26 Februari 2023

Mengenal Fungsi Limpa, Penyakit, dan Cara Menjaganya

Limpa memiliki fungsi yang penting untuk tubuh

Limpa merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang memiliki bentuk seperti kacang.

Fungsi limpa juga menjaga keseimbangan cairan dan berperan dalam menyerap lemak dan nutrisi yang larut dalam lemak.

Sistem limfatik atau getah bening melibatkan jaringan luas pembuluh yang melewati hampir semua jaringan kita.

Ini memungkinkan pergerakan cairan yang disebut getah bening.

Getah bening beredar ke seluruh tubuh dengan cara yang mirip dengan darah.

Ada sekitar 600 kelenjar getah bening di dalam tubuh.

Kelenjar ini membengkak sebagai respons terhadap infeksi, karena penumpukan cairan getah bening, bakteri, atau organisme lain dan sel sistem kekebalan.

Pembengkakan kelenjar dapat dirasakan terutama di bawah rahang, di ketiak, atau di daerah selangkangan.

Ini sebenarnya bukan kelenjar tetapi kelenjar getah bening.

Moms harus segera menemui dokter jika pembengkakan tidak kunjung menghilang.

Atau, ada gejala lain seperti, kelenjarnya keras atau kenyal dan sulit digerakkan, demam, penurunan berat badan, hingga kesulitan bernapas atau menelan.

Baca juga: Serba-serbi Kutil Kelamin, Apakah Bisa Disembuhkan?

Fungsi Limpa

Fungsi Limpa
Foto: Fungsi Limpa

Menurut National Cancer Institute menjelaskan ada tiga fungsi limpa yang utama, seperti berikut ini.

1. Keseimbangan Cairan

Salah satu fungsi limpa adalah menjaga keseimbangan cairan.

Fungsi ini mengembalikan kelebihan cairan dan protein dari jaringan yang tidak dapat dikembalikan melalui pembuluh darah.

Cairan ini ditemukan di ruang dan rongga jaringan, ruang kecil di sekitar sel.

Ini dikenal sebagai ruang interstisial yang dicapai oleh kapiler darah dan getah bening terkecil.

Sekitar 90 persen plasma yang mencapai jaringan dari kapiler darah arteri dikembalikan oleh kapiler vena dan kembali melalui vena.

Sisanya 10 persen dikeringkan kembali oleh limfatik.

Setiap hari, sekitar 2-3 liter cairan dikembalikan.

Cairan ini termasuk protein yang terlalu besar untuk diangkut melalui pembuluh darah.

Jika fungsi limpa ini tidak berfungsi dalam sehari akan berakibat fatal dalam tubuh.

Tanpa sistem limfatik yang mengalirkan kelebihan cairan, jaringan akan membengkak, volume darah hilang, dan tekanan akan meningkat.

Baca Juga: 4 Gejala Penyakit Kelenjar Getah Bening, Catat!

2. Penyerapan

Sebagian besar lemak yang diserap dari saluran pencernaan diambil di bagian membran usus di usus kecil yang secara khusus diadaptasi oleh sistem limfatik.

Sistem limfatik memiliki lakteal kecil di bagian usus yang membentuk bagian dari vili.

Struktur menonjol seperti jari ini dihasilkan oleh lipatan kecil di permukaan usus yang menyerap.

Lakteal menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membentuk cairan putih susu yang disebut chyle.

Cairan ini mengandung getah bening dan lemak emulsi, atau asam lemak bebas.

Ini memberikan nutrisi secara tidak langsung ketika mencapai sirkulasi darah vena.

Kapiler darah mengambil nutrisi lain secara langsung.

3. Sistem Kekebalan Tubuh

Fungsi limpa ketiga adalah untuk mempertahankan tubuh dari organisme yang tidak diinginkan.

Jika bagian ini terkena infeksi dapat menyebabkan kematian.

Tubuh mudah terpapar mikroorganisme yang berpotensi berbahaya, seperti infeksi.

Patogen sering berhasil masuk ke dalam tubuh terlepas dari pertahanan yang ada di dalam tubuh.

Saat inilah fungsi limpa bekerja untuk memungkinkan sistem kekebalan tubuh untuk merespons dengan tepat.

Jika sistem kekebalan tidak mampu melawan mikroorganisme atau patogen ini, mereka bisa berbahaya dan bahkan fatal.

Sejumlah sel kekebalan yang berbeda dan molekul khusus bekerja sama untuk melawan patogen yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Kanker Hati: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penyakit yang Berhubungan dengan Limpa

Penyakit yang Berhubungan dengan Limpa
Foto: Penyakit yang Berhubungan dengan Limpa

Fungsi limpa akan berhenti jika mengalami masalah, seperti berikut ini.

1. Limfoma

Kanker yang dimulai pada sistem limfatik, yang dikenal sebagai limfoma.

Ini adalah penyakit limfatik yang paling serius. American Family Physician menjelaskan ada lebih dari 90 suptipe limfoma yang dapat menyerang tubuh, termasuk limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

Limfoma Hodgkin mempengaruhi jenis sel darah putih tertentu yang dikenal sebagai sel Reed-Sternberg.

Limfoma non-Hodgkin mengacu pada jenis yang tidak melibatkan sel-sel ini.

Kanker yang mempengaruhi sistem limfatik biasanya merupakan kanker sekunder.

Ini berarti telah menyebar dari tumor primer, seperti payudara, ke kelenjar getah bening di dekatnya atau regional.

2. Limfadenitis

Limfadenitis merupakan pembengkakan kelenjar getah bening karena infeksi.

Node dapat terisi dengan nanah, menciptakan abses.

Kulit di atas nodus mungkin berwarna merah atau bergaris-garis.

Limfadenitis lokal mempengaruhi kelenjar di dekat infeksi, misalnya akibat tonsilitis.

Limfadenitis umum terjadi ketika penyakit menyebar melalui aliran darah dan mempengaruhi seluruh tubuh.

Penyebabnya berkisar dari sepsis hingga infeksi saluran pernapasan atas.

Jika hal ini terjadi, fungsi limpa di dalam tubuh juga bisa terganggu lho Moms.

3. Limfedema

Kondisi ini biasanya ketika fungsi limpa tidak bekerja dengan baik.

Misalnya, seperti terjadi penyumbatan yang menyebabkan cairan mungkin tidak mengalir secara efektif.

Limfadema biasanya ditandari dengan kulit terasa kencang dan keras, dan masalah kulit dapat terjadi.

Pada beberapa kasus, cairan dapat bocor melalui kulit.

Obstruksi dapat terjadi akibat pembedahan, terapi radiasi, cedera, suatu kondisi yang dikenal filariasis limfatik, atau—jarang—kelainan bawaan.

Baca Juga: Ukuran Payudara Besar Sebelah, Normalkah?

Cara Menjaga Kesehatan Fungsi Limpa

Cara Menjaga Kesehatan Fungsi Limpa
Foto: Cara Menjaga Kesehatan Fungsi Limpa

Beberapa cara berikut ini dipercaya dapat menjaga fungsi limpa di dalam tubuh, yaitu:

1. Menghindari Paparan Bahan Kimia

Hindari paparan bahan kimia beracun, seperti pestisida atau produk pembersih.

Bahan kimia ini dapat menumpuk di dalam sistem limpa dan mempersulit tubuh untuk menyaring kotoran.

2. Jaga Hidrasi Kulit

Cara menjaga fungsi limpa lain adalah menjaga hidrasi tubuh dengan minum banyak air putih.

Hal ini menjaga getah bening dapat dengan mudah bergerak ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Mengenal Kondisi Penyempitan Tulang Belakang dari Gejala hingga Cara Mengobatinya

3. Jalani Gaya Hidup Sehat

Olahraga teratur dan selalu konsumsi makanan sehat menjadi salah satu cara menjaga kesehatan fungsi limpa.

Jangan ragu untuk selalu menjalani olahraga minimal seminggu tiga kali dan konsumsi banyak sayur dan buah-buahan.

Demikian penjelasan mengenai fungsi limpa dan cara menjaganya.

Semoga artikelnya bermanfaat, ya, Moms!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21199-lymphatic-system
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/303087#diseases
  • https://training.seer.cancer.gov/anatomy/lymphatic/
  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/lymph-node
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31894937/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.