18 April 2023

Diabetes Tipe 2: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Kebanyakan disebabkan karena gaya hidup tidak sehat

Diabetes menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini dikategorikan menjadi dua jenis, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Penyakit diabetes merupakan sebuah kondisi medis kronis di mana kadar gula, atau glukosa, menumpuk di aliran darah.

Yuk, ketahui lebih lanjut serba-serbi dari penyakit diabetes tipe 2, Moms!

Baca Juga: 20 Manfaat Rebusan Kayu Manis, Bisa Menurunkan Berat Badan!

Gejala Diabetes Tipe 2

Penyakit Diabetes
Foto: Penyakit Diabetes (Medicalnewstoday.com)

Gejala diabetes tipe 2 bisa sangat ringan sehingga Moms tidak menyadarinya. Namun, pada sebagian orang gejalanya meliputi:

  • Mudah haus
  • Banyak buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Sifat lekas marah
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
  • Mudah lelah
  • Luka yang tidak kunjung sembuh
  • Infeksi jamur yang terus datang kembali
  • Merasa lapar terus-terusan
  • Penurunan berat badan tidak terkontrol

Baca Juga: 7 Makanan Tinggi Natrium, Hindari Konsumsi Berlebihan agar Tekanan Darah Tidak Meningkat

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyebab Diabetes Tipe 2
Foto: Penyebab Diabetes Tipe 2 (Cdc.gov)

Gaya hidup yang tak sehat dan banyak mengonsumsi makanan tinggi garam, gula serta lemak bisa memicu obesitas dan penyakit diabetes tipe 2.

Di Indonesia, mengutip data Kementerian Kesehatan Indonesia, kasus ini semakin tinggi.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi diabetes melitus meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018. Kenaikannya hampir menyentuh angka 10%.

Diabetes tipe 2 paling sering terjadi pada orang di atas usia 45 tahun, tetapi saat ini semakin banyak anak-anak, remaja, dan dewasa muda juga menderitanya.

Lantas apa saja penyebab penyakit diabetes ini? Berikut penjelasannya.

1. Resistensi Insulin

Mengutip Diabetes UK, insulin adalah hormon alami dalam tubuh.

Fungsi insulin membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke sel-sel di seluruh tubuh, yang kemudian digunakan untuk energi.

Jika Moms menderita diabetes tipe 2, tubuh akan menjadi resisten terhadap insulin.

Tubuh tidak lagi menggunakan hormon secara efisien. Sehingga, ini memaksa pankreas bekerja lebih keras untuk menghasilkan lebih banyak insulin.

Seiring waktu, ini dapat merusak fungsi pankreas sehingga ia tak lagi bisa memproduksi insulin apa pun.

Jika tubuh tidak bisa memproduksi cukup insulin, glukosa dalam darah akan menumpuk dan memicu komplikasi kesehatan. Salah satu komplikasi tersebut adalah diabetes.

Baca Juga: 10 Cara Agar Cepat Tidur dan Tidak Begadang, Tanpa Obat-obatan!

2. Faktor Risiko Tinggi

Biasanya, kombinasi beberapa hal juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2, antara lain:

  • Genetik. Para ilmuwan telah menemukan potongan DNA berbeda yang memengaruhi cara tubuh membuat insulin.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin, terutama jika tubuh membawa berat ekstra di sekitar bagian tengah tubuh.
  • Sindrom metabolik. Orang dengan resistensi insulin sering kali memiliki sekelompok kondisi termasuk gula darah tinggi, lemak ekstra di sekitar pinggang, tekanan darah tinggi, serta kolesterol dan trigliserida tinggi.
  • Terlalu banyak glukosa.

Terkadang, sel tubuh mengirimkan sinyal yang salah atau tidak bisa menangkap pesan dengan benar.

Ketika ini terjadi, akan memengaruhi cara tubuh membuat dan menggunakan insulin atau glukosa. Reaksi berantai inilah yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Komplikasi Diabetes Tipe 2

Komplikasi Diabetes Tipe 2
Foto: Komplikasi Diabetes Tipe 2 (www.sureshotayurveda.com)

Pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh tidak dapat merespons insulin dalam darah sebagaimana mestinya.

Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar glukosa darah menjadi tinggi.

Hal ini menyebabkan beberapa gejala yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Berikut beberapa komplikasi dari diabetes tipe ini:

1. Saraf Rusak

Gula darah tinggi dari waktu ke waktu dapat merusak atau menghancurkan saraf.

Hal ini mengakibatkan kesemutan, mati rasa, terbakar, nyeri, dan kehilangan kontrol pada anggota tubuh tertentu.

Ini biasanya dimulai pada ujung jari kaki atau jari tangan dan secara bertahap menyebar ke bagian atas tubuh.

2. Gangguan Penglihatan

Diabetes meningkatkan risiko penyakit mata yang serius, seperti katarak dan glaukoma.

Karenanya, komplikasi ini dapat merusak pembuluh darah retina, yang berpotensi menyebabkan kebutaan.

3. Risiko Alzheimer

Diabetes tipe 2 diketahui juga dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan gangguan lain yang menyebabkan demensia.

Kontrol kadar gula darah yang buruk berperan dalam penurunan memori dan keterampilan berpikir pada manusia.

4. Luka Sulit Sembuh

Diabetes dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur.

Jika tidak diobati, luka dan lecet bisa menjadi infeksi serius yang bisa sembuh dengan efek samping yang membahayakan.

Kerusakan parah mungkin memerlukan anggota tubuh perlu diamputasi.

Baca Juga: Keratosis Seboroik, Penyakit Kulit yang Sering Diderita Lansia

Diagnosis Diabetes Tipe 2

Cara Mendiagnosis Diabetes Tipe 2
Foto: Cara Mendiagnosis Diabetes Tipe 2 (Pixabay.com)

Lantas, seperti apa diagnosis diabetes tipe 2?

Diabetes tipe 2 biasanya didiagnosis menggunakan tes hemoglobin terglikasi (A1C).

Tes darah ini menunjukkan kadar gula darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir. Hasil dari tes ini diinterpretasikan sebagai berikut:

  • Gula darah 5,7% adalah normal
  • Gula darah 5,7% hingga 6,4% didiagnosis sebagai pradiabetes
  • Gula darah 6,5% atau lebih tinggi menunjukkan diabetes

Jika tes A1C tidak mumpuni, dokter mungkin menggunakan tes berikut untuk mendiagnosis diabetes tipe 2 lebih lanjut:

Dari tahapan tersebut yang dilalui, nantinya akan mengetahui perawatan diabetes tipe 2 dengan tepat.

Cara Mengatasi Diabetes Tipe 2

Tidak seperti banyak kondisi kesehatan lainnya, diabetes sebagian besar dapat diatasi dari diri sendiri.

Cara mengatasi diabetes tipe 2 bisa menjadi tantangan, tetapi semua yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik.

Adapun beberapa cara mengatasi diabetes, antara lain:

1. Makanan Bergizi

Makanan Bergizi
Foto: Makanan Bergizi (Freepik.com/topntp26)

Moms mungkin dapat mencapai kadar gula darah menjadi normal hanya dengan rajin berolahraga dan makan sehat.

Tidak ada diet khusus untuk diabetes tipe 2. Seorang ahli diet mengatakan, untuk gaya hidup sehat, makan sedikit kalori per harinya dapat membantu.

Hal ini juga mengurangi karbohidrat olahan, terutama yang manis-manis.

Menambahkan sayuran dan buah-buahan ke dalam makanan juga menjadi cara mengatasi diabetes. Jangan lupa perbanyak serat untuk pencernaan yang lebih baik.

2. Menurunkan Berat Badan

Menurut International Journal of Clinical Practice, kelebihan berat badan dikaitkan dengan risiko komplikasi kardiometabolik, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada diabetes tipe 2.

Oleh karenanya, menurunkan berat badan khususnya bagi yang obesitas, dapat menjadi cara mengatasi diabetes tipe 2.

Meskipun menurunkan hanya 5-7%, setidaknya akan tampak lebih ideal.

Tak perlu berbondong-bondong menurunkan berat badan dengan target, lakukan secara bertahap dan penuh konsistensi.

Penurunan berat badan bisa terlihat membebani, tetapi kontrol porsi dan makan makanan sehat adalah awal yang baik.

Baca Juga: 7 Akibat Telat Makan untuk Kesehatan Tubuh

3. Olahraga Rutin

Olahraga untuk Menangani Diabetes
Foto: Olahraga untuk Menangani Diabetes (Pexels.com/Jonathan Borba)

Dalam World Journal of Diabetes, aktivitas fisik dapat meningkatkan kontrol glikemik, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, dan meminimalisir terjadinya kematian pada pasien dengan diabetes tipe 2

Jadi, usahakan untuk melakukan aktivitas fisik selama 30-60 menit setiap hari.

Moms dapat berjalan, bersepeda, berenang, atau melakukan apa pun yang dapat membuat tubuh bergerak lebih banyak.

Jika Moms minum obat yang menurunkan gula darah, tubuh mungkin membutuhkan makanan ringan sebelum berolahraga. Ini penting untuk sumber energi dan agar tubuh tetap prima.

4. Mengurangi Stres

Merasa stres adalah bagian dari kehidupan, tetapi Moms dapat membuat diabetes lebih sulit untuk ditangani.

Stres bisa berpengaruh pada cara tubuh dalam mengelola kadar gula darah dan menangani perawatan diabetes harian.

Nah, olahraga fisik yang teratur, tidur yang cukup, dan latihan relaksasi atau mindfulness dapat membantu cara mengatasinya.

Bila perlu, bicaralah dengan dokter atau ahli untuk mengelola stres yang baik.

5. Rutin Cek Kadar Gula

Rutin Cek Kadar Gula
Foto: Rutin Cek Kadar Gula (Pexels.com/PhotoMIX Company)

Mengutip Mayo Clinic, cara mengatasi diabetes tipe 2 selanjutnya yakni dengan cek gula darah secara teratur.

Tanyakan kepada dokter seberapa sering Moms harus memeriksakannya dan berapa kadar gula darah target yang seharusnya.

Dalam hal ini, Moms bisa meminta bantuan tenaga kesehatan untuk mengeceknya. Bisa juga dengan menggunakan alat cek gula darah secara mandiri yang disebut sebagai glukometer.

Menjaga kadar gula darah akan membantu tubuh mencegah atau menunda komplikasi terkait diabetes tipe 2.

Baca Juga: 3 Makanan untuk Ibu Hamil dengan Diabetes Gestasional

6. Suntikan Insulin

Orang dengan diabetes tipe I dan beberapa orang dengan diabetes tipe 2 mungkin perlu menyuntikkan atau menghirup insulin agar kadar gula darahnya tidak terlalu tinggi.

Berbagai jenis insulin tersedia, dan sebagian besar dikelompokkan berdasarkan berapa lama efeknya bertahan.

Metode pemeriksaan kadar gula darah ini melibatkan penggunaan mesin portabel khusus yang disebut glukometer.

Pemantauan diri adalah satu-satunya cara seseorang dapat mengetahui kadar gula darahnya.

Insulin membantu penderita diabetes menjalani gaya hidup aktif. Namun, itu dapat menyebabkan efek samping yang serius, terutama jika seseorang memberikannya terlalu banyak.

Dalam laman Mayo Clinic disebutkan, insulin yang berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia, atau gula darah yang sangat rendah, dan menyebabkan mual, berkeringat, dan tubuh gemetar.

Sangat penting bagi Moms untuk mengukur insulin dengan hati-hati dan tetap menjaga pola makan yang konsisten untuk menyeimbangkan kadar gula darah.

7. Obat Diabetes

Metformin
Foto: Metformin (Orami Photo Stocks)

Bagi sebagian orang, biasanya akan diberikan obat diabetes yang disebut metformin.

Jika kadar gula darah tidak menurun setelah mengonsumsi metformin, Moms mungkin memerlukan obat lain.

Seiring waktu, penderita diabetes tipe 2 mungkin memerlukan kombinasi obat-obatan.

Dokter yang merawat akan merekomendasikan obat-obatan yang paling sesuai untuk tingkatan kadar gula darah dalam tubuh.

Insulin jarang digunakan untuk diabetes tipe 2 di tahun-tahun awal. Biasanya diperlukan bila obat diabetes lain tidak lagi bekerja.

Baca Juga: Diabetes Insipidus, Kondisi Ketidakseimbangan Cairan dalam Tubuh

Cara mengatasi diabetes tipe 2 membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mendapatkan hasil yang baik.

Meski tidak bisa sembuh total, namun penderita diabetes tipe 2 dapat tetap hidup berkualitas apabila konsisten menjalankan pengobatan.

  • https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-Diabetes-2018.pdf
  • https://www.diabetes.org.uk/type-2-diabetes
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/symptoms-causes/syc-20351193#:~:text=Type%202%20diabetes%20is%20primarily,to%20manage%20blood%20sugar%20levels.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-treatment/art-20044084#:~:text=Store%20excess%20glucose%20for%20energy,levels%20within%20a%20narrow%20range.
  • https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%202020%20Diabetes%20Melitus.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4238418/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4914832/#:~:text=The%20American%20College%20of%20Sports,diabetes%20(T2D)%5B2%5D.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.