinga.

9. Terapi Pendengaran

Sakit Telinga (Orami Photo Stock)
Foto: Sakit Telinga (Orami Photo Stock)

Terapi bisa menjadi salah satu cara mengatasi telinga berdengung.

Prosedur ini pun biasanya digunakan menggunakan alat bantu dengar yang berfungsi meredakan gejala tinnitus.

Alat bantu dengar ini akan memperdengarkan suara alami seperti suara hujan, laut dan beberapa jenis suara lain agar dapat menutupi dengungan.

Baca Juga: 12 Buah Penambah Darah untuk Pengidap Anemia, Enak Bergizi!

10. Obat-obatan

Cara mengatasi telinga berdengung yang selanjutnya adalah dengan menggunakan obat-obatan.

Melansir Medical Science Monitor, obat-obatan untuk mengatasi gangguan cemas bernama alprazolam ternyata ampuh sebagai cara mengobati telinga berdengung.

Biasanya ini diperlukan bagi pasien yang memiliki kondisi telinga berdengung dan disebabkan oleh penyakit tertentu yang membutuhkan pengobatan.

Dokter pun bisa membuat resep obat untuk meredakan keluhan telinga yang berdengung.

Biasanya obat yang diberikan ini berasal dari golongan antidepresan atau obat penenang.

Namun, ketika telinga berdengung tersebut merupakan efek samping obat, dokter biasanya akan mengurangi dosis obat atau mengganti obat yang diberikan.

11. Memperbaiki Stuktur Gigi

Periksa Gigi ke Dokter Gigi
Foto: Periksa Gigi ke Dokter Gigi (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi telinga berdengung bisa dari merapikan bentuk gigi, lho.

Menurut American Tinnitus Association, sebagian besar kasus tinnitus disebabkan oleh gangguan pendengaran.

Nah, ini biasanya terjadi karena gangguan persendian yang terdapat pada gigi.

Persendian yang bergeser ini dikenal dengan sebutan sendi temporomandibular atau sendi rahang.

Oleh karena itu, perlu mengatasi penyebab 'akar' masalahnya untuk meredakan gejala telinga berdengung, Moms.

12. Konsumsi Suplemen Kesehatan

Moms, cara mengatasi telinga berdengung bisa dari suplemen kesehatan.

Meski tak dapat dijadikan 'obat' memberantas telinga berdengung, ini bisa mempercepat proses penyembuhan.

Ada banyak suplemen nutrisi yang bisa dikonsumsi selama telinga mengalami gangguan.

Ini berupa kombinasi vitamin herbal dan suplemen vitamin seperti seng, ginkgo, dan vitamin B-12.

13. Tidur Teratur

Tidur Cukup
Foto: Tidur Cukup (Unsplash.com/bruce mars)

Cara mengatasi telinga berdengung selanjutnya adalah memperbaiki pola tidur.

Pola tidur yang tidak teratur dapat memperparah kondisi tinnitus.

Tidak hanya itu, kekurangan jam tidur juga bisa menyebabkan suara berdengung di telinga semakin parah.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk meningkatkan jam dan kualitas tidur.

Jika memang Moms mengalami gangguan tidur, ikuti beberapa tips ini:

  • Matikan lampu dan sejukkan suhu kamar
  • Hindari olahraga, makan, dan konsumsi alkohol sebelum jam tidur
  • Gunakan kipas angin untuk menghadirkan white noise
  • Pastikan menggunakan bantal, guling dan kasur yang nyaman
  • Rencanakan tidur di jam yang sama setiap hari

Jika memang Momsmasih kesulitan tidur, tidak ada salahnya datang ke dokter untuk meminta bantuan medis.

14. Mengatasi Gangguan Sendi Temporomandibular

Posisi sendi temporomandibular dan gendang telinga relatif dekat sehingga masalah sendi temporomandibular bisa menjalar ke gangguan telinga.

Bagi Moms yang mengalami masalah tinnitus, jangan melupakan masalah sendi temporomandibular.

Baca Juga: 7 Manfaat Jumping Jack, Bakar Kalori hingga Redakan Stres!

Itu dia Moms cara mengatasi telinga berdengung yang bisa dicoba.

Telinga berdengung sendiri sebenarnya bukanlah sebuah hal yang perlu dikhawatirkan jika dalam kondisi normal.

Meski demikian, ketika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dan sampai mengganggu keseharian, kemungkinan keluhan telinga berdengung bisa disebabkan oleh gangguan pada telinga atau penyakit tertentu.

Bila keadaan belum membaik juga, segera periksakan diri ke dokter, ya.

Jika masih ada pertanyaan lanjutan mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinnitus/symptoms-causes/syc-20350156
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5187663/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19865063/
  • https://www.nhs.uk/conditions/menieres-disease/
  • https://www.ata.org/understanding-facts
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinnitus/symptoms-causes/syc-20350156
  • https://www.ata.org/managing-your-tinnitus/treatment-options/tmj-treatments

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.