Kesehatan

26 Mei 2021

Mengenal Prediabetes yang Berbahaya, Jangan Sampai Kecolongan, Ya!

Begini gejala prediabetes dan cara menghindarinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Salah satu penyakit yang bisa menjadi “musuh dalam selimut” adalah diabetes. Lalu bagaimana dengan prediabetes? Apakah Moms pernah mendengar tentang istilah ini? Prediabetes merupakan kondisi pra-diagnosis diabetes.

Menurut jurnal World Journal of Diabetes, prediabetes terjadi ketika gula darah lebih tinggi dari yang seharusnya, tetapi belum sampai menjadi diabetes tipe 2.

Meski demikian, Moms dan Dads perlu menganggap serius kondisi ini karena prediabetes merupakan tanda peringatan akan terjadinya serangan diabetes kelak.

Kondisi ini bisa berkembang lebih lanjut menjadi diabetes tipe 2 jika penderita prediabetes tidak segera mengubah gaya hidup dan pola makannya menuju lebih baik.

“Umumnya, prediabetes tidak menimbulkan gejala,” jelas Dr. Elizabeth Selvin, M.P.H., PhD selaku Epidemiologist dan Profesor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore, Amerika Serikat.

Itulah sebabnya, orang yang berisiko tinggi mengalami kondisi ini (seperti riwayat diabetes pada anggota keluarga) perlu rutin memeriksakan kadar gula darahnya ke dokter.

Tujuannya agar prediabetes dapat terdeteksi dan mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Baca juga: Yuk Ketahui 5 Mitos dan Fakta Seputar Diabetes Pada Anak

Apa Gejala Prediabetes?

Akar kuning dapat bermanfaat bagi penderita diabetes

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, pada kondisi normal kadar gula dalam tubuh kurang lebih mencapai 70ꟷ99 mg/dL sebelum makan. Setelah makan, kadar gula dalam tubuh akan berada di bawah 140 mg/dL.

Bagaimana dengan keadaan kadar gula darah pada penderita prediabetes? Kadar gula dalam darah akan naik mencapai 140ꟷ199 mg/dL setelah makan.

Seperti yang telah disebutkan di atas oleh Dr Selvin, prediabetes umumnya tidak menunjukkan gejala tertentu.

Namun, dilansir dari laman webmd.com, agar lebih waspada penderita prediabetes akan mengalami gejala seperti berikut:

Jika Moms dan Dads mengalami beberapa hal di atas, perhatikan lagi beberapa faktor risiko yang semakin memperjelas kemungkinan Moms dan Dads mengalami prediabetes:

  • Moms dan Dads berada pada usia di atas 45. Seseorang yang berada di atas usia 45 tahun memiliki kecenderungan lebih besar terkena prediabetes.
  • Ukuran pinggang Dads sekitar 40 inci atau setara dengan 101,6 cm.
  • Ukuran pinggang Moms sekitar 35 inci atau setara dengan 88,9 cm
  • Moms dan Dads terbiasa makan makanan daging kalengan atau olahan daging lainnya seperti sosis, ham, patty, dan sebagainya.

Psst…tahukah Moms? Studi EPIC-InterAct menemukan hubungan antara konsumsi daging dan diabetes tipe 2. Para peneliti memantau lebih dari 340.000 orang dewasa di delapan negara Eropa selama lebih dari 11 tahun.

Mereka mengkonfirmasi risiko yang lebih tinggi di antara individu dengan konsumsi daging lebih tinggi, khususnya daging merah dan olahan.

  • Moms dan Dads tak pernah absen minum minuman kalori tinggi.
  • Tidak suka makan makanan berserat seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, gandum, dan menghindari minyak zaitun.
  • Moms dan Dads memiliki berat badan berlebih atau bahkan cenderung obesitas.
  • Moms dan Dads memiliki masalah kolesterol tinggi, HDL kolesterol yang rendah, LDL kolesterol tinggi, dan tingkat triglycerides yang tinggi.
  • Jarang berolahraga.
  • Moms memiliki riwayat diabetes gestational. Ini adalah penyakit diabetes yang diderita saat hamil sehingga Moms melahirkan bayi dengan berat badan di atas 4kg.
  • Moms memiliki riwayat kista PCOS ( Polycystic Ovarian Syndrome)
  • Moms dan Dads selalu bermasalah dengan insomnia atau sleep apnea.

Baca juga: Tidur dengan Lampu Terang Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes?

Cara Mengetahui Seseorang Terkena Prediabetes?

world-diabetes-day-woman-holding-glucose-meter-sugar-cubes-pink-wall.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penegakan diagnosis prediabetes perlu dilakukan dengan melakukan konsultasi ke dokter ahli penyakit dalam.

Biasanya, dokter akan melakukan wawancara singkat dengan pasien mengenai gejala,keluhan yang dialami, hingga riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya.

Setelah pemeriksaan wawancara, dokter akan lanjut melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dengan tiga tes darah. Tujuannya untuk memastikan apakah pasien tersebut mengalami prediabetes atau diabetes tipe 2.

Ketiga tes darah yang dimaksud adalah tes gula darah puasa (GDP), sebagai pemeriksaan kadar gula dalam darah pada keadaan perut kosong, tes toleransi glukosa oral (2jam PP), pasien diminta untuk makan normal atau mengonsumsi minuman gula khusus lalu kembali melakukan pemeriksaan darah setelah 2 jam kemudia.

Yang terakhir adalah tes HbA1c (tes hemoglobin A1c) untuk mengetahui kadar gula darah rata-rata dalam 3 bulan terakhir.

Menurut webmd.com, pasien dianggap memiliki kadar gula normal jika kadar HbA1c berada di bawah 5,7%.

Pasien baru dianggap memasuki kondisi prediabetes jika kadar HbA1c berada pada kisaran 5,7–6,4%. Pasien dianggap menderita diabetes tipe 2 jika kadar HbA1c mencapai 6,5% atau lebih.

Tak jarang, untuk memastikan hasil akhirnya, Moms dan Dads akan disarankan untuk mengulang tes kadar gula darah sekali lagi.

Hindari Prediabetes Sejak Dini

moms, sudah tahu 5 mitos dan fakta seputar diabetes pada anak ini 5

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms dan Dads enggan bersentuhan dengan masalah prediabetes, apalagi diabetes, tak ad acara lain selain mengubah pola hidup dan pola makan. Terlebih lagi, Moms dan Dads pasti pernah mendengan istilah you are what you eat, kan?

Untuk itu, yuk coba ganti makanan dan minuman dengan mengikuti beberapa tips ini:

1. Hindari Minuman Manis

Yang jelas dan cara paling mudah agar terhindar dari prediabetes adalah menghindari minuman manis seperti teh manis, soda, sirup, dan sebagainya.

Minuman dengan kadar gula tinggi pada dasarnya tidak baik dikonsumsi oleh siapa saja. Bukan hanya untuk Si Kecil, orang dewasa pun juga.

Baca juga: 10 Manfaat Masker Baking Soda untuk Kulit, Bisa Atasi Jerawat!

2. Perbanyak Makan Buah

Buah memiliki kandungan buah alami yang juga akan memengaruhi gula darah seseirang. Meski demikian, buah merupakan bahan makanan yang sehat. Asalkan dikonsumsi secara moderat.

Artinya, buah perlu dikonsumsi langsung seperti bentuk aslinya. Jangan dijus atau blender. Hal ini tidak hanya akan merusak serat buah.

Pengolahan buah dalam bentuk jus juga akan berisiko meningkatkan kadar indeks glikemik dalam darah.

Makan buah seperti apel, pir, jeruk, buah beri, dan avokad merupakan beberapa buah yang disarankan untuk penderita prediabetes atau diabetes. Moms dan Dads pun dapat mengombinasikannya dengan plain yogurt.

3. Makan Makanan Bergizi dan Kaya Serat

Perbanyak makanan yang kaya akan serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, hingga sayuran.

Seseorang yang menderita prediabetes atau diabetes disarankan untuk makan sayuran setidak satu mangkuk penuh. Misalnya sup sayur, sayur bening, sayur asam, atau salad.

Ingat, jika Moms dan Dads mengonsumsi sayur dengan kuah, takaran mangkuk yang dimaksud harusnya lebih banyak sayur dibanding kuahnya sendiri, ya!

Hindari mengonsumsi daging merah dan daging ungags. Akan lebih aman penderita prediabetes atau diabetes mengonsumsi daging ikan pada menu sehari-hari.

4. Olahraga Teratur

Pacu diri untuk lebih aktif berolahraga. Mulailah dari jalan kaki setiap hari selama 60m menit. Agar semakin bersemangat pilihlah aktivitas fisik yang bisa dilakukan bersama keluarga.

Baca juga: 10 Tips Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Itu dia Moms beberapa cara yang dapat membantu mengatasi prediabetes. Jangan lupa untuk menghindari kebiasan merokok dan minum minuman beralkohol ya!

  • https://www.nytimes.com/2021/02/23/health/elderly-prediabetes-selvin.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/symptoms-causes/syc-20355278
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22983636/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4360422/
  • https://www.nytimes.com/2021/02/23/health/elderly-prediabetes-selvin.html
  • https://www.webmd.com/diabetes/what-is-prediabetes
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait