08 Agustus 2022

Mengenal Serba-serbi Kanker Ginjal, Berbeda dengan Penyakit Batu Ginjal

Pengobatannya tergantung dari besar dan tingkat persebaran kankernya

Sama-sama menyerang ginjal, kondisi kanker ginjal berbeda dengan batu ginjal.

Penyakit yang ditandai dengan keganasan ini, umumnya bisa menyerang siapa pun tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Lalu, apa saja penyebab, gejala, pengobatan, dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan?

Yuk, kenali lebih dalam tentang kanker ginjal berikut ini, Moms.

Baca Juga: Manfaat Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks, Begini Prosesnya!

Apa Itu Kanker Ginjal?

kanker-ginjal.jpg
Foto: kanker-ginjal.jpg

Foto Ilustrasi Ginjal (Orami Photo stocks)

Menurut National Kidney Foundation, kanker ginjal adalah penyakit yang menyerang sel sehat di daerah ginjal.

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel sehat dalam satu atau kedua ginjal tumbuh di luar kendali, lalu membentuk benjolan yang disebut tumor.

Penyakit kanker ginjal adalah salah satu kanker yang umum terjadi secara spontan atau mendadak.

Bahkan, keganasan ini jarang bisa terdeteksi sejak stadium awal.

Beberapa gejala sebetulnya bisa menjadi petunjuk keberadaan kanker ginjal ini.

Namun, beberapa di antara gejala tersebut sangat mirip dengan penyakit lainnya.

Saking miripnya, gejala kanker ginjal sering tertukar dengan penyakit infeksi saluran kemih (ISK) atau batu ginjal.

"Kebanyakan gejala kanker ginjal memang baru muncul ketika tumor di ginjal sudah membesar," terang Minesh Khatri, MD, spesialis nefrologi sekaligus asisten profesor kedokteran di Columbia University.

Oleh karena itu, Moms harus waspada dan berkonsultasi dengan dokter untuk menelusuri lebih lanjut.

Baca Juga: Mengenal Infundibulum, Bagian dari Organ Reproduksi Wanita

Gejala Kanker Ginjal

kanker ginjal-2.jpg
Foto: kanker ginjal-2.jpg (medicalnewstoday.com)

Foto Wanita Sakit Perut (medicalnewstoday.com)

Kanker ginjal jarang memberikan tanda-tanda atau gejala pada tahap awal.

Tetapi di tahapan selanjutnya, tanda dan gejala kanker ginjal akan lebih mudah untuk dideteksi.

Mengutip National Health Service, dalam banyak kasus, gejala kanker ginjal stadium awal cenderung tidak jelas.

Gejalanya bisa berupa adanya darah di air seni atau ketika warna air kencing berwarna lebih gelap dan kemerahan.

Selain itu, sejumlah gejala kanker ginjal lainnya meliputi:

  • Benjolan di pinggang atau di perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Demam yang berlangsung selama berminggu-minggu tanpa adanya infeksi
  • Kelelahan ekstrem
  • Anemia
  • Bengkak di pergelangan kaki

Selain itu, penderita juga kerap merasakan sakit yang terus-menerus di punggung bawah atau samping, tepat di bawah tulang rusuk.

Pada pria, gejala kanker ginjal bisa menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di bagian testis.

Sementara beberapa gejala lainnya hanya terjadi ketika kanker sudah lanjut dan telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang atau paru-paru.

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Jarak, Bisa Mengencangkan Payudara!

Penyebab Kanker Ginjal

kanker ginjal-1.jpg
Foto: kanker ginjal-1.jpg (kanker ginjal-1)

Foto Ilustrasi Wanita Alami Sakit Perut Atas (medicalnewstoday.com)

Kanker ginjal umumnya terjadi pada orang dewasa di usia 60 atau 70-an.

Kondisi ini jarang terjadi pada orang-orang berusia di bawah 50 tahun.

Sayangnya, penyebab kanker ginjal tidak diketahui secara pasti.

Akan tetapi, ada beberapa hal dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalaminya.

Menurut Journal of Clinical Oncology, faktor risiko kanker ginjal termasuk:

  • Obesitas
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Riwayat keluarga
  • Diabetes

Baca Juga: Waspadai 6 Tanda Ginjal Bermasalah sebelum Terlambat!

Risiko kanker ginjal dapat meningkat apabila telah memiliki riwayat penyakit ginjal kronis atau batu ginjal.

Selain itu, Mayo Clinic menjelaskan bahwa kanker dimulai ketika beberapa sel ginjal mengembangkan perubahan (mutasi) pada DNA.

DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan.

Perubahan pada DNA akan meminta sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat.

Sel abnormal yang terakumulasi ini kemudian membentuk tumor yang dapat melampaui ginjal.

Kemudian, beberapa sel dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh yang jauh.

Baca Juga: Ketahui Gejala Pankreas Bermasalah yang Mengancam Kesehatan

Pemeriksaan Kanker Ginjal

Seluk-Beluk Kista Ginjal Gejala dan Komplikasinya.jpg
Foto: Seluk-Beluk Kista Ginjal Gejala dan Komplikasinya.jpg

Foto Ilustrasi Kanker Ginjal (Orami Photo Stocks)

Menurut Urology Care Foundation, sayangnya tidak ada tes darah atau urine yang secara langsung dapat mendeteksi kanker ginjal.

Kondisi tumor paling sering terdiagnosis selama skrining rutin pada orang dengan risiko genetik.

Misalnya penyakit Von Hippel-Lindau, tuberous sclerosis, atau penyakit lainnya yang berpeluang tinggi terkena kanker ginjal.

Bila mengalami beberapa gejala kanker ginjal di atas, Moms dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Kemudian, untuk membuat diagnosis kanker ginjal, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan atau tes, seperti:

1. Pemeriksaan Darah

Pertama, dokter akan menganjurkan tes urine untuk melihat ada atau tidaknya darah dalam urine.

Selain itu, dilanjutkan dengan tes darah untuk melihat fungsi ginjal.

Nantinya, hasil dari pemeriksaan darah akan menunjukkan ada atau tidaknya abnormalitas pada sel ginjal.

Baca Juga: Penyebab Tulang Ekor Sakit dan Cara Mengatasinya, Bisa dengan Terapi Hingga Operasi

2. Rontgen Ginjal

Pemeriksaan dilanjutkan dengan melihat lebih detail gambaran ginjal.

Intravenous pyelogram (IVP) atau rontgen ginjal dilakukan dengan menyuntikkan pewarna yang bergerak ke saluran kemih untuk mencari keberadaan tumor.

3. USG

Tidak hanya untuk kehamilan, prosedur USG juga dapat mendeteksi kanker ginjal.

Ultrasonografi menggunakan gelombang suara untuk melihat gambaran ginjal.

Selain itu, jenis pemeriksaan ini juga dapat membantu mengetahui apakah tumor berbentuk padat atau berisi cairan.

4. CT dan MRI Scan

CT scan menggunakan sinar-X dan komputer untuk melihat kondisi ginjal secara detail.

Magnetic resonance imaging (MRI) menggunakan magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar detail jaringan lunak dalam tubuh.

Baca Juga: Pemeriksaan MRI Scan: Fungsi, Prosedur, Biaya, hingga Perbedaannya dengan CT Scan

5. Arteriogram Ginjal

Pemeriksaan ginjal ini bertujuan untuk mengevaluasi suplai darah ke tumor.

Angiografi ginjal bisa dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada pembuluh darah ginjal, misalnya aneurisma atau penyempitan pembuluh darah.

Nantinya, hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan stadium kanker ginjal yang dialami.

Pemeriksaan ini juga akan membantu menentukan jenis pengobatan untuk meredakan gejala kanker ginjal.

Pengobatan Kanker Ginjal

radioterapi.jpg
Foto: radioterapi.jpg

Foto Ilustrasi Wanita Pengidap Kanker Ginjal (Orami Photo Stock)

Jika seseorang telah didiagnosis memiliki kanker ginjal, ada beberapa pengobatan dan perawatan yang bisa dilakukan.

Perawatan kanker ginjal ini tergantung pada ukuran kanker dan persebarannya ke bagian tubuh lain.

Berikut ini beberapa perawatan utama untuk kanker ginjal, antara lain:

1. Operasi atau Pembedahan

Pada kasus kanker ginjal stadium awal, umumnya diperlukan tindakan operasi.

Operasi ini merupakan perawatan utama untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal.

Efek samping dari operasi ini tentunya akan berbeda, biasanya meliputi pendarahan.

Baca Juga: 7 Penyebab Pusar Sakit saat Hamil, Sering Terjadi di Trimester Kedua

2. Radioterapi

Cryotherapy atau ablasi radiofrekuensi adalah prosedur dimana sel-sel kanker dihancurkan oleh pembekuan atau pemanasan.

Pengobatannya pun biasaya dibarengi dengan terapi biologis, yakni menggunakan obat-obatan yang membantu menghentikan pertumbuhan atau penyebaran kanker.

3. Embolisasi

Embolisasi adalah prosedur untuk memotong suplai darah ke area kanker ginjal.

Beberapa kanker kecil yang tumbuh lambat mungkin awalnya tidak memerlukan pengobatan.

Jika kankernya masih kecil dan belum menyebar ke luar ginjal, prosedur pembedahan dapat membatu menyembuhkan kanker ginjal.

Naun, jika sudah telanjur menyebar, biasanya tidak dapat disembuhkan meskipun pengobatan dapat membantu mengendalikannya.

Baca Juga: Cari Tahu Soal Sakit Pundak dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli Ortopedi

4. Imunoterapi

Jika memungkinkan, pasien biasanya akan menjalani operasi untuk mengangkat kanker.

Namun, jika operasi tidak dapat dijalankan, pasien biasanya akan diberikan obat kanker yang ditargetkan atau imunoterapi.

Perawatan imunoterapi bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan kanker dan menjaganya tetap terkendali.

Perawatan ini dapat mengontrol kanker selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Pencegahan Kanker Ginjal

pencegahan kanker ginjal
Foto: pencegahan kanker ginjal (Orami Photo Stock)

Foto Ilustrasi Bagian Ginjal (Orami Photo Stock)

Mengutip American Cancer Society, kanker ginjal mungkin saja tidak dapat dicegah meskipun penyebabnya diketahui.

Tetapi, ada beberapa cara yang dapat lakukan untuk mengurangi risiko penyakit ini, yaitu:

1. Berhenti Merokok

Tak hanya berdampak buruk untuk ginjal, kebiasaan merokok juga tidak menguntungkan tubuh secara menyeluruh.

Dampak merokok pada paru-paru juga bisa membuat risiko kanker paru-paru lebih tinggi, lho.

Ada banyak pilihan untuk berhenti, termasuk program dukungan, pengobatan, dan produk pengganti nikotin.

Konsultasikan dengan dokter bila ingin berhenti, dan diskusikan pilihan yang sesuai dengan kondisi.

Baca Juga: 13 Makanan Pemicu Kanker yang Harus Dibatasi

2. Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal Simak Penjelasannya di Sini.jpg
Foto: Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal Simak Penjelasannya di Sini.jpg

Foto Ilustrasi Menimbang Berat Badan (Orami Photo Stocks)

Berusahalah untuk menjaga berat badan yang sehat untuk membantu mencegah kanker ginjal.

Jika Moms mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, kurangi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari.

Selain itu, cobalah untuk aktif secara fisik hampir setiap hari dalam seminggu.

Tanyakan kepada dokter tentang strategi sehat lainnya untuk membantu menurunkan berat badan.

3. Kontrol Tekanan Darah

Mintalah dokter untuk memeriksa tekanan darah guna membantu mencegah risiko kanker ginjal.

Jika mengalami tekanan darah tinggi, Moms dapat mendiskusikan opsi pengobatan untuk menurunkan angkanya.

Pengukuran gaya hidup seperti olahraga, penurunan berat badan, dan perubahan pola makan juga dapat membantu.

Beberapa orang mungkin perlu menambahkan obat untuk menurunkan tekanan darah.

Baca Juga: Ketahui Dosis dan Aturan Pakai Captopril, Obat Tekanan Darah Tinggi

4. Gaya Hidup Sehat

Tips Hidup Sehat Sub Judul - Freepik.jpg
Foto: Tips Hidup Sehat Sub Judul - Freepik.jpg

Foto Ilustrasi Gaya Hidup Sehat (Orami Photo Stocks)

Cancer Research UK menjelaskan, bahwa terkadang kanker ginjal dapat muncul kembali di area ginjal setelah operasi.

Pasien mungkin akan menjalani lebih banyak operasi untuk mengangkat kanker atau seluruh ginjal.

Namun, pada sebagian orang, prosedur ini bisa menyingkirkan kanker sepenuhnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya penerapan gaya hidup sehat untuk mencegah agar kanker ginjal tidak kambuh.

Gaya hidup sehat ini melibatkan rutinitas olahraga dan mengonsumsi makanan sehat.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Perlu Dihindari

Itulah penjelasan rinci mengenai kanker ginjal, mulai dari gejala sampai pencegahannya.

Jika Moms merasa mengalami gejalanya atau ingin mendapatkan informasi lebih jelas, bisa langsung berkonsultasi ke dokter spesialis, ya.

Semoga informasinya bermanfaat!

  • https://www.kidney.org/atoz/content/what-kidney-cancer
  • https://www.nhs.uk/conditions/kidney-cancer/symptoms/
  • https://ascopubs.org/doi/full/10.1200/JCO.2018.79.1905
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-cancer/symptoms-causes/syc-20352664
  • https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/kidney-cancer
  • https://www.cancer.org/cancer/kidney-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html
  • https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/kidney-cancer/treatment/decisions

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.