02 Mei 2019

4 Vaksinasi Penting bagi Moms yang Sedang Merencanakan Kehamilan

Pastikan Moms melakukan keempat vaksinasi ini sebelum memulai program hamil

Tahukah Moms? Vaksin memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan perempuan sebelum, saat hamil, dan setelah melahirkan.

Kekebalan tubuh Moms adalah garis pertahanan pertama bagi bayi dalam melawan serangan penyakit serius tertentu.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Moms untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan situasi biologis Moms, termasuk vaksinasi sebelum hamil.

Jenis vaksinasi berbeda-beda, Moms. Ada yang berupa virus hidup, virus mati, dan toksoid (dibuat dari toksin yang sudah tidak berbahaya, namun masih dapat merangsang respons imun melawan toksin tersebut).

Ibu hamil tidak boleh mendapatkan vaksinasi virus hidup, seperti MMR, karena berisiko menyakiti janin. Sementara, vaksin yang dibuat dari virus mati (seperti influenza) dan toksoid (seperti DPT) aman bagi ibu hamil.

Baca Juga: Ini Usia yang Tepat Melakukan Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks

Dokter spesialis kesehatan masyarakat dan editor Morbidity and Mortality Weekly Report mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu cara untuk melindungi keselamatan ibu hamil.

Menurutnya, menjalani vaksinasi MMR sebelum kehamilan serta vaksinasi DPT dan Influenza saat sedang hamilmerupakan bentuk perlindungan yang bermanfaat bagi ibu hamil maupun janin di dalam kandungannya.

Nah, berikut daftar vaksinasi sebelum hamil yang perlu Moms lakukan sebelum menjalani program hamil.

1. Vaksinasi Measles (Campak), Mumps (Gondongan), dan Rubella (Campak Jerman)/MMR

syringe-1974677_1920.jpg
Foto: syringe-1974677_1920.jpg

Foto: pixabay.com

The Center for Disease Control and Prevention menganjurkan Moms yang berencana hamil untuk melakukan vaksinasi MMR. Vaksinasi ini penting untuk melindungi Moms dari ketiga penyakit tersebut selama hamil.

Dikutip dari situs majalah Parents, ibu hamil yang terinfeksi salah satu dari penyakit tersebut berisiko mengalami keguguran atau kelahiran prematur.

2. Vaksinasi Cacar Air

Penyakit cacar air sangat menular dan menyebabkan gatal-gatal yang sangat tidak nyaman. Dikutip dari situs web majalah Parents, sekitar 2 persen bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita cacar air pada kurun lima bulan pertama kehamilan memiliki cacat lahir.

Selain itu, ibu yang menderita cacar air pada waktu mendekati persalinan dapat menularkan infeksi mematikan tersebut kepada bayinya.

Baca Juga: 9 Imunisasi yang Ditujukan dan Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

3. Vaksinasi Hepatitis B

yalenews-hpv-vaccine.jpeg
Foto: yalenews-hpv-vaccine.jpeg

Foto: yale.edu

Moms yang berisiko tinggi terkena infeksi virus hepatitis B (seperti perawat atau tenaga kesehatan lain) sangat disarankan untuk menjalani vaksinasi hepatitis B.

Penyakit ini dapat ditularkan ke janin dan dapat berujung pada kondisi berbahaya, seperti gagal lever ataupun kanker lever.

Moms dapat memulai vaksinasi hepatitis B sebelum hamil dan meneruskan injeksi selanjutnya di tengah kehamilan karena vaksinasi ini aman bagi ibu hamil.

4. Vaksinasi HPV

Human papillomavirus (HPV) adalah penyebab utama kanker serviks dan penyakit kutil kelamin. Saat ini vaksinasi HPV telah tersedia untuk perempuan mulai usia 11 tahun maupun bagi perempuan dewasa.

Menjalani vaksinasi HPV dapat menurunkan risiko Moms terkena infeksi HPV, namun, vaksinasi ini tidak dapat dilakukan saat Moms sedang hamil.

Itulah beberapa vaksin penting yang sebaiknya Moms ambil saat merencanakan kehamilan. Namun, ingat ya Moms harus selalu konsultasikan dulu dengan dokter.

(AN/AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.