26 Februari 2021

Mengenal Iskemia Miokardium, Kondisi yang Sebabkan Jantung Kekurangan Aliran Darah

Iskemia miokardium termasuk kondisi yang menyebabkan aliran oksigen ke jantung berkurang.

Iskemia miokardium terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang, sehingga kondisi ini mencegah otot jantung menerima oksigen yang cukup.

Berkurangnya aliran darah ke jantung bisa terjadi akibat penyumbatan sebagian atau seluruh pembuluh darah jantung (arteri koroner).

Iskemia miokardium dilansir oleh mayoclinic.org, juga disebut iskemia jantung, yakni kondisi yang mengurangi kemampuan otot jantung untuk memompa darah. Penyumbatan salah satu arteri jantung yang mendadak dan parah bisa menyebabkan serangan jantung.

Selain itu, iskemia miokardium juga bisa menyebabkan irama jantung abnormal yang serius.

Perawatan iskemia miokardium juga melibatkan perbaikan aliran darah ke otot jantung. Perawatannya bisa termasuk obat-obatan, prosedur untuk membuka arteri yang tersumbat (angioplasty) atau operasi bypass.

Perubahan gaya hidup yang lebih sehat untuk jantung salah satu cara untuk mencegah iskemia miorkardium lebih buruk.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Jantung Bawaan Saat Hamil

Penyebab Iskemia Miokardium

iskemia miokardium (1).jpeg
Foto: iskemia miokardium (1).jpeg (shutterstock)

Foto: shutterstock.com

Iskemia miokardium bisa terjadi ketika jantung membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi dari asupan makanan dan minuman.

Hal ini bisa terjadi ketika tubuh bisa mengimbangi kebutuhan aliran darah karena terlalu aktif, asupan makanan yang tidak tepat, stres hingga kedinginan.

Masalah suplai darah juga bisa terjadi akibat penyakit arteri koroner. Penyakit ini bisa terjadi akibat penumpukan plak dan kolesterol di dalam arteri koroner.

Penumpukan plak dalam arteri itulah yang menyebabkan oksigen masuk ke jantung tidak lancar. Kondisi inilah yang menyebabkan iskemia dan angina.

Dikutip dari Principles and Practice of Hospital Medicine, penyebab lain iskemia miokardium adalah kejang koroner. Kondisi ini terjadi ketika kejang arteri koroner mengurangi atau memotong suplai darah ke jantung.

Kondisi yang juga bisa menimbulkan iskemia adalah bekuan darah yang terbentuk pada pecahan plak dan berpindah ke pembuluh darah yang lebih kecil. Jika kondisi tersebut terjadi bisa menghentikan darah secara tiba-tiba.

Terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatan risiko seseorang untuk mengalami iskemia, yakni:

  • Memiliki riwayat penyakit medis tertentu seperti diabetes, hipotensi, hipertensi, obesitas, kolesterol tinggi, anemia sel sabit, gagal jantung, gangguan pembekuan darah dan penyakit celiac.
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Mengalami kecanduan alkohol
  • Jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga
  • Serta penyalahgunaan NAPZA

Gejala Iskemia Miokardium

iskemia miokardium (2).jpeg
Foto: iskemia miokardium (2).jpeg (Shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Ada beberapa gejala iskemia miokardium seperti yang dilansir oleh Cleveland Clinic, antara lain:

  1. Rasa sakit atau tidak nyaman pada tubuh bagian atas, termasuk lengan, bahu kiri, punggung, leher, rahang atau perut
  2. Kesulitan bernapas atau napas pendek
  3. Berkeringat atau "keringat dingin"
  4. Merasa kenyang, gangguan pencernaan, atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti mulas)
  5. Mual atau muntah
  6. Pusing, sangat lemah atau cemas
  7. Detak jantung cepat atau tidak teratur

Jika seseorang mengalami gejala iskemia miokardium yang berlangsung selama lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter. Karena, seseorang mungkin akan mengalami serangan jantung atau memiliki arteri koroner yang tersumbat.

Jika iskemia miokardium atau serangan jantung tidak menunjukkan tanda-tanda, maka kondisi itu disebut iskemia diam. Kondisi ini paling umum pada penderita diabetes, tetapi bisa menyerang siapapun yang menderita penyakit jantung.

Baca Juga: Waspada Takikardia, Kondisi Detak Jantung Terlalu Cepat

Diagnosa Iskemia Miokardium

iskemia miokardium (3).jpeg
Foto: iskemia miokardium (3).jpeg (shutterstock.com)

Foto: shutterstock.com

Proses mendiagnosis iskemia miokardium, biasanya dokter akan mencari tahu riwayat kesehatan pasien dengan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes medis, mulai elektrokardiogram (EKG), tes stres, ekokardiogram, ekokardiogram stres, tes stres nuklir, angiografi koroner, CT scan jantung.

Itulah hal yang perlu Moms ketahui tentang iskemia miokardium yang berbahaya. Lebih baik mencegah daripada mengobati ya, Moms.

Pengobatan dan Pencegahan Iskemia Miokardium

iskemia miokardium
Foto: iskemia miokardium (Shutter Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Ketika membicarakan pengobatan iskemia miokardium, tindakan tersebut bergantung pada penyebabnya. Ketika iskemia disebabkan oleh sumbatan, maka sumbatan di area yang tersumbat perlu ditangani terlebih dahulu agar darah bisa kembali mengalir dengan lancar.

Tak sampai sana, obat antikoagulan pun bisa saja diberikan oleh dokter untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah atau membesarnya gumpalan darah.

Perlu diperhatikan, pengobatan seperti ini perlu dilakukan untuk periode waktu yang cukup panjang pada kasus iskemia tahap lanjut atau akut.

Pengobatan dengan cara pembedahan untuk menghilangkan gumpalan massa yang menjadi penghambatan peredaran darah pun bisa dilakukan.

Atau tindakan seperti pembedahan terhadap pembuluh darah demi memulihkan organ tubuh pun bisa terjadi.

Dalam beberapa kondisi, iskemia miokardium memang sebuah penyakit yang sulit untuk dicegah. Jadi, salah satu saran yang bisa Moms dan Dads lakukan adalah selalu menjaga kesehatan dan kelancaran sirkulasi pembuluh darah.

Cobalah untuk menjaga pola hidup sehat dengan melakukan aktivitas yang cukup. Dengan melakukan demikian, kelancaran peredaran darah bisa sangat terbantu.

Tentu saja jangan lupa untuk menyantap asupan makanan yang kaya serat serta antioksidan. Lalu, pastikan waktu istirahat Moms dan Dads selalu cukup dan berkualitas ya!

Baca Juga: Mengenal Kardiomiopati Hipertrofi: Kondisi Jantung yang Menebal Tanpa Sebab yang Jelas

Macam-macam Iskemia

Stres Sebabkan Iskemia Miokardium Ini Penjelasannya.jpg
Foto: Stres Sebabkan Iskemia Miokardium Ini Penjelasannya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tahukah Moms dan Dads bahwa iskemia sendiri bukan hanya bisa terjadi di jantung namun di beberapa area lain pada tubuh.

Jangan sampai tidak tahu mengenai kondisi kesehatan, yuk pelajari iskemia lebih lanjut!

1. Iskemia pada Otak

Iskemia bisa terjadi pada otak. Kondisi sini merupakan salah satu jenis stroke. Iskemia otak sendiri terjadi ketika pasokan darah pada arteri otak terhambat.

Ketika terhambat kondisi ini mengakibatkan sel otak menjadi kekurangan oksigen dan dapat berkembang menjadi kerusakan bahkan kematian sel otak.

Gejala yang biasa terjadi pada iskemia otak pun beragam, antara lain;

  • Lumpuh setengah badan atau setengah bagian badan tidak bisa digerakan karena lemas
  • Perubahan wajah sehingga menjadi tidak simetris
  • Berbicara ngelantur
  • Penglihatan yang mengalami gangguan, biasanya kebutaan pada sebelah mata atau kedua mata
  • Merasa pusing dan atau vertigo
  • Kesadaran yang menurun
  • Kehilangan kemampuan menggerakkan bagian tubuh

2. Iskemia pada Usus

Kondisi iskemia miokardium yang terjadi di area usus bisa terjadi ketika arteri di usus tak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk melakukan proses pencernaan.

Kondisi tersebut pun biasanya terjadi secara tiba-tiba jika sudah akut atau pun berjalan lambat ketika sudah kronis.

Gejala iskemia pada usus yang sudah kronis sendiri ditandai dengan perut yang kembung, kesulitan buang air besar atau konstipasi, muntah, serta nyeri perut yang berlangsung sekitar 15 hingga 60 menit sesudah makan dan kemudian menghilang.

Sementara itu, gejala iskemia pada usus yang akut biasanya akan ditandai dengan nyeri perut yang datang secara tiba-tiba, mual yang berlarut serta muntah.

3. Iskemia pada Tungkai

Selain di jantung, usus, dan juga otak, iskemia pun bisa hadir di tungkai. Ketika iskemia terjadi di tungkai, hal ini biasanya terjadi akibat penyakit arteri perifer, yakni kondisi yang terjadi akibat terdapatnya timbunan plak pada arteri tungkai.

Gejala iskemia pada tungkai sendiri adalah;

  • Rasa nyeri yang amat sangat pada tungkai meski Moms dan Dad sedang beristirahat
  • Kaki terasa dingin dan juga lemah
  • Kulit pada tungkai tampak halus dan juga mengkilat
  • Ujung jari berubah hitam
  • Luka yang tak kunjung sembuh

Iskemia bisa sangat berbahaya untuk tubuh. Jadi pastikan untuk selalu hidup sehat dengan melakukan olahraga serta menyantap makanan yang kaya akan nutrisi, ya!

Nah, apakah informasi yang kami berikan mengenai iskemia miokardium dan jenis iskemia yang lain sudah cukup?

Jika Moms dan Dads masih memiliki pertanyaan terkait iskemia miokardium, jangan sungkan atau ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.