Kesehatan

10 Mei 2020

6 Fakta Seputar Antibiotik, Sudah Tahu?

Beda antibiotik, beda juga cara kerjanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Untuk Moms yang sering membawa anak ke dokter ketika mengalami sakit, obat antibiotik bukan hal yang asing lagi. Dokter akan meresepkan antibiotik ketika pasien terindikasi mengalami infeksi bakteri.

Harus dikonsumsi sampai habis, meskipun Si Kecil sudah sembuh, merupakan salah satu fakta antibiotik. Selain ini, masih ada fakta lain lho Moms tentang antibiotik. Berikut ulasannya.

Fakta Seputar Antibiotik

Antibiotik, juga dikenal sebagai antibakteri, adalah obat yang menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Yuk kenalan lebih jauh dengan antibiotik.

Baca Juga: Konsumsi Antibiotik Saat Bayi Dapat Menimbulkan Alergi Di Kemudian Hari?

1. Jenis Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan gejala, imunitas tubuh sendiri biasanya dapat membunuh mereka. Namun, kadang-kadang, jumlah bakteri berbahaya berlebihan, dan sistem kekebalan tidak bisa melawan semuanya. Antibiotik sangat diperlukan dalam hal ini.

Jenis-jenis antibiotik umumnya terdiri dari penisilin, seperti ampisilin, amoksisilin, dan penisilin G. Masing-masing memiliki efektivitasnya sendiri terhadap infeksi.

Misalnya penisilin efektif untuk pneumonia, gonore, dan infeksi pada telinga, hidung, tenggorokan, kulit, atau saluran kemih.

Fluoroquinolones yang menangani berbagai jenis infeksi akibat bakteri, misalnya infeksi saluran kemih, infeksi pada saluran pencernaan, infeksi pada mata, dan infeksi menular seksual.

Contoh lainnya trimoxazole adalah obat antibiotik yang masuk dalam golongan sulfonamide, ini merupakan perpaduan dari dua obat yaitu sulfamethoxazole dan trimethoprim.

Kedua jenis antibiotik ini menghasilkan efek bakterisidal atau membunuh bakteri dan juga bakteriostatik atau menghentikan perkembangan bakteri.

2. Resisten Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Fakta antibiotik berikutnya adalah terlalu sering menggunakan antibiotik juga bisa menyebabkan resistensi. Sebagian besar antibiotik mulai memerangi infeksi dalam beberapa jam. Penting diingat bahwa antibiotik perlu dihabiskan sesuai resep agar mencegah kembalinya infeksi.

Menghentikan pengobatan sebelum resep selesai meningkatkan risiko bahwa bakteri akan menjadi kebal terhadap perawatan di masa depan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian antibiotik secara terus menerus secara tidak tepat, baik itu dalam hal indikasi pemberian, dosis, dan lamanya pemberian, ternyata dapat  menyebabkan terjadinya resistensi terhadap bakteri.

Risiko resistensi antibiotik juga ternyata bukan hanya melanda Indonesia. Menurut Pusat Pengendalian Penyakit di Inggris, penggunaan berlebihan antibiotik rawat jalan adalah masalah yang sangat diperhatikan di Britania Raya.

3. Cara Kerja Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Beda antibiotik, beda juga cara kerjanya. Antibiotik bakterisida, seperti penisilin, membunuh bakteri penginfeksi. Obat-obatan ini biasanya mengganggu pembentukan dinding sel bakteri atau isi selnya. Bakterostatik menghentikan bakteri berkembang biak.

Jika seorang dokter meresepkan antibiotik untuk pengobatan infeksi bakteri, ini tidak efektif melawan virus. Dokter dapat meresepkan antibiotik spektrum luas untuk mengobati berbagai infeksi. Antibiotik spektrum sempit hanya efektif terhadap beberapa jenis bakteri.

Beberapa antibiotik menyerang bakteri aerob, sementara yang lain bekerja melawan bakteri anaerob. Bakteri aerob membutuhkan oksigen dan bakteri anaerob tidak.

Baca Juga: Minum Antibiotik Saat Menyusui, Berdampakkah Pada Si Kecil?

4. Efek Samping Antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Fakta antibiotik umumnya menyebabkan efek samping diare, mual, muntah, ruam, dan sakit perut. Penggunaan antibiotik tertentu atau penggunaan jangka panjang, infeksi jamur pada mulut, saluran pencernaan, dan vagina.

Efek samping antibiotik yang kurang umum termasuk pembentukan batu ginjal, pembekuan darah abnormal, sensitivitas terhadap sinar matahari, kelainan darah, hingga tuli.

Beberapa orang, terutama orang dewasa yang lebih tua, mungkin mengalami peradangan usus, yang dapat menyebabkan diare yang parah dan berdarah.

5. Alergi

Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa orang mungkin mengembangkan reaksi alergi terhadap antibiotik, terutama penisilin. Efek samping mungkin termasuk ruam, pembengkakan lidah dan wajah, dan kesulitan bernafas.

Reaksi alergi terhadap antibiotik mungkin reaksi hipersensitifitas langsung atau tertunda.

Siapa pun yang memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik harus memberi tahu dokter atau apoteker. Reaksi terhadap antibiotik bisa serius dan terkadang fatal. Mereka disebut reaksi anafilaksis.

6. Cara aman konsumsi antibiotik

Fakta-fakta Seputar Antibiotik

Foto: Orami Photo Stock

Antibiotik paling umum dikonsumsi oral, ditelan bersama obat penyakit lain. Namun, dokter dapat memberikannya dengan suntikan atau menerapkannya langsung ke bagian tubuh yang terinfeksi.

Ikuti instruksi resep dokter dengan benar agar obat menjadi efektif, seperti diminum setelah makan atau 8 jam sekali. Orang yang menggunakan metronidazole tidak boleh minum alkohol. Hindari produk susu ketika menggunakan tetrasiklin, karena ini dapat mengganggu penyerapan obat.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu Kapan Anak Butuh Antibiotik

Nah, itulah beberapa fakta penting seputar antibiotik yang perlu Moms ketahui. Sekarang sudah tahu kan? Jangan sampai tidak mengikuti anjuran dokter untuk konsumsi antibiotiknya ya Moms.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait