08 April 2023

Kalazion, Benjol Mirip Bintitan yang Muncul di Kelopak Mata

Kondisi ini perlu diwaspadai dan segera diobati

Pernahkah Moms mendengar istilah kalazion? Kondisi ini sering dianggap serupa dengan bintitan, lho, Moms!

Meski begitu, kalazion dan bintitan adalah kondisi gangguan kulit yang berbeda meski gejalanya hampir sama.

Yuk, kenali lebih lanjut serba-serbi kalazion dan perbedaannya dengan bintitan lewat ulasan di bawah ini!

Baca Juga: Telinga Tersumbat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Kalazion?

Bintitan pada Mata
Foto: Bintitan pada Mata (Stylesatlife.com)

Melansir American Optometric Association, kalazion adalah benjolan yang berkembang perlahan.

Kondisi ini terbentuk karena penyumbatan dan pembengkakan kelenjar minyak di kelopak mata.

Perawatan penyakit ini tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan secara umum.

Selain itu, perawatan juga akan tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Pada tahap awal, kalazion menyebabkan munculnya benjolan kecil yang merah atau meradang di area kelopak mata.

Dalam beberapa hari, kondisi ini ini bisa berkembang menjadi benjolan yang tidak nyeri dan tumbuh lambat.

Kalazion lebih sering muncul di kelopak mata atas. Meski begitu, keluhan ini juga bisa terbentuk di kelopak mata bagian bawah.

Kalazion umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan mata berair dan iritasi ringan.

Kalazion yang sangat besar dapat menekan bola mata dan menyebabkan penglihatan kabur.

Baca Juga: 10+ Obat Alami Hidung Tersumbat Ini Bisa Jadi Pilihan

Gejala Kalazion

Kalazion pada Mata
Foto: Kalazion pada Mata (Orami Photo Stocks)

Gejala kalazion memang sering kali disalahartikan sebagai bintitan.

Padahal, kalazion dan bintitan merupakan hal yang beda

Nyeri juga biasanya dirasakan saat awal munculnya kalazion, namun nyeri kemudian akan hilang dengan sendirinya.

Melansir Cleveland Clinic, gejala khusus dari kondisi ini meliputi:

  • Benjolan tanpa rasa sakit di kelopak mata, biasanya di kelopak mata atas
  • Iritasi ringan
  • Penglihatan kabur jika benjolan besar dan mendorong bola mata
  • Mata berair
  • Rasa mengganjal atau tidak enak pada mata

Meski jarang terjadi, benjolan kalazion bisa terinfeksi.

Bila itu terjadi, benjolan akan membesar, terlihat kemerahan, dan terasa perih atau nyeri bila disentuh.

Baca Juga: Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengobati Bintitan pada Balita dengan Tepat

Penyebab Umum Kalazion

Kalazion atau Benjolan di Sekitar Mata
Foto: Kalazion atau Benjolan di Sekitar Mata (Orami Photo Stocks)

Kalazion disebabkan penyumbatan di salah satu kelenjar meibomian kecil di kelopak atas dan bawah.

Minyak yang diproduksi kelenjar ini membantu melembapkan mata.

Peradangan atau virus yang menyerang kelenjar meibom adalah penyebab umum kalazion.

Kalazion dapat berkembang karena konjungtivitis virus yang merupakan jenis infeksi mata. Selain itu, terdapat beberapa penyebab umum lainnya:

1. Blepharitis Kronis

Kondisi ini diakibatkan adanya peradangan pada kelopak mata.

Blepharitis biasanya menyerang kedua mata di sepanjang tepi kelopak mata.

Blepharitis biasanya terjadi ketika kelenjar minyak kecil di dekat pangkal bulu mata tersumbat, menyebabkan iritasi dan kemerahan hingga kalazion.

Penyebab blepharitis kronis belum diketahui secara pasti. Namun, umumnya disebabkan oleh alergi.

2. Jerawat Rosacea

Jerawat rosacea merupakan kelainan pada kelenjar minyak di wajah dan memiliki risiko yang besar terhadap kalazion.

Gejala khas rosacea adalah benjolan kecil, merah, berisi nanah pada kulit yang muncul selama kambuh.

Jenis jerawat ini berbeda dengan jerawat meradang pada umumnya.

Biasanya, akan menimbulkan rasa nyeri cukup parah sehingga mengganggu penderitanya.

3. Seborrhea

Seborrhea merupakan penyakit kulit yang umumnya menyebabkan ruam gatal dan bersisik.

Kondisi ini bisa menyebar ke kulit kepala yang nantinya akan menjadi ketombe.

Selain itu, seborrhea juga bisa menyebar ke bulu mata dan menyebabkan kalazion.

4. Tuberkulosis

Mengutip Department of ophthalmology, tuberkulosis pada kelopak mata dapat menyebabkan blefaritis kronis, kalazion, dan infiltrasi menyerupai selulitis.

Seseorang yang mengalami atau pernah mengalami kalazion memiliki risiko lebih tinggi terkena kembali.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Perbedaan Bintitan dan Kalazion

Kalazion Infeksi
Foto: Kalazion Infeksi (Healthline.com)

Meski sulit untuk dibedakan, tetapi ada perbedaan antara bintitan dan kalazion.

Secara umum, bintitan merupakan kondisi yang melibatkan infeksi, sedangkan tidak dengan kalazion.

Ketahui penjelasan lebih lengkap mengenai perbedaan bintitan dan kalazion berikut ini.

1. Bintitan

Bintitan sebenarnya jerawat maupun abses yang terbentuk pada bagian atas maupun bawah kelopak mata.

Terkadang, bakteri yang dalam kondisi normal, berada pada permukaan kelopak mata, menghambat saluran kelenjar minyak. Akibatnya, terjadi peradangan.

Selain itu, kuman dan sel-sel kulit mati bisa terjebak di ujung kelopak mata.

Biasanya, bintitan berawal dari jerawat yang tumbuh di sebelah bulu mata.

Umumnya, kondisi bintitan tidak berlangsung lama, dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Penyebab Bintitan

Bintitan bisa muncul akibat terjadinya sumbatan minyak dan adanya bakteri tertentu.

Tubuh manusia sebenarnya diselimuti begitu banyak bakteri baik. Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan masalah.

Namun dalam kondisi tertentu, bakteri bisa muncul secara berlebihan, dan menyebabkan jerawat yang akhirnya menjadi bintitan.

Gejala Bintitan

Bintitan menimbulkan gejala berupa benjolan berwarna merah yang terasa panas, dan bertekstur lunak.

Lokasi Bintitan

Bintitan biasanya muncul pada bagian ujung kelopak mata.

Baca Juga: Benarkah Ada Makanan Penyebab Bintitan? Cari Tahu Penjelasannya di Sini, Moms!

2. Kalazion

Bisa dibilang, kalazion merupakan kondisi akibat bintitan yang tak kunjung sembuh.

Bintitan muncul karena adanya penyumbatan pada kelenjar minyak.

Apabila sumbatan terus berlangsung dan tidak sembuh dengan sendirinya, maka akan terbentuk bekas luka di sekitarnya.

Memang, pada tahap ini sudah tidak muncul rasa sakit. Namun, pembengkakan masih terjadi.

Penyebab Kalazion

Kalazion terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar minyak, di kulit mata yang ditumbuhi bulu mata.

Gejala Kalazion

Pada awal terbentuknya, kalazion bisa menimbulkan rasa sakit.

Namun, rasa sakit ini akan menghilang meskipun pembengkakan pada kelopak mata belum mengempis.

Saat mengalami kalazion, akan merasakan adanya ganjalan pada mata.

Lokasi Kalazion

Kalazion bisa muncul pada bagian atas atau bawah kelopak mata.

Benjolan ini bisa tumbuh bersamaan, di bagian atas dan bawah mata, serta di kedua bola mata.

Dalam ukuran tertentu, kalazion bisa menghalangi pandangan.

Bintitan dan kalazion biasanya tidak berbahaya. Dua kondisi tersebut sangat jarang menyebabkan gangguan pada bola mata maupun penglihatan.

Walau demikian, bintitan dan kalazion berisiko menimbulkan infeksi parah pada wajah, yang disebut sebagai selulitis.

Namun, kondisi ini tidak banyak ditemukan. Gangguan ini bisa terjadi pada segala usia dan berpotensi kambuh.

Terutama pada orang-orang yang mengalami iritasi kelopak mata (blefaritis), atau kondisi tertentu pada kulit, yang disebut sebagai rosasea.

Baca Juga: Penyebab Pupil Mata Membesar dan Tips Menjaga Kesehatan Mata

Cara Mengobati Kalazion

Krim
Foto: Krim (Freepik.com/stockshakir)

Banyak kasus kalazion membutuhkan perawatan medis atau sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga 1 bulan.

Sementara itu, hindari menggaruk atau meletuskan kalazion, karena hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi mata.

Moms dapat melakukan cara di bawah ini untuk mempercepat penyembuhan:

1. Scrub Kelopak Mata

Scrub kelopak mata bertujuan untuk menghapus kerak pada area kelenjar meibom untuk membantu mengeringkannya.

Cara yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan sampo bayi yang dituangkan pada handuk kecil kemudian digosok perlahan ke area mata.

Cari sampo yang tidak pedih di mata dan aman, ya Moms.

Dokter mungkin juga akan memberi saran untuk membeli obat perawatan kelopak mata.

2. Kompres Hangat

Kompres hangat dapat diterapkan ke kelopak mata untuk membantu mengobati kalazion.

Untuk membuat kompres hangat, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air.
  2. Isi wadah bersih dengan air hangat.
  3. Rendam kain wajah bersih dalam air hangat.
  4. Jika kain menjadi dingin, tambahkan lebih banyak air hangat dan jangan pernah masukkan ke dalam microwave.
  5. Peras air ekstra dari kain.
  6. Letakkan kain di atas kelopak mata kurang lebih 2 menit setiap pengompresan.
  7. Ulangi langkah tersebut setiap 3-4 kali.

Jika ingin lebih pasti, tanyakan kepada dokter seberapa sering Moms perlu melakukan kompres hangat.

Kompres hangat dapat membantu melembutkan minyak yang mengeras di mata sehingga mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasi Mata Bintitan dengan Cepat

3. Pijat Lembut

Memijat kelopak mata dengan lembut selama beberapa menit setiap hari dapat membantu saluran minyak mengalir lebih efektif.

Sebelum melakukannya, pastikan tangan Moms bersih untuk mengurangi risiko infeksi.

Setelah kalazion mulai mengering, jaga kebersihan area mata dan hindari menyentuhnya dengan tangan.

4. Antibiotik

Jika ada infeksi di area kalazion, dokter mungkin juga akan meresepkan obat tetes mata antibiotik atau salep.

Antibiotik berfungsi untuk mengendalikan infeksi, yang akan membantu mengurangi pembengkakan.

Ini akan memungkinkan kelenjar meibom terbuka dan membiarkan cairan berminyak yang telah terkumpul di sana mengering.

Terkadang, dokter juga akan meresepkan obat anti-inflamasi mata (steroid) untuk mengurangi pembengkakan.

Pastikan Moms mengikuti instruksi saat menggunakan obat tetes mata atau salep.

5. Operasi

Jika kalazion tidak kunjung hilang, Moms harus mencari bantuan dari spesialis mata.

Dokter mungkin perlu mengalirkan cairan kalazion melalui sayatan kecil.

Moms mungkin juga memerlukan suntikan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Operasi juga perlu dilakukan jika kalazion yang dirasakan sangat parah.

Selama operasi, dokter akan membuat lubang di sekitar kelenjar untuk memungkinkan nanah atau cairan di dalam kelenjar mengalir.

Kalazion sering kali sulit dibedakan dengan bintitan, karena bintitan juga berkembang di kelopak mata.

"Faktanya, bintitan yang tidak diobati dan dibiarkan begitu saja, kemudian hari akan menyebabkan kalazion," ungkap Eduardo Besser, MD, Dokter Bedah Mata & Mata yang berlokasi di Culver City, CA.

Baca Juga: Sakit Mata pada Anak, Bagaimana Pengobatannya?

Pencegahan Kalazion

Anak Mengalami Kalazion
Foto: Anak Mengalami Kalazion (Orami Photo Stocks)

Tidak ada cara pasti untuk mencegah chalazion atau kalazion. Moms dapat menjaga kelopak mata tetap bersih, seperti:

  • Sering-sering mencuci tangan, terutama sebelum menyentuh mata
  • Cuci kelopak mata sebelum tidur untuk menghilangkan makeup
  • Moms bisa membersihkan kelopak mata dengan scrub khusus atau sampo bayi
  • Buang semua riasan lama atau kedaluwarsa
  • Pastikan untuk mengganti maskara dan eye shadow setiap 2-3 bulan
  • Jangan pernah membagikan atau menggunakan riasan orang lain
  • Ganti softlens setiap 2 atau 3 bulan
  • Pastikan segala sesuatu yang mengenai mata, seperti lensa kontak dan kacamata selalu bersih

Untuk mencegah ketidaknyamanan atau iritasi lebih lanjut, yang terbaik adalah menghindari penggunaan riasan mata atau lensa kontak sampai kalazion sembuh.

Baca Juga: 3 Perbedaan Jerawat Tanda Hamil dan Haid, Ternyata Cukup Mudah Dikenali, Moms!

Kapan Harus ke Dokter?

Seperti halnya bintitan, kalazion sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Namun, para ahli menyarankan untuk berobat ke dokter spesialis mata, bila benjolan tidak mengecil dalam waktu 2 minggu.

Selain itu, periksakan mata jika benjolan tumbuh sangat cepat, atau mulai berdarah dan memengaruhi penglihatan.

Segera berkonsultasi dengan dokter, apabila terjadi kondisi-kondisi berikut ini.

  • Pembengkakan tidak kunjung mereda dalam beberapa hari
  • Moms tidak bisa melihat akibat pembengkakan pada kelopak mata
  • Muncul rasa sakit di sekitar mata
  • Bintitan kembali muncul. Ini bisa menjadi gejala adanya gangguan kulit kronis.

Jika bintitan dan kalazion mulai menyebar ke bagian putih mata atau Moms melihat kemerahan di bagian pipi, segera hubungi dokter untuk mencegah penyebaran infeksi.

Baca Juga: Mengenal Mediklin, Obat Jerawat dengan Kandungan Antibiotik

Nah, Moms, jangan abaikan bintitan yang muncul di mata, ya. Bisa jadi, bintitan tersebut berkembang menjadi kalazion.

Diharapkan Moms dapat terhindar dari kondisi ini.

Akan tetapi, jika terlanjur terjadi, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  • https://www.2020detroit.com/chalazion/
  • https://www.healthline.com/health/chalazion
  • https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=961&language=English
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324215#home-treatment
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17657-chalazion

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.