Kehamilan

18 Juni 2020

Melakukan Operasi Non-Obstetri Saat Hamil, Amankah?

Operasi di luar tindakan melahirkan yang terjadi saat hamil sangat mungkin terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie
Disunting oleh Dina Vionetta

Ketika keadaan darurat medis terjadi, Moms mungkin terkejut mengetahui Moms bisa saja harus operasi non-obstetri atau prosedur yang tidak berhubungan dengan kehamilan.

Langkah ini pada umumnya aman dilakukan dengan beberapa tindakan pencegahan dasar.

Misalnya, bagaimana jika seorang ibu hamil menderita radang usus buntu? Apendiks yang pecah berpotensi mengancam jiwa dan harus disingkirkan.

Baca Juga: Mempertimbangkan Operasi Caesar untuk Kelahiran Anak? Ini Waktu Tepat dan Risikonya!

Alasan Ibu Hamil Operasi Non-Obstetri

Melakukan Operasi Non-obstetri  Saat Hamil Amankah.jpg

Foto: healthline.com

Untungnya, hanya satu atau dua persen wanita yang memerlukan operasi non-obstetri saat hamil. Bila perlu, alasan paling umum meliputi:

● Apendisitis

Cholecystitis (radang kandung empedu)

● Pankreatitis

● Obstruksi usus

● Operasi trauma setelah kecelakaan

Menurut UT Southwestern Medical Center, jika operasi untuk ibu hamil dapat ditunda, hal ini merupakan pilihan terbaik untuk menunggu sampai bayi lahir. Tetapi, beberapa situasi bisa rumit.

Misalnya, jika dokter kandungan menemukan massa yang mencurigakan dalam ovarium wanita hamil.

Itu mungkin bukan keadaan darurat, tetapi juga tidak boleh ditunda terlalu lama.

Baca Juga: Ini Yang Harus Dilakukan untuk Mempersiapkan Balita Menghadapi Operasi

Pertimbangan Ibu Hamil Operasi Non-Obstetri

Melakukan Operasi Non-obstetri  Saat Hamil Amankah 2.jpg

Foto: insider.com

American College of Obstetrics and Gynecologists (ACOG) memiliki rekomendasi untuk memandu keputusan tentang operasi selama kehamilan, termasuk:

● Operasi elektif yang tidak mendesak harus ditunda sampai setelah melahirkan

● Jika memungkinkan, dan tanpa menunda perawatan ibu, pembedahan non-darurat harus dilakukan pada trimester kedua, ketika kontraksi preterm, kelahiran prematur, dan keguguran paling kecil kemungkinannya terjadi.

● Seorang wanita hamil tidak boleh ditolak operasi yang dia butuhkan, terlepas dari trimester berapakah itu.

Berita baiknya adalah bahwa dalam sebagian besar kasus ketika operasi selama kehamilan tidak dapat dihindari, ibu dan bayinya cenderung memiliki hasil dan kondisi yang baik setelahnya.

Meskipun, operasi saat hamil bisa ditunda jika memang kondisi masalah kesehatan yang diderita Moms tidak berisiko dan membahayakan Moms dan janin.

Baca Juga: Menutup Luka Operasi Cesar, Pilih Metode Jahit, Lem atau Staples?

Mengapa Operasi Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan?

Melakukan Operasi Non-obstetri  Saat Hamil Amankah 3.jpg

Foto: healthline.com

Ada beberapa alasan mengapa operasi dihindari selama kehamilan.

Ibu hamil itu hiperkoagulabel, istilah medis yang berarti darahnya lebih cenderung membeku daripada yang khas di luar kehamilan.

Perubahan dalam pembekuan ini membantu mencegah seorang wanita dari pendarahan terlalu banyak selama persalinan, tetapi melipatgandakan risiko mengalami pembekuan darah selama atau setelah operasi.

Bagi wanita yang berusia 20 minggu atau lebih dalam kehamilannya, komplikasi yang disebut kompresi aortocaval dan venocaval juga bisa menjadi masalah.

Ini terjadi ketika seorang wanita diposisikan berbaring telentang dan berat janin membatasi aliran darah melalui pembuluh darah utama.

Untuk menghindari hal ini, posisi alternatif yang menjaga agar pasien tidak telentang digunakan jika memungkinkan.

Selain itu, ketika anestesi umum diberikan kepada wanita hamil, janin juga menerima anestesi. Karena alasan ini, bila perlu, anestesi regional atau lokal digunakan sebagai pengganti anestesi umum.

Maka, jika Moms memiliki masalah kesehatan yang serius dan memerlukan tindakan operasi, diskusikan kembali dengan dokter apakah masih bisa ditunda atau memang harus segera dilakukan.

Baca Juga: 6 Kegiatan yang Harus Dihindari Saat Merawat Bekas Luka Operasi Caesar

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait