Scroll untuk melanjutkan membaca

TRIMESTER 1
18 April 2022

18 Tanda Kehamilan Awal, Perhatikan Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengandung

Ada banyak tanda kehamilan yang perlu disadari dan diperhatikan
18 Tanda Kehamilan Awal, Perhatikan Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengandung

Untuk Moms yang sedang menjalani program hamil, mungkin ketika merasa mual dan payudara membesar, akan mengira bahwa itu adalah tanda kehamilan awal.

Padahal, bisa saja itu juga tanda masalah kesehatan biasa, atau mungkin tanda menjelang periode menstruasi.

Namun, jika Moms memang mengalaminya setelah berhubungan intim terutama di masa subur, bisa saja memang itu termasuk tanda kehamilan.

Baca Juga : Berbagai Minuman Bernutrisi Untuk Ibu Hamil

Tanda-Tanda Kehamilan

Untuk membantu Moms tidak lagi bingung tentang kondisi yang dialami, apakah tengah mengandung atau tidak, berikut beberapa tanda kehamilan yang perlu diketahui.

1. Periode Menstruasi yang Terlewat

Jika Moms memiliki siklus menstruasi bulanan yang teratur, tanda kehamilan paling awal yang mudah terdeteksi adalah adanya periode haid yang terlewat.

Namun, tentunya tidak semua periode menstruasi yang terlewat benar-benar menandakan kehamilan.

Bisa saja hanya terlambat datang bulan biasa yang disebabkan karena Moms stres, terlalu lelah, atau terlalu berat berolahraga.

2. Mual

Mual

Foto: Mual (https://www.happyfamilyorganics.com/learning-center/mama/strategies-for-managing-morning-sickness/)

Foto: Orami Photo Stock

Mual menjadi salah satu tanda kehamilan yang paling sering dialami ibu hamil muda, walau memang tidak semua ibu mengalaminya.

Mual yang dirasa seperti halnya masuk angin, Moms harus memeriksanya apakah hal tersebut menjadi tanda kehamilan ataukah hanya karena masuk angin biasa.

Baca Juga: Stop Mual Saat Hamil. Ini Super Food yang Wajib Moms Konsumsi di Masa Kehamilan

3. Kram Perut

Kram perut ini hampir mirip rasanya dengan saat Moms haid. Sedikit sulit membedakannya apakah ini termasuk tanda kehamilan atau bukan.

Moms perlu mengecek perubahan lainnya dalam tubuh yang Moms rasakan.

4. Nafsu Makan Meningkat

Moms akan mudah merasa lapar, hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal. Mungkin Moms akan sulit mengontrol nafsu makan Moms yang berbeda dari biasanya.

5. Demam

demam

Foto: demam (medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stock

Suhu tubuh yang meningkat juga bisa jadi tanda kehamilan. Moms mungkin akan merasakan tidak enak badan dan seperti orang sakit karena demam yang dirasakan.

Namun, jika tidak kunjung membaik, segeralah periksakan diri Moms ke dokter terdekat.

Baca Juga: Berhubungan setelah Haid dalam Masa KB, Apakah Tetap Bisa Hamil?

6. Payudara Terasa Besar

Payudara membesar juga jadi salah satu tanda kehamilan yang cukup kentara. Bra Moms akan terasa lebih sesak dari biasanya.

Ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Payudara juga akan terasa sakit dan nyeri saat dipegang.

Menurut National Institute of Child Health and Human Development, tanda kehamilan yang dapat dilihat pada payudara bukan hanya membesar, tapi payudara akan tampak membengkak, terasa penuh dan lebih berat.

Untuk mengurangi ketidaknyaman tersebut, Moms bisa gunakan bra yang nyaman atau berukuran lebih besar pada saat tidur sehingga akan terasa lebih nyaman saat bergerak.

7. Buang Air Kecil Lebih Sering

Saat hamil, wanita biasanya akan cenderung lebih sering ingin buang air kecil, terutama saat malam hari.

Hal ini mungkin juga sering kali disalahartikan karena terlalu banyak minum.

Namun, sering buang air kecil ditambah mengalami sembelit dan keputihan dalam jumlah banyak bisa jadi merupakan tanda kehamilan awal.

Baca Juga: 7 Aplikasi Menghitung Masa Subur Gratis, Bisa untuk Program Hamil dan KB!

8. Merasa Kelelahan

Kelelahan yang luar biasa juga bisa jadi tanda kehamilan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh peningkatan secara besar-besaran hormon progesteron.

Hormon rogesteron diperlukan untuk menjaga kehamilan dan membantu pertumbuhan janin, namun dapat memperlambat proses metabolisme tubuh ibu hamil.

Saat mengalaminya, cobalah untuk tidur atau istirahat dalam intensitas yang lebih banyak.

Tingkat energi ibu hamil kemungkinan akan meningkat lagi sekitar bulan keempat kehamilan ketika plasenta sudah terbentuk dengan baik.

Selain itu, kelelahan selama kehamilan juga bisa disebabkan oleh anemia, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Maka dari itu, konsumsilah makanan yang kaya zat besi guna mencegah terjadinya anemia defisiensi (kekurangan) besi selama kehamilan.

Selain mendapatkan kebutuhan zat besi dari makanan dalam mencegah terjadinya anemia pada kehamilan, Moms juga bisa mengonsumsi suplemen zat besi.

9. Sakit Punggung

sakit-punggung-saat-hamil

Foto: sakit-punggung-saat-hamil

Foto: Orami Photo Stock

Sakit punggung selama kehamilan merupakan salah satu gejala umum yang sering terjadi. Hal ini terjadi karena melonggarnya ligamen dan perubahan postur selama masa kehamilan.

Moms dapat membantu mengurangi nyeri punggung selama kehamilan dengan memakai sepatu yang nyaman, menggunakan kursi dengan penyangga punggung yang baik, menghindari mengangkat benda berat, dan melakukan olahraga ringan.

Berolahraga dalam air seperti berenang dapat mengurangi nyeri punggung pada kehamilan. Sebagai tambahan, melakukan fisioterapi dan akupunktur juga dapat membantu.

Baca Juga: Cara Mengecek Lendir Serviks untuk Tahu Kapan Masa Paling Subur agar Bisa Cepat Hamil

10. Sesak Napas

Sering sesak napas juga bisa jadi tanda kehamilan. Pada awal kehamilan, hormon progesteron akan meningkatkan kapasitas paru-paru ibu hamil.

Hal ini membuat tubuh Moms dapat membawa lebih banyak kebutuhan oksigen ke janin dan membuang produk limbah seperti karbon dioksida yang Moms dan janin hasilkan.

Hormon progesteron tersebut menstimulasi pusat pernapasan di otak yang menyebabkan ibu hamil bernapas lebih cepat dan lebih dalam.

Saat kehamilan telah mendekati masa pesalinan, tekanan pada rahim yang membesar pada diafragma dapat membuat pernapasan ibu hamil terasa lebih sulit.

Segera hubungi dokter atau bidan bila Moms mengalami sesak napas yang tiba-tiba jika diikuti kondisi berikut:

  • Nyeri
  • Palpitasi (jantung berdebar)
  • Kelelahan yang luar biasa

11. Sembelit

sembelit

Foto: sembelit

Foto: Orami Photo Stock

Sembelit mengacu pada gangguan buang air besar di mana feses terasa keras dan sulit dikeluarkan.

Konstipasi atau sembelit juga merupakan salah satu tanda kehamilan yang umum terjadi.

Ini disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan yang memperlambat gerakan gastrointestinal, atau oleh tekanan rahim pada rektum.

Jika Moms mengalami sembelit selama kehamilan, Moms bisa mencoba beberapa tips berikut ini untuk mengatasinya.

  • Minum air putih yang cukup setiap hari.
  • Mengonsumsi makanan dengan serta yang tinggi, seperti sayuran.
  • Lakukan olahraga ringan, seperti berenang, jalan kaki, atau yoga.
  • Jangan minum obat pencahar yang dijual bebas tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan bidan atau dokter.

Jika perubahan pola makan dan gaya hidup tidak berpengaruh terhadap sembeli yang dialami, maka Moms bisa berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan resep obat pencahar yang aman untuk ibu hamil.

Baca Juga: Ketahui Mengenai Kehamilan Geriatri, Kehamilan di Usia Lanjut

12. Wasir

Wasir atau ambeien dapat terjadi selama masa kehamilan akibat mengejan terlalu keras karena sembelit atau adanya tekanan dari janin yang membesar.

Meskipun begitu, wasir selama kehamilan umumnya dapat segera sembuh setelah Moms melewati masa persalinan.

Jika Moms mengalami wasir yang menyebabkan pendarahan, rasa gatal, rasa tidak nyaman, hingga nyeri, Moms disarankan untuk:

  • Mencegah sembelit dengan meningkatkan asupan air dan serat harian.
  • Merendam area anus ke dalam air asin dengan temperatur hangat selama kurang lebih 15 menit, terutama setelah buang air besar.
  • Oleskan krim untuk mengatasi wasir.

Jika pendarahan atau rasa sakit berlanjut bahkan setelah melakukan beberapa tips di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

13. Sakit Kepala

Sakit kepala dalam batas yang ringan dan dapat diatasi dengan mengonsumsi obat tidak memerlukan tindakan khusus.

Namun, jika Moms mengalami sakit kepala yang tidak dapat diatasi dengan berbagai cara, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Terjadinya sakit kepala terus-menerus bisa jadi salah satu gejala terjadinya preeklampsia, yaitu suatu kondisi yang dapat memengaruhi ginjal dan meningkatkan tekanan darah, serta menurunkan aliran darah ke janin.

Baca Juga: Birthing Ball untuk Ibu Hamil, Ini Manfaat dan Cara Menggunakannya

14. Perubahan Suasana Hati

perubahan suasana hati

Foto: perubahan suasana hati

Foto: Orami Photo Stock

Tanda kehamilan tidak hanya terjadinya perubahan pada fisik, tapi juga psikis.

Pada awal masa kehamilan, Moms mungkin akan mengalami perubahan suasana hati seperti mudah marah atau sensitif dan mudah menangis.

Pada beberapa ibu hamil lainnya, ada juga yang mengalami perasaan senang dan gembira.

Hal tersebut disebabkan karena adanya hormon kehamilan yang dapat memengaruhi senyawa kimia di otak.

Dilansir dari Better Health, selama kehamilan, 1 dari 10 wanita mengalami depresi.

Depresi tersebut dapat diatasi, jadi jika Moms merasa tertekan atau down selama kehamilan, sangat penting untuk mendapatkan bantuan sedini mungkin.

15. Kesemutan

Dilansir dari Better Health, sindrom lorong karpal, yaitu merupakan kondisi kesemutan dan mati rasa yang terjadi di area tangan, dapat memengaruhi hingga 60% wanita selama kehamilan.

Hal ini disebabkan oleh kompresi saraf median karena adanya peningkatan cairan jaringan selama kehamilan.

Sindrom lorong karpal dapat terjadi pada tingkat yang ringan, atau pada tingkat parah, yang dapat menyebabkan kelumpuhan sebagian ibu jari atau hilangnya indra peraba.

Gejala yang dialaminya biasanya hilang dengan sendirinya segera setelah melahirkan.

Jika Moms mengalami kesemutan dan mati rasa di tangan, beri tahu dokter atau bidan yang memeriksa.

Dalam kasus kesemutan pada tingkat yang parah, dokter biasanya akan merekomendasikan injeksi kortikosteroid atau tindakah bedah.

Baca Juga: 11 Tanda Pasti Hamil, Nomor 4 Sering Disalahartikan, Waspada!

16. Kram Kaki

kaki kram

Foto: kaki kram

Foto: Orami Photo Stock

Kram kaki dapat dialami oleh sebagian wanita hamil, yang biasanya terjadi di malam hari. Kram kaki seringkali dialami oleh ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga.

Jika Moms mengalami kram pada kaki, untuk meringankan gejalanya, Moms bisa melakukan hal-hal berikut:

  • Jalan-jalan ringan.
  • Regangkan dan pijat otot yang mengalami kram.
  • Kompres dengan menggunakan air hangat pada kaki yang mengalami kram.

Jika kaki kram dirasa sangat mengganggu dan tidak mengalami perubahan gejala, lakukan pemeriksaan ke dokter.

17. Perubahan pada Selera Makan

Tanda kehamilan awal yang mungkin Moms rasakan adalah terjadinya perubahan pada selera makan Moms.

Selama awal kehamilan, Moms mungkin tidak lagi menyukai beberapa makanan atau minuman yang biasa Moms nikmati.

Moms mungkin akan mengalami beberapa perubahan di bawah ini:

  • Rasa aneh di mulut, yang digambarkan oleh beberapa orang sebagai rasa logam.
  • Kehilangan minat pada makanan atau minuman tertentu yang biasa dinikmati, seperti teh, kopi, atau makanan berlemak.
  • Memiliki indra penciuman yang lebih sensitif dari biasanya terhadap bau makanan.

18. Keluarnya Bercak

Menurut Cleveland Clinic, salah satu tanda kehamilan yang mungkin muncul adalah adanya bercak.

Pendarahan ringan bisa menjadi tanda bahwa embrio telah tertanam di lapisan rahim. Ini akan terlihat seperti tetesan darah kecil atau keluarnya cairan berwarna kecokelatan dari vagina.

Ini disebut pendarahan implantasi. Setiap kehamilan berbeda dan tidak semua orang akan melihat semua gejala ini.

Baca Juga: Seberapa Akurat Tes Kehamilan?

Apabila Moms mengalami tanda kehamilan yang telah dijelaskan di atas? Daripada hanya menduga, sebaiknya segera melakukan pengecekan dengan menggunakan test pack.

Test pack berfungsi untuk mendeteksi kadar HcG dalam urine yang merupakan indikasi kehamilan dalam tubuh Moms.

Jika hasil test pack Moms positif (strip 2), maka kemungkinan besar sekali Moms hamil. Jarang terjadi kesalahan (false positif) jika tanda test pack Moms positif.

Jika hasil testpack negatif, jangan bersedih dahulu, karena kemungkinan test pack salah (false negative) juga ada.

Untuk lebih memastikan, Moms dapat mendatangi dokter kandungan terdekat.

Demikian tanda-tanda kehamilan awal yang muncul pada umumnya. Yuk, sharing apa saja tanda kehamilan yang Moms pernah alami di kolom komentar.

  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/pregnancy-signs-and-symptoms
  • https://www.nhs.uk/pregnancy/trying-for-a-baby/signs-and-symptoms-of-pregnancy/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9709-pregnancy-am-i-pregnant
  • https://www.nichd.nih.gov/health/topics/pregnancy/conditioninfo/signs