25 Juni 2020

Mengenal Selaput Dara, Hal yang Sering Jadi Perdebatan

Ternyata selaput dara memiliki 4 macam bentuk!

Selaput dara merupakan bagian dari jaringan yang bisa menghambat sebagian atau keseluruhan jalan masuk ke vagina.

Meskipun demikian, banyak yang merasa belum paham, apa sebenarnya fungsi dari selaput ini.

Dikutip dari jurnal Reproductive Health, tidak setiap perempuan memiliki tipe selaput dara yang sama.

Pada beberapa perempuan, ada yang selaput daranya menghalangi sepenuhnya atau sebagiam lubang vagina.

Selaput dara memiliki bentuk dan derajat kelembutan serta fleksibilitas yang berbeda-beda, semua ini tergantung dari individu itu sendiri.

Baca Juga: Apakah Selaput Dara Bisa Rapat Kembali?

Bentuk Selaput Dara

Dr Frank H Netter, penulis buku The Human Sexuality membagi bentuk dari selaput dara ini terbagi menjadi 4 bentuk, yaitu:

images-5.jpeg
Foto: images-5.jpeg

Foto: healthline.com

  • Annual hymen, bentuk selaput dara ini melingkari penuh lubang vagina.
  • Septate hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
  • Cibriform hymen, bentuk selaput dara ini ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka, tapi lubang ini lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak.
  • Introitus, pada perempuan yang sangat berpengalaman dalam hubungan seksual bisa saja lubang selaputnya membesar, namun masih menyisakan jaringan selaput dara.

Selaput Dara dan Keperawanan

Selaput dara seringkali dikaitkan dengan keperawanan seseorang.

Namun, pada praktiknya, beberapa perempuan bisa saja kehilangan selaput daranya melalui kegiatan fisik seperti bersepeda, mencoba bereksperimen seksual sejak dini atau akibat trauma.

Setiap tubuh perempuan berbeda-beda, sehingga pengalaman dan penetrasi seksualnya juga berbeda.

Hal inilah yang membuat selaput dara tidak bisa menjadi patokan keperawanan seseorang.

Tidak selamanya selaput dara yang robek mengalami pendarahan saat berhubungan seksual, hal ini tergantung dari penetrasinya.

Jika perempuan merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan.

“Ketika melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya, ada perempuan yang merasa sakit pada bagian vaginanya tapi ada juga yang tidak. Perbedaan itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang selaput dara perempuan tersebut saat bersenggama,” kata Dr Naomi Crouch, juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.

Baca Juga: 5 Makanan Peningkat Gairah Seksual yang Wajib Dicoba

Operasi Selaput Dara

images-6.jpeg
Foto: images-6.jpeg

Saat ini, dokter bedah plastik telah mengembangkan suatu prosedur yang dikenal sebagai hymenoplasty untuk menciptakan operasi selaput dara pada perempuan yang telah sobek selaput daranya.

Operasi pemulihan selaput dara ini selalu menimbulkan pro dan kontra.

Ada yang berpendapat, operasi ini dapat bermanfaat bagi perempuan yang menganggap selaput dara sangat penting.

Selain itu tidak semua perempuan dilahirkan memiliki selaput dara pada vaginanya.

Pada beberapa penelitian menunjukkan ada beberapa bayi perempuan yang lahir tanpa memiliki selaput dara.

“Hingga hari ini, kurang bukti yang dapat diandalkan tentang efektivitas klinis dan risiko operasi selaput dara. Dan tidak ada indikasi medis yang menyarankan operasi ini dilakukan. Jadi sebenarnya, ya memang tidak ada gunanya,” tandas Dr Crouch.

Baca Juga: Ini Alasan Otot dan Kulit Vagina Harus Digunting Saat Persalinan Normal

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.