19 Juli 2022

Penyakit Aterosklerosis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Hati-hati, penyakit aterosklerosis bisa sebabkan gagal jantung sampai stroke, lho!

Obesitas sampai kadar kolesterol yang tinggi bisa memicu datangnya penyakit. Salah satunya adalah penyakit aterosklerosis.

Penyakit satu ini belum banyak dikenal, namun akibatnya bisa fatal jika penanganannya terlambat.

Sebenarnya, apa itu aterosklerosis? Yuk, Moms kenali lebih jauh penyakit yang berkaitan erat dengan arteri atau pembuluh nadi ini.

Baca Juga: Ini Dia 5 Komplikasi Stroke dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Aterosklerosis?

Asterosklerosis Kelainan Darah
Foto: Asterosklerosis Kelainan Darah (medicalnewstoday.com)

Foto: Ilustrasi Kelainan Darah (Orami Photo Stocks)

Mengutip Johns Hopkins Medicine, arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke anggota tubuh yang lain.

Ciri-ciri arteri yang sehat antara lain, fleksibel, kuat, dan elastis. Lapisan permukaan dalamnya licin sehingga darah dapat mengalir dengan lancar.

Dikutip dari laman Healthline, ahli jantung Gerhard Whitworth mengatakan, semakin bertambah usia, beberapa senyawa dalam tubuh seperti zat lemak, kalsium, kolesterol, dan juga fibrin bisa menimbulkan plak.

Ini membuat dinding arteri jadi tebal dan pembuluh darah jadi sempit.

Akibat ada penimbunan plak tersebut, peredaran darah jadi terhambat pada jantung dan bagian tubuh lainnya. Nah kondisi inilah yang disebut aterosklerosis.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa aterosklerosis adalah kondisi saat dinding arteri menebal karena plak sehingga menghambat peredaran darah.

"Dampaknya, kita akan kekurangan oksigen dan juga darah dalam berbagai jaringan di tubuh. Jika dibiarkan, bisa memicu terjadinya serangan jantung, stroke atau gagal jantung," jelas Whitworth.

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak pada Bayi

Gejala Penyakit Aterosklerosis

gejala-aterosklerosisjpg
Foto: gejala-aterosklerosisjpg (Medicalnewstoday.com)

Foto: Sel Darah (Orami Photo Stocks)

Gejala aterosklerosis seringnya tidak terdeteksi sampai akhirnya penyumbatan dalam pembuluh darah terjadi.

Nah, berikut ini beberapa gejala yang biasanya terjadi dan dirasakan:

  • Rasa sakit di dada
  • Rasa sakit di kaki, lengan dan di area lain yang arterinya telah tersumbat
  • Napas pendek
  • Badan mudah lelah
  • Kebingungan, karena penyumbatan sudah mempengaruhi sirkulasi oksigen ke otak
  • Pelemahan otot di kedua kaki karena kurangnya sirkulasi

Selain itu, gejala lain yang dirasakan juga mirip dengan gejala serangan jantung maupun stroke. Karena kedua penyakit ini bisa dipicu oleh aterosklerosis.

Baca Juga: Seperti Apa Menu Sehat untuk Mencegah Stroke dan Diabetes?

Penyebab dan Pemicu Aterosklerosis

Apakah yang memicu seseorang mengalami penyakit aterosklerosis? Berikut beberapa faktor risiko penyakit dari gangguan pembuluh darah yang perlu Moms waspadai.

1. Penuaan

Penuaan.jpg
Foto: Penuaan.jpg

Foto: Penuaan (Orami Photo Stocks)

Semakin bertambah usia, khususnya di usia 50 tahun ke atas, jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras untuk memompa dan menerima darah.

Kinerja arteri di usia lansia ini biasanya melemah dan menjadi kurang elastis.

Hal ini menyebabkan seseorang berisiko mengalami aterosklerosis secara tiba-tiba.

2. Riwayat Keluarga

Penyebab penyakit ini lainnya adalah faktor genetik atau riwayat keluarga.

Jika ada anggota keluarga yang pernah menderita penyakit aterosklerosis, Moms juga berisiko mengalami penyakit yang sama.

Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

3. Kurang Olahraga

Kurang olahraga.jpg
Foto: Kurang olahraga.jpg

Foto: Olahraga (Orami Photo Stocks)

Olahraga rutin sangat baik untuk kesehatan dan fungsi jantung kita. Otot jantung yang kuat dan sehat akan mendorong oksigen dan darah mengalir dengan lancar.

Karena itu, menjalani gaya hidup kurang gerak atau disebut sedentary lifestyle, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

4. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah kita, dengan cara membuatnya lemah di beberapa area tubuh.

Hal ini menyebabkan fleksibilitas arteri bisa berkurang.

Mengutip Mayo Clinic, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki tanda atau gejala sama sekali.

Namun, sebagian orang mengalami sakit kepala, sesak napas, atau mimisan.

Namun, tanda dan gejala ini tidak spesifik dan biasanya tidak terjadi sampai tekanan darah tinggi mencapai tahap yang parah atau mengancam jiwa.

5. Kebiasaan Merokok

Smoking.jpg
Foto: Smoking.jpg

Foto: Merokok (Orami Photo Stocks)

Salah satu kebiasaan ini perlu dihindari untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada aliran darah.

Merokok atau mengonsumsi produk tembakau bisa merusak pembuluh darah dan juga jantung.

Melansir American Heart Association, karbon monoksida adalah gas berbahaya yang dihirup saat merokok.

Karbon monoksida menurunkan jumlah oksigen yang dibawa dalam sel darah merah.

Hal ini juga meningkatkan jumlah kolesterol dalam tubuh dan memicu serangan jantung terjadi.

6. Penderita Diabetes

Tak hanya itu, ada beberapa pemicu lain yang menyebabkan seseorang mengalami aterosklerosis.

Orang yang mengidap diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena coronary artery disease (CAD) atau penyakit arteri koroner.

Beberapa gejala dari diabetes yang dirasakan seperti:

  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya, umumnya di malam hari.
  • Sering merasa haus.
  • Berat badan tidak terkontrol.
  • Mengalami penglihatan kabur.
  • Mengalami tangan atau kaki mati rasa atau kesemutan.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Memiliki kulit yang sangat kering.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Anda Terkena Serangan Jantung saat Bercinta?

Pengobatan Aterosklerosis

Untuk menentukan apakah Moms atau Dads memiliki aterosklerosis, dokter biasanya akan memulai dengan melakukan berbagai pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut seperti:

  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Riwayat medis pribadi
  • Pemeriksaan fisik
  • Pengamatan terhadap denyut nadi atau ditemukan suara abnormal di arteri yang disebut bruit
  • Tes darah untuk mengukur jumlah lemak, kolesterol, gula dan protein dalam darah

Bagaimana mengatasi aterosklerosis jika kita mengalaminya? Berikut beberapa perawatan dan pengobatan yang mungkin dilakukan, seperti:

1. Olahraga Rutin

Olahraga untuk Asteroklerosisjpg
Foto: Olahraga untuk Asteroklerosisjpg

Foto: Olahraga Rutin (Orami Photo Stocks)

Aterosklerosis memang biasanya berkaitan erat dengan penuaan. Namun, bukan berarti usia muda tidak memiliki faktor risiko.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh AHA Journals menemukan bahwa olahraga rutin bisa menurunkan faktor risiko seseorang terkena penyakit aterosklerosis.

Tak hanya itu, hal ini termasuk menurunkan risiko:

  • Tekanan darah tinggi
  • Resistensi insulin
  • Intoleransi glukosa
  • Peningkatan konsentrasi trigliserida
  • Konsentrasi kolesterol HDL-C yang rendah
  • Obesitas

Berolahraga yang diimbangi dengan menurunkan berat badan juga dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

2. Gaya Hidup Sehat

Terkait penanganannya, jika belum parah, biasanya dokter akan menyarankan mengubah gaya hidup kita.

Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Ahli Jantung Providence Heart and Vascular Institute Amerika Serikat James Beckerman, MD, FACC mengatakan bahwa mengubah gaya hidup memang tidak akan menghilangkan plak dalam arteri.

Namun, itu telah terbukti bisa menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Baca Juga: Mencoba Mindfulness, Meditasi untuk Mengeluarkan Pikiran Negatif

3. Obat-obatan

Obat-obatan untuk atasi asterosklerosis
Foto: Obat-obatan untuk atasi asterosklerosis (Orami Photo Stocks)

Foto: Obat (Orami Photo Stocks)

Terkadang dokter juga akan memberikan penanganan medis seperti pemberian obat atau bisa saja operasi untuk kasus tertentu.

Obat-obatan dapat membantu mencegah aterosklerosis semakin memburuk. Obat-obatan untuk mengobati aterosklerosis meliputi:

  • Penghambat enzim angiotensin (ACE), yang dapat membantu mencegah penyempitan pada pembuluh darah.
  • Beta-blocker atau calcium channel blocker untuk menurunkan tekanan darah.
  • Diuretik atau pil air, untuk membantu menurunkan tekanan darah.
  • Antikoagulan dan obat antiplatelet seperti aspirin untuk mencegah darah membeku dan penyumbatan arteri.

Obat penurun kolesterol dan darah tinggi juga bisa membantu memperlambat atau bahkan menghentikan pembentukan plak dalam arteri.

Bahkan obat-obatan itu juga bisa menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, lho.

4. Operasi

Jika gejala atereosklerosis cukup parah atau jika otot atau jaringan kulit terancam, pembedahan mungkin diperlukan.

Beberapa jenis operasi untuk mengobati aterosklerosis meliputi:

  • Operasi bypass: melibatkan penggunaan pembuluh darah dari tempat lain untuk mengalihkan darah di sekitar arteri yang tersumbat atau menyempit.
  • Terapi trombolitik: melarutkan pembekuan darah dengan menyuntikkan obat ke dalam arteri yang terdampak.
  • Angioplasti: penggunaan kateter dan balon untuk memperluas arteri, terkadang memasukkan stent agar arteri terbuka.
  • Endarterektomi: pembedahan untuk menghilangkan timbunan lemak dari arteri.
  • Aterektomi: menghilangkan plak dari arteri dengan menggunakan kateter memakai pisau khusus.

Nantinya, dokter yang akan menentukan jenis operasi tersebut berdasarkan kondisi yang Moms alami.

Baca Juga: Jantung Berdebar Saat Hamil, Berbahayakan untuk Ibu dan Janin?

Aterosklerosis adalah penyakit yang terjadi ketika plak menumpuk di dinding bagian dalam arteri.

Ini sering dimulai pada masa kanak-kanak dan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.

Untuk mencegah hal seperti ini, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setiap tahun untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh.

Menerapkan gaya hidup sehat, konsumsi obat-obatan, dan melakukan prosedur pembedahan dapat mencegah komplikasi dari aterosklerosis.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang penyakit aterosklerosis. Jaga kesehatan agar tidak mengalami penyakit ini, ya, Moms!

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/atherosclerosis
  • https://www.healthline.com/health/atherosclerosis
  • https://ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.cir.0000075572.40158.77
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410
  • https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/quit-smoking-tobacco/how-smoking-and-nicotine-damage-your-body

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.