08 Oktober 2019

Hamil di Usia 40 Tahun, Ini Cara Jaga Kesehatan Janin

Jaga kehamilan di usia tua sampai waktu persalinan tiba

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita hamil di usia tua, terlebih lagi saat berusia 40 tahun.

Bisa karena menikah saat usia sudah matang, mengandung anak kedua atau ketiga, atau memang baru diberikan anak saat sudah berusia 40 tahun.

Terlepas dari apa pun alasannya, penting untuk diketahui bahwa kehamilan di usia 40 tahun memang penuh risiko. Namun, bukan berarti Moms tidak dapat melahirkan bayi yang sehat dan kuat.

Kondisi Kehamilan di Usia 40 Tahun

Hamil di Usia 40 Tahun, Ini Cara Jaga Kesehatan Janin-1.jpg
Foto: Hamil di Usia 40 Tahun, Ini Cara Jaga Kesehatan Janin-1.jpg

Foto: frontrowfeatures.com

Adapun kehamilan di usia 40 tahun disebut juga geriatric pregnancy. Sebenarnya seorang wanita mengalami geriatric pregnancy ketika hamil di atas usia 35 tahun.

Wanita hamil di usia tersebut rentan terkena berbagai penyakit, melihat usia yang semakin tua maka risiko terkena gangguan kesehatan juga semakin banyak.

Tidak hanya kesehatan ibu yang berisiko, kesehatan bayi juga berisiko pada kehamilan di usia 40 tahun ini.

Menurut penelitian Advanced maternal age and risk perception: A qualitative study yang dilakukan oleh BMC Pregnancy and Childbirth, ada beberapa risiko kehamilan di usia 40 tahun, di antaranya:

  • Keguguran
  • Kelahiran bayi secara prematur
  • Kelahiran mati (stillbirth)
  • Cacat kromosom yang dapat sebabkan anak mengalami down syndrome atau turner syndrome
  • Komplikasi persalinan
  • Risiko tekanan darah tinggi sehingga preeklampsia
  • Diabetes gestational

Melihat banyaknya risiko ini, sudah seharusnya Moms menjaga kehamilan di usia 40 tahun dengan lebih berhati-hati.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kehamilan Pada Usia 20, 30, dan 40 Tahun?

Jaga Janin Saat Kehamilan di Usia 40 Tahun

Hamil di Usia 40 Tahun, Ini Cara Jaga Kesehatan Janin-2.jpeg
Foto: Hamil di Usia 40 Tahun, Ini Cara Jaga Kesehatan Janin-2.jpeg

Foto: slate.com

Ibu yang hamil di usia tua juga cenderung mengalami kehamilan janin yang kembar. Seiring bertambahnya usia, maka perubahan hormon yang dapat menyebabkan pelepasan banyak sel telur pada saat bersamaan.

Ibu yang hamil di usia tua juga kemungkinan besar menjalani operasi caesar dan sangat jarang yang bisa melahirkan normal.

Untuk itu, terlepas anak yang dikandung kembar atau tidak, penting bagi Moms untuk menjaga kesehatan janin dengan baik agar nantinya proses persalinan berjalan lancar. Caranya yaitu sebagai berikut:

1. Buat jadwal ke dokter

Segera buat jadwal ke dokter kandungan secara teratur. Kunjungan ini membantu memantau kesehatan Moms dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Beritahu dokter ketika mengalami suatu keluhan saat kehamilan. Diskusikan pula gaya hidup yang seperti apa bisa dijalani secara sehat saat masa kehamilan.

2. Lakukan berbagai tes yang diperlukan

Melakukan tes diagnostik seperti Chorionic Villus Sampling (CVS) juga penting.

Tes ini untuk memberikan informasi tentang kromosom bayi yang dikandung atau risiko kelainan kromosom yang dapat terjadi. Tes ini juga dapat mengurangi risiko keguguran dan kelahiran mati.

Baca Juga: Mengapa Kafein Meningkatkan Risiko Keguguran?

3. Konsumsi makanan yang sehat selama hamil

Perbanyak asupan konsumsi makanan mengandung asam folat, kalsium, zat besi, vitamin D, dan nutrisi penting lainnya.

Selain itu, tidak ada salahnya untuk menambah asupan dari vitamin harian, yang sebaiknya diberikan sesuai anjuran dokter juga.

Berikut asupan makanan ibu hamil per hari yang disarankan oleh American Pregnancy Association:

  • 2-4 porsi buah
  • 4 porsi sayuran
  • 3 porsi protein (daging, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan)
  • 6-10 ons roti/nasi/biji-bijian
  • 4 porsi kalsium (susu, keju, yoghurt, sup krim, sayuran hijau, seafood, kacang polong)

4. Berat badan bertambah dengan stabil

Ibu hamil wajah akan bertambah berat badannya, tapi sebaiknya kenaikan tersebut tidak secara drastis dan pastikan berat janin di dalam kandungan yang bertumbuh secara optimal.

5. Tetap aktif bergerak

Menjaga kehamilan dengan hati-hati itu penting, tapi energi Moms juga harus tetap terlatih dengan baik.

Lakukan jalan kaki di pagi hari atau olahraga renang yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh Moms secara keseluruhan.

Baca Juga: 3 Manfaat Olahraga Saat Hamil Bagi Janin yang Wajib Diketahui

6. Hindari merokok atau terpapar asap rokok

Selain rokok, jangan mengonsumsi alkohol dan obat-obatan tanpa anjuran dokter selama kehamilan.

Selama kunjungan rutin ke dokter, tidak ada salahnya juga membicarakan risiko komplikasi saat persalinan nanti.

Hal ini untuk mencegah segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Selalu jaga kehamilan dengan baik dan hindari stres, ya, Moms!

(DG)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.