Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
05 September 2022

Kanker Hati: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Kanker hati bisa ditandai dengan adanya pembesaran pembuluh darah di perut
Kanker Hati: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Kanker hati adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di organ hati.

Jenis kanker ini dapat diklasifikasikan dengan dua cara, yaitu kanker hati primer dan sekunder.

Kanker hati primer, dikenal dengan nama karsinoma hepatoseluler adalah jenis kanker yang umum terjadi dan dimulai di jaringan hati.

Sementara, kanker hati sekunder adalah kanker yang dimulai di beberapa tempat lain di tubuh dan pindah ke hati. Jenis ini juga disebut kanker hati metastatik.

Ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kanker hati?

Yuk, simak artikel ini hingga akhir untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai kanker hati!

Baca Juga: Fakta Seputar Kanker Serviks yang Perlu Dipahami

Penyebab Kanker Hati

Penyebab Kanker Hati

Foto: Penyebab Kanker Hati

Foto: Ilustrasi Kanker pada Hati (Orami Photo Stocks)

Kanker hati terjadi ketika sel-sel hati mengembangkan perubahan atau bermutasi dalam DNA mereka.

DNA sel adalah bahan yang memberikan instruksi untuk setiap proses kimia dalam tubuh.

Mutasi DNA menyebabkan perubahan pada instruksi ini.

Salah satu hasil dari mutasi DNA adalah sel-sel mungkin mulai tumbuh di luar kendali, sehingga dapat membentuk tumor atau kumpulan sel kanker.

Penyebab kanker hati diketahui, seperti pada infeksi hepatitis kronis.

Namun, terkadang kanker hati terjadi pada orang yang tidak memiliki penyakit yang mendasarinya dan tidak jelas apa penyebabnya.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menjadi salah satu penyebab terbentuknya sel kanker pada jaringan hati.

1. Infeksi Kronis HBV dan HCV

Infeksi kronis dengan virus hepatitis B (HBV) atau virus hepatitis C (HCV) meningkatkan risiko kanker hati.

Mengutip dari Medical Microbiology, virus hepatitis merupakan masalah kesehatan serius di seluruh dunia.

Hepatitis menjadi salah satu penyebab morbiditas dan moralitas pada yang cukup besar pada populasi manusia.

Baik dari infeksi akut maupun gejala sisa kronis dari kasus hepatitis B, C dan D, hepatitis kronis aktif dan sirosis.

2. Sirosis

Kondisi progresif dan irreversibel ini menyebabkan jaringan parut terbentuk di hati dan meningkatkan peluang terkena kanker hati.

Jurnal American Family Physician menyebutkan bahwa sirosis adalah penyebab kematian nomor 12 di Amerika Serikat.

Kebanyakan pasien dengan sirosis tetap asimtomatik sampai timbulnya dekompensasi.

3. Penyakit Hati Tertentu yang Diturunkan

Penyakit hati yang dapat meningkatkan risiko kanker hati termasuk hemokromatosis dan penyakit Wilson.

4. Diabetes

Moms yang memiliki gangguan gula darah ini memiliki risiko lebih besar terkena kanker hati dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes.

5. Paparan Aflatoksin

Aflatoksin adalah racun yang dihasilkan oleh jamur yang tumbuh pada tanaman yang disimpan dengan buruk.

Tanaman, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan, dapat terkontaminasi aflatoksin, yang dapat berakhir pada makanan yang terbuat dari produk ini.

6. Terlalu Banyak Konsumsi Alkohol

Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol juga bisa menyebabkan kanker hati lho Moms.

Karena konsumsi alkohol terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan hati dan tidak dapat diobati.

Penting untuk Moms selalu menghindari minuman satu ini jika ingin memiliki hati yang sehat.

Baca Juga: Kanker Mulut: Gejala, Penyebab, Komplikasi, Diagnosis, dan Pengobatan

Jenis Kanker Hati

Hepatitis B dan C, penyakit liver pada balita.jpg

Foto: Hepatitis B dan C, penyakit liver pada balita.jpg

Foto: Jenis Kanker Hati (Orami Photo Stocks)

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa kanker hati memiliki dua jenis yaitu kanker hati primer dan kanker hati sekunder.

Berikut ini penjelasan mengenai jenis kanker hati.

Kanker Hati Primer

Jenis kanker hati yang pertama adalah kanker hati primer. Jenis ini merupakan kanker hati yang bermula terjadi di hati.

Terdapat beberapa bagian dalam jenis kanker ini, antara lain:

  • Hepatoma atau Karsinoma Hepatoseluler

Karsinoma hepatoseluler (HCC) atau hepatoma adalah jenis kanker hati primer yang paling umum.

Hepatoma paling sering terjadi pada orang dengan penyakit hati kronis, seperti sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau hepatitis C.

Menjadi jenis kanker hati yang paling umum, risiko lebih tinggi terjadi kasus ini pada orang dengan penyakit hati jangka panjang atau hati yang terinfeksi hepatitis B atau hepatitis C.

  • Kanker Saluran Empedu (Cholangiocarcinoma)

Kanker saluran empedu terjadi ketika sel-sel kanker tumbuh di saluran empedu. Umumnya kasus ini bermula di saluran empedu yang berasal dari tabung di dalam hati.

  • Angiosarcoma

Jenis kanker ini berasal dari adanya pertumbuhan sel-sel kanker di pembuluh darah bagian dalam hati. Bahayanya, jenis kanker ini dapat berkembang sangat cepat.

  • Hepatoblastoma

Hepatoblastoma adalah kanker hati yang bermula dari pertumbuhan sel kanker di hati yang belum sempurna. Ini merupakan jenis kanker yang terbilang langka.

Kanker Hati Sekunder

Jenis kanker hati selanjutnya adalah kanker hati sekunder. Kanker hati sekunder adalah kanker yang tumbuh di organ lain namun berujung menyebar ke hati.

Kanker jenis ini umumnya ditemukan dari organ seperti kanker lambung, kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker payudara.

Baca Juga:Penderita Diabetes Tipe 2 Lebih Rentan Terkena Kanker Hati, Benarkah?

Gejala Kanker Hati

Gejala kanker hati

Foto: Gejala kanker hati

Foto: Gejala Kanker Hati (Orami Photo Stocks)

Kebanyakan pasien tidak memiliki tanda dan juga gejala saat mengalami kanker hari tahap awal.

Namun, Moms harus segera menemui dokter jika mengalami gejala seperti berikut ini.

  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa sangat kenyang setelah makan kecil
  • Mual atau muntah
  • Hati yang membesar, terasa seperti penuh di bawah tulang rusuk di sisi kanan
  • Limpa yang membesar, terasa seperti penuh di bawah tulang rusuk di sisi kiri
  • Nyeri di perut atau di dekat tulang belikat kanan
  • Pembengkakan atau penumpukan cairan di perut (perut)
  • Gatal
  • Menguningnya kulit dan mata (jaundice)

Melansir dari American Cancer Society gejala lain dari kanker hati adalah demam, pembesaran pembuluh darah di perut yang bisa dilihat melalui kulit, dan memar atau pendarahan yang tidak normal.

Orang yang menderita hepatitis kronis atau sirosis mungkin merasa lebih buruk dari biasanya.

Namun, sayangnya, beberapa mungkin hanya mengalami perubahan pada hasil tes laboratorium.

Seperti tes fungsi hati atau kadar alfa-fetoprotein (AFP).

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Afrika untuk Kesehatan, Bisa Mengobati Kanker Payudara

Cara Diagnosis Kanker Hati

Cara mendiagnosa kanker hati

Foto: Cara mendiagnosa kanker hati (medicalnewstoday.com)

Foto: Pemeriksaan Dokter (Orami Photo Stocks)

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan berikut ini saat mencurigai adanya pertumbuhan sel kanker di dalam jaringan hati pada tubuh.

1. Tes Darah

Tes penanda serum mengukur jumlah zat tertentu yang terkait dengan kanker.

Untuk kanker hati, sirosis, dan hepatitis, zat alpha-fetoprotein (AFP) mungkin muncul di tingkat yang lebih tinggi.

AFP dalam kadar tinggi dianggap sebagai penanda tumor.

Tes enzim hati yang menunjukkan tingkat enzim hati yang tinggi juga dapat menunjukkan penyakit hati.

2. Ultrasound (sonografi)

Tes ini dilakukan untuk melihat adanya gambar struktur jaringan lunak pada tubuh Moms.

3. Computed Tomography (CT Scan)

Pemeriksaan ini akan menggunakan jenis sinar-X khusus untuk mengambil gambar organ secara mendetail.

4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Tes yang menghasilkan gambar sangat jelas dari tubuh manusia menggunakan magnet besar, gelombang radio, dan komputer.

Ini akan dilakukan dokter untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan kanker dalam tubuh Moms.

5. Angiogram

Tes ini dilakukan dengan cara menyuntikan sebuah zat untuk mengetahui ada/tidaknya jaringan abnormal dan/atau tumor hati.

6. Laparoskopi

Dokter menggunakan tabung tipis dengan cahaya (laparoskop) untuk mengamati hati dan organ lain di dalam daerah perut.

7. Biopsi

Pengambilan jaringan untuk dipelajari di bawah mikroskop.

Ini dapat dilakukan dengan menggunakan laparoskopi.

Biopsi adalah cara yang paling dapat diandalkan untuk menentukan kanker.

Baca Juga: Mengenal Kanker Saraf Neuroblastoma pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Cara Mengobati Kanker Hati

Cara mengobati kanker hati

Foto: Cara mengobati kanker hati

Foto: Orami Photo Stock

Proses penyembuhan kanker hati dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari kondisi tubuh pasien dan stadium kanker yang ada serta alfa-fetoprotein.

Penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan lebih dari satu metode.

Seperti pembedahan, terapi loko-regional, berbagai jenis terapi obat, dan transplantasi hati.

Berikut cara mengobati kanker hati yang dapat dicoba untuk menyembuhkan penyakit ini.

1. Operasi

Operasi untuk mengobati kanker hati terdapat beberapa jenis, seperti berikut ini.

  • Hepatektomi parsial

Pengangkatan sebagian hati, mulai dari irisan yang lebih kecil hingga seluruh lobus.

  • Hepatektomi total dan transplantasi hati

Mengambil seluruh hati dan menggantinya dengan satu dari donor organ.

2. Terapi Ablasi

Pengobatan ini dilakukan untuk menghancurkan tumor di hati tanpa mengeluarkannya.

Ada beberapa cara untuk melakukan ini, seperti cryoablation, microwave ablation, radiofrequency ablation dan ethanol ablation.

3. Kemoterapi

Pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan reproduksinya.

Kemoterapi mungkin sistemik (pil atau suntikan yang menyebar ke seluruh tubuh).

4. Targeted Therapy

Jenis pengobatan menggunakan obat-obatan akan langsung membidik gen atau jaringan kanker.

Terapi yang ditargetkan berbeda dari kemoterapi.

5. Imunoterapi

Cara mengobati kanker hati juga dapat menggunakan obat-obatan yang mengarahkan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker atau disebut imunoterapi.

Jenis pengobatan ini juga berbeda dengan kemoterapi.

6. Terapi Loco-regional

Terapi ini dilakukan dengan cara menyuntikkan manik-manik yang mengeluarkan radiasi ke dalam pembuluh darah yang memberi makan tumor (radioembolisasi).

Versi lain dari jenis terapi ini disebut kemoembolisasi arteri hepatik.

Obat kemoterapi dikombinasikan dengan manik-manik untuk memblokir arteri.

Baca Juga: 4 Makanan Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risiko yang Harus Moms Waspadai

Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasi kanker hati.

Yuk, turunkan risiko kanker hati dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-cancer/symptoms-causes/syc-20353659
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9418-liver-cancer#symptoms-and-causes
  • https://www.cancer.org/cancer/liver-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK7864/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31845776/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatocellular-carcinoma/cdc-20354552
  • https://www.webmd.com/cancer/primary-liver-cancer/