Kesehatan

26 Maret 2021

4 Obat Diare untuk Anak, Efektif untuk Mengurangi Gejala

Obat diare untuk anak yang aman sebagai pertolongan pertama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Adeline Wahyu

Daftar isi artikel

Moms dan Dads, diare bukanlah hal yang menyenangkan baik untuk bayi maupun anak. Penyakit diare ini sangat buruk bahkan bisa mengancam jiwa. Saat terkena, Moms pun bertanya-tanya obat diare untuk anak. Karena, Banyak produk over-the-counter (OTC) yang dapat meredakan nyeri pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua.

Tak hanya itu, jika tinja encer dan berlangsung lebih dari satu hari, anak kecil berisiko mengalami dehidrasi atau hilangnya cairan esensial yang mengandung garam dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi denga baik.

Feses yang sering bersamaan dengan muntah yang berulang juga dapat menjadi perhatian.

Tetapi memberi obat diare untuk anak bisa berbahaya, kata Benjamin Ortiz, M.D., seorang dokter anak di Food and Drug Administration's Office of Pediatric Therapeutics.

“Aspek terpenting dalam mengobati diare adalah mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan mengambil langkah-langkah untuk menghidrasi kembali anak,” kata Ortiz.

Obat Diare untuk Anak

Tapi, ada juga obat diare untuk anak yang baiknya selalu disiapkan untuk pencegahan atau pertolongan pertama. Apa saja? Yuk kita cari tahu, Moms.

1. Oralit

Oralit sebagai obat diare untuk anak

Foto: website/halodoc

Oralit yang disebut sebagai solusi obat diare untuk anak ini, merupakan cairan yang diberikan untuk membantu mengembalikan elektrolit yang keluar dari tubuh melalui feses anak yang encer.

Moms bisa untuk membuat oralit sendiri dari campuran air hangat, gula, dan dan garam.

Namun, bila sulit beberapa apotek atau toko obat juga menyediakan oralit kemasan dengan berbagai rasa maupun merk dagang.

Oralit sachet merupakan obat dengan kandungan Na. Chloride, Ca Chloride, Trisodium citrate dehydrate. Glucose anhydrate dalam bentuk serbuk. Obat diare untuk anak ini digunakan untuk mencegah dan mengobati kurang cairan (dehidrasi) akibat diare.

Larutan ini dapat diminumkan beberapa mililiter dalam 15-30 menit sekali atau sesuai rekomendasi dokter.

Oralit kerap dianggap sebagai obat diare untuk anak karena dapat membantu penyerapan sodium, potasium, dan air ke dalam tubuh sehingga feses anak akan lebih padat.

Oralit dibutuhkan mengingat konsumsi air putih saja tidak cukup untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh anak saat diare.

Memberi minuman kesehatan yang mengandung elektrolit juga tidak disarankan bagi anak-anak karena mengandung gula tinggi yang dikhawatirkan membuat lebih banyak air masuk ke usus sehingga mengakibatkan feses tambah cair.

Untuk dosisnya, apabila di bawah satu tahun maka 3 jam pertama 1.5 gelas, selanjutnya 1/2 gelas tiap kali mencret. Sedangkan untuk Anak 1 - 5 tahun maka 3 jam pertama 3 gelas, selanjutnya 1 gelas tiap kali mencret.

Untuk Anak 5 - 12 tahun adalah 3 jam pertama 6 gelas, selanjutnya 1.5 gelas tiap kali mencret. Anak lebih dari 12 tahun yaitu 3 jam pertama 12 gelas, selanjutnya 2 gelas tiap kali mencret.

Cara memakai oralit sachet sebagai obat diare untuk anak yaitu dilarutkan dengan air matang. Larutan ini tidak dapat digunakan apabila lebih dari 24 jam. Jika terjadi muntah hentikan sementara, 2 sampai 5 menit, berikan oralit dengan sendok sedikit demi sedikit.

Selain oralit, bila masih menyusui maka teruskan ASI, makan dan minuman selama diare, beri makanan ekstra setelah sembuh.

Bila keadaan memburuk atau dalam 2 hari tidak membaik segera bawa ke RS atau Puskesmas atau dokter dan oralit tetap diberikan.

Jika terjadi gelala kekurangan garam natrium, dalam darah (hiponatremia), agar konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat. Hentikan Oralit jika diare berhenti dan pasien mulai membaik.

Baca Juga: Cukupi Kebutuhan Asam Amino Esensial Anak Demi Tumbuh Kembang yang Optimal

2. Probiotik

Probiotik sebagai obat diare untuk anak

Foto: website/halodoc

Dilansir dari Healthline, Mengonsumsi suplemen probiotik atau mengonsumsi makanan probiotik. Terkadang, diare disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di usus.

Probiotik membantu memulihkan keseimbangan dengan menyediakan jumlah bakteri baik yang lebih tinggi. Ini dapat meningkatkan fungsi usus normal dan memperpendek durasi diare.

American Family Physician Journal menerangkan probiotik adalah mikroorganisme yang terbukti dapat mencegah dan mengurangi durasi penyakit pada anak dengan diare akut.3 L. rhamnosus GG merupakan sediaan yang paling banyak dipelajari. Lebih sedikit penelitian yang meneliti efek probiotik pada diare persisten.

Intervensi probiotik berbiaya rendah yang mampu mengurangi risiko diare pada tahun-tahun awal kehidupan, bahkan dengan kemanjuran yang sederhana, akan berdampak besar pada negara berkembang.

Dengan asumsi bahwa kemanjuran dipastikan untuk pencegahan dan pengobatan diare pada masa kanak-kanak di rangkaian ini, banyak pekerjaan akan dibutuhkan untuk penerapannya yang luas.

Jadi obat diare untuk anak seperti probiotik ini mengandung bakteri baik yang dapat meredakan diare. Kemudian pemberian probiotik bersama cairan rehidrasi oral diketahui dapat mengobati diare pada anak dan mempercepat masa pemulihan diare.

Tak perlu bingung bentuk probiotik seperti apa yang jadi obat diare untuk anak, Moms bisa mencari salah satu merk seperti Lacto-B.

Lacto-B adalah probiotik bentuk bubuk yang memiliki fungsi utama untuk membantu mempercepat penyembuhan diare pada anak-anak.

Dalam satu sachet Lacto-B mengandung 10 juta bakteri hidup. Dosis aman penggunaan Lacto-B yang dianjurkan untuk anak usia 1-12 tahun adalah 3 kali 1 sachet sehari.

Cara mengonsumsi Lacto-B sebagai obat diare untuk anak yaitu memberikannya langsung pada anak dengan dilarutkan dalam air putih, atau diberikan bersama makanan anak dan susu formula.

Tapi, hindari mencampurnya dengan minuman bersoda. Konsumsi segera setelah sachet dibuka dan dicampurkan. Bila Lacto-B lupa diberikan, jangan menggandakan dosis di jadwal konsumsi berikutnya.

Efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah mengonsumsi Lacto-B adalah perut kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

3. Suplemen Zinc

Obat diare untuk anak yaitu zinc

Foto: website/halodoc

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)juga merekomendasikan pemberian suplemen zinc sebagai obat diare untuk anak, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya defisiensi zinc karena infeksi virus diare, terutama pada anak yang tinggal di wilayah dengan tingkat sosio-ekonomi rendah.

Suplementasi zinc sebagai obat diare untuk anak telah ditemukan untuk mengurangi durasi dan keparahan episode diare dan kemungkinan infeksi berikutnya selama 2-3 bulan.

Zinc sebagai tambahan obat diare untuk anak bermanfaat karena karena merupakan mikronutrien penting yang penting untuk sintesis protein, pertumbuhan dan diferensiasi sel, fungsi kekebalan, dan transportasi usus air dan elektrolit.

Zinc juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal anak-anak dengan atau tanpa diare. Kekurangan seng dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi saluran cerna, efek samping pada struktur dan fungsi saluran pencernaan, dan gangguan fungsi kekebalan.

Meskipun manfaat suplementasi seng dalam pengelolaan diare telah ditetapkan, masih ada sejumlah hambatan bagi penerapan strategi pengobatan ini secara luas.

Saat ini, seng tidak digunakan untuk mengobati sebagian besar kasus diare karena manfaat suplementasi seng yang diketahui masih belum dihargai secara luas oleh dokter dan petugas kesehatan di negara berkembang.

Lalu, bila pemberian suplemen zinc kadang menimbulkan efek samping berupa muntah sehingga tidak sembarang anak boleh meminum suplemen ini.

Jika dokter anak meresepkan suplemen zinc, kemudian anak muntah, konsultasikan dengan dokter tersebut atau minta second opinion dari dokter lain yang berbeda.

Merk zinc yang bisa Moms pilih adalah Zinkid Zinc, di mana tiap 5 ml mengandung zinc sulfate 27,45 mg setara dengan zinc 10 mg. Pelengkap Zinkid Zinc untuk pengobatan diare pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun, diberikan bersama oralit.

Dosis Zinkid Zink untuk anak 6 bulan-5 tahun adalah 10 ml, diberikan setiap hari selama 10 hari berturut-turut (bahkan ketika diare telah berhenti).

Jika terjadi muntah dalam waktu 1/2 jam setelah pemberian obat, berikan lagi Zinkid sirupnya. Apabila diare tidak kunjung sembuh setelah 3 hari, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

Baca Juga: Apa Perbedaan Diare dan Disentri?

4. Antidiare

Ilustrasi obat untuk diare pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Obat diare untuk anak seperti loperamide dapat mengurangi frekuensi BAB dengan memperlambat gerakan usus. Namun, penggunaan obat antidiare harus sesuai resep dan rekomendasi dokter.

Menurut Medicine for Children, Loperamide biasanya diberikan satu kali pada awal pengobatan dan kemudian setelah setiap buang air besar (diare) sebanyak empat kali dalam sehari, sampai diare membaik. Ini tidak boleh diambil lebih sering dari setiap 3 jam atau lebih dari 2 hari.

Obat diare untuk anak akan langsung bekerja dan diare Si Kecil akan membaik dalam beberapa jam. Namun, Jika anak sakit kurang dari 30 menit setelah mendapat dosis loperamide, beri mereka dosis yang sama lagi.

Jika anak sakit lebih dari 30 menit setelah mendapat dosis loperamide, Moms tidak perlu memberi mereka dosis lagi. Tunggu sampai diare berikutnya.

Meski demikian, obat ini jarang digunakan sebagai pengobatan diare karena bisa menimbulkan efek samping berupa mual, nyeri perut, dan kembung.

Loperamide biasanya tidak diberikan selama lebih dari 2 hari. Jika diare pada anak tidak membaik setelah 2 hari, hubungi dokter anak.

Baca Juga: Disentri pada Anak, Ini Penyebab, Penularan, dan Cara Menanggulanginya

Bila pemberian obat diare untuk anak sudah dilakukan namun belum ada perbaikan maka hubungi dokter anak. Terutama, jika gejala anak tampaknya tidak kunjung membaik atau anak memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti menangis tanpa air mata, popok basah lebih sedikit dari biasanya, urin yang lebih gelap dari biasanya, atau titik lunak cekung di bagian atas di kepala.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait