04 April 2022

Mengenal Mirasic (Obat Demam): Fungsi, Dosis, Peringatan, dan Efek Samping

Ketahui berbagai hal yang berhubungan dengan Mirasic

Mirasic adalah obat yang mengandung zat aktif parasetamol dalam bentuk kaplet, sirup, atau obat tetes.

Obat ini efektif untuk mengatasi demam dan sebagai pereda rasa sakit, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan perasaan nyeri pada tubuh lainnya.

Obat ini termasuk dalam golongan analgetik dan antipiretik.

Mirasic ini termasuk obat yang dijual bebas, sehingga tidak perlu menggunakan resep dokter.

Baca Juga: Mengonsumsi Parasetamol dapat Memengaruhi Kesuburan? Ini Penjelasannya

Fungsi dari Mirasic

fungsi dari mirasic
Foto: fungsi dari mirasic (bukalapak.com)

Obat ini berfungsi untuk menurunkan produksi zat prostaglandin yang mampu memicu berbagai masalah kesehatan.

Mirasic juga dapat digunakan untuk meringankan atau mengatasi banyak gangguan, seperti:

  • Menurunkan demam untuk segala usia.
  • Meredakan sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri ringan lainnya.
  • Pereda nyeri setelah cabut gigi.
  • Mengatasi migrain.
  • Meredakan peradangan pada sendi (arthritis).
  • Mengatasi flu dan pilek.
  • Menghindari atau mencegah efek samping pasca vaksinasi.

Parasetamol pada Mirasic terbilang ampuh untuk pengobatan demam dan nyeri pada anak-anak.

Mengutip dari American Journal of Therapeutics, saat diberikan dalam dosis yang dianjurkan, obat ini ampuh disertai dengan efek samping yang minim dan dapat ditoleransi dengan baik.

Pada jurnal tersebut juga disebutkan jika obat ini ampuh untuk atasi nyeri yang ringan hingga sedang pada anak.

Serta, obat ini dapat dikombinasikan dengan jenis obat lainnya dengan hasil yang terbilang efektif.

Dosis dari Mirasic

dosis dari mirasic
Foto: dosis dari mirasic (hdmall.id)

Dosis dari obat ini tergantung jenis yang dikonsumsi. Berikut penjabarannya:

Dalam bentuk kaplet:

  • Dewasa atau anak-anak di atas 12 tahun dapat mengonsumsi 1 kaplet sebanyak 3-4 kali per hari.
  • Anak-anak usia 5-12 tahun dapat mengonsumsi ½ kaplet 3-4 kali per hari.

Dalam bentuk sirup 60 mL:

  • Anak dengan usia <1 tahun perlu diberikan ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari.
  • Anak dengan usia 1-2 tahun perlu diberikan 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari.
  • Anak dengan usia 2-6 tahun perlu diberikan 1-2 sendok takar (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali per hari.
  • Anak dengan usia 6-9 tahun perlu diberikan 3-4 sendok takar (15-20 ml) sebanyak 3-4 kali per hari.

Dalam bentuk obat tetes (drops):

  • Anak dengan usia <1 tahun perlu diberikan 0,6 ml drops sebanyak 3-4 kali per hari.
  • Anak dengan usia 1-2 tahun perlu diberikan 0,6-1,2 ml drops sebanyak 3-4 kali per hari.
  • Anak dengan usia 3-6 tahun perlu diberikan 1,2 ml drops sebanyak 3-4 kali per hari.

Baca Juga: Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui Berbahan Kimia dan Alami yang Aman

Efek Samping dari Mirasic

efek samping mirasic
Foto: efek samping mirasic (halodoc.com)

Sebagian besar orang dapat mentoleransi dengan baik kandungan paracetamol, terutama dikonsumsi pada dosis yang dianjurkan.

Namun, obat ini tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

  • Penurunan tekanan darah.
  • Ruam pada kulit.
  • Detak jantung yang lebih cepat.
  • Mual dan muntah.
  • Perdarahan pada lambung.
  • Kerusakan pada hati, terutama jika mengonsumsi dosis berlebih.
  • Kerusakan pada ginjal.
  • Memperburuk asma pada penderitanya.
  • Reaksi hipersensitivitas.

Baca Juga: Mengenal Sumagesic: Fungsi, Dosis, Peringatan, dan Efek Samping

Peringatan Terkait Mirasic

Efek Samping mirasic
Foto: Efek Samping mirasic (https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.healthline.com%2Fhealth-news%2Fwomen-and-insomnia-why-prescription-sleep-medications-dont-work-that-well&amp;psig=AOvVaw30m2jsgQgXh_oBkBD5NPXv&amp;ust=1646831611696000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CAwQjhxqFwoTCMj)

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip dari Web MD, sebelum mengonsumsi obat ini, ada baiknya memberitahu dokter terkait alergi yang dimiliki.

Pastikan juga untuk memberitahu dokter jika memiliki riwayat kesehatan tertentu.

Beberapa masalah kesehatan tersebut, seperti diabetes, penyakit hati, fenilketonuria, atau penyalahgunaan alkohol secara teratur.

Selain itu, ada juga interaksi obat dari mirasic yang bisa terjadi jika dikonsumsi dengan obat lain, seperti:

  • Carbamazepine, fenobarbital, dan fenitoin: Mampu meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.
  • Kolestiramin dan lixisenatide: Dapat mengurangi efek farmakologis dari paracetamol.
  • Metoclopramide: Dapat meningkatkan efek dari analgesic.
  • Antikoagulan warfarin: Dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi Mirasic, yaitu:

  • Konsumsi obat ini perlu dihentikan jika alami beberapa reaksi alergi, seperti ruam, demam, sakit tenggorokan dan lainnya. Jika dibiarkan, berbagai masalah yang fatal bisa saja terjadi.
  • Perlu dikonsumsi secara hati-hati untuk para penderita asma.
  • Konsumsi paracetamol untuk ibu menyusui relatif aman dan ampuh untuk meredakan nyeri dan demam. Meski begitu, ibu juga perlu tahu jika kandungan obat ini dapat keluar bersama dengan ASI meski dalam jumlah kecil. Cobalah berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
  • Ada baiknya dikonsumsi setelah makan untuk menurunkan risiko terjadinya perdarahan lambung.

Lalu, kontraindikasi dari obat ini adalah seseorang yang memiliki hipersensitif terhadap salah satu dari kandungan obat ini dilarang mengonsumsinya.

Sebab, dampak buruknya bisa terjadi dan bahkan membahayakan.

Untuk masalah penyimpanan, obat ini perlu disimpan pada suhu kamar dan dijauhkan dari cahaya serta kelembapan.

Pastikan juga untuk menjauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak serta hewan peliharaan. Sebaiknya jangan membuat obat ini secara sembarangan.

  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details
  • https://journals.lww.com/americantherapeutics/Abstract/2000/07020/Paracetamol_Efficacy_and_Safety_in_Children__the.10.aspx
  • https://www.honestdocs.id/mirasic

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.