Di atas 5 tahun

2 November 2021

Anak Suka Berbohong, Jangan Marah dan Terbawa Emosi Dulu Moms!

Moms harus mencari tahu dulu penyebab dan alasan Si Kecil berbohong
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap orang tua pasti tidak menginginkan anaknya memiliki kebiasaan berbohong. Biasanya, anak suka berbohong untuk menghindar dari hukuman dan rasa takut, mencari perhatian dari orang lain, maupun untuk memperoleh sesuatu yang menjadi keinginannya.

Moms tidak sendirian. Belakangan ini sepertinya anak-anak lebih banyak berbohong. Tetapi para ahli mengatakan ini bukan hal yang tidak harus selalu perlu dikhawatirkan.

“Meskipun pandemi mungkin telah memengaruhi jenis kebohongan yang diucapkan anak-anak, itu tidak meningkatkan frekuensi mereka,” kata Amie Bettencourt, psikolog anak di Johns Hopkins, dilansir Washington Post.

Menurutnya, itu merupakan perkembangan yang normal untuk melihat peningkatan bertahap dalam hal berbohong. “Dan pembelajaran virtual hanya menyediakan lingkungan baru untuk itu,” katanya.

Kecemasan orang tua juga dapat berperan. “Orang tua sedang stres saat ini, dan ada lebih banyak konflik sehingga anak-anak mencoba untuk terbang di bawah radar dengan mengabaikan berbagai hal,” kata Carolyn Ievers-Landis, seorang psikolog klinis di University Hospitals di Ohio.

Baca Juga: Berbohong Jadi Kebiasaan? Cari Tahu Soal Mythomania!

Alasan Anak Suka Berbohong

3 Dampak Orang Tua Sering Berbohong pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum memarahi atau menghukum anak hingga membuat anak suka berbohong, Moms harus mengetahui alasan mengapa anak melakukakknya.

Ini akan membuat Moms lebih bijak dalam menghadapi anak, serta tidak membuat kebohongan sebagai sifat anak di kemudian hari karena terlalu terbiasa. Beberapa alasannya yakni:

1. Menghindari Situasi yang Tidak Menyenangkan

Berpura-pura sakit adalah cara yang sering dilakukan oleh anak untuk tidak berangkat ke sekolah. Moms mungkin tidak tahu ketika anak tidak menyukai lingkungan di sekolahnya karena sesuatu hal.

Misalnya belum mengerjakan tugas, bahkan bisa jadi ada sesuatu yang mengintimidasi anak, seperti anak menjadi korban bullying teman-temannya atau atau kesulitan mengikuti mata pelajaran di sekolahnya.

Kebohongan ini biasanya dijadikan jalan keluar agar anak dapat menghindar dari situasi yang membuatnya tidak nyaman itu. Stelah mengetahuinya, Moms bisa mengajak anak untuk mencari jalan keluarnya.

2. Takut Mendapat Hukuman

Biasanya, anak suka berbohong apabila telah berbuat kesalahan, dan takut mendapat hukuman. Misalnya saat anak bermain bola di dalam rumah dan tidak sengaja memecahkan vas bunga akibat bola yang dilemparkannya.

Anak akhirnya berpikir untuk berbohong saja karena takut dimarahi atau Moms, atau pun mendapatkan hukuman akibat kelalaiannya tersebut.

Ingat Moms, perlakuan itu akan membuat anak nantinya akan menutup-nutupi kesalahan yang diperbuat, dan memilih untuk tidak berkata jujur karena merasa takut dimarahi.

Baca Juga: Cerita Pinokio: Kisah Seorang Anak yang Suka Berbohong

3. Ingin Diperhatikan

Ketika anak lain mendapat pujian, bisa saja anak suka berbohong karena merasa iri dan ingin mendapatkan hal yang sama seperti temannya untuk membuat orang lain merasa kagum dengan dirinya.

Oleh karena itu, anak-anak sering mengarang cerita yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Misalnya, mengarang cerita memenangkan lomba renang ataupun mengaku bisa melihat hantu untuk menarik perhatian orang lain.

4. Menolong Teman

Dalam pertemanan, anak kadang tidak tahu bentuk solidaritas seperti apa yang harus dijaga. Begitu pentingnya keberadaan teman, maka tak jarang anak Moms juga ikut menutupi kebohongan yang dilakukan temannya untuk menjaga solidaritas dalam pergaulan.

Oleh karena itu, anak Moms juga akan berikap tidak jujur untuk menolong temannya agar terhidar dari hal yang tidak menyenangkan. Meski niatnya baik, tapi nantinya anak suka berbohong bahkan kepada orang tuanya dan menjadi kebiasaan jelek.

Baca Juga: 5+ Cara Membongkar Kebohongan Suami, Jangan Mau Dikelabui Moms!

Bagaimana Kebohongan Berkembang?

3 Dampak Orang Tua Sering Berbohong Pada Anak 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ketidakjujuran sangat mengkhawatirkan, para ilmuwan menekankan bahwa berbohong adalah bagian penting dari perkembangan normal untuk anak.

Di usia prasekolah, kebanyakan anak belajar berbohong sebagai bagian dari otak mereka yang mengatur fungsi eksekutif, empati, dan kemampuan untuk menganggap orang lain terpisah dari diri mereka.

Dalam penelitian pada anak berusia 7 hingga 12 tahun, Kang Lee, seorang psikolog perkembangan di University of Toronto, menemukan bahwa berbohong mengganggu hubungan antara berbagai wilayah otak.

Dia membandingkan tuntutan kognitif berbohong dengan sistem kelistrikan sebuah rumah: "Jika Anda menyalakan lampu di seluruh rumah dan memasukkan banyak cucian, maka salah satu area akan mulai rusak," kata dia.

Namun, seiring bertambahnya usia anak-anak, dan otak mereka menjadi lebih baik dalam menangani tugas-tugas kognitif dan gangguan ini berkurang.

Dan menurutnya, masa ini juga memiliki akhir. “Berbohong mencapai puncaknya pada usia sekitar 10 atau 11 tahun,” jelasnya.

Saat anak-anak dewasa, Kang Lee curiga bahwa anak semakin sadar akan moralitas berbohong, bahkan ketika mereka menjadi lebih mahir dalam hal berbohong.

“Setelah usia 12 atau 13 tahun, remaja lebih jujur ​​tentang pelanggaran mereka,” katanya.

Baca Juga: Ini Hukum Suami Berbohong pada Istri, Dads Wajib Tahu!

Kapan Harus Khawatir Saat Anak Suka Berbohong?

3 Dampak Orang Tua Sering Berbohong Pada Anak 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, berbohong adalah tahapan perkembangan yang akan dilalui oleh semua anak. “Kecuali ada masalah perkembangan seperti autisme, semua anak berbohong,” kata Kang Lee.

Meskipun tidak ada aturan yang baku, ada beberapa pola yang dapat menunjukkan masalah yang lebih serius saat anak suka berbohong, misalnya:

  • Ketika berbohong sering terjadi dan memiliki berbagai skenario, seperti tentang apakah anak menyelesaikan tugas sekolah atau ke mana dia pergi.
  • Ketika anak-anak menemukan diri mereka dalam situasi berisiko atau berbahaya karena kebohongan mereka.
  • Ketika berbohong merusak hubungan antara orang tua dan anak, sehingga sulit untuk menikmati kebersamaan.

Baca Juga: Ini Hukum Istri Berbohong pada Suami dalam Islam, Wajib Tahu!

Cara Mengatasi Anak Suka Berbohong

Lakukan Cara Ini untuk Menghadapi Anak yang Berbohong

Foto: Orami Photo Stock

Memahami mengapa anak suka berbohong dapat membantu Moms untuk mengatasi alasan yang mendasarinya.

Tergantung pada usia anak, mungkin ada niat berbeda di balik kebohongannya. Seorang anak kecil mungkin menceritakan kisah-kisah imajinatif yang tidak perlu menjadi masalah.

Anak yang lebih besar mungkin berbohong tentang perilaku mereka. Menyimpan rahasia ini dapat menyebabkan masalah perilaku yang serius sebagai orang dewasa.

Ada beberapa cara untuk mengatasi anak suka berbohong agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang akan merugikannya. Di antaranya:

  • Lihat kebohongan sebagai pengembangan keterampilan. Seiring bertambahnya usia, anak akan menguji apa yang bisa mereka lakukan. Beginilah cara mereka mempelajari konsekuensi.
  • Menanggapi kebohongan dengan fakta. Apalagi ketika berhadapan dengan anak di bawah usia tiga tahun, beri tahu mereka bahwa ada faktanya. Berikan bukti yang bertentangan dengan kebohongan mereka.
  • Bantu anak menemukan cara untuk menghadapi perilaku tertentu. Jika Moms mengetahui anak berbohong, beri tahu bahwa anak dapat mengatakan yang sebenarnya kepada Moms.
  • Jika anak melihat Moms berbohong, anak akan mencontohnya. Anak akan melihat bagaimana Moms merespons sesuatu, dan jika Moms berbohong, anak akan berpikir mereka juga bisa.
  • Beri tahu anak-anak yang lebih besar bahwa ada kalanya kebohongan kecil tidak masalah. Kemudian ajari juga konsekuensi dari kebohongan yang lebih besar.
  • Moms harus khawatir jika anak sering berbohong. Jika kebohongan anak disandingkan dengan perilaku terkait lainnya, mereka mungkin memiliki masalah psikologis.

Untuk menghindari anak suka berbohong, Moms bisa menciptakan komunikasi yang baik dengan Si Kecil. Apapun kesalahannya, jangan sampai membuat anak menjadi takut berkata jujur ya Moms.

  • https://www.washingtonpost.com/lifestyle/kids-lying-advice/2021/07/26/c13d1986-da9e-11eb-8fb8-aea56b785b00_story.html
  • https://www.webmd.com/parenting/how-to-deal-with-your-child-lying#1
  • https://www.nature.com/articles/s41598-017-11754-4
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait