07 Maret 2022

Mengalami Frozen Shoulder atau Kaku di Bahu? Lakukan 5 Gerakan Ini untuk Redakan Nyerinya

Rasa sakitnya memburuk di malam hari, terkadang mengganggu tidur

Pernah merasakan nyeri dan kaku di sendi bahu? Mungkin Moms mengalami frozen shoulder.

Tentunya rasa sakit dan tidak nyaman ini akan sangat mengganggu jika Moms sedang melakukan aktivitas yang padat dan membutuhkan gerak yang cepat.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi yang disebabkan penyakit ini dapat menjadi semakin berat.

Untuk itu penting mengetahui tentang penyakit frozen shoulder, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Baca Juga: Ketahui Manfaat Beras Kencur untuk Patah Tulang serta Beragam Khasiat Lainnya

Apa Itu Penyakit Frozen Shoulder?

Apa Itu Penyakit Frozen Shoulder?
Foto: Apa Itu Penyakit Frozen Shoulder?

Foto: Orami Photo Stock

Frozen shoulder yang juga dikenal sebagai adhesive capsulitis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kekakuan dan nyeri pada sendi bahu.

Pada dasarnya sendi bahu memiliki kapsul pelindung berupa jaringan ikat yang saling berhubungan. Kapsul tersebut melindungi tulang, ligamen, dan tendon yang berada di bahu.

Penyakit ini terjadi ketika jaringan parut muncul dan membuat kapsul pelindung menebal, sehingga pergerakan pada sendi bahu menjadi terbatas.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Shoulder & Elbow, dr. Iman Widya Aminata, Sp. OT (K), dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, mengatakan perempuan berusia 40 - 60 tahun lebih berisiko mengalami frozen shoulder.

Tanda dan gejala biasanya mulai terlihat secara bertahap dan biasanya berlangsung selama 1 - 3 tahun.

Baca Juga: Cara Pijat Oksitosin untuk Memperlancar ASI dan Redakan Tegang di Punggung saat Menyusui

Gejala Frozen Shoulder

Gejala Frozen Shoulder
Foto: Gejala Frozen Shoulder

Foto: Orami Photo Stock

Frozen shoulder biasanya terjadi secara perlahan dengan melewati tiga tahapan. Setiap tahapan bisa terjadi selama beberapa bulan.

Berikut 3 tahap gejala frozen shoulder:

1. Tahap Pertama: Freezing Stage

Ditandai dengan nyeri setiap kali sendi bahu digerakkan sehingga menyebabkan rentang gerak bahu terbatas. Tahap ini berlangsung sekitar 6 - 9 bulan

2. Tahap Kedua: Frozen Stage

Nyeri berkurang, tetapi bahu semakin kaku yang menyebabkan bahu semakin sulit digerakkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Tahap ini berlangsung sekitar 4 - 12 bulan

3. Tahap Ketiga: Thawing Stage

Ditandai dengan rentang gerak bahu yang mulai membaik. Tahap ini berlangsung selama 6 bulan hingga 2 tahun.

Pada beberapa penderita frozen shoulder, nyeri pada sendi bahu bisa memburuk di malam hari dan bahkan mengganggu tidur.

Baca Juga: Cara Menggendong Anak yang Benar Agar Tak Nyeri Bahu

Penyebab Frozen Shoulder

Penyebab Frozen Shoulder
Foto: Penyebab Frozen Shoulder

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab frozen shoulder masih belum diketahui secara pasti.

Penyakit ini diduga terjadi ketika kapsul bahu, jaringan yang mengelilingi sendi bahu, menebal, dan mengencang atau meradang

Tulang, ligamen, dan tendon yang membentuk sendi bahu terbungkus dalam kapsul jaringan ikat.

Frozen shoulder terjadi ketika kapsul ini menebal dan mengencang di area bahu sehingga membatasi pergerakannya.

Walau demikian, ada beberapa hal yang diduga dapat menjadi pemicu, yaitu:

  1. Idiopatik (kondisi penyakit yang penyebabnya tidak diketahui).
  2. Trauma, misalnya karena pembedahan pada bahu, robekan tendon, atau patah tulang lengan atas.
  3. Imobilisasi, misalnya akibat bekas operasi lama seperti bedah toraks dan kardiovaskular, atau bedah saraf.
  4. Penyakit metabolik atau endokrin, misalnya karena diabetes, penyakit autoimun, dan penyakit tiroid.
  5. Masalah saraf, misalnya karena stroke atau Parkinson’s Disease.
  6. Masalah jantung, seperti hipertensi atau iskemia jantung.
  7. Obat-obatan, misalnya konsumsi protease inhibitor, anti-retrovirus, imunisasi, atau florokuinolon.
  8. Penyebab lain, misalnya hiperlipidemia (kolesterol tinggi), atau keganasan sel.

Baca Juga: Seberapa Efektif Fogging Dilakukan untuk Bunuh Nyamuk Demam Berdarah?

Ada beberapa faktor juga yang meningkatkan risiko seseorang mengalami frozen shoulder, seperti:

  • Orang-orang berusia 40 tahun atau lebih
  • Perempuan
  • Memiliki riwayat cedera bahu
  • Penderita diabetes
  • Penyakit jantung
  • TB
  • Penyakit Parkinson

Diagnosis Penyakit Frozen Shoulder

Diagnosis Penyakit Frozen Shoulder
Foto: Diagnosis Penyakit Frozen Shoulder

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Iman, jika seseorang mengalami frozen shoulder, maka dapat diobati dengan terapi dan rehabilitasi medik.

"Gangguan frozen shoulder dapat diobati dengan tahapan awal, yaitu terapi dan rehabilitasi medik yang biasanya fasilitasnya disediakan di beberapa rumah sakit," terangnya.

Pada saat berkonsultasi, dokter akan mengevaluasi lingkup gerak sendi bahu.

Dokter akan meminta pasien untuk menggerakkan sendi bahu secara mandiri atau aktif, kemudian dokter akan memeriksa lingkup gerak pasif dengan menggerakkan sendi bahu.

Setelah pemeriksaan fisik mendalam, dokter mungkin akan memeriksakan pemeriksaan penunjang, seperti x-ray, ultrasound, atau MRI.

Hal ini menentukan penyebab pasti dari nyeri dan keterbatasan gerak sendi bahu.

Baca Juga: Pleuritis (Radang Selaput Paru): Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Cara Mengobati Penyakit Frozen Shoulder

Cara Mengobati Penyakit Frozen Shoulder
Foto: Cara Mengobati Penyakit Frozen Shoulder

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala frozen shoulder, di antaranya:

1. Obat-Obatan

Sebuah penelitian di jurnal Clinics in Orthopedic Surgery, mengungkapkan bahwa obat-obatan yang diberikan dokter untuk penyakit frozen shoulder dapat meredakan nyeri dan peradangan.

Contoh obatnya adalah aspirin, ibuprofen, dan sodium naproxen.

Jika nyeri terus terjadi, dokter mungkin akan memberikan suntikan kortikosteroid ke area bahu yang bermasalah.

2. Fisioterapi

Terapi fisik atau fisioterapi bertujuan untuk mengembalikan pergerakan lengan sefleksibel mungkin.

Pada fisioterapi untuk frozen shoulder, pasien akan diajarkan gerakan-gerakan yang dapat membantu proses pemulihan.

Penting untuk diingat, pengobatan dengan metode ini memerlukan komitmen pasien agar hasil terapinya maksimal.

Selama sesi fisioterapi, dokter juga dapat melakukan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation).

TENS adalah terapi listrik yang dilakukan dengan menghantarkan arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempelkan di kulit.

Arus listrik tersebut bertujuan untuk menghambat impuls saraf yang menyebabkan rasa nyeri.

Baca Juga: Pilih Kerja Kantoran atau Freelance? Cek Kelebihan dan Kekurangan Keduanya Dulu, Yuk Moms!

Cara Mencegah Frozen Shoulder dengan Gerakan Peregangan

Kondisi frozen shoulder bisa diobati dan dicegah dengan rutin melakukan peregangan sembari Moms melakukan aktivitas sehari-hari, atau di rumah.

"Frozen shoulder bisa diobati dan dicegah melalui rutin melakukan stretching exercises di tempat seseorang berkegiatan atau di rumah," kata dr. Iman.

Perenggangan ini dapat dilakukan secara berurutan, dimulai dari:

1. Pendulum Exercise

Pendulum Exercise terapi latihan untuk frozen shoulder
Foto: Pendulum Exercise terapi latihan untuk frozen shoulder (YouTube)

Foto: Orami Photo Stock

Condongkan tubuh ke depan dan letakkan satu tangan di atas meja untuk menjadi penyangga. Biarkan lengan yang lain menggantung bebas di samping.

Ayunkan lengan yang menggantung ke arah depan dan belakang dengan perlahan. Ulangi dengan menggerakkan lengan dari sisi ke sisi, dan ulangi lagi dengan gerakan memutar.

Ulangi seluruh urutan pada bagian lengan lainnya.

2. Crossover Arm Stretch

Crossover Arm Stretch terapi untuk frozen shoulder
Foto: Crossover Arm Stretch terapi untuk frozen shoulder (spinefitchiro.com)

Foto: Orami Photo Stock

Gerakan ini dapat dilakukan sambil berdiri atau duduk.

Luruskan lengan kanan ke arah kiri, dan gunakan lengan kiri untuk menahan lengan kanan.

Pertahankan gerakan tersebut selama 15 detik dan lakukan secara bergantian.

Baca Juga: 10 Hadis tentang Optimis, Insya Allah Membuat Moms Semakin Tangguh Menjalani Hidup

3. Passive Internal Rotation

Passive Internal Rotation untuk nyeri bahu
Foto: Passive Internal Rotation untuk nyeri bahu (YouTube)

Foto: Orami Photo Stock

Dengan menggunakan tongkat, pegang tongkat di belakang punggung dengan satu tangan, dan pegang ujung tongkat dengan tangan lainnya.

Tarik tongkat secara horizontal agar bahu merentang, hingga pada posisi merasakan tarikan tanpa rasa sakit.

Tahan selama 30 detik dan rileks selama 30 detik.

4. Passive External Rotation

Passive External Rotation untuk nyeri bahu
Foto: Passive External Rotation untuk nyeri bahu (YouTube)

Foto: Orami Photo Stock

Luruskan lengan dan tekuk siku 90 derajat sambil memegang tongkat di kedua sisinya. Dorong tongkat secara horizontal sampai pada titik merasakan tarikan tanpa rasa sakit.

Tahan 30 detik, dan kemudian rileks selama 30 detik.

Baca Juga: Cek Fakta, Adakah Makanan dan Minuman yang Dapat Membunuh Sperma dalam Rahim?

5. Sleeper Stretch

Sleeper Stretch untuk redakan frozen shoulder
Foto: Sleeper Stretch untuk redakan frozen shoulder (myptcorner.com)

Foto: Orami Photo Stock

Baringkan tubuh dengan posisi miring. Tekuk bahu dan siku hingga 90 derajat pada bahu yang akan diregangkan (lengan di bawah).

Pada lengan yang tidak diregangkan (lengan di atas), arahkan telapak tangan tepat di atas pergelangan tangan yang hendak diregangkan.

Secara perlahan, arahkan lengan yang direngangkan ke atas dan ke bawah, hingga pada titik di mana merasakan tarikan tanpa rasa sakit.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai frozen shoulder. Waspada jika Moms mulai merasakan nyeri bahu dan rasa kaku yang mengganggu, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482162/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6695331/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frozen-shoulder/symptoms-causes/syc-20372684#:~:text=Frozen%20shoulder%2C%20also%20known%20as,within%20one%20to%20three%20years.
  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-a-frozen-shoulder
  • https://www.nhs.uk/conditions/frozen-shoulder/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.