24 Agustus 2022

Waspadai Abses Gusi, Kenali Gejala dan Pengobatannya, Yuk!

Tidak cuma pada gigi, asbes juga bisa menyerang gusi. Berikut ulasan lengkapnya!

Gusi membengkak disertai rasa nyeri, bisa menjadi salah satu gejala abses gusi.

Penyakit ini tidak boleh disepelekan karena tidak akan sembuh dengan sendirinya, sehingga perlu perawatan dokter gigi.

Yuk, kenali mulai dari gejalanya hingga perawatannya di rumah untuk meringankan gejalanya!

Apa Itu Abses Gusi?

Abses gusi adalah infeksi pada kantong jaringan di gusi atau ruang antara gigi dan gusi akibat infeksi.

Ada dua jenis utama dari penyakit ini, yaitu:

  • Abses gingiva yang terjadi hanya pada jaringan gusi yang tidak melibatkan gigi sama sekali.
  • Abses periodontal teradi di antara ruang gigi dan gusi

Mulut dan gusi menjadi sarang bagi bakteri bakteri baik dan jahat.

Penumpukan bakteri jahat dapat memicu plak gigi dan karang gigi serta kerusakan gigi lainnya, termasuk abses gusi.

Abses gusi berbeda dengan abses gigi jika dilihat dari area yang terinfeksi. Meski begitu, keduanya bisa saling berkaitan.

Misalnya saja pada kasus, infeksi pada gigi dan pulpa dapat menyebabkan infeksi pada gusi.

Kondisi ini mungkin membuat gigi yang memiliki rongga besar atau kerusakan pada akar, yang menciptakan ruang di dalam gigi dan jaringan di sekitarnya untuk bakteri berkembang biak.

Di lain waktu, abses gusi yang dalam dapat memburuk dan mulai mempengaruhi gigi dan pulpa.

Baca juga: Gusi Hitam, Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Seperti Apa Tanda dan Gejala Abses Gusi?

abses gusi
Foto: abses gusi

Foto Wanita Mengalami Abses Gusi (Orami Photo Stock)

Gejala utama abses gusi adalah rasa sakit dan bengkak di area gusi yang bermasalah.

Rasa sakitnya akan semakin terasa ketika mengunyah atau menggigit.

Orang dengan kondisi ini dapat melihat benjolan di area gusi yang sakit. Di samping itu, gejala lain yang mungkin dirasakan, meliputi:

  • Bau mulut
  • Keluarnya nanah di dalam mulut, pertanda abses pecah yang bisa terjadi kapan saja
  • Rasa tidak enak di mulut
  • Gigi goyang
  • Gusi berdarah
  • Gusi dan gigi sensitif
  • Demam

Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda-beda. Bahkan, ada pula yang merasakan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Jika Moms, Dads, atau anggota keluarga di rumah mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter.

Baca juga: Punya Gusi Turun? Ini Beragam Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Abses Gigi

makanan untuk sakit gigi
Foto: makanan untuk sakit gigi

Foto Wanita sedang Sakit Gigi (Orami Photo Stock)

Penyebab abses gusi adalah bakteri di jaringan antara gigi dan gusi.

Namun, ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya infeksi bakteri ini, antara lain:

Kebersihan Mulut yang Buruk dan Periodontitis

Abses gusi mungkin lebih sering terjadi pada orang dengan kebersihan mulut yang buruk, misalnya jarang menyikat gigi.

Kondisi ini pun dapat menyebabkan periodontitis atau penyakit gusi periodontal.

Penyakit ini merusak gigi dan jaringan mulut yang menahan gigi pada tempatnya.

Hal ini dapat menciptakan ruang antara gigi dan gusi di mana bakteri dapat hidup dan berkembang biak, menyebabkan abses.

Beberapa faktor lain dapat meningkatkan risiko periodontitis, di antaranya:

  • Diabetes tipe 2
  • Obesitas
  • Penyakit jantung
  • Hepatitis C
  • Perubahan hormonal (pada wanita)
  • Penggunaan obat-obatan tertentu yang mengganggu aliran udara
  • Genetik
  • Sistem kekebalan tubuh terganggu

Infeksi Lainnya

Abses gusi dapat terjadi karena infeksi lain di mulut, seperti abses gigi atau infeksi pada kantong periodontal.

Kantong periodontal adalah ruang yang berkembang antara gusi dan gigi sebagai akibat dari penyakit gusi.

Kantong yang lebih dalam dapat membuat lebih banyak ruang untuk partikel makanan kecil dan kuman menempel.

Dalam kasus ini, bakteri dapat menyebar dari tempat infeksi asli dan menginfeksi gusi di sekitarnya.

Baca juga: 8 Penyebab Gusi Bernanah dan Cara Mengobatinya, Cari Tahu Yuk, Moms!

Pilihan Pengobatan Abses Gusi

pengobatan abses gusi
Foto: pengobatan abses gusi (Healthline.com)

Foto Pasien sedang Menjalani Perawatan Gigi (Orami Photo Stock)

Perlu diingat bahwa abses gusi tidak akan sembuh dengan sendirinya. Penting bagi Moms atau Dads periksa ke dokter gigi untuk memulai perawatan.

Berikut ini adalah perawatan gigi untuk menghilangkan abses gusi.

Prosedur Perawatan Gigi

Perawatan untuk abses gusi melibatkan pengeringan abses dan menghilangkan puing-puing di kantong periodontal.

Dokter gigi mungkin menyarankan prosedur pembersihan mendalam yang disebut scaling dan root planning.

Prosedur ini menghilangkan plak dan karang gigi dari atas dan bawah garis gusi.

Pengeringan abses diperlukan untuk menghilangkan infeksi dan mencegah komplikasi.

Prosedur ini melibatkan pemotongan sayatan pada abses. Dokter gigi akan mengoleskan krim anestesi pada area gusi yang bermasalah sebelum memulai prosedur.

Kemudian, dokter akan meminta Moms atau Dads menjalani rontgen gigi untuk menentukan apakah abses gusi telah menyebabkan pengeroposan tulang.

Tergantung pada tingkat keropos tulang, dokter gigi biasanya memilih untuk mencabut gigi.

Dokter juga dapat merekomendasikan prosedur untuk meregenerasi tulang atau jaringan gusi yang hilang.

Abses gusi terkadang dapat mempengaruhi pulpa, yang merupakan pusat gigi.

Pulpa terdiri dari pembuluh darah, saraf, dan jaringan ikat. Jika pulpa terpengaruh, Moms atau Dads mungkin memerlukan saluran akar gigi untuk mengangkat bagian gigi yang rusak.

Baca juga: 10 Rekomendasi Obat Gusi Bengkak dan Tindakan Perawatan Medis untuk Mengatasinya

Antibiotik

Obat antibiotik adalah bagian penting lain dari proses pengobatan standar untuk abses gusi.

Antibiotik dapat membunuh bakteri penyebab infeksi dan mencegah infeksi menyebar atau menginfeksi kembali area tersebut.

Ini juga dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit di daerah tersebut.

Namun, antibiotik bukanlah pengganti untuk perawatan gigi sehingga prosedur pada gigi dan gusi tetap perlu dilakukan.

Perawatan di Rumah

Abses gigi tidak bisa diobati dengan pengobatan rumahan. Akan tetapi, perawatan ini dapat meringankan gejalanya, seperti dilansir Medical News Today.

Salah satunya, mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen (Advil) untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Selain itu, berkumur dengan air garam hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan sensitivitas.

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/gum-abscess
  • https://www.healthline.com/health/gum-abscess
  • https://www.nhs.uk/conditions/dental-abscess/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb