24 Maret 2022

Mengenal Prosedur HbA1c untuk Mengetahui Kadar Glukosa

Lakukan secara rutin jika memiliki kondisi tertentu

Prosedur HbA1c atau yang dikenal dengan tes A1C dilakukan untuk mengetahui risiko terkena prediabetes atau diabetes tipe 2.

Tes ini juga bisa dilakukan pada beberapa penderita kadar gula darah tinggi.

Untuk lebih jelasnya, simak serba-serbi terkait HbA1c di bawah ini.

Apa itu HbA1c?

Mengapa Harus Cek Darah? Ini Fakta yang Penting Kita Ketahui! 03 tabung freepik.com.jpg
Foto: Mengapa Harus Cek Darah? Ini Fakta yang Penting Kita Ketahui! 03 tabung freepik.com.jpg (freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip dari Diabetes UK, HbA1c adalah hemoglobin terglikasi. Zat tersebut ada ketika glukosa (gula) dalam tubuh menempel pada sel darah merah.

Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan gula dengan benar, sehingga banyak gula yang menempel pada sel darah.

Jika sudah begitu, gula akan menumpuk di darah dan memicu sejumlah gangguan kesehatan, termasuk diabetes tipe 2.

Sel darah merah aktif selama 2-3 bulan. Pada pengidap kesehatan tertentu, pemeriksaan perlu dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Jika kadarnya tinggi, berarti Moms memiliki terlalu banyak gula dalam darah. Selanjutnya, Moms perlu mencari cara untuk menurunkannya.

Baca juga: Benarkah Ada Manfaat Jus Kacang Panjang dan Tomat untuk Diabetes?

Siapa Saja dan Kapan Harus Melakukan Tes A1C?

hba1c
Foto: hba1c (Pixabay.com)

Foto: Orami Photo Stock

Tes HbA1c dapat digunakan untuk memeriksa diabetes atau pradiabetes pada orang dewasa.

Prediabetes berarti kadar gula darah dalam tubuh menunjukkan jika Moms berisiko terkena diabetes.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention jika sudah menderita diabetes, tes HbA1c dapat membantu memantau kondisi dan kadar glukosa tubuh.

Tes untuk diabetes atau pradiabetes

Dapatkan tes A1C dasar jika Moms adalah orang dewasa di atas usia 45 tahun.

Tes juga dilakukan jika berusia di bawah 45 tahun dengan kelebihan berat badan, dan memiliki faktor risiko pradiabetes atau diabetes tipe 2.

Berikut hasilnya:

  • Jika hasil normal tetapi berusia di atas 45 tahun, memiliki faktor risiko, atau pernah menderita diabetes gestasional, ulangi tes HbA1c setiap 3 tahun.
  • Jika hasil menunjukkan prediabetes, bicarakan dengan dokter tentang langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Ulangi tes HbA1c setiap 1 hingga 2 tahun.
  • Jika tidak memiliki gejala tetapi hasil menunjukkan prediabetes atau diabetes, lakukan tes kedua pada hari yang berbeda untuk memastikan hasilnya.
  • Jika tes menunjukkan diabetes, mintalah dokter untuk merujuk ke pengobatan terbaik untuk mengelola diabetes.

Tes ntuk mengelola diabetes

Jika memiliki diabetes, tes HbA1c setidaknya dilakukan dua kali dalam setahun.

Sementara bila Moms punya gangguan kesehatan atau penyakit kronis lain, disarankan untuk lebih sering melakukan tes HbA1c.

Terkait dengan frekuensi pemeriksaan, Moms bisa membicarakannya langsung dengan dokter terkait.

Baca juga: Sudah Tahu Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2? Yuk Simak Penjelasannya!

Seberapa Sering Seseorang Membutuhkan Tes Ini?

hba1c
Foto: hba1c

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari WebMD, dokter mungkin akan meminta Moms melakukan tes HbA1c setelah didiagnosis menderita diabetes.

Tes akan menetapkan tingkat gula darah, sehingga Moms dapat melihat seberapa tinggi kadar gula darah dalam tubuh.

Seberapa sering tes HbA1c dilakukan akan tergantung pada beberapa hal berikut ini:

  • Jenis diabetes yang dimiliki
  • Kontrol gula darah
  • Rencana perawatan yang dilakukan

Tes HbA1c kemungkinan dilakukan setahun sekali jika Moms memiliki prediabetes, yaitu kondisi yang merujuk pada diabetes.

Kondisi tersebut ditandai dengan:

  • Mudah lelah
  • Penglihatan kabur
  • Sering merasa haus dan lapar
  • Lebih sering buang air kecil
  • Luka yang tidak kunjung sembuh

Jika Moms adalah penderita diabetes tipe 2, ini gejala yang perlu diwaspadai:

  • Peningkatan frekuensi buang air kecil
  • Sering merasa lapar
  • Penurunan berat badan tiba-tiba
  • Luka yang sulit sembuh
  • Merasa haus sepanjang waktu
  • Merasa sangat lelah
  • Gatal di sekitar kelamin
  • Sariawan berulang kali

Pada penderita diabetes tipe 1, Moms disarankan untuk melakukan HbA1c sebanyak tiga atau empat kali setiap tahun.

Gejala kondisi ini ditandai dengan:

  • Sering buang air kecil
  • Sering haus
  • Sering merasa lapar
  • Berat badan turun
  • Pandangan kabur
  • Kelelahan terus-menerus
  • Mudah diserang penyakit infeksi
  • Luka yang lama sembuh

Tes HbA1C dapat dilakukan lebih sering saat rencana pengobatan diabetes berubah atau jika memulai pengobatan baru.

Tes ini dapat dilakukan kapanpun, sebelum atau sesudah makan. Tidak ada pantangan.

Hal yang Dapat Mempengaruhi Hasil Tes Hb1c

Catat, Apa Saja yang Perlu Diketahui Para Donor Ginjal.jpg
Foto: Catat, Apa Saja yang Perlu Diketahui Para Donor Ginjal.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan hasil tes HbA1c:

  • Menderita penyakit gagal ginjal, penyakit hati, atau anemia berat
  • Jenis hemoglobin kurang umum yang dimiliki orang keturunan Afrika, Mediterania, atau Asia Tenggara
  • Menderita penyakit kelainan darah tertentu, seperti anemia sel sabit atau talasemia
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk opioid dan obat HIV
  • Kehilangan banyak darah akibat kecelakaan atau melakukan prosedur transfusi darah
  • Berada di fase kehamilan awal atau akhir

Segera beritahu dokter jika memiliki salah satu dari beberapa hal yang telah disebutkan.

Tanyakan juga apakah Moms memerlukan tes tambahan untuk mengetahui hasilnya.

Baca juga: Mengenal Diabetes pada Anak, Penyakit yang Diderita Matthew White sebelum Meninggal

Tes HbA1c biasa dilakukan oleh 7% penderita diabetes.

Seperti pada penjelasan sebelumnya, hasil akan tergantung pada banyak hal, seperti usia dan kondisi medis lain yang dialami.

Jika tes dilakukan untuk tujuan pribadi, sebaiknya diskusikan dengan dokter terlebih dulu.

Untuk seseorang yang berusia lebih muda dan ingin melakukan tes, hal ini dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit berbahaya di kemudian hari.

Sementara bila sering mengalami hipoglikemia atau gula darah rendah, pemeriksaan HbA1c dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Tes HbA1c yang dilakukan pada lansia dapat meningkatkan harapan hidup karena gangguan diatasi dengan langkah yang tepat.

  • https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/managing-your-diabetes/hba1c
  • https://www.webmd.com/diabetes/guide/glycated-hemoglobin-test-hba1c
  • https://www.cdc.gov/diabetes/managing/managing-blood-sugar/a1c.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.