Kesehatan Umum

8 Oktober 2021

Polip Usus, Cari Tahu Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya Yuk Moms!

Gejala polip usus jarang terjadi pada penderita hingga dibutuhkan tes terlebih dulu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms pernah mendengar istilah polip usus? Bagi sebagian orang, istilah ini memang terdengar cukup asing. Nah, untuk lebih tahu lebih lanjut mengenai polip usus, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Polip Usus?

polip usus

Foto: Orami Photo Stock

Polip usus merupakan benjolan kecil yang tumbuh pada bagian dalam usus besar (kolon). Namun, kebanyakan kasus polip ini tidak berbahaya, hanya saja beberapa jenis polip usus dapat berkembang menjadi kanker usus besar.

Dilansir dari American College of Gastroentrology, polip dapat tersebar di seluruh usus besar dan ukurannya bervariasi dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter. Polip usus juga mungkin memiliki penampilan yang datar atau menonjol.

Ketika dibesarkan mereka dapat menyerupai benjolan kecil (disebut sessile), atau bahkan tumbuh di batang pendek (disebut pedunculated), menyerupai jamur atau kembang kol kecil. Dokter tidak tahu persis mengapa mereka terbentuk. Biasanya, sel tumbuh dan membelah dengan cara tertentu. Polip dapat terjadi ketika sel tumbuh dan membelah lebih dari yang seharusnya.

Penyebab Polip Usus

Ilustrasi usus

Foto: Orami Photo Stock

Siapapun bisa mendapatkan penyakit ini, tetap ada penyebab polip usus yang memungkinkan, yaitu:

1. Penyebab Polip Usus yang Umum

Kelebihan berat badan, usia lansia, merokok, pernah menderita polip usus besar sebelumnya, radang usus, diabetes tipe 2 yang tak terkontrol dengan baik.

2. Penyebab Polip Usus karena Kondisi Genetik

Beberapa kondisi genetik juga meningkatkan peluang dari penyebab polip usus dan kanker usus besar, termasuk:

  • Poliposis adenomatosa familial (FAP). Hal ini dapat menyebabkan ratusan atau ribuan polip tumbuh ketika Moms atau Dads masih muda, sedini masa remaja.
  • Sindrom Gardner. Ini adalah jenis FAP yang menyebabkan polip tumbuh di usus besar dan usus keci. Ini juga dapat menyebabkan tumor non-kanker di bagian lain dari tubuh.
  • Sindrom Lynch. Juga dikenal sebagai kanker kolorektal nonpolyposis herediter atau HNPCC, penyakit ini menyebabkan polip usus yang sangat mungkin menjadi kanker usus besar.
  • Polip terkait MYH (MAP). Masalah pada gen MYH menyebabkan banyak polip tumbuh atau kanker usus besar terjadi pada usia muda.
  • Sindrom Peutz-Jeghers. Kondisi tersebut dimulai dengan bintik-bintik yang muncul di sekujur tubuh. Ini juga menyebabkan polip usus besar yang bisa menjadi kanker.
  • Sindrom poliposis bergerigi. Hal ini menyebabkan jenis polip tertentu, polip adenomatosa bergerigi, tumbuh di bagian atas usus besar. Mereka bisa berubah menjadi kanker usus besar.

Jika Moms atau Dads memiliki salah satu dari kondisi ini, dokter akan merekomendasikan tes skrining rutin untuk mencari masalah lebih awal.

Baca Juga: Mengenal FODMAP Diet untuk Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Gejala Polip Usus

Ilustrasi usus sakit

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar gejala polip usus tidak diketahui, sehingga penting untuk skrining. Namun, ketika gejala memang terjadi, mereka mungkin termasuk:

1. Pendarahan

Gejala polip usus adalah darah merah bercampur dengan atau di permukaan feses. Adanya darah yang tidak terlihat dalam tinja yang diuji saat skrining kanker usus besar pada kunjungan ke dokter (Karena kecenderungan polip untuk berdarah perlahan, sebentar-sebentar dan dalam jumlah kecil, tes darah samar tinja sering digunakan untuk skrining untuk kanker usus besar.)

2. Perubahan Warna Feses

Feses berwarna hitam jika polip mengeluarkan banyak darah dan terletak di kolon proksimal (sekum dan kolon asendens)

Baca Juga: Apa Itu Crohn's Disease? Kenali Gejala Penyakit Radang Usus Kronis Ini

3. Anemia Defisiensi Besi

Jika perdarahannya lambat dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. Lemah, pusing, pingsan, kulit pucat, dan detak jantung cepat karena anemia defisiensi besi juga sebagai gejala polip usus.

4. Jarang Intususepsi

Suatu kondisi di mana polip menyeret bagian usus besar yang melekat pada usus besar lebih distal (yaitu, teleskop ke usus besar lebih distal) dan menyebabkan obstruksi usus besar. Hal ini dapat menyebabkan semua tanda gejala obstruksi usus termasuk sakit perut dan distensi, mual dan muntah.

Gejala polip usus lainnya juga meliputi jarang diare ketika polip vili besar mengeluarkan cairan ke dalam usus dan juga jarang sembelit jika polip sangat besar dan menghalangi usus besar. Sementara itu, gejala polip usus maupun risiko bisa turun jika membuat perubahan gaya hidup.

Baca Juga: Moms, Ketahui Prosedur hingga Biaya Operasi Usus Buntu

Diagnosis Polip Usus

Ilustrasi diagnosis

Foto: Orami Photo Stock

Tes skrining memainkan peran kunci dalam mendeteksi polip usus sebelum menjadi kanker. Tes-tes ini juga dapat membantu menemukan kanker kolorektal pada tahap awal, ketika Moms dan Dads memiliki peluang pemulihan yang baik. Menurut Mayo Clinic, Diagnosis polip usus biasanya menggunakan:

1. Kolonoskopi

Bisa dibilang tes paling sensitif untuk polip kolorektal dan kanker. Jika polip ditemukan, dokter Moms dan Dads dapat segera mengangkatnya atau mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk dianalisis.

2. Kolonoskopi virtual (CT colonography)

Kalau untuk ini yaitu tes invasif minimal yang menggunakan CT scan untuk melihat usus besar Moms dan Dads. Kolonoskopi virtual memerlukan persiapan usus yang sama dengan kolonoskopi. Jika polip ditemukan selama CT scan, Moms dan Dads harus mengulangi persiapan usus untuk kolonoskopi agar polip diperiksa dan diangkat.

3. Sigmoidoskopi fleksibel

Untuk ketahui letak polip usus terkadang juga ada pilihan Sigmoidoskopi fleksibel yaitu di mana tabung ramping dengan cahaya dan kamera dimasukkan ke dalam rektum Moms dan Dads untuk memeriksa sepertiga terakhir dari usus besar (sigmoid) dan rektum Moms dan Dads.

Sebagian besar usus besar tidak diperiksa dengan tes skrining ini, sehingga beberapa polip dan kanker mungkin tidak ditemukan.

4. Tes Berbasis Feses

Jenis tes ini bekerja dengan memeriksa keberadaan darah dalam tinja atau menilai DNA tinja Moms dan Dads untuk bukti polip usus besar atau kanker. Jika tes tinja Moms dan Dads positif, Moms dan Dads akan memerlukan kolonoskopi segera sesudahnya.

Baca Juga: Jangan Remehkan Bahaya Usus Kotor, Berikut 4 Penyakit yang Bisa Menyerang

Cara Mengatasi Polip Usus

Para peneliti tidak tahu cara pasti untuk mencegah polip usus besar. Namun, Moms dan Dads dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkan kemungkinan mengembangkan polip usus besar menurut National Institute Diabetes and Disgetive and Kidney Disease:

1. Makan, Diet, dan Nutrisi

Perubahan pola makan, diet, dan nutrisi seperti makan lebih sedikit daging merah dan lebih banyak buah dan sayuran dapat menurunkan peluang serta sebagai cara mengatasi polip usus.

Moms dan Dads mungkin juga dapat mencegah polip dengan meningkatkan asupan vitamin D dan kalsium. Makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium antara lain brokoli, yogurt, susu, keju, telur, hati dan ikan.

Baca Juga: Kanker Usus Besar: Gejala, Pengobatan, hingga Cara Mencegahnya

2. Pilihan Gaya Hidup Sehat

Moms dan Dads dapat membuat pilihan gaya hidup sehat berikut untuk membantu menurunkan peluang terkena polip usus besar dengan dapatkan aktivitas fisik secara teratur, jangan merokok dan jika merokok, berhentilah, hindari minum alkohol, menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan

Menjadi aktif secara fisik dan menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan dapat menurunkan peluang Anda terkena polip usus besar.

3. Aspirin

Mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari untuk jangka waktu yang lama dapat membantu mencegah polip berkembang menjadi kanker kolorektal pada beberapa orang. Namun, mengonsumsi aspirin setiap hari dapat menyebabkan efek samping seperti pendarahan di perut atau usus. Bicarakan dengan dokter sebelum Moms dan Dads mulai minum aspirin setiap hari sebagai cara mengatasi polip usus.

Baca Juga: Usus Buntu Bisa Sembuh Tanpa Operasi, Benarkah?

Polip Usus biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Mereka paling sering ditemukan selama pemeriksaan usus besar rutin, seperti kolonoskopi atau sigmoidoskopi.

Pilihan terbaik untuk mengetahui apakah Moms dan Dads polip usus adalah melakukan pemeriksaan usus besar secara teratur ketika dokter merekomendasikannya. Polip seringkali dapat diangkat bersamaan dengan prosedur skrining.

  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/colon-polyps/treatment
  • https://www.uspreventiveservicestaskforce.org/uspstf/recommendation/aspirin-to-prevent-cardiovascular-disease-and-cancer
  • https://www.abingtonhealth.org/healthy-living/health-news/library/articles-related-to-colon-health/removing-large-colon-polyps-without-doing-a-colectomy/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-polyps/diagnosis-treatment/drc-20352881
  • https://www.medicinenet.com/colon_polyps/article.htm
  • https://www.healthline.com/health/colorectal-polyps#takeaway
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/intestinal-polyps
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-polyps/symptoms-causes/syc-20352875
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430761/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9357-crohns-disease
  • https://www.webmd.com/colorectal-cancer/colon-polyps-basics
  • https://gi.org/topics/colon-polyps/
  • https://www.webmd.com/colorectal-cancer/colon-polyps-basics
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait