Kesehatan

16 Juli 2021

10 Penyebab Hematuria yang Harus Diwaspadai

Ketahui faktor-faktor penyebab hematuria agar tahu cara pencegahan yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Widya Citra Andini

Setiap gangguan kesehatan yang menyerang tubuh kita sebagian besar pasti memiliki penyebab, bukan datang begitu saja, termasuk hematuria.

Hematuria adalah kondisi ketika air kencing mengandung darah.

Kencing berdarah bisa terjadi karena terdapat gangguan pada kondisi saluran kemih, ginjal, atau prostat bagi pria.

Umumnya, urine hanya mengeluarkan zat-zat sisa hasil penyaringan ginjal, bisa berwarna bening atau pekat. Seberapa banyak Moms minum air putih juga berpengaruh pada kondisi urine itu sendiri.

Namun, ketika urine berwarna kemerahan atau merah gelap kecoklatan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Baca Juga: Kencing Berdarah, Waspada Gejala Hematuria

Penyebab Hematuria

penyebab hematuria (2).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms, sebaiknya jangan panik saat kondisi urine berdarah karena terdapat banyak faktor penyebab.

Ada yang tidak berbahaya dan ada juga yang membahayakan kesehatan tubuh kita.

Menurut dr. Jenelle E. Foote, ahli urologi dari Atlanta, hematuria biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan sangat sedikit darah yang mengubah warna urine.

Urine berdarah bisa muncul berwarna merah muda, merah, atau merah gelap. Darah yang mengalir dalam urine berasal dari ginjal atau bagian lain dari saluran kemih.

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berikut faktor penyebab terjadinya hematuria.

1. Infeksi Saluran Kemih

Mengutip Mayo Clinic, penyakit ini terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih.

Gejalanya bisa meliputi keinginan terus-menerus untuk buang air kecil, nyeri, rasa terbakar saat buang air kecil, dan urine berbau sangat kuat.

Bagi sebagian orang, terutama orang dewasa yang lebih tua, satu-satunya tanda infeksi saluran kemih yang mungkin terjadi adalah adanya darah tetapi sulit dilihat kasat mata dalam urine.

2. Infeksi Ginjal atau Pielonefritis

Penyebab hematuria lainnya adalah infeksi ginjal atau pielonefritis. Penyakit ini dapat terjadi ketika bakteri memasuki ginjal dari aliran darah atau berpindah dari ureter ke ginjal.

Tanda dan gejala sering mirip dengan infeksi kandung kemih, meskipun infeksi ginjal lebih cenderung menyebabkan demam dan nyeri pinggang.

Baca Juga: Ginjal Bocor, Ketahui Penyebab dan Gejalanya!

3. Batu Ginjal

batu ginjal sebabkan hematuria

Foto: Orami Photo Stock

Batu ginjal dapat menjadi penyebab hematuria berikutnya, Moms.

Penyakit ini disebabkan karena adanya mineral dalam urine pekat yang terkadang membentuk kristal di dinding ginjal atau kandung kemih.

Hingga seiring waktu, kristal tersebut bisa menjadi batu kecil dan keras yang disebut batu ginjal.

Batu-batu tersebut umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, jadi Moms mungkin tidak akan tahu kecuali jika batu tersebut menyebabkan penyumbatan.

Biasanya gejala batu ginjal ditandai dengan adanya rasa sakit yang luar biasa saat kencing. Batu kandung kemih atau batu ginjal juga dapat menyebabkan perdarahan besar dan mikroskopis.

4. Pembesaran Prostat

Kelenjar prostat yang berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra sering membesar saat pria mendekati usia paruh baya.

Hal ini kemudian menekan uretra hingga sebagian menghalangi aliran urine.

Tanda dan gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, atau BPH) termasuk sulit buang air kecil, kebutuhan mendesak atau terus-menerus untuk buang air kecil, dan darah yang terlihat atau mikroskopis dalam urine.

Infeksi prostat (prostatitis) biasanya juga memiliki tanda dan gejala yang sama.

Baca Juga: 7 Alasan Medis Penyebab Kencing Bau Tak Sedap

5. Glomerulonefritis

Pendarahan urine mikroskopis adalah gejala umum glomerulonefritis, suatu kondisi yang ditandai dengan adanya peradangan pada sistem penyaringan ginjal.

Glomerulonefritis dapat menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes atau dapat terjadi dengan sendirinya.

Infeksi virus atau radang, penyakit pembuluh darah (vaskulitis), dan masalah kekebalan seperti nefropati IgA, yang mempengaruhi kapiler kecil yang menyaring darah di ginjal (glomeruli), juga dapat memicu glomerulonefritis.

6. Melakukan Olahraga yang Berat

olahraga berat menyebabkan hematuria

Foto: Orami Photo Stock

Meski sangat jarang terjadi, olahraga berat bisa menyebabkan hematuria.

Hal ini terkait dengan trauma pada kandung kemih, dehidrasi, atau kerusakan sel darah merah yang terjadi akibat latihan aerobik yang terlalu intens.

Pelari paling sering terkena hematuria, meskipun siapa pun dapat mengalami perdarahan urine.

Jika Moms melihat darah dalam urine setelah berolahraga, jangan menganggap itu karena berolahraga. Temui dokter segera untuk mengetahui penyebab dan perawatan yang tepat, Moms.

7. Mengalami Cedera atau Trauma pada Ginjal

Pukulan atau cedera lain pada ginjal akibat kecelakaan, olahraga, atau hal lainnya juga dapat menyebabkan darah terlihat dalam urine (hematuria).

8. Kanker

Perdarahan urine yang terlihat mungkin merupakan tanda kanker ginjal, kandung kemih, atau prostat stadium lanjut.

Namun sayangnya, penderita kanker tersebut mungkin tidak memiliki tanda atau gejala pada tahap awal, ketika kanker ini lebih dapat diobati.

Baca Juga: Kencing Berdarah Saat Hamil, Bahaya atau Tidak?

9. Obat-obatan

minum obat kanker sebabkan hematuria

Foto: Orami Photo Stock

Selain penyakit kanker itu sendiri, obat anti kanker siklofosfamid dan penisilin juga dapat menyebabkan perdarahan saluran kemih.

Darah urine yang terlihat terkadang muncul saat seseorang mengonsumsi antikoagulan, seperti aspirin dan pengencer darah heparin, serta memiliki kondisi lain yang menyebabkan kandung kemih berdarah.

10. Gangguan yang Diturunkan

Anemia sel sabit, suatu kondisi yang ditandai dengan cacat herediter hemoglobin dalam sel darah merah menyebabkan darah dalam urine, baik hematuria yang terlihat maupun mikroskopis.

Begitu juga dengan sindrom Alport, penyakit ini dapat mempengaruhi membran penyaringan di glomeruli ginjal.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Mengatasi Anyang-anyangan

“Hematuria bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Mereka yang minum obat pengencer darah, melakukan olahraga yang berat, dan memiliki riwayat penyakit ginjal di dalam keluarga juga berisiko alami hematuria,” lanjut dr. Jenelle.

Pengobatan Hematuria

penyebab hematuria (3).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan atau penanganan hematuria tentu dilakukan berdasarkan penyebabnya.

Untuk itu, sebaiknya dilakukan diagnosis yang tepat agar penanganannya juga benar. Adapun beberapa tes untuk diagnosis hematuria dilakukan dengan cara berikut ini:

  1. Pemeriksaan fisik, meliputi pertanyaan tentang riwayat kesehatan Moms serta riwayat medis keluarga.
  2. Tes urine atau urinalisis, yaitu memeriksa apakah urine mengandung sel darah merah atau tidak. Tes ini juga dapat memeriksa apakah Moms memiliki batu ginjal atau tidak.
  3. Cystoscopy, yaitu prosedur pemeriksaan yang dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk mengecek apakah ada tumor atau batu ginjal.

Jika dokter tidak dapat menemukan penyebab selama evaluasi pertama, mereka mungkin meminta Moms untuk melakukan tes urine lanjutan dan pemantauan tekanan darah setiap 3 hingga 6 bulan, terutama apabila memiliki faktor risiko kanker kandung kemih.

Kondisi lain yang juga diperlukan pemantauan termasuk berusia 50 tahun atau lebih, merokok, dan bersentuhan dengan bahan kimia industri tertentu.

American Kidney Fund mengatakan, bila kencing berdarah disebabkan karena infeksi, kemungkinan dokter akan memberikan obat antibiotik.

Antibiotik ini bekerja untuk membunuh bakteri penyebab infeksi, yang seharusnya dapat menghentikan pendarahan pada urine.

Penanganan hematuria bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau terapi, tergantung pada kondisi setiap orang.

Namun, penting untuk dipahami bahwa Moms harus memiliki pola hidup sehat ketika didiagnosis memiliki penyakit pada saluran kemih atau ginjal.

Baca Juga: Bayi Menangis Saat Buang Air Kecil? Waspadai Infeksi Saluran Kemih

Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hematuria

penyebab hematuria (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms pernah mengalami hematuria, penting untuk menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

Cara utamanya dengan minum air yang cukup setiap hari dan hindari kondisi dehidrasi.

Selain itu, hindari kebiasaan menahan pipis karena bisa menampung dan membiarkan bakteri menempel pada saluran kemih. Kebiasaan ini bisa sebabkan hematuria bertambah parah.

Tidak sampai di situ saja, setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi sebaiknya memiliki gizi yang seimbang.

Perbanyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran untuk menunjang kesehatan tubuh Moms.

Setelah mengetahui penyebab hematuria, mulai sekarang jaga kesehatan ginjal dan saluran kemih untuk mencegahnya ya!

  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/hematuria-blood-urine
  • https://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-problems/blood-in-urine.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/symptoms-causes/syc-20353432
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-urine-causes
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15234-hematuria
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait