05 Juli 2022

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak, Bisakah Menular ke Manusia?

Bisa menyerang rusa ataupun kerbau

Penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak sedang menjadi perbincangan hangat beberapa waktu belakangan.

Meski kondisi ini menyerang hewan ternak, beberapa orang tetap memiliki kekhawatiran bahwa penyakit tersebut dapat menular ke manusia.

Lantas, apakah penyakit PMK bisa menular dari hewan ke manusia lewat udara atau daging terinfeksi yang tak sengaja dikonsumsi?

Sehubungan dengan pemotongan hewan kurban yang akan dilaksanakan sebentar lagi, yuk kenali penyakit PMK lebih lanjut, Moms!

Baca Juga: Cari Olahan Daging Sapi? Ini 5 Resep Sei Sapi yang Bisa Dicoba di Rumah

Mengenal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi
Foto: Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

Foto: Gejala Klinis PMK pada Sapi (biopharmechemie.com)

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit hewan yang sangat menular.

Department of Agriculture Water and the Environment menyebut, penyakit ini lebih sering menyerang sapi, domba, kambing, dan babi.

Sebagai penyakit yang disebabkan infeksi virus, kondisi dapat berdampak fatal, bahkan menyebabkan kematian pada hewan ternak yang terinfeksi.

Penyakit PMK diperkirakan menyebar pada 77% populasi ternak dunia, termasuk di Afrika, Timur Tengah, Asia, serta beberapa wilayah Amerika Selatan.

Mengingat penyebarannya, penyakit ini juga mesti diwaspadai oleh penduduk Indonesia.

Tidak heran, seiring datangnya Iduladha tahun 2022, pemerintah Indonesia juga telah melakukan kontrol ketat terkait kualitas hewan ternak.

Hal tersebut untuk memastikan daging hewan ternak yang dikonsumsi tergolong sehat dan bebas PMK.

Baca Juga: 7 Gejala Setelah Embrio Transfer pada IVF, Hampir sama dengan Gejala PMS!

Gejala PMK pada Hewan Ternak

Gejala Sapi Terinfeksi PMK
Foto: Gejala Sapi Terinfeksi PMK

Foto: Gejala PMK pada Hewan (agriculture.vic.gov.au)

World Organization for Animal Health menjelaskan bahwa PMK dapat menjadi penyakit yang sangat berbahaya bagi hewan ternak.

Kematian akibat penyakit mulut dan kuku di Indonesia pun semakin tidak terkendali.

Berkaca pada hal tersebut, setiap orang mesti mewaspadai gejala PMK pada hewan ternak.

Melansir Dinas Ketahanan Pangan Jawa Barat, berikut ini beberapa gejala hewan ternak yang terinfeksi PMK:

  • Demam hingga mencapai 41°C dan menggigil
  • Menurunnya nafsu makan
  • Penurunan produksi sapi perah selama 2-3 hari
  • Air liur berlebihan (hipersalivasi)
  • Luka pada kuku kaki dan rentan lepas
  • Suka menggertakkan gigi

Sejumlah sapi yang terinfeksi PMK juga bisa mengalami pembengkakan kelenjar submandibular. Akibatnya, hewan akan lebih sering berbaring dan lemas.

Selain itu, ada pula gejala PMK lainnya, berupa lepuhan pada mukosa hidung, lidah, bibir, kelenjar susu, dan antar kuku.

Kematian mendadak pun menjadi salah satu komplikasi PMK yang sering kali terjadi akibat terlambat mengetahui gejalanya.

Baca Juga: Infeksi Virus Cacar Monyet (Monkeypox), Penyakit Cacar Langka dari Afrika

Penyebab Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

penyebab penyakit PMK kurban3.jpg
Foto: penyebab penyakit PMK kurban3.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: Penyebab Penyakit Mulut dan Kuku (Orami Photo Stocks)

PMK disebabkan oleh infeksi virus Aphthovirus dari famili Picornaviridae.

Infeksi virus ini bahkan telah masuk ke dalam ketegori endemik di berbagai belahan dunia.

Virus tersebut dapat menyebar pada hewan ternak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Cara penyebarannya adalah melalui paparan cairan hidung dan serpihan kulit hewan yang terinfeksi.

Penyakit tersebut juga bisa menyebar pada hewan ternak, misalnya melalui transportasi angkutan hewan, alas kandang, ataupun habitat tertentu.

Portal resmi Kabupaten Bogor menjelaskan, penularan PMK juga bisa terjadi melalui angin dan daerah beriklim khusus.

Diperlukan pemeriksaan secara intensif di laboratorium untuk mendiagnosis penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

Baca Juga: 10 Jenis Kambing di Indonesia dan Harga Kisarannya

Bisakah PMK Menular ke Manusia?

dry-mouth.jpg
Foto: dry-mouth.jpg (stlawrencedentistry.com)

Foto: Mulut Kering (Orami Photo Stocks)

Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak dapat menular ke manusia.

Penyakit ini pun tidak termasuk ke dalam kategori zoonosis.

Hingga saat ini, penyebaran atau penularan penyakit PMK hanya terjadi dari hewan ke hewan.

Hewan yang cukup rentan terkena PMK adalah sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, babi, unta.

Sementara itu, ada beberapa jenis hewan liar yang juga rentan terkena PMK, seperti banteng, kijang, jerapah, dan gajah.

Penyakit mulut dan kuku dapat menyebar dengan cepat dari hewan ke hewan, bahkan hingga melintasi batas negara.

Penyakit ini memang tidak secara langsung mengancam kesehatan manusia.

Namun, penyakit tersebut dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat terganggunya arus perdagangan hewan ternak.

Baca Juga: 9 Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Sapi dan Cara Mengatasinya

Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku

cara-membersihkan-kulit-sapi.jpg
Foto: cara-membersihkan-kulit-sapi.jpg

Foto: Mencuci Daging Sapi (Orami Photo Stocks)

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan guna mengendalikan penyakit mulut dan kuku pada sapi maupun kambing.

Tips yang bisa diterapkan, meliputi:

1. Memilah Bagian Daging yang Sehat

Pastikan Moms hanya memilih daging sapi atau kambing yang sehat untuk dikonsumsi.

Moms perlu membuang jaringan daging hewan yang tampak rusak, berwarna hitam, atau terdapat luka.

Hal tersebut sebagai tindakan antisipasi, meski hingga kini belum diketahui dengan pasti bagian daging mana saja yang bisa dikonsumsi ketika seekor hewan ternak terinfeksi PMK.

Biasanya, pemerintah akan melakukan pemilihan ketat sebelum diperjualbelikan di pasar.

2. Terapi Obat

Hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku perlu diobati dengan cara yang tepat.

Kaki hewan yang terinfeksi PMK pun perlu diterapi dengan chloramphenicol atau diberikan larutan cupri sulfat.

Selain itu, diperlukan pula penyuntikan obat preparat sulfadimidine yang dipercaya bisa membantu mengobati PMK pada hewan ternak.

Tentunya, pengobatan ini harus dan wajib dilakukan oleh dokter hewan terlatih.

Baca Juga: Penjelasan tentang Burak, Kendaraan Nabi Muhammad SAW yang Melaju Melebihi Kecepatan Cahaya

3. Karantina Hewan

Karantina hewan adalah bagian dari pengendalian PMK, agar tak semakin menyebar dari hewan ke hewan.

Hewan yang sakit harus dipisah dengan yang sehat guna menjaga kualitas daging dan susu perah.

Sapi atau kambing yang tidak terinfeksi harus ditempatkan pada lokasi yang kering dan bersih.

Hewan ternak yang sehat juga mesti diberikan kandang dan pakan yang memadai agar sistem kekebalan tubuhnya tetap prima, sehingga tak mudah terserang PMK.

Moms, penyakit mulut dan kuku memang tidak bisa menular dari hewan ke manusia.

Namun, Moms tetap perlu selalu waspada dan memperhatikan kualitas daging yang hendak dikonsumsi, ya!

  • https://www.awe.gov.au/biosecurity-trade/pests-diseases-weeds/animal/fmd
  • https://www.woah.org/en/disease/foot-and-mouth-disease/
  • http://dkpp.jabarprov.go.id/post/694/penyakit-mulut-dan-kuku-pada-hewan-ternak-ruminansia
  • https://bogorkab.go.id/post/detail/mengenal-bahaya-penyakit-mulut-dan-kuku
  • https://www.undip.ac.id/language/en/post/24742/foot-and-mouth-diseases-in-livestock-in-the-view-of-fpp-undip-expert.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb