16 Juli 2024

Kenali Fargetix, Obat untuk Atasi Beragam Nyeri di Tubuh

Fargetix dapat digunakan untuk meredakan berbagai nyeri di tubuh

Fargetix 500 mg yang mengandung asam mefenamat merupakan obat yang digunakan untuk

mengobati nyeri dari ringan sampai sedang, seperti:

  • Nyeri pada sakit gigi
  • Nyeri setelah gigi dicabut
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Nyeri setelah operasi
  • Nyeri haid

Fargetix mengandung asam mefenamat (mefenamic acid).

Dikutip dari WebMD, Asam mefenamat dikenal sebagai Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID).

Asam mefenamat bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX).

Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit serta peradangan.

Dengan menghambat kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Baca Juga: Asam Mefenamat untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Dikonsumsi?

Jadi, apa fungsi Fargetix yang mengandung Mefenamic Acid, serta bagaimana dosis dan efek sampingnya?

Berikut ini adalah penjelasan yang sudah Orami rangkum terkait pereda nyeri tersebut.

Fungsi Fargetix

Ilustrasi Nyeri Perut (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Nyeri Perut (Orami Photo Stock)

Fargetix adalah salah satu obat yang mengandung asam mefenamat dan diproduksi oleh PT IFARS.

Fargetix termasuk ke dalam obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Obat ini dapat membantu mengurangi nyeri ringan sampai sedang dan menurunkan demam.

Dikutip dari Generic Drugs, obat ini telah terbukti menghambat aktivitas prostaglandin dan berfungsi sebagai:

  1. Analgesik anti-inflamasi untuk menghilangkan gejala rheumatoid arthritis (termasuk Still’s Disease)
  2. Mengobati nyeri ringan sampai sedang, termasuk nyeri otot
  3. Traumatis dan gigi
  4. Sakit telinga
  5. Sakit kepala
  6. Nyeri pasca operasi caesar dan pasca melahirkan
  7. Pireksia pada anak
  8. Primary dysmenorrhea
  9. Mencegah pembekuan darah
  10. Mengurangi peradangan dalam tubuh bila digunakan dalam dosis yang lebih tinggi

Seperti obat pereda nyeri lainnya, Fargetix bekerja paling baik jika digunakan segera setelah merasakan tanda-tanda nyeri.

Fargetix mungkin tidak bekerja dengan baik jika penggunaannya ditunda hingga akhirnya gejala menjadi lebih buruk.

Baca Juga: Mengenal Flamar (Obat Nyeri): Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Dosis dan Aturan Pakai Fargetix

Minum obat Fargetix
Foto: Minum obat Fargetix (Orami Photo Stocks)

Fargetix merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Jangan lupa baca petunjuk pada label produk, panduan pasien, atau panduan obat yang disediakan oleh perusahaan obat atau apoteker sebelum mulai menggunakan obat Fargetix.

Secara umum, dosis dan aturan pakai obat ini adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: Mengatasi nyeri, 500 mg secara oral diikuti 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 7 hari.
  • Dewasa: Mengobati dismenore, 500 mg secara oral diikuti 250 mg setiap 6 jam dimulai saat timbulnya menstruasi..
  • Remaja : Usia 14-18 tahun untuk mengobati nyeri, 500 mg secara oral diikuti 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak lebih dari 7 hari.

Aturan pakai obat ini biasanya digunakan setelah makan. Jika memiliki pertanyaan terkait obat ini, tanyakan kepada dokter atau apoteker dan makan obat ini seperti yang direkomendasikan oleh dokter.

Penggunaan Fargetix yang melebihi dosis dapat menyebabkan gejala-gejala seperti berikut:

  • Rasa lesu
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Gangguan saluran pencernaan

Penggunaan Fargetix harus sesuai dengan saran dokter, ya Moms!

Efek Samping Fargetix

Ilustrasi Obat (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Obat (Orami Photo Stock)

Efek samping yang bisa muncul selama penggunaan obat Fargetix, yaitu:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Sakit tenggorokan
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Cemas
  • Ruam kulit
  • Fungsi ginjal yang tidak normal
  • Maag
  • Radang usus besar dan usus kecil
  • Gatal pada kulit
  • Demam

Efek yang tidak diinginkan dapat diminimalkan dengan menggunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang diperlukan untuk mengendalikan gejala.

Jika salah satu dari efek samping tersebut memburuk atau bertahan lama, Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Penggunaan asam mefenamat jangka panjang dapat menyebabkan gangguan ginjal karena mengurangi perfusi pada ginjal.

Hati-hati jika digunakan pada pasien dengan dehidrasi karena akan berdampak mengurangi perfusi ke ginjal.

Baca Juga: Atasi Nyeri dan Peradangan, Ini Fakta tentang Diclofenac Potassium

Perhatian dan Kontraindikasi Fargetix

Ilustrasi Obat (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Obat (Orami Photo Stock)

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat ini adalah sebagai berikut:

  • Konsumsi Fargetix setelah makan atau bersama makanan.
  • Jangan diberikan pada pasien dengan fungsi hati dan ginjal yang buruk atau riwayat sakit jantung.
  • Pantau pasien dengan hipertensi selama pengobatan.
  • NSAID dapat menyebabkan retensi cairan dan edema, perhatikan pasien dengan gagal jantung.
  • Pastikan pasien cukup terhidrasi sebelum menggunakan Fargetix.
  • Fargetix dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Penggunaan pada anak di bawah 14 tahun belum diketahui keamanannya.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus hati-hati karena risiko perdarahan perut dan masalah ginjal.

Kontraindikasi:

  • Pasien dengan alergi terhadap asam mefenamat, aspirin, atau NSAID lainnya.
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass jantung.
  • Pasien dengan masalah ginjal, hati, asma, urtikaria, atau radang/tukak lambung atau usus.
  • Ibu hamil terutama di trimester terakhir tidak boleh menggunakan Fargetix.

Obat ini tidak dianjurkan pada wanita yang sedang program hamil. Pada wanita yang sedang menjalani pemeriksaan infertilitas, penggunaan Fagetix juga harus dipertimbangkan.

Interaksi Obat Fargetix dengan Obat Lain

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Pexels.com)

Penggunaan Fargetix perlu berhati-hati jika dikombinasikan dengan obat lain karena dapat menimbulkan interaksi yang merugikan. Beberapa interaksi obat yang perlu diperhatikan adalah:

  • Antikoagulan (seperti warfarin): Meningkatkan risiko perdarahan.
  • Diuretik dan Antihipertensi: Dapat mengurangi efektivitas obat ini.
  • Obat Anti-inflamasi Nonsteroid (NSAID) lainnya: Meningkatkan risiko efek samping gastrointestinal.
  • Kortikosteroid: Meningkatkan risiko tukak lambung atau perdarahan.
  • Lithium: Dapat meningkatkan kadar lithium dalam darah.
  • Methotrexate: Meningkatkan toksisitas methotrexate.

Itulah beberapa hal tentang Fargetix yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai nyeri pada tubuh.

Penggunaan Fargetix harus sesuai dengan saran dokter dan memperhatikan kontraindikasi yang berlaku.

  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11586/mefenamic-acid-oral/details
  • https://www.ndrugs.com/?s=asam%20mefenamat%20indo%20farma#generichttps://www.mims.com/indonesia/drug/info/mefenamic%20acid?mtype=generic

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.