Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
19 Desember 2022

Resistensi Insulin, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2

Salah satu gejalanya adalah terdapat bercak gelap di kulit
Resistensi Insulin, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2

Pernahkah Moms mendengar resistensi insulin?

Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas untuk membantu glukosa dalam darah memasuki sel-sel di otot, lemak dan hati guna membentuk energi.

Ketika glukosa atau gula darah naik setelah makan, melansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, pankreas akan melepaskan insulin ke dalam darah.

Kemudian, insulin akan menurunkan glukosa darah agar tetap dalam kisaran normal.

Yuk, cari tahu selengkapnya lewat ulasan di bawah ini, Moms!

Baca Juga: Jamu Jamsi, Obat Herbal untuk Penyakit Diabetes

Apa Itu Resistensi Insulin?

Suntik Insulin (Orami Photo Stocks)

Foto: Suntik Insulin (Orami Photo Stocks)

Jadi, resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel di otot, lemak dan hati tidak merespons dengan baik terhadap insulin.

Kondisi tersebut juga terjadi ketika sel atau jaringan di dalam tubuh tidak dapat mengambil glukosa dari darah.

Akibatnya, pankreas akan membuat lebih banyak insulin untuk membantu glukosa memasuki sel-sel tubuh.

Selama pankreas dapat membuat insulin yang cukup untuk mengatasi respons sel yang lemah terhadap insulin, kadar glukosa darah juga akan tetap dalam kisaran sehat.

Namun, saat pankreas tak bisa lagi bekerja dengan optimal, maka tubuh bisa mengalami kekurangan insulin.

Kondisi ini bisa menyebabkan kadar gula darah tinggi, yang lama-kelamaan memicu diabetes atau penyakit kencing manis.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Kalori Gula Pasir dan Gula Merah!

Gejala Resistensi Insulin

Pemeriksaan Gula Darah

Foto: Pemeriksaan Gula Darah (Pixabay.com)

Resistensi insulin biasanya dipicu oleh faktor berat badan, usia, genetika dan merokok.

Tetapi dilansir oleh Endocrine Web, ada beberapa orang yang berisiko mengalami resistensi insulin.

1. Pinggang yang Besar

Para ahli mengatakan lingkar pinggang wanita yang lebih dari 78 cm dan pria 88 cm memiliki kemungkinan mengembangkan resistensi insulin.

Baca Juga: Apa yang Terjadi saat Ibu Hamil Mengalami Diabetes Gestasional? Ini Kata Ahli!

2. Memiliki Tanda-Tanda Sindrom Metabolik Tambahan

Menurut National Institutes of Health, sejumlah kondisi tubuh juga meningkatkan kemungkinan memiliki sindrom metabolik, yang menciptakan resistensi insulin.

Sejumlah kondisi medis yang memengaruhi resistensi insulin termasuk trigliserida tinggi, HDL rendah, tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi.

3. Bercak Kulit Gelap

Jika seseorang mengalami resistensi insulin parah, maka biasanya akan mengalami perubahan warna kulit.

Seperti bercak gelap di belakang leher, siku, lutut,sela-sela jari atau ketiak. Perubahan warna ini disebut acanthosis nigricans.

Baca Juga: Muncul Bercak Hitam di Kulit Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Bagaimana Resistensi Insulin Bisa Menyebabkan Diabetes Tipe 2?

Ilustrasi Insulin dan Gula Darah

Foto: Ilustrasi Insulin dan Gula Darah (Pixabay.com)

Sindrom resistensi insulin juga mencakup sekelompok masalah kesehatan, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2 .

Kondisi ini dilansir oleh webmd.com, dapat memengaruhi sebanyak 1 dari 3 orang Amerika, yang juga disebut sindrom metabolik .

Ketika orang memiliki resistensi insulin, pankreas akan membuat insulin ekstra untuk menebusnya.

Jika proses ini berhasil, maka kadar gula darah akan tetap normal.

Namun, pankreas tidak akan bisa mengikutinya seiring berjalannya waktu.

Jika penderita tidak melakukan perubahan dalam pola makan dan berolahraga, kadar gula darah akan naik sampai mencapai pradiabetes.

Biasanya dokter akan mencari hasil tes darah ini:

  1. Tes glukosa plasma puasa: 100-125
  2. Tes toleransi glukosa oral: 140-199 setelah tes kedua
  3. Hasil A1c dari 5,7% menjadi 6,4%

Jika seseorang tidak dapat mengelola prediabetes, maka akan didiagnosis menderita diabetes tipe 2 ketika tingkat tes darah mencapai:

  1. Tes glukosa plasma puasa: 126 atau lebih tinggi
  2. Tes toleransi glukosa oral: 200 atau lebih tinggi setelah tes kedua
  3. A1c hasil 6,5% atau lebih tinggi

Baca Juga: Benarkah Penderita Diabetes Lebih Rentan Mengalami Gangguan Kecemasan?

Itulah penjelasan mengenai resistensi insulin yang mesti Moms ketahui. Sekarang, Moms sudah lebih paham, bukan?

  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/what-is-diabetes/prediabetes-insulin-resistance