Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
09 September 2022

Mengenal Fungsi Hati dalam Sistem Pencernaan, Sangat Penting!

Jaga kesehatan organ hati, ya!
Mengenal Fungsi Hati dalam Sistem Pencernaan, Sangat Penting!

Hati adalah organ besar berdaging yang terletak di sisi kanan perut. Fungsi hati dalam sistem pencernaan pun sangat besar. Jika terjadi gangguan, pencernaan pun akan ikuti terganggu.

Yuk, simak lebih banyak mengenai fungsi hati dalam sistem pencernaan melalui ulasan berikut ini!

Anatomi Hati

anatomi hati

Foto: anatomi hati (https://healthscreening.sg/a-simple-guide-to-liver-function-tests)

Foto: anatomi hati (healthscreening.sg)

Berat hati orang dewasa sekitar 1,3 kilogram. Ia berwarna coklat kemerahan dan terasa kenyal saat disentuh.

Moms tidak bisa merasakan hati karena ia dilindungi oleh tulang rusuk.

Hati memiliki dua bagian besar yang disebut lobus kanan dan kiri. Kantung empedu berada di bawah hati bersama dengan bagian pankreas dan usus.

Hati dan organ-organ ini bekerja sama untuk mencerna, menyerap, dan memproses makanan.

Sebetulnya, fungsi hati dalam sistem pencernaan yang paling utama adalah menyaring darah yang berasal dari saluran pencernaan sebelum dialirkan ke seluruh tubuh.

Hati juga mendetoksifikasi bahan kimia dan memetabolisme obat-obatan.

Saat melakukannya, hati mengeluarkan empedu yang berakhir kembali di usus.

Hati juga membuat protein penting untuk pembekuan darah dan fungsi lainnya.

Baca Juga: Kenali Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan Penyakit Liver

Fungsi Hati dalam Sistem Pencernaan

fungsi hati dalam sistem pencernaan

Foto: fungsi hati dalam sistem pencernaan

Foto: letak organ hati (youtube.com)

Ini beberapa fungsi hati dalam sistem pencernaan yang sangat penting.

1 . Menghasilkan Cairan Empedu

Fungsi hati dalam sistem pencernaan yang pertama adalah menghasilkan cairan empedu.

Empedu adalah zat yang dihasilkan oleh sel hati yang terdiri dari air, garam empedu, asam empedu, pigmen empedu, serta bilirubin.

Tak hanya itu saja, ada juga kandungan kolesterol, fosfolipid, dan mineral elektrolit.

Fungsi empedu dalam sistem pencernaan ini sangat penting, yakni mengubah lemak dalam usus halus menjadi gumpalan kecil yang lebih mudah dicerna.

Sebelum menjalankan fungsinya, empedu ini nantinya perlu disimpan terlebih dulu dalam kantong empedu.

Sementara itu, bahan dasar empedu yang tidak digunakan dalam proses pencernaan akan diubah oleh bakteri usus menjadi asam empedu.

Asam empedu kemudian akan dikirimkan kembali menuju hati agar bisa digunakan pada proses pencernaan selanjutnya.

2. Menyimpan Vitamin dan Mineral

Fungsi hati dalam sistem pencernaan berikutnya adalah menyimpan vitamin A, D, E, K, dan B12.

Vitamin A, D, E, K sendiri adalah vitamin yang hanya akan larut dalam lemak.

Empedu yang dikeluarkan oleh hati selama proses pencernaan dapat menyerap vitamin yang larut lemak tersebut.

Jika produksi empedu terganggu oleh kerusakan hati, maka penyerapan vitamin ini dapat terpengaruh dan Moms bisa mengalami gangguan kesehatan.

Hati juga bisa menyimpan zat besi dari hemoglobin dalam bentuk feritin. Nantinya, senyawa ini akan digunakan untuk membuat sel darah merah baru.

Tak hanya itu saja, organ ini akan menyimpan dan melepaskan tembaga untuk digunakan sebagai sistem imun tubuh.

Baca Juga: Ketahui Bahaya Fatty Liver Disease Yang Mengintai Anak Obesitas

3. Mengolah Zat Kimia yang Dikonsumsi

fungsi hati dalam sistem pencernaan

Foto: fungsi hati dalam sistem pencernaan (Orami Photo Stocks)

Foto: zat kimia dalam Obat (Orami Photo Stock)

Fungsi hati lainnya adalah membersihkan darah dari zat kimia yang Moms konsumsi.

Misalnya dari obat-obatan, bahan kimia, alkohol, dan berbagai bahan yang berpotensi menjadi racun.

Organ hati akan menjalankan fungsi ini dengan mengubah zat kimia menjadi molekul yang kemudian bisa larut dalam air.

Selain itu, organ hati juga akan mengubah amonia yang beracun menjadi urea untuk dikeluarkan melalui urine.

Kemampuan organ hati dalam mengolah zat kimia pun bisa dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kesehatan hati dan ginjal, serta faktor genetik yang Moms miliki.

4. Menghasilkan Kolesterol dan Hormon

Saat Moms mendengar kata kolesterol, mungkin sebagian besar akan menganggapnya sebagai suatu penyakit.

Padahal kenyataannya, kolesterol adalah lemak yang tetap berguna untuk tubuh.

Kolesterol bisa membantu tubuh untuk menghasilkan vitamin D, hormon, dan asam empedu untuk kemudian mencerna lemak.

Nah, kolesterol akan menjadi berbahaya jika kadarnya sudah berlebih.

Kadar kolesterol seseorang bisa berbeda-beda dan untuk mengetahui jumlah kolesterol dalam tubuh bisa dilakukan dengan menjalani tes darah.

Secara alami, kolesterol bisa diproduksi oleh tubuh. Hati pun menjadi organ yang bertanggung jawab dalam produksi kolesterol dan trigliserida, serta protein lain yang nantinya akan dialirkan ke dalam darah.

Organ ini juga memiliki fungsi untuk menghasilkan hormon pertumbuhan pada anak-anak.

Baca Juga: 7+ Pantangan Makanan untuk Penyakit Liver, Hindari Konsumsi Minuman Bersoda!

5. Membantu Proses Metabolisme Protein dan Menghasilkan Protein

fungsi hati dalam sistem pencernaan

Foto: fungsi hati dalam sistem pencernaan (Weightlossnova.com)

Foto: makanan sumber protein (Orami Photo Stock)

Fungsi hati dalam sistem pencernaan selanjutnya terkait dengan perannya dalam metabolisme protein.

Fungsi hati sebagai alat ekskresi ini karena organ tersebut mampu mengubah amonia menjadi urea yang nantinya akan dikeluarkan bersamaan dengan urine melalui ginjal.

Selain itu, ia juga bisa menghasilkan protein seperti albumin yang berguna untuk menjaga cairan dalam sirkulasi tubuh.

Jenis protein lain juga bisa dihasilkan oleh organ ini, seperti misalnya protein yang berguna dalam pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh.

6. Menyimpan Cadangan Energi

Pada pencernaan karbohidrat, fungsi hati juga ternyata cukup penting, yakni dengan menstabilkan kadar glukosa (gula darah).

Saat gula darah tinggi, misalnya setlah Moms makan, hati bisa menyaring gula dari darah dan menyimpannya sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen.

Begitu kadar gula darah menurun, maka nantinya hati akan memecah kembali cadangan energi yang ada.

Simpanan glikogen kemudian akan dipecah menjadi glukosa, lalu dilepaskan kembali ke aliran darah.

Jika diperlukan, hati juga akan melepaskan beberapa vitamin dan mineral. Saat kadar gula darah sudah sangat rendah, tubuh pun akan akan mengambil cadangan energi dari lemak.

Lagi-lagi, hati memiliki fungsi dalam mengubah lemak menjadi bahan energi pengganti gula.

Baca Juga: 9 Jenis Enzim Pencernaan dan Sumber Makanannya

Itulah beberapa fungsi hati dalam sistem pencernaan yang ternyata cukup banyak dan sangatlah penting.

Jika Moms merasakan gejala gangguan fungsi hati, maka sebaiknya segera pergi ke dokter untuk melakukan diagnosa agar perawatan yang tepat bisa segera dilakukan.

  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/picture-of-the-liver
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/liver-anatomy-and-functions