04 Oktober 2022

Mengenal Penyumbatan Jantung, Apakah Bisa Disembuhkan?

Kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung dan gejalanya muncul tiba-tiba

Pernahkah Moms mendengar tentang penyumbatan jantung?

Kondisi yang juga dikenal penyakit jantung koroner ini terjadi karena pembuluh darah utama yang memasok jantung (arteri koroner) tersumbat.

Penyumbatan tersebut bisa terjadi akibat lemak yang menumpuk dan membentuk plak (aterosklerosis) sehingga mempersempit arteri koroner.

Masalah jantung ini diakibatkan oleh robekan (erosi) dari plak tersebut.

Gejalanya bisa datang secara tiba-tiba, sehingga memicu terjadinya proses pembekuan dan pengentalan darah.

"Hal ini menyebabkan terbentuknya thrombus atau bekuan darah, yang kemudian menyumbat aliran di pembuluh darah koroner," kata dr. M. Fadil. Sp.JP, FIHA, FAsCC, FSCAI Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

"Penyumbatan akan menghentikan suplai darah menuju ke otot jantung. Kondisi ini dikenal juga sebagai serangan jantung," sambungnya.

Dilansir Cleveland Clinic, tanda dan gejala penyakit arteri koroner, yaitu ketika jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya akan oksigen.

Berkurangnya aliran darah ke jantung bisa menyebabkan nyeri dada atau angina dan sesak napas.

Kondisi ini bisa berdampak fatal apabila tidak segera ditangani dengan tepat.

Di sisi lain, penyumbatan jantung memang sulit diketahui tanpa pemeriksaan menyeluruh.

Hal itulah yang membuat pasien baru berobat ke dokter di saat kondisinya sudah terlanjur parah.

Agar Moms lebih waspada, yuk kenali lebih lanjut tentang penyumbatan jantung lewat ulasan di bawah ini!

Baca Juga: Mengenal Angina Pectoris, Nyeri Dada Gejala Penyakit Jantung Koroner!

Ciri-Ciri Penyumbatan Jantung

Pada tahap awal, penyumbatan jantung umumnya tidak memberikan gejala yang jelas.

Menurut Mayo Clinic, jika muncul gejala, maka biasanya kondisinya sudah cukup parah.

Terlepas dari itu, Moms harus waspada dan segera berobat ke dokter apabila mengalami ciri-ciri penyumbatan jantung di bawah ini:

1. Nyeri Dada (Angina)

Ilustrasi Ciri-Ciri Penyumbatan Jantung
Foto: Ilustrasi Ciri-Ciri Penyumbatan Jantung (Orami Photo Stock)

Saat muncul nyeri, akan terasa tekanan atau sesak di bagian dada.

Jika digambarkan, rasanya mungkin seperti dada di tekan dengan sangat kuat.

Rasa sakit biasanya muncul di bagian tengah atau kiri dada.

"Gejala yang dirasakan oleh penderita penyumbatan jantung adalah nyeri dada, seperti terhimpit beban berat, rasa seperti ditusuk-tusuk, atau rasa seperti terbakar secara terus-menerus dan semakin berat, dengan durasi lebih dari 20 menit," kata dr. M. Fadil.

Pergerakan dan aktivitas bisa memperburuk rasa sakit hingga bisa menjalar ke leher, lengan, atau punggung.

"Keluhan biasanya disertai dengan adanya rasa penjalaran ke lengan kiri, punggung, dada sebelah kanan, atau leher dan rahang," tambahnya.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

2. Sesak Napas dan Kelelahan

Pada sebagian kasus penyumbatan jantung, sesak napas hingga kesulitan bernapas juga bisa menjadi gejalanya.

"Untuk sebagian kasus penyumbatan jantung, penderita juga merasakan mual, muntah, berkeringat sangat banyak, pingsan, hingga sesak seperti kehabisan napas," kata dr. M. Fadil.

Selain itu, penderitanya juga akan merasakan kelelahan akibat jantung yang tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

3. Serangan Jantung

Jika arteri koroner tersumbat sepenuhnya, maka akan menyebabkan serangan jantung.

Gejala serangan jantung berupa nyeri dada, nyeri bahu hingga lengan, sesak napas, dan berkeringat banyak.

Apabila tanda-tanda serangan jantung sudah muncul, sebaiknya segera berobat ke rumah sakit.

"Keluhan ini tidak bisa hilang hanya dengan mengubah posisi, mengambil napas panjang, atau dengan penekanan maupun pijatan," ucap dr. M. Fadil.

Jadi, apakah berbahaya jika sudah terjadi penyumbatan jantung?

Menurut dr. M. Fadil, kondisi ini memang berbahaya karena bisa menyebabkan kematian mendadak.

"Penyumbatan jantung berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian mendadak," tegas dr. M. Fadil.

"Kendati demikian, peluang hidup dan sembuh pada penderita penyumbatan jantung sangat tinggi jika segera mendapatkan penanganan yang tepat," lengkapnya.

Baca Juga: Penyakit Kardiomiopati, Kondisi Kelemahan pada Otot Jantung

Apakah Penyumbatan Jantung Bisa Disembuhkan?

Ilustrasi Penyumbatan Jantung
Foto: Ilustrasi Penyumbatan Jantung (Orami Photo Stock)

Meski kondisi ini terdengar menyeramkan dan disebut silent killer, penyumbatan jantung bisa ditangani, lho, Moms!

"Penyumbatan jantung dapat ditangani dengan segera mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau unit Emergency rumah sakit," jawab dr. M. Fadil.

"Dengan begitu, tim dokter dapat segera melakukan diagnosis dan penanganan sesuai tingkat keparahan," sambungnya.

Apabila terdiagnosis STEMI (ST elevation myocardial infarction) atau serangan jantung berupa penyumbatan total pembuluh darah arteri koroner, dokter akan memberikan pengobatan yang paling sesuai.

Umumnya, pengobatan yang direkomendasikan bagi penderita STEMI adalah dengan pemberian obat fibrinolitik atau intervensi koroner perkutan primer.

Pemberian obat tersebut bertujuan untuk membuka aliran darah yang tersumbat akibat thrombus atau pembekuan darah.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Nomor Satu di Indonesia

Penyumbatan Jantung 90% dan 100%

Ilustrasi Jantung
Foto: Ilustrasi Jantung (Orami Photo Stock)

Moms dan Dads mungkin pernah mendengar istilah penyumbatan jantung 90% atau 100%.

Sayangnya, menurut medis, kondisi ini tidak dibagi berdasarkan persentase, lho, Moms.

"Gejala penyumbatan dan penyempitan bukan dibagi berdasarkan persentase sumbatan, melainkan dari onset kejadian sumbatan," kata dr. M. Fadil.

Berikut ini penjelasan terkait pembagian penyumbatan jantung berdasarkan onset:

  • Apabila penyumbatan terjadi secara tiba-tiba, maka disebut sebagai sindrom koroner akut dengan mekanisme dan gejala yang sudah disebutkan sebelumnya.
  • Apabila penyumbatan kronis atau dalam waktu lama, maka keluhan yang dirasakan adalah rasa berat di dada yang timbul saat beraktivitas.

Keluhan pada penyumbatan kronis dapat dirasakan lebih berat saat dalam situasi terburu-buru atau berjalan menanjak.

Keluhan nyeri dada akan berkurang dan hilang jika penderita beristirahat atau minum obat nitrat yang diletakkan di bawah lidah.

Baca Juga: Detak Jantung Janin Normal dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung Bayi, Catat!

Itu dia informasi seputar penyumbatan jantung yang perlu Moms ketahui.

Yuk, jaga kesehatan jantung mulai sekarang dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat, Moms!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350613
  • https://www.heart.org/en/health-topics/consumer-healthcare/what-is-cardiovascular-disease/coronary-artery-disease

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb