27 September 2022

Mengenal Tes HBsAg, Penting untuk Mendeteksi Hepatitis B

Bisa deteksi hepatitis B sejak dini

HBsAg adalah kepanjangan dari Hepatitis B surface Antigen.

HBsAg adalah tes darah yang dilakukan untuk mendiagnosis hepatitis B.

Deteksi dini terhadap gangguan hepatitis B sangat penting. Apabila hasil HbsAg positif atau reaktif maka diduga kuat orang tersebut terinfeksi virus hepatitis B dan perlu perawatan lebih lanjut.

HBsAg adalah salah satu metode yang sangat penting untuk mendeteksi penyakit hepatitis B. Hal ini karena hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan organ hati dan organ lainnya.

Baca Juga: Mengenal Hepatitis C Kronis, Penyakit yang Diderita Gary Iskak

Apa Itu Hepatitis B?

Hepatitis jpg
Foto: Hepatitis jpg

Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV).

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang dapat mengancam nyawa. Penyakit ini bisa menular ke siapapun bahkan dapat menular pada bayi baru lahir.

Hepatitis B akut menyebabkan gejala muncul dengan cepat pada orang dewasa. Bayi yang terinfeksi hepatitis B saat lahir jarang berkembang menjadi hepatitis B akut.

Melansir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memperkirakan setiap tahun terdapat 120 ribu kasus mengalami Hepatitis B. Dari jumlah tersebut sekitar 95 persen berpotensi kronis, hingga menjasi sirosis dan kanker.

Perkiraan tersebut bedasar perhitungan ada 5,3 juta ibu hamil per tahun.

Sekitar 2 persen reaktif terhadap HBsAg atau positif Hepatitis B. Penularan vertikal dari ibu ke anak merupakan faktor risiko terbesar penyakit ini.

Baca Juga: 19+ Lokasi Vaksin COVID-19 di Depok, Catat Jadwalnya dan Segera Daftar!

Cara Penularan Hepatitis B

suntik
Foto: suntik

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hepatitis B merupakan penyakit menular.

Hepatitis B dapat menular melalui kontak darah dengan seseorang yang terinfeksi dan cairan tubuh tertentu lainnya.

Meskipun virus dapat ditemukan di air liur, virus tidak menyebar melalui ciuman.

Hepatitis B juga tidak menyebar melalui bersin, batuk, atau menyusui. Gejala hepatitis B mungkin tidak muncul selama 3 bulan setelah terpapar dan dapat berlangsung selama 2-12 minggu.

Metode penularan hepatitis B meliputi:

  • Kontak langsung dengan darah yang terinfeksi
  • Transfer dari ibu ke bayi selama kelahiran
  • Ditusuk dengan jarum yang terkontaminasi
  • Kontak intim dengan pengidap HBV
  • Oral, vaginal, dan anal seks
  • Menggunakan pisau cukur atau barang pribadi lainnya dengan sisa-sisa cairan yang terinfeksi.

Baca Juga: Mengenal Chikungunya, Penyakit Karena Virus yang Ditularkan Lewat Nyamuk

Penyebab Hepatitis B

ibu dan bayi
Foto: ibu dan bayi (Deposit Photos)

Virus hepatitis B dapat ditularkan melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya.

Cara umum penularan hepatitis B meliputi:

  • Kontak seksual: Moms mungkin akan terinfeksi jika melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat melalui darah, air liur, air mani, atau sekresi vagina masuk ke tubuh.
  • Berbagi jarum: HBV mudah ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi darah yang terinfeksi. Berbagi perlengkapan obat intravena (IV) membuat Anda berisiko tinggi terkena hepatitis B.
  • Tusukan jarum yang tidak disengaja: Hepatitis B menjadi perhatian petugas kesehatan dan siapa pun yang bersentuhan dengan darah manusia.
  • Ibu ke anak: Orang yang sedang hamil dan terinfeksi HBV dapat menularkan virus ke bayinya saat melahirkan. Namun, bayi baru lahir dapat divaksinasi untuk menghindari infeksi di hampir semua kasus.3 Bicarakan dengan dokter Anda tentang tes hepatitis B jika Anda sedang hamil atau ingin hamil.

Penggunaan narkoba suntikan, berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi, atau berbagi pisau cukur dengan orang yang terinfeksi meningkatkan risiko terkena hepatitis B.

Baca Juga: 3 Risiko Tidak Mau Vaksin COVID-19, Salah Satunya Long COVID, Waspada!

Gejala Hepatitis B

demam
Foto: demam (Orami Photo Stock)

Gejala hepatitis B akut mungkin tidak terlihat selama berbulan-bulan. Namun, gejala umumnya meliputi:

  • Kelelahan
  • Urine berwarna gelap
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kehilangan selera makan
  • Demam
  • Ketidaknyamanan perut
  • Kelemahan
  • Menguningnya bagian putih mata (sklera) dan kulit (penyakit kuning).

Setiap gejala hepatitis B memerlukan perawatan segera. Gejala hepatitis B akut akan lebih buruk pada orang yang berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan yang Perlu Dihindari Saat Terkena Malaria

Tes HbsAg untuk Hepatitis B

Hepatitis B.jpg
Foto: Hepatitis B.jpg (Orami Photo Stock)

Untuk mencegah gejala hepatitis B yang lebih parah. Moms bisa melakukan HbsAg.

HbsAg adalah tes darah untuk mengetahui apakah Moms terinfeksi virus hepatitis B atau tidak.

Jika seseorang dites "positif", maka pengujian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah ini adalah infeksi "akut" baru atau infeksi hepatitis B "kronis". Jika hasil tes HbsAg positif, darah dan cairan tubuh Moms mengandung virus dan dapat menularkannya kepada orang lain.

Adanya tes HbsAg menunjukkan infeksi akut atau karier kronis yaitu lebih dari 6 bulan.

HBsAg dapat dideteksi pada cairan tubuh yang terinfeksi dan menghilang dari darah selama masa pemulihan hepatitis B.

Melansir Journal of Hepatology, tes HbsAg adalah tes yang memiliki sensitifitas mendeteksi hepatitis B sebesar 94,4 persen, daripada tes hepatitis B lainnya.

Selain itu, tes HbsAg adalah tes hepatitis B yang cepat dilakukan sehingga jika seseorang positif hepatitis B langsung mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 4 Tanda Demam Berdarah dan Cara Mencegah pada Si Kecil

Perbedaan Tes HBsAg dan HBeAg

hepatitis
Foto: hepatitis (Orami Photo Stock)

Jika hasil tes HBsAg menunjukkan hasil positif, Moms akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi kemunculan infeksi.

Pemeriksaan ini tidak hanya dapat mengetahui hasil HBsAg tetatpi juga hasil HBeAg.

HBeAg merupakan singkatan dari hepatitis B e-Antigen. Jika hasil antigen ini positif artinya virus hepatitis B aktif di dalam tubuh.

Hasil ini menunjukkan bahwa Moms bisa dengan mudah menularkan hepatitis B ke orang lain.

Agar Hasil HBsAg Negatif

Hepatitis B
Foto: Hepatitis B (Orami Photo Stock)

Moms agar hasil HBsAg negatif, Moms bisa melakukan pencegahan berikut ini.

1. Vaksin

Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi.

Vaksinasi hepatitis B dapat dilakukan untuk semua orang termasuk bayi baru lahir. Rangkaian tiga vaksin biasanya diselesaikan selama enam bulan.

Vaksin ini juga direkomendasikan untuk semua perawatan kesehatan dan tenaga medis.

2. Kebersihan

Mempraktikkan kebersihan yang baik adalah salah satu cara utama untuk menghindari tertular hepatitis B.

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan dapat dicegah dengan:

  • Tidak berbagi jarum suntik
  • Tidak berbagi pisau cukur
  • Tidak menggunakan sikat gigi orang lain
  • Tidak menyentuh darah yang tumpah

Hepatitis B juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Jika tidak ingin tertular Moms sebaiknya mempraktikkan seks aman dengan menggunakan kondom.

Nah sekarang Moms sudah tahukan penjelasan seputar hepatitis dan HBsAg? Mulai sekarang mari kita jaga kesehatan agar terhindar dari penyakit hepatitis B ya Moms.

Semoga penjelasan di atas membantu!

  • https://www.kemkes.go.id/article/view/17072800006/150-ribu-orang-potensial-alami-hepatitis-kronis.html
  • https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv/pdfs/hepbwhensomeoneclose.pdf
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23183527/
  • https://www.healthline.com/health/hepatitis-b

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.