24 Desember 2020

Mual Muntah Saat Hamil di Trimester Ketiga, Awas Risiko Preeklamsia!

Langsung periksakan ke dokter kandungan bila mual dan muntah di trimester akhir, ya

Mual muntah saat hamil adalah kondisi yang umum terjadi, terutama di trimester awal. Biasanya, kondisi ini terjadi di pagi hari, sehingga dinamakan morning sickness.

Menurut American Pregnancy Association, mual saat hamil paling umum dirasakan saat trimester pertama atau hamil muda.

Namun, beberapa ibu hamil ada yang mengalami mual muntah saat hamil di trimester akhir, ditambah dengan gangguan kondisi lain seperti asam lambung. Lalu, apakah kondisi ini dapat membahayakan janin?

Pada sesi "Expert Room" kali ini, dr. Handojo Tjandra, MD.,MMed O&G (M'Sia).,Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan/Obstetri & Ginekologi di OMNI Alam Sutera, memberikan penjelasan mengenai mual muntah ketika hamil yang dibarengi dengan asam lambung.

Simak berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: Minum Kopi dan Makan Pedas, Bolehkah dalam Pola Makan Ibu Menyusui?

1. Mual Muntah Saat Hamil dan Asam Lambung

mual muntah saat hamil-1
Foto: mual muntah saat hamil-1

Foto: Orami Photo Stock

Mual muntah di masa kehamilan adalah kondisi yang normal. Dimulai pada trimester pertama kehamilan, dan paling sering pada usia kehamilan 4-7 minggu.

Biasanya, mual muntah saat hamil ini akan hilang dengan sendirinya pada usia kehamilan 12 hingga 14 minggu, dan kebanyakan ibu hamil dapat mengatasi mual dan muntah dengan baik.

Sebagai cara mengatasinya, Moms dapat makan makanan porsi kecil dengan frekuensi lebih sering, konsumsi makanan tinggi karbohidrat, dan rendah lemak misalnya kentang atau pasta, atau makanan yang mudah dicerna seperti biskuit atau crackers.

Penting dicatat, bahwa peningkatan asam lambung dapat memicu terjadinya mual dan muntah saat hamil. Karena itu sebaiknya Moms menghindari makanan yang terlalu pedas atau asam, yang kemungkinan memicu asam lambung.

Hindari juga makanan atau bau yang dapat merangsang muntah, serta hindari konsumsi obat yang mengandung zat besi, karena ini dapat merangsang rasa mual.

"Jika mual muntah saat hamil makin berat, atau bahkan Moms tidak dapat makan atau minum sama sekali, sebaiknya hubungi dokter untuk diberikan pengobatan," jelas dr. Handojo.

Lebih lanjut, dokter akan memberikan obat anti muntah, dan Moms juga akan diberikan obat sesuai dengan penyebab muntah. Misalnya obat untuk gangguan lambung, obat gangguan pencernaan, atau antibiotika untuk infeksi saluran kencing.

Baca Juga: Pentingkah Konsumsi ASI Booster dalam Pola Makan Ibu Menyusui? Simak Jawabannya Ini!

2. Dampak Jika Sering Minum Obat Anti Mual

mual muntah saat hamil-2
Foto: mual muntah saat hamil-2

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin sudah melakukan banyak cara dalam mengatasi mual muntah saat hamil. Salah satunya, dengan mengonsumsi obat anti mual.

Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists, pengobatan untuk mual saat hamil itu tergantung pada tingkat keparahan kasus.

Namun, apakah sering mengonsumsi obat anti mual membahayakan janin atau dapat menyebabkan ketergantungan?

"Ibu hamil tidak perlu khawatir. Sering minum obat anti mual itu tidak berbahaya pada ibu atau janin dalam kandungan, dan juga tidak akan menimbulkan ketergantungan obat," terang dr. Handojo.

Namun, meskipun obat mual dan muntah saat hamil ini ada yang bebas tanpa resep, bukan berarti Moms tidak menggunakan panduan dari dokter kandungan maupun bidan, ya.

Baca Juga: Istri Mengidam Namun Tak Dituruti, Apa Dampaknya Bagi Nutrisi Ibu Hamil?

3. Mengalami Mual Muntah Saat Hamil di Trimester 3

mual muntah saat hamil-3
Foto: mual muntah saat hamil-3

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mual muntah saat hamil umumnya terjadi di trimester awal. Namun, bagaimana dengan Moms yang mengalami mual dan muntah di saat usia kehamilan trimester akhir?

Menurut dr. Handojo, terjadinya mual dan muntah di masa kehamilan trimester akhir adalah sesuatu yang tidak wajar, dan perlu dicari apa yang menyebabkan kondisi ini.

"Mual muntah tidak wajar pada ibu hamil pada trimester ketiga kehamilan. Perlu dicari penyebab mual muntahnya. Misalnya infeksi saluran cerna, radang usus buntu, atau infeksi saluran kencing," kata dr. Handojo.

Ia melanjutkan, kondisi ini juga ada kemungkinan yang berkaitan dengan hipertensi dalam kehamilan atau preeklamsia.

"Mual muntah pada trimester ketiga kehamilan bisa jadi merupakan salah satu gejala awal terjadinya kejang (eklamsia) pada ibu hamil," lanjutnya lagi.

Karena itu, bila Moms mengalami mual dan muntah di trimester akhir, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan, ya.

Nah, Moms sudah mengetahui tentang serba-serbi mual dan muntah di masa kehamilan. Semoga informasi ini berguna, ya!


Artikel ini merupakan kerjasama dengan OMNI Hospitals.

dr. Handojo Tjandra, MD.,MMed O&G (M'Sia).,Sp.OG, adalah Dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan/Obstetri & Ginekologi yang berpraktek di OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang Selatan.

Jadwal Praktek:

  • Senin, Kamis & Sabtu: 08.00 - 14.00 WIB & 17.00 - 19.00 WIB
  • Selasa, Rabu & Jumat: 08.00 - 14.00 WIB

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.