09 April 2020

Pentingnya Asam Lemak Esensial Bagi Balita, Ini 4 Kegunaan Utamanya

Penuhi kebutuhan harian Si Kecil untuk mendukung tumbuh kembang anak

Ada dua jenis asam lemak esensial, yaitu omega-3 dan omega-6. Keduanya termasuk jenis lemak baik yang dibutuhkan oleh tubuh.

Omega-3 terdiri dari tiga jenis, yaitu alpha-linolenic acid (ALA), docosahexaenoic acid (DHA), and eicosapentaenoic acid (EPA).

Namun, asam lemak esensial tidak diproduksi oleh tubuh, sehingga kita perlu mendapatkannya dari asupan makanan sehari-hari.

Pentingnya Asam Lemak Esensial Bagi Balita

Asam lemak esensial mempunyai peranan penting dalam tumbuh kembang balita.

Dalam situs web Kompas, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) menerangkan bahwa pentingnya asam lemak esensial untuk balita terutama pada 1.000 hari pertama perkembangan anak, yaitu sejak ia masih di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun.

Berikut pentingnya asam lemak esensial untuk balita.

1. Mendukung Perkembangan Otak

little-child-girl-playing-magnets-toy-brain-development_38678-3723.jpg
Foto: little-child-girl-playing-magnets-toy-brain-development_38678-3723.jpg

Foto: freepik.com

Banyak studi menemukan EPA dan DHA berperan penting dalam meningkatkan fungsi otak anak, terutama dalam mempelajari informasi baru, daya ingat, dan perkembangan otak.

Kandungan DHA terdapat di dalam air susu ibu (ASI) maupun susu formula. Anak yang kekurangan asupan DHA berisiko mengalami hambatan dalam perkembangan otaknya.

Baca Juga: Adakah Peran Omega-3 Pada Kehamilan? Ini Faktanya

2. Mendukung Perkembangan Mata

unnamed.gif
Foto: unnamed.gif

Foto: ahramonline.com

Alasan lain mengenai pentingnya asam lemak esensial untuk balita, terutama pada 1.000 hari pertama usianya, adalah dalam perkembangan mata.

DHA diyakini penting untuk mendukung perkembangan mata anak.

Dalam situs web Kompas disebutkan, kekurangan DHA mempengaruhi penglihatan dan perkembangan kognitif pada bayi yang terlahir prematur dan yang lahir dengan berat badan rendah.

3. Mengurangi Gejala Asma

Nursing in Practice.jpg
Foto: Nursing in Practice.jpg

Foto: nursinginpractice.com

Asma adalah kondisi kronis dengan gejala nyeri di dada, kesulitan bernapas, batuk, dan sesak napas.

Dikutip dari situs web Healthline, sejumlah studi menemukan suplemen omega-3 dapat membantu meredakan gejala asma.

Baca Juga: Anak Terserang Asma, Kini Penanganannya Bisa di Puskesmas di 3 Kota Ini lho Moms!

4. Mengurangi Gejala ADHD

health-benefits-omega-3-732x549-thumbnail.jpg
Foto: health-benefits-omega-3-732x549-thumbnail.jpg

Foto: healthline.com

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah kondisi pada anak yang ditandai dengan perilaku hiperaktif, impulsif, dan kesulitan berkonsentrasi.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa konsumsi suplemen omega-3 dapat membantu menurunkan gejala ADHD pada anak.

Dikutip dari situs web Baby Center, anak usia 1-3 tahun membutuhkan 7.000 miligram omega-6 dan 700 gram omega-3 setiap hari.

Sementara, anak usia 4-8 tahun membutuhkan 10.000 miligram omega-6 dan 900 miligram omega-3 sehari-harinya.

Setelah mengetahui pentingnya asam lemak esensial untuk balita, pastikan Moms memenuhi kebutuhannya bagi Si Kecil. Karena asam lemak esensial tidak diproduksi oleh tubuh, maka Moms harus memenuhinya dari asupan makanan sehari-hari.

Dikutip dari situs web Healthline, ALA terdapat di berbagai pangan nabati, seperti minyak sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa jenis sayuran.

Sementara, EPA dan DHA terdapat di lemak ikan salmon, makarel, dan tuna.

Moms dapat memenuhi kebutuhan anak akan omega-3 antara lain dengan memberinya minyak ikan, minyak kril, dan minyak alga.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan dan Manfaat Omega-3, 6, dan 9, Ini Sumber Makanannya

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.