08 Februari 2024

Menggunakan Testpack Sebelum Telat Haid, Apakah Terdeteksi?

Bisa dilakukan, tapi ada risikonya
Menggunakan Testpack Sebelum Telat Haid, Apakah Terdeteksi?

Foto: Freepik

Biasanya testpack digunakan saat terlambat haid. Lantas, jika menggunakan testpack sebelum telat haid, apakah bisa terdeteksi?

Salah satu tanda kehamilan yang paling umum adalah telat haid. Jika sudah telat, mungkin Moms akan menggunakan testpack untuk medeteksi kehamilan.

Mengutip Very Well Family, menggunakan testpack sebelum telat haid boleh-boleh saja dilakukan.

Namun, kemungkinan besar akan menunjukkan hasil negatif, walaupun sedang hamil.

Untuk memberikan hasil yang akurat, sebaiknya memberikan jeda waktu sambil memantau tanda awal kehamilan.

Baca Juga: Susunan Acara Akad Nikah dan Resepsi dari Awal hingga Akhir

Menggunakan Testpack Sebelum Telat Haid

Ilustrasi Testpack sebelum Telat Haid
Foto: Ilustrasi Testpack sebelum Telat Haid (Ccrmivf.com)

Nah, seperti yang sudah dijelaskan singkat di atas, menggunakan testpack sebelum telat haid bisa-bisa saja, Moms.

Namun, hasil yang diberikan berisiko tidak akurat, sebab hormon hCG (hormon kehamilan) dalam urine masih terlalu rendah.

Tubuh membutuhkan waktu untuk meningkatkan kadar hCG.

Waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan adalah setelah terlambat haid untuk menghindari hasil negatif palsu.

Mengutip dari artikel jurnal bertajuk Strips of Hope: Accuracy of Home Pregnancy Tests and New Developments, seakurat apapun testpack, jika tes dilakukan sebelum telat haid, bisa saja memberikan hasil yang salah.

Masih mengutip dari artikel jurnal yang sama, menggunakan testpack sebelum telat haid kerap memberikan hasil yang tidak konsisten.

Alih-alih menggunakan testpack sebelum telat haid, sebaiknya gunakan seminggu setelah telat haid.

Misalnya, jika siklus haid Moms berkisar antara 30 hingga 36 hari, maka waktu terbaik untuk melakukan tes adalah hari ke-37 atau setelahnya.

Hal ini guna memberikan hasil yang lebih akurat mengenai apakah telat haid karena kehamilan atau karena kondisi lain di luar kehamilan.

Menurut FDA, dari 100 orang, 10 dan 20 di antaranya tidak mendapatkan hasil tes kehamilan positif pada hari H terlambat haid meskipun tengah hamil.

Baca Juga: Bolehkah Testpack setelah Berhubungan Semalam? Simak Jawabannya Ini!

Negatif Palsu pada Testpack

Ilustrasi Testpack sebelum Telat Haid
Foto: Ilustrasi Testpack sebelum Telat Haid (Orami Photo Stocks)

Hasil negatif palsu pada testpack bisa saja terjadi jika menggunakan testpack sebelum telat haid.

Mengingat, objek yang diuji adalah urine sehingga butuh waktu untuk urine menghasilkan hormon kehamilan.

Namun, jika Moms masih ingin mencoba menggunakan testpack sebelum telat haid, bisa dilakukan dengan langkah berikut:

  • Tampung sedikit urine di tabung plastik
  • Celupkan alat testpack ke dalam tabung urine tersebut
  • Tunggu beberapa menit hingga hasil keluar

Jika dua garis, artinya positif hamil. Sebaliknya, jika satu garis berarti negatif hamil.

Sebagai informasi, Moms juga bisa mendapatkan hasil positif hamil apabila menggunakan testpack sebelum telat haid.

Namun, ada risiko positif palsu juga.

Terlebih, jika terdapat darah atau protein dalam urine atau jika Moms mengonsumsi obat kesuburan hingga obat penenang.

Berikut tanda negatif palsu pada testpack:

  • Menggunakan testpack dengan cara yang salah.
  • Menggunakan testpack sebelum telat haid atau terlalu dini.
  • Urine encer karena terlalu banyak minum sebelum menggunakan testpack.
  • Mengonsumsi obat-obatan seperti antihistamin atau diuretik.
  • Testpack sudah kadaluarsa.

Baca Juga: Cari Tahu Ciri-Ciri Wanita Hormon Tinggi Estrogen dan Testosteron

Tes Awal Terbaik

Ilustrasi Hasil Testpack
Foto: Ilustrasi Hasil Testpack (Orami Photo Stocks)

Jika masih ingin melakukan tes kehamilan awal, Moms harus siap dengan hasil yang tidak akurat.

Menurut FDA, Moms bisa menggunakan testpack 6 hari sebelum menstruasi terlewat.

Bisa juga dilakukan pada 5 hari sebelum menstruasi. Namun, tetap lebih baik jika digunakan seminggu setelah telat haid, ya Moms.

Sedangkan, mengutip dari Healthline, waktu yang terbaik adalah setidaknya hari pertama setelah...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.