Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
15 April 2022

Atasi Sesak Napas karena Batuk, Ini Fungsi dari Obat Lasal

Wajib membaca aturan pakainya, ya!
Atasi Sesak Napas karena Batuk, Ini Fungsi dari Obat Lasal

Lasal adalah obat resep dokter untuk pasien yang menderita sesak napas karena batuk.

Sebelum menggunakannya, sebaiknya kenali aturan pakai dan fungsi dari Lasal.

Bagi yang mengalami sesak napas karena batuk mungkin sudah tak asing dengan obat yang satu ini, Lasal.

Simak serba-serbi mengenai obat ini akan diungkap dalam ulasan berikut ini, ya!

Lasal, Kombinasi Dua Jenis Obat

Obat ini merupakan sirup dengan kombinasi dua jenis obat, salbutamol dan guaifenesin.

Keduanya berfungsi untuk melegakan pernapasan serta membantu mengeluarkan dahak pada asma yang disertai batuk.

Melansir dari Medicines, salbutamol biasanya digunakan untuk mengobati asma.

Namun, ini tidak bisa menjadi satu-satunya atau pengobatan utama pada pasien dengan asma berat atau tidak stabil.

Asma berat memerlukan penilaian medis rutin termasuk pengujian fungsi paru-paru karena pasien berisiko mengalami serangan parah dan bahkan kematian.

Dokter harus mempertimbangkan untuk menggunakan terapi kortikosteroid oral dan/atau dosis maksimum kortikosteroid inhalasi yang direkomendasikan pada pasien tersebut.

Sementara itu, Guaifenesin digunakan untuk meredakan dahak yang terkumpul pada saluran pernapasan.

Obat ini masuk dalam kelas obat yang disebut ekspektoran.

Artinya, berfungsi untuk mengencerkan lendir di saluran pernapasan.

Obat yang satu ini juga tak bisa digunakan sembarangan.

Bahkan, perlu resep dokter untuk menggunakannya.

Terlebih jika merasa kandungan yang ada dalam Lasal terasa kurang efektif untuk mengobati sesak napas dan batuk.

Selain itu sama seperti obat lainnya, Lasal dapat memberikan efek samping jika digunakan tidak sesuai dengan anjuran dokter.

Baca Juga: Rekomendasi Obat Sesak Napas Alami dan Apotek yang Mudah Ditemukan

Fungsi Obat Lasal

Lasal

Foto: Lasal (id.carousell.com)

Foto: id.carousell.com

Umumnya, Lasal digunakan untuk melegakan pernapasan dan membantu mengeluarkan dahak ketika pasien mengalami asma yang disertai batuk.

Selain itu, obat golongan agonis adrenoreseptor beta-2, yang bekerja dengan cara merangsang secara selektif untuk mengobati beberapa masalah lain, termasuk:

Dosis dan Cara Pakai Obat Lasal

Dosis New Enzyplex

Foto: Dosis New Enzyplex (https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.uhhospitals.org%2FHealthy-at-UH%2Farticles%2F2017%2F03%2F5-medicines-you-shouldnt-give-your-preschooler&psig=AOvVaw2e3_lOFgcw5aOXs77pNjUx&ust=1649217939201000&source=images&cd=vfe&ved=0CAsQjhxqFwoTCNi6)

Foto: Orami Photo Stock

Setiap 5 ml Lasal mengandung salbutamol sulfate 2 mg.

Melansir Medicines, salbutamol diindikasikan pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun.

Salbutamol adalah bronkodilator 2-agonis selektif yang memberikan bronkodilatasi kerja pendek pada obstruksi saluran napas reversibel.

Salbutamol digunakan untuk mengobati asma, bronkospasme, dan obstruksi saluran napas reversibel dengan cepat dengan memperlebar saluran udara paru-paru.

Obat ini harus digunakan sesuai dengan anjuran dokter.

Umumnya, dokter akan meresepkan sesuai dengan umur dan kondisi dari pasien.

Berikut adalah dosis Lasal yang umum diresepkan, yaitu:

Dewasa

2 hingga 3 kali sehari, 1-2 sendok takar ukuran 5 mL

Anak 6 -12 tahun

2 hingga 3 kali sehari, 1 sendok takar ukuran 5 mL

Anak < 6 tahun

2 hingga 3 kali sehari, 0.5-1 sendok takar ukuran 5 mL

Lasal sebaiknya diminum saat perut kosong, sekitar 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.

Selain itu, kocok terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Baca Juga: 6 Pilihan Obat Asma untuk Bantu Kendalikan Gejala

Efek Samping Penggunaan Obat Lasal

Efek Samping Kayu Manis - 1.jpg

Foto: Efek Samping Kayu Manis - 1.jpg (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Serupa dengan obat-obatan lain, terutama yang wajib digunakan sesuai anjuran dokter, Lasal juga memiliki beberapa efek samping.

Dari mulai yang ringan hingga yang berat, terutama jika pasien memiliki penyakit lainnya.

Lasal termasuk obat-obatan yang sebaiknya tidak diminum dengan obat lainnya, karena menimbulkan interaksi kimia, yang mungkin bisa membahayakan.

Sehingga penderita hipertiroidisme, aneurisma, diabetes melitus, glaukoma wajib menggunakannya sesuai dengan resep dokter.

Dengan kandungan salbutamol, Lasal dapat menyebabkan vasodilatasi perifer yang menyebabkan refleks takikardia.

Hingga pasien menderita angina, takikardia berat, atau tirotoksikosis perlu mendapat perhatian khusus saat menggunakannya.

Selain itu, efek kardiovaskular dapat dilihat dengan obat simpatomimetik, termasuk salbutamol.

Ada beberapa bukti dari data pasca-pemasaran dan literatur yang diterbitkan tentang kejadian langka iskemia miokard yang terkait dengan salbutamol.

Pasien dengan penyakit jantung berat yang mendasarinya, misalnya penyakit jantung iskemik, aritmia atau gagal jantung berat perlu mendapatkan perhatian.

Mereka yang konsumsi obat dengan kandungan salbutamol wajib diperingatkan untuk segera mencari bantuan medis saat mengalami nyeri dada atau gejala lainnya dari penyakit jantung.

Perhatian harus diberikan pada penilaian gejala seperti dispnea dan nyeri dada, karena mungkin berasal dari pernapasan atau jantung.

Selain itu, obat ini juga disebut dapat menyebabkan efek samping tremor dan palpitasi.

Baca Juga: Apa Penyebab Sesak Napas dan Bagaimana Penanganannya?

Lasal seharusnya memang tidak menyebabkan kesulitan buang air kecil, karena tidak seperti obat simpatomimetik.

Namun, di beberapa kasus terdapat laporan bahwa pasien pembesaran prostat mengalami kesulitan buang air kecil setelah menggunakan obat dengan kandungan salbutamol ini.

Sementara wanita hamil, sebaiknya menggunakan Lasal jika dokter menganggapnya penting dan meresepkannya.

Selain itu, Lasal juga disebut dapat menyebabkan tremor dan palpitasi.

Nah itulah beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang Lasal, obat yang sering digunakan untuk mengobati sesak napas dan mengencerkan dahak.

Penting untuk diingat bahwa, obat ini sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan anjuran dan dosis yang diberikan oleh dokter.

Sehat selalu dan semoga informasi di atas dapat membantu, ya!

  • https://www.medicines.org.uk/emc/product/4557/smpc#gref