23 September 2020

Batuk pada Ibu Hamil, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Batuk pada ibu hamil, ketahui penyebab dan cara mengatasinya berikut ini!

Saat masa kehamilan akan banyak perubahan yang terjadi di dalam tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang dapat menyebabkan flu atau batuk pada ibu hamil.

Namun, kabar baiknya, menurut American Pregnancy Association, gangguan kesehatan ini umumnya tidak berbahaya untuk janin yang dikandung. Hanya saja, Moms dapat merasa lelah dan lemas.

Penting bagi Moms untuk segera mengatasi batuk pada ibu hamil yang dialami. Sebab, gejalanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada kondisi tertentu, Moms juga perlu memeriksakan kondisi kesehatan.

Lantas, apakah batuk pada ibu hamil harus diatasi dengan minum obat? Jika tidak, penanganan alami seperti apa yang sebaiknya dilakukan? Yuk, simak pembahasannya berikut ini, ya!

Baca Juga: 12 Obat Batuk Alami yang Aman untuk Ibu Hamil, Sudah Coba?

Penyebab Batuk pada Ibu Hamil

Baik batuk berdahak atau kering pada ibu hamil, memang tidak bisa dilihat dari satu faktor penyebab saja. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu batuk pada ibu hamil, di antaranya adalah:

1. Alergi

alergi saat hamil
Foto: alergi saat hamil (https://smartparenting.com.ph/)

Foto: Orami Photo Stock

Menurut studi dari The University of Texas at Austin, penyebab batuk pada ibu hamil yang paling sering terjadi adalah alergi. Jika Moms mengalami alergi, paparan terhadap alergen dapat menyebabkan iritasi pada saluran udara dan menyebabkan batuk terjadi.

Alergi tersebut juga bisa terjadi karena terpapar polutan udara, seperti kabut asap, gas iritan atau asap tembakau. Hal ini dapat mengiritasi bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Maka dari itu, apabila Moms memiliki alergi tertentu yang sering terjadi sebelum hamil, sebaiknya perhatikan agar menjauhi alergen. Ditambah lagi, ibu hamil tentunya tidak boleh terpapar asap rokok karena dapat membahayakan janin.

2. Kekebalan Tubuh Rendah

penyebab batuk saat hamil, kekebalan tubuh rendah
Foto: penyebab batuk saat hamil, kekebalan tubuh rendah (parenting.firstcry.com)

Foto: Orami Photo Stock

Kekebalan tubuh rendah bisa menjadi penyebab batuk pada ibu hamil.

“Kehamilan adalah keadaan imunologi yang unik. Kami menemukan bahwa waktu perubahan sistem kekebalan tubuh mengikuti pola yang tepat dan dapat diprediksi pada kehamilan normal,” ungkap Brice Gaudilliere, asisten profesor anestesiologi, perioperatif, dan pengobatan nyeri dari Stanford University School of Medicine.

Artinya, perubahan imunitas tubuh pada ibu hamil adalah hal yang wajar. Hanya saja, konsekuensi yang harus terjadi adalah tubuh ibu hamil rentan terkena infeksi penyakit. Hal ini juga yang menyebabkan batuk pada ibu hamil.

Untuk itu, sebaiknya Moms melakukan beberapa upaya tepat demi menjaga imunitas tubuh agar tetap prima.

Di antaranya dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, rutin berolahraga, dan minum suplemen vitamin apabila diperlukan. Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan juga wajib dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin agar tetap berjalan dengan baik.

3. Punya Penyakit Asma

asma saat hamil, penyebab batuk saat hamil
Foto: asma saat hamil, penyebab batuk saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari MEDtube Science, apabila Moms memiliki asma sebelum kehamilan, maka ada kemungkinan untuk mengalami kesulitan bernapas dan batuk pada ibu hamil.

Asma yang tidak terkontrol selama kehamilan bisa menempatkan Moms pada risiko yang lebih tinggi, seperti kelahiran prematur, morning sickness yang parah, hipertensi, hingga preeklamsia.

Maka dari itu, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan apabila Moms punya penyakit asma.

Dokter mungkin akan memberikan obat yang tepat untuk membantu mengelola asma, yang terdiri dari obat pengontrol untuk mencegah serangan asma dan obat meringankan gejala yang ada.

Batuk pada ibu hamil mungkin saja akan disertai dengan hidung yang berair, demam, atau sakit kepala. Hal ini mengindikasikan gejala flu. Tubuh Moms pastinya akan terasa lemah saat gejala ini ada.

Sebaiknya, istirahat tubuh dengan baik dan batasi aktivitas yang berlebihan. Selain itu, cukupkan hidrasi tubuh dengan minum banyak cairan.

Baca Juga: Penderita Asma Lebih Sulit Hamil, Benarkah?

Waspada Penyakit yang Diawali dengan Batuk

Batuk pada ibu hamil umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Nah, bagaimana jika kondisi tubuh Moms semakin memburuk seiring berjalannya waktu?

Apabila terjadi batuk yang disertai sesak napas, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, maka Moms perlu waspada terhadap kondisi penyakit lainnya. Mungkin saja ini bukan gejala flu biasa.

Adapun dua kondisi yang harus Moms perhatikan yaitu batuk rejan dan bronkitis saat hamil.

1. Bronkitis saat Hamil

bronkitis saat hamil, batuk pada ibu hamil
Foto: bronkitis saat hamil, batuk pada ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Bronkitis adalah peradangan pada dua saluran udara terbesar yang mengalirkan udara dari tenggorokan (trakea) ke paru-paru. Ini bisa menjadi penyebab batuk pada ibu hamil.

Menurut American Academy of Family Physicians, sekitar 90 persen bronkitis disebabkan oleh virus seperti influenza A dan B, virus parainfluenza, dan rhinovirus, yang bisa menyebabkan flu. Penumpukan akibat pilek atau flu juga dapat menyebabkan bronkitis.

Gejala yang terlihat saat ibu hamil mengalami bronkitis, yaitu:

  • Batuk kering
  • Produksi sputum (bening, kuning, hijau atau muncul bercak darah)
  • Sesak napas
  • Sakit tenggorokan
  • Demam ringan atau menggigil
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Tubuh terasa lemas, pegal, dan kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri dada

Sebaiknya Moms segera memeriksakan diri ke dokter. Namun, upaya untuk meredakan gejalanya bisa dengan konsumsi banyak cairan terutama minuman yang hangat dan istirahat yang cukup.

Moms perlu waspada apabila terjadi dahak yang bernoda darah atau batuk terus-menerus disertai nyeri dada.

Baca Juga: Nyeri di Bagian Dada Saat Hamil, Ini Penyebabnya

2. Batuk Rejan saat Hamil

batuk rejan, batuk pada ibu hamil, vaksinasi
Foto: batuk rejan, batuk pada ibu hamil, vaksinasi (https://theconvertation.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Jika mengalami batuk pada ibu hamil yang berlebihan dan diikuti dengan napas yang mengeluarkan bunyi rejan, maka perlu waspada karena bisa mengalami batuk rejan.

Kondisi ini disebut juga pertusis, yang sifatnya sangat mudah menular dan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, batuk rejan adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan risiko berbahaya pada janin hingga fatalnya dapat menyebabkan kematian.

Maka dari itu, CDC merekomendasikan semua wanita hamil untuk menerima vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) selama kehamilan mereka, sebaiknya saat usia kehamilan 27-36 minggu.

Vaksin yang dilakukan ibu hamil akan sampai pada bayi melalui plasenta dan memberikan perlindungan pasif bagi bayi sampai nanti mereka dapat divaksinasi secara langsung.

Tenang saja, Moms, vaksin ini aman diberikan untuk ibu hamil dan bayi selama kehamilan.

Manfaat tambahan dari vaksinasi yang dilakukan adalah perlindungan yang diterima Moms untuk menurunkan risiko infeksi dan penularan batuk rejan pada bayi dalam kandungan.

Baca Juga: Vaksin Tetanus pada Ibu Hamil, Amankah?

Minum Obat Batuk saat Hamil

haruskah ibu hamil minum obat saat batuk
Foto: haruskah ibu hamil minum obat saat batuk (Shutter Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Nah, jika yang terjadi pada Moms adalah batuk pada ibu hamil dengan batasan wajar, apakah perlu mengonsumsi obat? Hal ini tentunya kerap menimbulkan pertanyaan, ya.

Menurut Sistem Kesehatan Universitas Michigan, sebaiknya Moms menghindari semua obat dalam 12 minggu pertama kehamilan.

“Waktu-waktu tersebut adalah saat yang kritis untuk perkembangan organ vital bayi. Jadi, sebaiknya tidak mengonsumsi obat-obatan,” ungkap Dr. Barbara Schroeder, dokter kandungan bersertifikat di Houston, Texas.

Selain itu, banyak dokter yang juga merekomendasikan untuk berhati-hati mengonsumsi obat setelah usia kandungan 28 minggu.

Jika batuk pada ibu hamil mulai keluar lendir yang berubah warna dan disertai nyeri dada atau mengi, pastikan untuk menghubungi dokter. Jadi, sebaiknya, bicarakan dengan dokter sebelum minum obat apa pun jika Moms sedang hamil.

Ingat, ada banyak informasi yang beredar dan tidak dapat difilter satu-persatu. Kondisi tubuh wanita hamil juga berbeda-beda, jadi sebaiknya tidak menelan mentah-mentah setiap informasi yang didapatkan, ya!

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Anak Tertular Flu dan Batuk?

Penanganan Rumahan yang Bisa Dilakukan

penanganan rumahan pada ibu hamil yang batuk
Foto: penanganan rumahan pada ibu hamil yang batuk (https://depositphotos.com/)

Foto: Orami Photo Stock

Adapun beberapa upaya di rumah bisa dilakukan untuk mengurangi gejala batuk pada ibu hamil.

Selain menjaga aktivitas agar tidak terlalu merasa kelelahan, ada beberapa penanganan di rumah yang mampu untuk meredakan batuk pada ibu hamil, yaitu:

  • Rutin untuk mengecek suhu tubuh, setidaknya dua kali sehari. Tindakan ini untuk memastikan apakah ada tanda-tanda demam.
  • Cukupkan istirahat dan tidak melakukan aktivitas berlebih saat sedang batuk.
  • Kelola stres dengan baik. Sebab, mengurangi stres saat hamil mampu membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Pastikan Moms memiliki kualitas tidur yang baik. Waktu tidur yang kurang bisa berpengaruh pada imunitas tubuh seseorang.
  • Sebaiknya konsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak asupan sayuran dan buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C. Tujuannya, demi meningkatkan imunitas tubuh.
  • Apabila hidung Moms terasa tersumbat, coba oleskan balsam atau minyak gosok pada area dada untuk menghangatkan tubuh. Oleskan juga sedikit di bawah hidung.
  • Perbanyak asupan cairan terutama minuman hangat saat alami batuk dan mencegah dehidrasi. Cukupkan minum air putih, kaldu tulang, teh herbal, perasan lemon atau jeruk nipis, dan jahe hangat. Air kelapa dan minuman elektrolit khusus juga bisa dikonsumsi. Namun, jauhi minuman berkafein karena dapat memicu dehidrasi.

Baca Juga: Flu Saat Hamil, Amankah Mengonsumsi Pseudoephedrine?

Pencegahan Batuk pada Ibu Hamil

pencegahan batuk pada ibu hamil
Foto: pencegahan batuk pada ibu hamil (unsw.com)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah diungkapkan, sistem kekebalan tubuh ibu hamil bisa menjadi lemah karena perubahan hormon yang terjadi. Namun, tetap ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah batuk pada ibu hamil.

Dilansir dari laman Baby Centre, berikut ini pencegahan batuk pada ibu hamil yang bisa Moms lakukan, yaitu:

  • Sering-seringlah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah memegang benda yang kotor, sesudah keluar dari toilet, ataupun setelah berdekatan dengan seseorang yang mengalami flu.
  • Hindari menyentuh hidung atau mata Moms, terutama saat sedang bepergian atau berada di luar ruangan.
  • Sebaiknya, jauhi siapa pun yang sedang flu atau batuk apabila memungkinkan. Hal ini juga berlaku pada anggota keluarga atau pasangan sendiri, ya. Sebab, batuk mudah menular dan Moms rentan tertular ketika sedang hamil. Moms bisa memberikan pengertian kepada orang tersebut.
  • Hindari berbagi peralatan makan, gelas, atau piring dengan seseorang yang sedang mengalami flu.
  • Sebaiknya pastikan seluruh area rumah terjaga kebersihannya. Sebab, virus penyebab flu dan batuk dapat menempel di mana saja dan akhirnya bisa menyerang tubuh Moms.
  • Hindari kebiasaan begadang yang bisa membuat tubuh menjadi lemas dan mudah terinfeksi penyakit. Pastikan waktu tidur malam selama 7-8 jam setiap harinya.
  • Cukupkan nutrisi dan gizi seimbang dalam menu harian makanan Moms. Jangan lupa juga untuk menjaga hidrasi tubuh dengan baik semudah dengan rutin minum air putih.
  • Lakukan olahraga yang ringan untuk menjaga agar tubuh tetap lentur dan sehat. Nah, beberapa jenis olahraga yang bisa dipilih saat hamil seperti berenang, yoga, atau sekadar jalan santai.

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa Moms ketahui tentang batuk pada ibu hamil.

Setiap kondisi dari Moms mungkin akan berbeda-beda. Namun, satu hal yang perlu ditekankan, batuk pada hamil umumnya tidak akan berdampak negatif pada kesehatan janin.

Hanya saja, apabila gejalanya semakin bertambah, sebaiknya segera periksakan kesehatan ke ahli medis pilihan, ya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.