05 Juli 2021

Cari Tahu Perbedaan Kelenjar Getah Bening dan Kanker, Yuk Moms

Jangan parno dengan kanker getah bening. Saat getah bening terinfeksi, belum tentu menjadi kanker.

Sering kali dianggap serupa, ternyata ada perbedaan kelenjar getah bening dan kanker yang Moms harus tahu, lho!

Kelenjar getah bening adalah sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi. Entah itu disebabkan oleh bakteri, virus, atau lainnya.

Saat terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberi informasi bahwa dia sedang bekerja. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya.

Lantas, bagaimana cara membedakan gejala kanker getah bening dengan infeksi getah bening? Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Ciri-ciri Penyakit Kelenjar Getah Bening yang Jarang Disadari Pasien

Apakah Infeksi Kelenjar Getah Bening Adalah Kanker?

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan jamur
Foto: Pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan jamur

Foto: Orami Photo Stock

Kelenjar getah bening merupakan bagian tubuh yang memegang peran penting dalam sistem imun. Kelenjar ini akan menguatkan tubuh dari infeksi yang bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.

Sayangnya, kelenjar ini juga amat rentan terhadap gangguan dan penyakit. Contohnya, pembengkakan kelenjar getah bening yang sering terjadi.

Di samping itu, banyak yang bertanya-tanya, apakah pembengkakan itu hal yang normal atau penyakit yang berbahaya alias kanker? Yang perlu digarisbawahi, pembengkakan kelenjar getah bening tidak selalu berwujud kanker getah bening lho, Moms.

Munculnya gejala infeksi kelenjar getah bening juga dipengaruhi oleh stadium kanker pasien (1–4 stadium). Walau demikian, dalam banyak kasus, infeksi kelenjar getah bening tidak menimbulkan gejala apapun pada stadium awal.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Perbedaan Kelenjar Getah Bening dan Kanker

Karena keduanya berbeda, maka ada pula perbedaan dari tanda atau gejalanya. Yuk Moms kenali lebih lanjut tentang perbedaan kelenjar getah bening dan kanker.

Gejala Infeksi Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat hilang sendiri
Foto: Pembengkakan kelenjar getah bening dapat hilang sendiri

Foto: verywellhealth.com

Membengkaknya kelenjar getah bening atau limfadenitis adalah kondisi saat kelenjar getah bening mengalami pembesaran. Ini yang bisa Moms ketahui dalam mengenal perbedaan kelenjar getah bening dan kanker.

Biasanya, hal ini disebabkan infeksi bakteri atau virus yang tergolong ringan. Jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan limfadenitis melansir WebMD adalah:

  • Bakteri, seperti Streptococcus, Staphylococcus aureus, Bartonella henselae, Mycobacterium tuberculosis, Yersinia enterocolitica, Yersinia pestis, dan Salmonella
  • Virus, antara lain Cytomegalovirus, Epstein-Barr, Parvovirus, dan Rubella
  • Jamur, misalnya Histoplasma capsulatum
  • Parasit, seperti Toksoplasma

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Beberapa diantaranya adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis).

“Saat kelenjar getah bening bengkak akibat infeksi, biasanya disertai rasa sakit. Selain itu, terkadang penderita juga mengalami demam, batuk, dan nyeri tenggorokan,” kata Amber Tully, MD. Dokter umum di Clevelandclinic.org.

Meski kelenjar getah bening terdapat di seluruh tubuh, namun kondisi pembengkakan biasanya hanya terjadi di area ketiak, leher, di bawah dagu, dan di pangkal paha, inilah yang juga menjadi perbedaan kelenjar getah bening dan kanker.

Berikut gejala infeksi getah bening yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening:

  • Kelenjar getah bening terasa keras saat ditekan
  • Kelenjar getah bening membengkak tanpa sebab yang jelas disertai badan yang terasa lemah
  • Kelenjar getah bening telah membengkak lebih dari dua minggu disertai dengan ukuran yang membesar
  • Sakit tenggorokan yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas

Baca Juga: Kelenjar Getah Bening di Lehermu Bengkak, Ini Obat Alaminya!

Gejala Kanker Getah Bening

Breast-Cancer - findapharmacy.com.au.jpg
Foto: Breast-Cancer - findapharmacy.com.au.jpg

Foto: Cancer Help World

Perbedaan kelenjar getah bening dan kanker berikutnya adalah, berbeda dengan infeksi getah bening yang akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, kanker getah bening atau yang sering juga disebut limfoma adalah jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik.

Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari sistem pertahanan tubuh yang bertugas membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

Berikut enam gejala kanker getah bening:

1. Bengkak di daerah kelenjar getah bening

Kanker ini awalnya akan menimbulkan bengkak atau benjolan di daerah tubuh yang terdapat kelenjar getah bening. Umumnya muncul di sekitar leher, ketiak, dan pangkal paha.

“Namun, belum tentu leher bengkak itu limfoma, jika limfoma, benjolannya biasanya lebih dari satu atau seperti bergerombol dan tidak terasa sakit,” Dr Tully, menjelaskan.

2. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai karena ini bisa menjadi salah satu gejala kanker getah bening. Biasanya, penurunan berat badan lebih dari 10% dan setidaknya terjadi selama enam bulan. Perbedaan kelenjar getah bening dan kanker tampak disini, karena infeksi tidak menyebabkan penurunan berat badan drastis ya, Moms.

3. Berkeringat malam hari

Perbedaan kelenjar getah bening dan kanker berikutnya dapat dilihat dari seberapa sering Moms berkeringat di malam hari.

Berkeringat malam hari yang menjadi gejala kanker getah bening bukan karena melakukan aktivitas fisik. Hal ini disebabkan metabolisme sel yang terganggu. Terkadang disertai meriang dari malam sampai dini hari, hingga tubuh terasa gatal-gatal.

Baca Juga: Waspada 5 Penyakit yang Ditandai dengan Keringat Dingin, Bahaya Moms!

4. Demam

Perbedaan kelenjar getah bening dan kanker yang keempat adalah demam. Seperti yang kita tahu, memang ada banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam.

Namun, pada pasien limfoma, demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 37 derajat celsius dan tidak pernah lebih dari 38 derajat celsius. Demam pun akan hilang timbul.

5. Kelelahan

Pasien limfoma biasanya juga akan merasa sangat lelah atau lemah. Misalnya, napas menjadi pendek dan sulit bernapas saat tingginya aktivitas, padahal sebelumnya baik-baik saja.

6. Perut penuh

Gejala yang menjadi perbedaan kelenjar getah bening dan kanker lainnya, yaitu perut terasa nyeri atau kurang nyaman. Selain itu juga terasa penuh di perut. Jika beberapa gejala ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening di Ketiak, Apa Bahayanya?

Kapan Harus Menemui Dokter?

Setelah mengetahui perbedaan kelenjar getah bening dan kanker, maka Moms pasti sudah paham dengan gejala umum seperti pilek, batuk, atau demam.

Namun bila ada kondisi yang tidak sesuai dengan keadaan Moms biasanya, saat itulah Moms harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Berikut adalah kondisi yang harus Moms waspadai, melansir Cancer Organization:

  • Kelenjar getah bening yang berukuran sekitar 1/2 inci atau lebih besar menunjukkan ukuran yang tidak normal. Kelenjar getah bening juga seharusnya tidak terasa keras atau kenyal, dan Moms bisa memindahkannya ketika disentuh.
  • Kulit di kelenjar getah bening yang membengkak mulai berwarna merah, teriritasi, atau hangat ketika disentuh. Dan Moms harus menemui dokter jika kelenjar getah bening tampak tidak normal atau tidak mereda setelah beberapa minggu.

Dokter mungkin akan mencoba mengesampingkan alasan selain kanker terlebih dahulu. Umumnya, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan hal-hal yang telah terjadi, seperti jika Moms:

  • Pernah dicakar kucing
  • Digigit kutu
  • Makan daging setengah matang
  • Melakukan hubungan seks berisiko
  • Menyuntikkan narkoba
  • Bepergian ke tempat atau daerah tertentu

Dokter juga akan ingin tahu obat apa yang pernah Moms minum dan gejala lain yang Moms miliki.

Baca Juga: 6 Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Nah, itulah Moms perbedaan kelenjar getah bening dan kanker. Apapun keduanya, jaga selalu kesehatan Moms agar tidak terkena dua penyakit tersebut itu, ya. Jika terkena, semoga lekas sembuh, Moms. Ikuti selalu anjuran dari dokter, ya.

(RYO/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.