12 Mei 2021

Fakta Seputar Antibiotik, Moms Sudah Tahu?

Beda antibiotik, beda juga cara kerjanya

Untuk Moms yang sering membawa anak ke dokter ketika mengalami sakit, obat antibiotik bukan hal yang asing lagi. Dokter akan meresepkan antibiotik ketika pasien terindikasi mengalami infeksi bakteri.

Harus dikonsumsi sampai habis, meskipun Si Kecil sudah sembuh, merupakan salah satu fakta antibiotik. Selain ini, masih ada fakta lain lho Moms tentang antibiotik. Berikut ulasannya.

Baca Juga: Konsumsi Antibiotik Saat Bayi Dapat Menimbulkan Alergi Di Kemudian Hari?

Fakta Antibiotik

Antibiotik adalah obat yang menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Ini biasanya juga dikenal sebagai antibakteri. Yuk kenalan lebih jauh dengan antibiotik.

1. Jenis Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik
Foto: Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan gejala, imunitas tubuh sendiri biasanya dapat membunuh mereka. Namun, kadang-kadang, jumlah bakteri berbahaya berlebihan, dan sistem kekebalan tidak bisa melawan semuanya.

Antibiotik sangat diperlukan dalam hal ini.

Jenis-jenis antibiotik adalah terdiri dari penisilin, seperti ampisilin, amoksisilin, dan penisilin G. Masing-masing memiliki efektivitasnya sendiri terhadap infeksi.

Misalnya penisilin efektif untuk pneumonia, gonore, dan infeksi pada telinga, hidung, tenggorokan, kulit, atau saluran kemih.

Fluoroquinolones yang menangani berbagai jenis infeksi akibat bakteri, misalnya infeksi saluran kemih, infeksi pada saluran pencernaan, infeksi pada mata, dan infeksi menular seksual.

Contoh lainnya trimoxazole adalah obat antibiotik yang masuk dalam golongan sulfonamide, ini merupakan perpaduan dari dua obat yaitu sulfamethoxazole dan trimethoprim.

Kedua jenis antibiotik ini menghasilkan efek bakterisidal atau membunuh bakteri dan juga bakteriostatik atau menghentikan perkembangan bakteri.

Baca Juga: Antibiotik untuk Radang Tenggorokan dan Batuk, Cari Tahu Di Sini!

2. Tak Ada Antibiotik yang Bisa Melawan Semua Penyakit

Tak Ada Antibiotik untuk Semua Penyakit
Foto: Tak Ada Antibiotik untuk Semua Penyakit

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada satu ukuran antibiotik yang cocok untuk semua penyakit. Setiap jenis infeksi berbeda, yang disebabkan oleh jenis bakteri yang berbeda, dan memerlukan antibiotik yang berbeda pula.

Jadi, penting bagi Moms untuk memilih salah satu antibiotik yang paling sesuai untuk infeksi secara spesifik.

Menggunakan antibiotik yang salah tidak akan seefektif dan dapat mengakibatkan efek samping yang berbahaya.

Maka, berbicaralah dengan dokter untuk menentukan antibiotik mana yang paling efektif untuk penyakit tertentu.

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Antibiotik Saat Hamil? Ketahui Penjelasannya!

3. Resisten Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik
Foto: Fakta-fakta Seputar Antibiotik (Pixabay.com)

Foto: Orami Photo Stock

Fakta antibiotik berikutnya adalah terlalu sering menggunakan antibiotik juga bisa menyebabkan resistensi. Sebagian besar antibiotik mulai memerangi infeksi dalam beberapa jam.

Penting diingat bahwa antibiotik perlu dihabiskan sesuai resep agar mencegah kembalinya infeksi.

Menghentikan pengobatan sebelum resep selesai meningkatkan risiko bahwa bakteri akan menjadi kebal terhadap perawatan di masa depan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian antibiotik secara terus menerus secara tidak tepat, baik itu dalam hal indikasi pemberian, dosis, dan lamanya pemberian, ternyata dapat  menyebabkan terjadinya resistensi terhadap bakteri.

Risiko resistensi antibiotik juga ternyata bukan hanya melanda Indonesia. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit di Inggris, penggunaan berlebihan antibiotik rawat jalan adalah masalah yang sangat diperhatikan di Britania Raya.

4. Cara Kerja Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik
Foto: Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Beda antibiotik, beda juga cara kerjanya. Antibiotik bakterisida, seperti penisilin, membunuh bakteri penginfeksi. Obat-obatan ini biasanya mengganggu pembentukan dinding sel bakteri atau isi selnya. Bakterostatik menghentikan bakteri berkembang biak.

Jika seorang dokter meresepkan antibiotik untuk pengobatan infeksi bakteri, ini tidak efektif melawan virus. Dokter dapat meresepkan antibiotik spektrum luas untuk mengobati berbagai infeksi. Antibiotik spektrum sempit hanya efektif terhadap beberapa jenis bakteri.

Beberapa antibiotik menyerang bakteri aerob, sementara yang lain bekerja melawan bakteri anaerob. Bakteri aerob membutuhkan oksigen dan bakteri anaerob tidak.

Baca Juga: Minum Antibiotik Saat Menyusui, Berdampakkah Pada Si Kecil?

5. Antibiotik Tidak Bisa Mengatasi Pilek atau Flu

antibiotik-tidak-bisa-mengobati-flu.jpg
Foto: antibiotik-tidak-bisa-mengobati-flu.jpg (https://i2.wp.com/asiatimes.com/wp-content/uploads/2018/04/2-year-old-girl-severely-ill-with-flu-6Apr18.jpg?fit=1200%2C720&ssl=1)

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Conroe-Willis Family Medicine, meski efeknya sangat kuat, antibiotik tidak bekerja untuk semua penyakit.

Antibiotik tidak akan membantu melawan penyakit apa pun yang disebabkan oleh virus. Dalam hal ini termasuk flu biasa, influenza, banyak kasus bronkitis akut, pilek, sebagian besar infeksi telinga, dan sakit tenggorokan non-strep.

Ingatlah bahwa antibiotik membunuh bakteri, hanya melawan infeksi bakteri secara efektif.

Antibiotik tidak bekerja melawan virus atau infeksi virus. Mengonsumsi antibiotik saat tidak membutuhkannya hanya akan menimbulkan risiko infeksi yang kebal antibiotik dan menimbulkan efek samping berbahaya.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri Pada Balita

6. Efek Samping Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik
Foto: Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Fakta antibiotik umumnya menyebabkan efek samping diare, mual, muntah, ruam, dan sakit perut. Penggunaan antibiotik tertentu atau penggunaan jangka panjang, infeksi jamur pada mulut, saluran pencernaan, dan vagina.

Efek samping antibiotik yang kurang umum termasuk pembentukan batu ginjal, pembekuan darah abnormal, sensitivitas terhadap sinar matahari, kelainan darah, hingga tuli.

Beberapa orang, terutama orang dewasa yang lebih tua, mungkin mengalami peradangan usus, yang dapat menyebabkan diare yang parah dan berdarah.

7. Antibiotik Bisa Menyebabkan Obesitas

Antibiotik Menyebabkan Obesitas
Foto: Antibiotik Menyebabkan Obesitas

Foto: Orami Photo Stock

Dampak lain dari antibiotik yang perlu Moms ketahui, yaitu dapat menyebabkan obesitas.

Hal ini karena antibiotik mengganggu keseimbangan tubuh dari bakteri baik dan jahat di saluran pencernaan.

Antibiotik bahkan dapat mengubah keseimbangan bakteri usus secara permanen. Dengan cara ini, antibiotik juga dapat menyebabkan menambah berat badan yang tidak diinginkan.

Selain itu, antibiotik bisa mengeluarkan hormon rasa lapar dengan sinyal membingungkan yang meningkatkan rasa lapar dalam tubuh.

8. Risiko Alergi karena Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik
Foto: Fakta-fakta Seputar Antibiotik (https://raisingchildren.net.au/__data/assets/image/0026/48572/allergies.jpg)

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa orang mungkin mengembangkan reaksi alergi terhadap antibiotik, terutama penisilin. Efek samping mungkin termasuk ruam, pembengkakan lidah dan wajah, dan kesulitan bernafas.

Reaksi alergi terhadap antibiotik mungkin reaksi hipersensitifitas langsung atau tertunda.

Siapa pun yang memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik harus memberi tahu dokter atau apoteker. Reaksi terhadap antibiotik bisa serius dan terkadang fatal. Mereka disebut reaksi anafilaksis.

9. Cara Aman Konsumsi Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik
Foto: Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Antibiotik paling umum dikonsumsi oral, ditelan bersama obat penyakit lain. Namun, dokter dapat memberikannya dengan suntikan atau menerapkannya langsung ke bagian tubuh yang terinfeksi.

Ikuti instruksi resep dokter dengan benar agar obat menjadi efektif, seperti diminum setelah makan atau 8 jam sekali. Orang yang menggunakan metronidazole tidak boleh minum alkohol.

Hindari produk susu ketika menggunakan tetrasiklin, karena ini dapat mengganggu penyerapan obat.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu Kapan Anak Butuh Antibiotik

10. Hindari Mengonsumsi Antibiotik Berulang

Hindari Mengonsumsi Antibiotik Berulang dan Menyimpannya dalam Waktu Lama
Foto: Hindari Mengonsumsi Antibiotik Berulang dan Menyimpannya dalam Waktu Lama

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin pernah berpikir bahwa sisa antibiotik yang telah digunakan dapat disimpan untuk berjaga-jaga. Padahal, cara ini adalah kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Sama seperti yang telah disebutkan, penyakit yang berbeda disebabkan oleh bakteri yang berbeda. Maka, tidak ada antibiotik yang cocok untuk semua, hal ini berarti antibiotik yang berbeda mungkin diperlukan untuk penyakit yang berbeda pula.

MelansirCleveland Clinic, mengonsumsi sisa antibiotik yang telah dikonsumsi sebelumnya bisa menyebabkan tubuh menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut.

Hal ini berarti antibiotik tersebut tidak akan berfungsi saat tubuh benar-benar membutuhkannya.

Itulah mengapa dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk segera dihabiskan, bukan untuk diminum lalu disimpan dalam waktu lama sebagai pengobatan berikutnya.

Baca Juga: 4 Cara Meningkatkan Sistem Imun Bayi, Yuks Coba!

11. Jangan Terburu-buru Mengonsumsi Antibiotik

Jangan Terburu-Buru Mengonsumsi Antibiotik Saat Sakit
Foto: Jangan Terburu-Buru Mengonsumsi Antibiotik Saat Sakit (Nhs.org.uk)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang Moms ketahui, setiap orang memiliki sistem imunitas atau kekebalan pada tubuhnya.

Maka, janganlah terburu-buru mengonsumsi antibiotik. Sesekali, membiarkan sistem imun bekerja secara alami dalam melawan bakteri atau virus adalah pilihan yang paling baik.

Sistem kekebalan akan bekerja dengan cara membuat antibodi yang lebih kuat dalam melawan penyakit.

Jadi saat sakit, sebaiknya lebih bijak dalam mengonsumsi antibiotik ya, Moms. Mengingat antibiotik juga bisa melemahkan sistem imun tubuh jika penggunaannya tidak tepat.

Konsumsilah antibiotik sesuai petunjuk dan aturan dokter agar lebih aman.

Penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang berlebihan, akan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi berulang dan berisiko lebih tinggi mengembangkan bakteri resisten.

Baca Juga: Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik

Nah, itulah beberapa fakta penting seputar antibiotik yang perlu Moms ketahui. Sekarang sudah tahu kan? Jangan sampai tidak mengikuti anjuran dokter untuk konsumsi antibiotiknya ya Moms.

  • http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bahaya-membeli-antibiotik-sendiri
  • https://health.clevelandclinic.org/4-important-facts-you-need-to-know-about-antibiotics/
  • https://cwfamilymed.com/hello-world/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.