09 Januari 2023

Palpitasi, Kondisi Jantung Berdebar Lebih Cepat yang Perlu Diwaspadai

Cari tahu penyebab dan pengobatannya

Pernahkah Moms mendengar istilah palpitasi?

Istilah ini mungkin terdengar agak asing, ya, Moms.

Palpitasi merupakan istilah medis yang berarti kondisi jantung berdebar dengan kencang.

Seperti apa kondisi palpitasi? Apa penyebabnya? Apakah hal ini normal? Berikut ulasan lengkap mengenai palpitasi.

Yuk, simak, Moms!

Baca Juga: 15+ Obat Jantung Berdebar, Mulai dari Makanan Hingga Pengobatan Medis

Apa Itu Palpitasi?

Pemeriksaan Denyut Jantung
Foto: Pemeriksaan Denyut Jantung (adventhealth.com)

Palpitasi adalah sensasi detakan jantung yang terasa lebih cepat atau kencang.

Atau mungkin perasaannya mirip seperti jantung berpacu atau berdebar hebat.

Jika biasanya getaran jantung tidak disadari, jika mengalami Palpitasi Moms kana menjadi terlalu sadar dengan detakannya.

Sensasi ini juga bisa dirasakan di leher, tenggorokan, atau dada.

Irama jantung juga mungkin berubah selama palpitasi.

Meski beberapa jenis palpitasi adalah hal yang normal, tidak berbahaya dan sembuh sendiri, namun dalam beberapa kasus bisa jadi indikasi kondisi serius.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Penyebab Palpitasi

Detak Jantung Cepat (Orami Photo Stocks)
Foto: Detak Jantung Cepat (Orami Photo Stocks) (Orami Photo Stocks)

Dilansir Health Harvard, Palpitasi bisa muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Ini juga bisa dikaitkan dengan aktivitas, peristiwa, atau emosi tertentu.

Bagi kebanyakan orang, Palpitasi adalah kejadian yang hanya sesekali terasa. Namun ada juga yang sering mengalaminya terasa seperti serangan jantung. Beberapa kemungkinan penyebab Palpitasi adalah:

  • Olahraga berat
  • Konsumsi kafein atau alkohol berlebih
  • Nikotin dari produk tembakau seperti rokok dan cerutu
  • Sedang tertekan
  • Kecemasan
  • Kurang tidur
  • Takut
  • Panik
  • Dehidrasi
  • Perubahan hormonal, termasuk kehamilan
  • Kelainan elektrolit

Baca Juga: Pekerjaan Rumah Bantu Jantung Jadi Sehat

  • Gula darah rendah
  • Anemia
  • Tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroidisme
  • Rendahnya kadar oksigen atau karbon dioksida dalam darah
  • Kehilangan darah
  • Terkejut
  • Demam
  • Efek penggunaan obat bebas seperti obat flu dan batuk, suplemen herbal, dan suplemen nutrisi
  • Efek obat resep seperti inhaler asma dan dekongestan
  • Stimulan seperti amfetamin dan kokain
  • Penyakit jantung
  • Aritmia atau irama jantung yang tidak teratur
  • Katup jantung abnormal
  • Merokok
  • Sleep apnea

Beberapa penyebab Palpitasi adalah normal dan tidak berbahaya. Tetapi dapat mengindikasikan penyakit lain jika Moms juga memiliki:

  • Pernah gagal jantung kongestif
  • Kondisi jantung yang terdiagnosis
  • Faktor risiko penyakit jantung
  • Katup jantung yang rusak

Baca Juga: 11 Contoh Kuku yang Tidak Sehat, Bisa Jadi Tanda Anemia Hingga Penyakit Jantung

Pengobatan Palpitasi

Periksa Jantung
Foto: Periksa Jantung (Orami Photo Stock)

Memilih pengobatan Palpitasi adalah hal yang sangat tergantung dengan penyebab yang mendasarinya.

Sebab, terkadang, dokter juga tidak dapat menemukan penyebabnya.

Jika Palpitasi disebabkan oleh gaya hidup seperti merokok atau mengonsumsi terlalu banyak kafein, mengurangi atau menghilangkan zat-zat tersebut mungkin yang bisa mengobatinya.

Tanyakan kepada dokter tentang pengobatan atau perawatan alternatif, ini jika Moms merasa obat mungkin bisa menjadi perawatan yang lebih baik.

Jika dokter merasa bahwa pengobatan tidak diperlukan, Moms dapat mengambil langkah-langkah ini.

Beberapa cara mencegah Palpitasi adalah:

  • Mengidentifikasi pemicu Palpitasi sehingga dapat menghindarinya. Catat aktivitas, makanan dan minuman yang dimakan, dan catat saat juga kapan Moms mengalami Palpitasi.
  • Jika merasa cemas atau stres, coba latihan relaksasi, pernapasan dalam, yoga, atau tai chi.
  • Batasi atau hentikan asupan kafein serta hindari minuman energi.
  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau.
  • Jika obat yang menjadi penyebab Palpitasi, tanyakan kepada dokter apakah ada alternatif lain.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Miliki pola makan yang sehat.
  • Jaga tekanan darah dan kadar kolesterol agar tetap terkendali.
  • Kurangi alkohol, atau berhenti minum sama sekali.
  • Minum dan tidur yang cukup.

Baca Juga: Menyusui Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Jantung? Yuk, Simak Penjelasannya!

Palpitasi Adalah Hal Normal pada Ibu Hamil

Masalah Jantung saat Hamil
Foto: Masalah Jantung saat Hamil (medicalnewstoday.com)

Kehamilan akan membawa banyak perubahan. Selain yang terlihat jelas seperti perut yang membesar, ada beberapa yang tidak terlalu terlihat namun bisa dirasakan.

Salah satu contohnya adalah peningkatan jumlah darah dalam tubuh. Darah ekstra ini menghasilkan detak jantung sekitar 25 persen lebih cepat dari biasanya.

Detak jantung yang lebih cepat ini dapat menyebabkan palpitasi jantung sesekali. Ini terasa seperti jantung berdebar atau berdetak sangat cepat.

Palpitasi adalah hal yang normal dan tidak berbahaya selama kehamilan. Tetapi selalu ada kemungkinan lain karena bisa berubah menjadi berbahaya tergantung kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Baca Juga: Ini 4 Jenis Olahraga yang Tidak Disarankan untuk Penderita Penyakit Jantung

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang palpitasi pada ibu hamil, seperti:

1. Efek Kehamilan pada Jantung

Jantung memiliki banyak pekerjaan tambahan lain yang harus dilakukan ketika seorang perempuan sedang hamil.

Moms harus meningkatkan suplai darah untuk memberi bayi darah yang dibutuhkannya untuk membantunya tumbuh dan berkembang.

Pada saat Moms berada di trimester ketiga, sekitar 20 persen darah tubuh akan menuju rahim. Karena tubuh memiliki darah ekstra, jantung harus memompa lebih cepat untuk mengalirkan darah ini.

Detak jantung juga mungkin meningkat 10 hingga 20 detak ekstra per menit. Pada trimester kedua, pembuluh darah di tubuh mulai melebar atau membesar.

Hal ini menyebabkan tekanan darah sedikit menurun. Ketika jantung harus bekerja lebih keras, beberapa kelainan dapat terjadi.

Ini termasuk irama jantung yang tidak biasa seperti jantung berdebar-debar.

2. Gejala dan Penyebab Palpitasi saat Hamil

Perempuan mengalami Palpitasi secara berbeda. Beberapa mungkin merasa pusing atau gelisah, seperti jantungnya berdebar sangat keras. Yang lain mungkin merasa jantungnya berdebar-debar di dada.

Apa pun gejalanya, ada beberapa kemungkinan penyebab jantung berdebar saat hamil. Ini termasuk:

  • Kecemasan atau stres
  • Efek peningkatan volume darah
  • Sesuatu yang dimakan, seperti makanan atau minuman yang mengandung kafein
  • Obat flu dan alergi yang mengandung pseudoefedrin (Nexafed, Sudafed Congestion)
  • Gangguan jantung yang mendasarinya, seperti hipertensi pulmonal atau penyakit arteri koroner
  • Kerusakan jantung dari kehamilan sebelumnya
  • Masalah medis yang mendasari seperti penyakit tiroid

Terkadang mengenali kelainan jantung yang mendasarinya sulit selama kehamilan. Itu karena gejala gangguan jantung bisa mirip dengan gejala kehamilan.

Contohnya seperti kelelahan, sesak napas, dan bengkak.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

3. Waktu untuk Menghubungi Dokter

Sepanjang kehamilan, Moms akan sering menemui dokter. Tetapi jika Moms tampaknya mengalami Palpitasi lebih sering, lebih lama, atau lebih intens, segera hubungi dokter.

Ada beberapa gejala yang menunjukkan Moms harus mencari perhatian medis darurat. Ini termasuk Palpitasi yang juga terjadi dengan:

  • Kesulitan bernafas
  • Sakit dada
  • Batuk darah
  • Nadi tidak teratur
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas, dengan atau tanpa aktivitas

Biasanya, dokter akan mulai mendiagnosis Palpitasi dengan melihat riwayat medis.

Jika Moms pernah mengalami palpitasi sebelumnya, memiliki kondisi jantung lain yang diketahui, atau memiliki anggota keluarga dengan masalah jantung, penting juga untuk dibicarakan.

Dokter kemungkinan juga akan melakukan beberapa tes. Ini dapat mencakup:

  • EKG, yang mengukur aktivitas jantung
  • Memakai monitor Holter, yang mengawasi irama jantung Anda selama 24-48 jam
  • tes darah untuk menguji kondisi yang mendasarinya, seperti ketidakseimbangan elektrolit atau gangguan fungsi tiroid

4. Pengobatan Palpitasi saat Hamil

Jika Palpitasi tidak menyebabkan gejala yang parah dan tampaknya bukan akibat dari kondisi serius, dokter kemungkinan tidak akan merekomendasikan perawatan apa pun.

Sebab seringkali Palpitasi akan hilang setelah melahirkan dan tubuh kembali ke keadaan semula seperti sebelum hamil.

Meski begitu, sebenarnya ada obat-obatan untuk membantu menjaga irama jantung.

Dokter akan mempertimbangkan potensi risiko bagi Moms dan bayi saat minum obat.

Namun, obat-obatan sering dihindari untuk diresepkan terutama pada trimester pertama, karena pada saat inilah organ bayi sedang berkembang.

Jika Palpitasi disebabkan oleh aritmia yang parah atau detak jantung yang tidak berirama, dokter mungkin merekomendasikan prosedur yang disebut kardioversi.

Ini melibatkan pengiriman arus listrik berjangka waktu ke jantung untuk mengembalikannya ke ritme. Dokter menganggap ini aman untuk dilakukan selama kehamilan.

Penelitian Journal of Heart BMJ mencatat, tidak ada kematian ibu yang terdokumentasi dari aritmia primer di Inggris.

Namun, sebanyak 1,9% dari kematian jantung didefinisikan sebagai sindrom kematian dewasa mendadak, yang meningkatkan kemungkinan kematian dari aritmia primer.

Namun, pada perempuan dengan penyakit jantung struktural yang diketahui, aritmia adalah salah satu dari lima prediktor independen untuk mengalami kejadian jantung selama kehamilan.

Oleh karena itu, kondisi ini harus ditangani dengan serius.

Baca Juga: Mengenal Penyumbatan Jantung, Apakah Bisa Disembuhkan?

Meski tak selalu berbahaya, Moms harus waspada apabila mengalami palpitasi.

Segera berobat ke dokter apabila mengalami gejala-gejala penyerta yang dirasa sangat mengganggu, ya, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/heart-palpitations
  • https://www.healthline.com/health/heart-palpitations#prevention
  • https://www.health.harvard.edu/heart-disease/skipping-a-beat--the-surprise-of-palpitations
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2095764/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.