23 Juli 2022

Kadar Gula Darah Rendah? Waspada Gejala Hipoglikemia!

Waspadai gejala dan penyebabnya berikut ini!

Kondisi gula darah rendah, atau yang juga dikenal sebagai hipoglikemia, bisa menjadi kondisi yang berbahaya.

Sebuah penelitian ilmiah Indian Journal of Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa, gula darah rendah juga bisa terjadi pada penderita diabetes yang mengonsumsi obat yang meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.

Saat Moms minum terlalu banyak obat, melewatkan makan, makan kurang dari biasanya, atau berolahraga lebih dari biasanya, ini bisa menyebabkan gula darah rendah.

Penanganan gula darah rendah yang terlambat mengakibatkan penurunan kesadaran dan kejang, hingga kerusakan permanen pada otak.

Meski sering kali terjadi pada pasien diabetes, gula darah rendah juga bisa dialami oleh orang yang tidak menderita diabetes, lho.

Untuk itu, penting bagi Moms mengetahui tentang gula darah rendah mulai dari gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya. Yuk simak di bawah ini.

Baca Juga: Setelah Tes HSG, Mungkinkan Peluang untuk Hamil Akan Meningkat?

Pengertian Gula Darah Rendah

gula darah rendah.jpg
Foto: gula darah rendah.jpg (prescriptionhope.com)

Foto Ilustrasi Gula Darah Rendah (prescriptionhope.com)

Gula darah juga dikenal sebagai glukosa, yang mana mereka berasal dari makanan dan berfungsi sebagai sumber energi penting bagi tubuh.

Makanan yang mengandung karbohidrat makanan seperti nasi, kentang, roti, tortilla, sereal, buah, sayuran, dan susu adalah sumber utama glukosa tubuh.

Setelah Moms makan, maka glukosa diserap ke dalam aliran darah, ia kemudian dialirkan menuju ke sel-sel tubuh.

Hormon yang disebut insulin, yang dibuat oleh pankreas, akan membantu sel menggunakan glukosa untuk energi.

Saat Moms mengonsumsi lebih banyak glukosa daripada yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya di hati dan otot atau mengubahnya menjadi lemak sehingga dapat digunakan untuk energi saat dibutuhkan nanti.

Tanpa glukosa yang cukup atau gula darah rendah, maka tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Dalam jangka pendek, orang yang tidak menjalani pengobatan yang meningkatkan insulin memiliki cukup glukosa untuk menjaga kadar gula darah, dan hati dapat membuat glukosa jika diperlukan.

Namun, bagi mereka yang menggunakan obat-obatan khusus ini, penurunan gula darah dalam jangka pendek dapat menyebabkan banyak masalah.

Melansir American Diabetes Association, kondisi seseorang akan dianggap memiliki gula darah rendah jika turun di bawah 70 mg / dL.

Jika angkanya sudah di bawah batas tersebut, maka Moms memerlukan perawatan sesegera mungkin untuk mencegah gejala yang lebih serius berkembang.

Baca Juga: Mengenal Lipoma: Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Pahami Dulu Regulasi Gula Darah

Pahami Dulu Regulasi Gula Darah
Foto: Pahami Dulu Regulasi Gula Darah (Orami Photo Stocks)

Foto Ilustrasi Regulasi Gula Darah (Orami Photo Stock)

Saat Moms makan, tubuh akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi berbagai molekul gula, termasuk glukosa.

Senyawa ini akan menjadi sumber energi utama untuk tubuh, ia akan memasuki sel-sel di sebagian besar jaringan dengan bantuan insulin.

Hormon insulin memungkinkan glukosa memasuki sel dan menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan sel. Glukosa ekstra disimpan di hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Jika Moms belum makan selama beberapa jam dan kadar gula darah turun, hormon lain dari pankreas akan memberi sinyal pada hati untuk memecah glikogen yang tersimpan dan melepaskan glukosa ke aliran darah.

Ini menjaga gula darah dalam kisaran normal sampai kemudian Moms makan lagi.

Tubuh juga memiliki kemampuan untuk membuat glukosa. Proses ini terjadi terutama di hati dan juga di ginjal.

Baca Juga: 5 Tanda Moms Memiliki Inner Child yang Terluka dan Cara Mengatasinya

Gejala Gula Darah Rendah

Gejala Gula Darah Rendah
Foto: Gejala Gula Darah Rendah (Orami Photo Stocks)

Foto Ilustrasi Gejala Gula Darah Rendah (Orami Photo Stock)

Jika kadar gula darah menjadi terlalu rendah, ada beberapa tanda dan gejala yang dapat Moms rasakan seperti yang disebutkan oleh Mayo Clinic, antara lain:

  • Detak jantung tidak teratur atau cepat
  • Kelelahan
  • Kulit pucat
  • Kegoyahan
  • Kegelisahan
  • Berkeringat
  • Kelaparan
  • Sifat lekas marah
  • Kesemutan atau mati rasa pada bibir, lidah atau pipi

Saat hipoglikemia memburuk, tanda dan gejala dapat meliputi:

  • Kebingungan, perilaku abnormal atau keduanya, seperti ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas rutin
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur
  • Kejang
  • Hilang kesadaran

Segera cari pertolongan dokter jika gejala gula darah rendah semakin parah atau memiliki kondisi seperti:

  • Mengalami gejala hipoglikemia dan tidak menderita diabetes
  • Menderita diabetes dan hipoglikemia tidak merespons pengobatan, seperti minum jus atau minuman ringan biasa, makan permen, atau mengonsumsi tablet glukosa

Cari bantuan darurat juga untuk Moms dengan diabetes atau riwayat hipoglikemia yang memiliki gejala hipoglikemia berat atau kehilangan kesadaran.

Baca Juga: Rekomendasi Pemberian Vaksin COVID-19 pada Anak Usia 6-11 Tahun dari IDAI

Penyebab Kadar Gula Darah Rendah

Penyebab Gula Darah Rendah
Foto: Penyebab Gula Darah Rendah (Pexels.com/PhotoMIX Company)

Foto Ilustrasi Penyebab Kadar Gula Darah Rendah (Orami Photo Stock)

Ada beberapa alasan mengapa bisa terjadi kadar gula darah rendah. Namun, yang paling umum adalah efek samping obat yang digunakan untuk mengobati diabetes.

Mengutip National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, berikut beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya:

1 . Kemungkinan Penyebabnya Terkait Diabetes

Penyebab gula darah rendah pada diabetes tipe 1, karena pankreas tidak dapat lagi memproduksi insulin.

Pada diabetes tipe 2, pankreas tidak membuat cukup insulin, atau tubuh Moms tidak dapat menggunakannya dengan benar.

Terlalu banyak insulin atau obat diabetes oral dapat menurunkan kadar gula darah, yang menyebabkan hipoglikemia.

Untuk memperbaiki masalah ini, Moms mungkin menggunakan insulin atau obat lain untuk menurunkan kadar gula darah.

Namun, terlalu banyak insulin atau obat diabetes lainnya dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah, menyebabkan hipoglikemia.

Gula darah rendah juga dapat terjadi jika Moms makan lebih sedikit dari biasanya setelah minum obat diabetes, atau jika Moms berolahraga lebih dari biasanya.

Baca Juga: Anak Suka Berbohong, Jangan Marah dan Terbawa Emosi Dulu Moms!

2. Kemungkinan Penyebabnya, Selain Diabetes

Hipoglikemia pada orang tanpa diabetes jauh lebih jarang terjadi. Namun ada beberapa penyebabnya, antara lain:

  • Pengobatan

Mengonsumsi obat diabetes oral orang lain secara tidak sengaja merupakan kemungkinan penyebab hipoglikemia.

Obat lain dapat menyebabkan hipoglikemia, terutama pada anak-anak atau pada penderita gagal ginjal.

Salah satu contohnya adalah kina (Qualaquin), yang digunakan untuk mengobati penyakit malaria.

  • Minum Alkohol Berlebihan

Minum banyak minuman tanpa makan dapat menghalangi hati melepaskan glukosa yang tersimpan ke dalam aliran darah dan kemudian menyebabkan hipoglikemia.

  • Beberapa Penyakit Kronis

Penyakit hati yang parah seperti hepatitis atau sirosis parah dapat menyebabkan hipoglikemia.

Gangguan ginjal, yang dapat menghalangi tubuh untuk mengeluarkan obat dengan benar, dapat memengaruhi kadar glukosa karena penumpukan obat tersebut.

  • Kelaparan Jangka Panjang
  • Kondisi kelaparan panjang seperti yang dapat terjadi pada kelainan pola makan anoreksia nervosa, dapat mengakibatkan terlalu sedikit zat yang dibutuhkan tubuh untuk membuat glukosa.
  • Produksi Insulin Berlebih

Tumor pankreas yang langka (insulinoma) dapat menyebabkan pankreas memproduksi terlalu banyak insulin, yang mengakibatkan hipoglikemia.

Tumor lain juga dapat menghasilkan terlalu banyak produksi zat seperti insulin.

Pembesaran sel-sel pankreas yang memproduksi insulin dapat mengakibatkan pelepasan insulin yang berlebihan sehingga menyebabkan hipoglikemia.

  • Kekurangan Hormon

Kelainan kelenjar adrenal dan tumor hipofisis tertentu dapat menyebabkan kekurangan hormon utama yang mengatur produksi glukosa.

Anak-anak dapat mengalami hipoglikemia jika mereka memiliki terlalu sedikit hormon pertumbuhan.

  • Kompilasi Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh wanita akan memproduksi lebih banyak insulin untuk membantu bayi tumbuh.

Di saat yang sama, kehamilan juga bisa membuat wanita lebih resisten terhadap insulin.

  • Mengonsumsi Makanan Manis Berlebihan

Mengonsumsi makanan manis atau terlalu banyak mengandung karbohidrat, kadar gula darah akan meningkat terlalu tinggi sehingga hormon insulin lebih banyak dikeluarkan. Karena itu, penurunan gula bisa terjadi dengan cepat.

3. Hipoglikemia setelah Makan

Kadar gula darah rendah juga biasanya terjadi jika Moms belum makan, tetapi tidak selalu.

Terkadang gejala hipoglikemia terjadi setelah makan tertentu yang tinggi gula karena tubuh memproduksi lebih banyak insulin daripada yang dibutuhkan.

Jenis hipoglikemia ini, disebut hipoglikemia reaktif atau hipoglikemia postprandial, dan dapat terjadi pada orang yang pernah menjalani operasi bypass lambung.

Kondisi ini juga terjadi pada orang yang belum pernah menjalani operasi ini.

Baca Juga: Ganti Cairan Tubuh, 4 Manfaat Minuman Isotonik dan Cara Membuatnya Sendiri di Rumah

Diagnosis Gula Darah Rendah

Konsultasi dengan dokter
Foto: Konsultasi dengan dokter (Orami Photo Stock)

Foto Ilustrasi Diagnosis Gula Darah Rendah (Orami Photo Stock)

Cara utama untuk memeriksa apakah Moms mengalami hipoglikemia adalah dengan melakukan cek gula darah dengan mandiri menggunakan alat pengukur gula darah. Alat ini bisa Moms beli di apotek dan digunakan sendiri di rumah.

Normalnya, kadar gula gula darah puasa (GDP) di bawah 100 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan di bawah 140 mg/dL.

Sementara kadar gula dikatakan rendah apabila menunjukkan angka di bawah 70 mg/dL saat pemeriksaan.

Penting untuk mencatat tanggal, waktu, hasil tes, obat dan dosis, informasi makanan yang dikonsumsi dan olahraga setiap kali Moms melakukan cek darah.

Selain itu, selalu perhatikan gejala gula darah rendah yang Moms alami.

Pastikan bahwa Moms telah mengerti cara menggunakan alat tersebut dan bagaimana mengambil sampel darah yang benar.

Sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter untuk cara penggunaan alat cek gula darah yang benar.

Selain kadar gula darah, dokter juga dapat melakukan tes fungsi ginjal, hati, dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi penyebab hipoglikemia, sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Asma Alergi, dari Gejala, Penyebab hingga Pengobatannya

Cara Mengatasi Gula Darah Rendah

Cara Mencegah Gula Darah Rendah
Foto: Cara Mencegah Gula Darah Rendah (health.com)

Foto Ilustrasi Cara Mengatasi Gula Darah Rendah (Orami Photo Stock)

Jika Moms mengalami serangan gejala gula darah rendah, segera periksa kadar gula darah dengan alat pengukur glukosa darah.

Melansir Journal Clinical trials, untuk penanganan hipoglikemia setelahnya adalah segera konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula untuk menaikan kadar gula darah, seperti:

  • teh manis hangat,
  • permen, dan
  • jus buah mengandung gula.

Moms juga disarankan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang cukup tinggi, seperti roti putih, nasi putih, atau sereal.

Biasanya gejala akan mereda setelah 10-20 menit. Hindarilah makan makanan berlemak karena dapat menghambat penyerapan gula.

Lakukan cek kadar gula darah dalam waktu 15 menit setelahnya. Apabila masih di bawah 70 mg/dL, ulangi makan makanan berkarbohidrat seperti di atas.

Setelah kadar gula darah di atas 70 mg/dL, Moms boleh mengkonsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti biskuit kacang.

Baca Juga: Sering Dianggap Sehat, 10+ Makanan yang Membuat Gemuk Ini Bisa Mengecoh

Cara Mencegah Gula Darah Rendah

gula darah
Foto: gula darah (Clevelandclinic.org)

Foto Ilustrasi Cara Mencegah Gula Darah Rendah (Orami Photo Stock)

Cara pencegahan gula darah rendah dibagi menjadi dua jenis, yakni pencegahan untuk para pengidap diabetes, dan mereka yang tidak mengidap diabetes seperti berikut ini:

1. Jika Menderita Diabetes

Ikuti rencana manajemen diabetes yang telah dokter sarankan.

Jika Moms adalah pengidap diabetes, maka perhatikan saat Moms mengonsumsi obat baru, mengubah jadwal makan atau pengobatan, atau menambah olahraga baru.

Sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi manajemen diabetes dan risiko gula darah rendah.

Monitor glukosa berkelanjutan (continuous glucose monitor/CGM) adalah pilihan bagi sebagian orang, terutama mereka yang tidak sadar akan hipoglikemia.

CGM memiliki kabel kecil yang dimasukkan di bawah kulit yang dapat mengirim pembacaan glukosa darah ke penerima.

Jika kadar gula darah turun terlalu rendah, beberapa model CGM akan mengingatkan dengan alarm.

Beberapa pompa insulin sekarang terintegrasi dengan CGM dan dapat menghentikan pengiriman insulin ketika kadar gula darah turun terlalu cepat untuk membantu mencegah hipoglikemia.

Pastikan untuk selalu membawa karbohidrat yang bekerja cepat, seperti jus atau tablet glukosa sehingga Moms dapat mengatasi penurunan kadar gula darah sebelum turun drastis.

2. Jika Tidak Menderita Diabetes

Salah satu cara mencegah hipoglikemia adalah dengan mengontrol kadar gula darah tetap dalam batas normal. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan.

  • Jangan melewatkan atau menunda makan. Makanlah secara teratur sesuai jadwal sarapan, makan siang, dan makan malam.
  • Rutin cek gula darah. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan jika gula darah berada dalam kisaran yang normal.
  • Untuk mencegah kadar gula darah rendah di malam hari, selalu rutin cek kadar gula darah sebelum tidur.
  • Mengenali tanda dan gejala saat glukosa rendah.
  • Hindari makanan yang kaya akan gula karena selain dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat tapi juga dapat menyebabkan penurunan gula darah dengan cepat pada orang dengan hipoglikemia reaktif.
  • Hindari minum alkohol secara berlebihan terutama saat perut kosong. Alkohol dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk melepaskan glukosa.

Baca Juga: 5 Manfaat Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak untuk Kesehatan Mental, Yuk Terapkan!

Itulah beberapa hal yang perlu Moms pahami mengenai gula darah rendah atau hipoglikemia.

Ingat, selalu diskusikan dengan dokter mengenai semua gejala yang Moms rasakan dan jangan mengira-ngira sendiri mengenai kondisi kesehatan yang Moms alami.

Pasalnya, hanya dokter yang berwenang memberikan saran kesehatan terkait kondisi kesehatan yang Moms rasakan.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3784865/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2254723/
  • https://www.diabetes.org/healthy-living/medication-treatments/blood-glucose-testing-and-control/hypoglycemia
  • https://www.healthline.com/health/hypoglycemia#treatment
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.