02 Agustus 2023

Apakah Stres Bisa Menular? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Sama seperti flu dan batuk, ternyata stres juga bisa menular, lho.

Pernahkah Moms merasa stres meskipun tidak ada alasan yang jelas? Ternyata, stres bisa menular dan berdampak signifikan pada kesehatan kita, lho.

Fenomena ini dikenal sebagai stres yang menular, di mana seseorang dapat mengalami stres hanya dengan berinteraksi dengan orang lain yang sedang dalam keadaan stres.

Ini bisa terjadi baik secara langsung maupun melalui media sosial, dan penularan stres ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik kita.

Studi tentang topik bahwa stres bisa menular telah dibuktikan oleh para peneliti dari University of British Columbia.

Peneliti ini mengumpulkan sampel air liur 400 siswa SD dan menemukan bahwa guru yang merasa lelah berperan dalam meningkatkan hormon kortisol (hormon stres) pada siswa-siswanya.

Untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi ini, simak penjelasan beriku sampai akhir, ya!

Baca Juga: Gangguan Tidur karena Stres, Apa Penyebabnya?

Apakah Stres Bisa Menular?

Stres Bisa Menular
Foto: Stres Bisa Menular (Freepik.com/freepik)

Menurut definisi WHO, stres dapat diartikan sebagai keadaan khawatir atau ketegangan mental yang disebabkan oleh situasi yang sulit.

Sementara itu menurut Medline Plus, stres dapat disebabkan oleh peristiwa atau pikiran apa pun yang membuat Moms merasa frustrasi, marah, atau gugup.

Stres adalah respons fisiologis dan psikologis yang timbul ketika individu menghadapi tuntutan atau tekanan yang berlebihan.

Penelitian oleh Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences and the Technische Universität Dresden, menemukan bahwa berada di sekitar orang stres, entah teman dekat atau orang asing sekalipun, bisa membuat orang lain stres juga.

Hal ini bisa diukur secara fisik.

Dalam penelitian ini, subjek yang diteliti dipasangkan dengan pasangan masing-masing dan orang asing dari lawan jenis kemudian dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diberi pertanyaan aritmatika menantang, kemudian langsung diwawancara untuk menimbulkan stres.

Sementara, kelompok lainnya dengan 211 pengamat hanya melihat tes dan wawancara tersebut melalui cermin satu arah dan juga transmisi video.

Hasilnya menunjukkan bahwa 95% subjek tes yang ditimpa stres secara langsung menunjukkan gejala stres.

Sementara itu, 26% dari pengamat mengalami peningkatan produksi kortisol sebagai hasil dari stres empatik.

Dampak stres meningkat sebanyak 40% pada subjek tes yang tengah mengamati pasangannya yang berada dalam situasi stres.

Sedangkan terhadap orang asing pengaruh stres meningkat sebanyak 10%.

Ketika para pengamat menyaksikan situasi stres tersebut melalui kaca satu arah, 30% dari pengamat menunjukkan respon stres.

24% lagi mengalami stres ketika mereka menonton situasi yang menekan tersebut melalui video, Moms.

Duh, ternyata stres benar-benar bisa menular, ya, Moms?

Baca Juga: 12+ Penyebab Depresi yang Jarang Disadari, Waspada!

Gejala Fisik Saat Stres Menular

Ketika stres bisa menular, ada beberapa gejala yang akan Moms alami.

Yuk, kenali lebih dini gejalanya agar stres dapat segera diatasi, Moms!

1. Mudah Lelah

Stres Bisa Menular
Foto: Stres Bisa Menular (Orami Photo Stock)

Melansir dari Web MD, salah satu gejala stres adalah mudah merasa lelah atau cepat kehabisan energi.

Saat kita mengalami stres, tubuh kita mengalami peningkatan aktivitas sistem saraf dan pelepasan hormon stres seperti kortisol.

Respon stres ini dapat mempengaruhi tingkat energi dan membuat kita merasa cepat lelah.

Stres yang berkepanjangan atau kronis dapat menguras energi secara bertahap. Kondisi ini dapat membuat kita merasa lelah, bahkan setelah istirahat yang cukup.

2. Sakit Kepala

Dilansir dari Cleveland Clinic, sakit kepala bisa jadi pertanda Moms mengalami stres.

Stres dapat memicu terjadinya ketegangan otot di daerah kepala, leher, dan bahu, yang pada gilirannya dapat menyebabkan sakit kepala tegang atau sakit kepala berdenyut.

Saat mengalami stres, tubuh kita melepaskan hormon stres dan sistem saraf teraktifasi, termasuk sistem saraf otonom.

Aktivasi sistem saraf otonom ini dapat menyebabkan konstriksi pembuluh darah di sekitar kepala dan...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb