15 Desember 2022

Blepharitis, Peradangan Kelopak Mata dengan gejala Gatal, Bengkak, Perih, dan Berair

Pada kasus serius bisa juga gejalanya adalah kaburnya penglihatan

Dilansir dari American Optometrics Association, blepharitis adalah peradangan kelopak mata yang ditandai dengan gejala kemerahan, iritasi dan gatal dengan sisik seperti ketombe yang terbentuk di bulu mata.

Kelopak mata memiliki bulu mata dengan folikel rambut pendek melengkung di tepi kelopak.

Nah, folikel ini mengandung kelenjar minyak yang terkadang tersumbat sehingga memicu gangguan kelopak mata tertentu salah satunya blepharitis.

Ini adalah gangguan mata umum yang disebabkan oleh bakteri atau kondisi kulit, seperti ketombe di kulit kepala atau rosacea. Biasanya dapat diobati dengan mencuci kelopak mata setiap hari.

Kondisi ini biasanya tidak serius, tetapi bisa menyebabkan masalah lain seperti mata kering hingga konjungtivitis, terutama jika tidak diobati.

Baca Juga: 9 Cara Mengobati Sakit Mata pada Anak secara Alami dan Cara Menggunakannya

Penyebab Blepharitis

Blepharitis
Foto: Blepharitis (Aao.org)

Hal-hal yang menjadi penyebab blepharitis menurut American Academy of Ophtalmology antara lain:

  • Infeksi bakteri kelopak mata
  • Disfungsi kelenjar Meibom
  • Mata kering
  • Infeksi jamur kelopak mata
  • Parasit (tungau bulu mata atau kutu bulu mata)
  • Dermatitis seboroik (ketombe pada kulit kepala dan alis)
  • Blepharitis juga dikaitkan dengan kondisi kulit, seperti rosacea okular, eksim, ketombe, dan psoriasis.

Blepharitis biasanya dikaitkan dengan pertumbuhan berlebih dari bakteri yang hidup di sepanjang tepi setiap kelopak mata dan pangkal setiap bulu mata.

Seiring waktu, bakteri ini berkembang biak dan membuat struktur yang disebut biofilm. Biofilm ini menjadi lingkungan yang beracun, seperti plak yang terbentuk pada gigi.

Tungau bulu mata yang disebut Demodex memakan biofilm, menyebabkan pertumbuhan tungau yang berlebihan. Hal ini membuat peradangan kelopak mata semakin parah.

Bakteri dalam biofilm juga menghasilkan zat yang disebut eksotoksin yang menyebabkan peradangan pada kelenjar kecil yang mengeluarkan minyak ke dalam air mata.

Hal ini menyebabkan kondisi yang disebut disfungsi kelenjar meibom yang menyebabkan dan memperburuk ketidaknyamanan mata kering.

Baca Juga: Mata Buram, Yuk Cari Tahu Gejala, Penyabab, dan Cara Mencegah Moms!

Tipe-Tipe Blepharitis

Mata Merah
Foto: Mata Merah (Healthline.com)

Ada 2 jenis blepharitis, yaitu:

1. Blepharitis Anterior

Blepharitis anterior mempengaruhi bagian luar mata, di mana bulu mata menempel pada kelopak mata.

Ini biasanya terjadi karena bakteri pada kulit atau ketombe dari kulit kepala atau alis.

Alergi atau tungau (parasit kecil) juga dapat menyebabkan blepharitis anterior, tetapi ini jarang terjadi.

2. Blepharitis Posterior

Blepharitis posterior mempengaruhi bagian luar tepi bagian dalam kelopak mata (bagian yang menyentuh mata).

Jenis ini terjadi ketika kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat.

Kondisi kulit yang umum seperti rosacea dan ketombe di kulit kepala dapat menyebabkan blepharitis posterior.

Gejala Blepharitis

Anak Sakit
Foto: Anak Sakit (Orami Photo Stock)

Sementara itu ada gejala blepharitis yang juga harus dijadikan perhatian

1. Gejala Secara Umum

Gejala umumnya adalah:

  • Merasa seperti ada sesuatu di matamu
  • Mata terbakar atau perih
  • Mata berair
  • Mata gatal
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Mata atau kelopak mata merah dan bengkak
  • Air mata yang berbusa atau memiliki gelembung kecil di dalamnya
  • Mata kering
  • Kelopak mata atau bulu mata berkerak saat bangun tidur

2. Gejala Serius

Blepharitis juga dapat menyebabkan masalah yang lebih serius seperti:

  • Penglihatan kabur
  • Bulu mata yang rontok
  • Bulu mata yang tumbuh ke arah yang salah
  • Pembengkakan bagian lain mata, seperti kornea

Baca Juga: Mengenal Glaukoma, Penyakit Kerusakan Saraf Mata

Faktor Risiko Blepharitis

Air Mata
Foto: Air Mata (Orami Photo Stock)

Berikut ini faktor risiko blepharitis yaitu:

1. Masalah Bulu Mata

Bulu mata rontok, tumbuh tidak normal (bulu mata salah arah) atau kehilangan warna dapat menjadi salah satu faktor risikonya.

2. Masalah Kulit Kelopak Mata

Jaringan parut dapat berkembang di kelopak mata dari blepharitis jangka panjang. Atau tepi kelopak mata mungkin berubah ke dalam atau ke luar.

3. Air Mata Berlebihan atau Mata Kering

Sekresi berminyak yang tidak normal dan kotoran lain yang terlepas dari kelopak mata.

Seperti pengelupasan yang terkait dengan ketombe, dapat menumpuk di lapisan air mata seperti larutan air, minyak, dan lendir yang membentuk air mata.

4. Lapisan Air Mata

Lapisan air mata yang tidak normal mengganggu kelembapan kelopak mata. Ini dapat mengiritasi mata dan menyebabkan gejala mata kering atau air mata berlebih.

5. Tembel

Tembel adalah infeksi yang berkembang di dekat pangkal bulu mata.

Hasilnya adalah benjolan yang menyakitkan di tepi kelopak mata. Bintitan biasanya paling terlihat di permukaan kelopak mata.

6. Kalazion

Kalazion terjadi ketika ada penyumbatan di salah satu kelenjar minyak kecil di tepi kelopak mata, tepat di belakang bulu mata.

Penyumbatan ini menyebabkan peradangan pada kelenjar, yang membuat kelopak mata membengkak dan memerah.

Ini bisa hilang atau berubah menjadi benjolan yang keras dan tidak lembut.

7. Konjungtivitis

Mata merah muda kronis. Blepharitis dapat menyebabkan serangan berulang dari mata merah (konjungtivitis).

8. Cedera pada kornea

Iritasi konstan dari kelopak mata yang meradang atau bulu mata yang salah arah dapat menyebabkan luka pada kornea.

Tidak memiliki cukup air mata dapat meningkatkan risiko infeksi kornea.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Cara Mengatasi Blepharitis

Sakit Mata
Foto: Sakit Mata (Orami Photo Stock)

Sayangnya tidak ada obat untuk blepharitis, tetapi ada beberapa hal yang dapat Moms atau Dads lakukan untuk membantu mengendalikan gejalanya, yaitu:

1. Kompres Hangat

Basahi waslap bersih dengan air hangat dan peras sampai agak kering. Letakkan kain lap di atas mata tertutup setidaknya selama 1 menit.

Basahi waslap sesering yang diperlukan agar tetap hangat. Ini akan membantu melonggarkan serpihan yang menempel di sekitar bulu mata.

Ini juga membantu menjaga kelenjar minyak di dekatnya agar tidak tersumbat.

Ada juga perangkat elektronik yang menggunakan panas dan pijatan untuk membersihkan kelenjar minyak di kelopak mata. Perawatan ini dilakukan oleh dokter mata.

2. Waslap Area Mata

Rendam waslap bersih, aplikator kapas, atau bantalan bebas serat dalam sampo bayi yang dilarutkan dalam air hangat.

Kemudian gunakan untuk menggosok pangkal bulu mata dengan lembut. Gosok selama sekitar 15 detik.

3. Antibiotik

Dokter mata mungkin meminta Moms atau Dads menggunakan salep antibiotik pada mata.

Oleskan sedikit salep pada ujung jari yang bersih atau kapas. Oleskan salep dengan lembut ke dasar bulu mata.

Lakukan ini sebelum tidur, atau seperti yang direkomendasikan dokter. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat antibiotik untuk diminum.

4. Obat Tetes Mata

Air mata buatan atau tetes mata steroid dapat mengurangi kemerahan, pembengkakan dan mata kering.

Dokter mata mungkin meresepkan obat tetes mata antibiotik untuk cara mengatasi blepharitis sekaligus membantu kelenjar minyak bekerja lebih baik.

Baca Juga: Serba-serbi Isprinol, Obat untuk Obati Berbagai Infeksi Virus

5. Kebersihan Kulit dan Kelopak Mata

Sangat penting untuk menjaga kelopak mata, kulit, dan rambut tetap bersih. Ini membuat gejala blepharitis terkendali.

Cuci bulu mata dengan hati-hati setiap hari dengan sampo bayi yang diencerkan dengan air hangat. Cuci rambut, kulit kepala, dan alis dengan sampo antibakteri.

Ada beberapa semprotan antiseptik baru yang dapat digunakan pada kulit yang mencegah bakteri tumbuh terlalu banyak.

Mengidap blepharitis tentu tidak enak, bukan? Tetapi, dalam kebanyakan kasus hal nii bisa diatasi.

Tak lupa untuk terus menjaga kebersihan kelopak mata agar terhindar dari blepharitis.

  • https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/blepharitis
  • https://www.webmd.com/eye-health/blepharitis
  • https://www.allaboutvision.com/conditions/blepharitis.htm
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blepharitis/symptoms-causes/syc-20370141
  • https://www.nhs.uk/conditions/blepharitis/
  • https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-blepharitis
  • https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/blepharitis?sso=y
  • https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/blepharitis
  • https://www.healthline.com/health/eyelid-bump
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10032-blepharitis
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/185155#causes

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.