15 Juli 2020

Begini 4 Perubahan Kulit Saat Trimester Pertama

Kondisi ini normal terjadi kok, Moms

Ketika hamil, Moms akan melihat banyaknya perubahan pada kulit, bahkan ketika usia kehamilan berada di trimester pertama.

Namun, perubahan kulit ini dapat berbebda-beda pada setiap wanita yang hamil.

"Kehamilan dapat menyebabkan sejumlah perubahan pada kulit, berkat perubahan hormon dan aliran darah. Misalnya, perubahan pigmentasi, jerawat, spider veins, dan stretch mark," jelas Yvonne Butler Tobah, M.D., mengutip Mayo Clinic.

Baca Juga: 4 Perubahan Kondisi Kulit yang Terjadi Saat Hamil

Perubahan Kulit Saat Trimester Pertama

Jika Moms saat ini sedang hamil, berikut beberapa perubahan kulit saat trimester pertama yang bisa terjadi.

1. Wajah Tampak Cerah

perubahan kulit saat trimester pertama-wajah cerah
Foto: perubahan kulit saat trimester pertama-wajah cerah

Foto: Orami Stock Photos

Mengutip American Pregnancy Association, ketika hamil, tubuh menghasilkan darah 50 persen lebih banyak, sehingga sirkulasi darah ke seluruh tubuh juga akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan wajah Moms menjadi lebih cerah.

Selain itu, tubuh juga memproduksi hormon dalam jumlah cukup banyak yang menyebabkan kelenjar minyak bekerja berlebihan, membuat wajah Anda berkilau.

Jika wajah menjadi terlalu berminyak saat hamil, Moms dapat menggunakan pembersih bebas minyak untuk membersihkan wajah dan mencegah munculnya jerawat.

2. Jerawat

perubahan kulit saat trimester pertama-jerawat
Foto: perubahan kulit saat trimester pertama-jerawat

Foto: Medical News Today

Jika Moms sudah memiliki jerawat sebelum hamil, kemungkinan jerawat juga menjadi salah satu perubahan kulit yang terjadi di trimester pertama kehamilan.

Ini karena hormon ekstra menyebabkan kelenjar minyak mengeluarkan minyak lebih banyak, yang menjadi penyebab jerawat.

Karena itu, penting menjaga rutinitas pembersihan wajah yang ketat. Selama hamil, Moms bisa menggunakan sabun khusus kulit berminyak tanpa bahan kimia berbahaya, dan cuci wajah setiap malam dan setiap pagi.

"Beberapa wanita memiliki masalah dengan jerawat selama kehamilan. Untuk mengatasi jerawat, cuci wajah dengan pembersih lembut. Gunakan shampo secara teratur, jangan memencet jerawat dan hati-hati dengan apa yang menyentuh kulit Anda," saran Dr. Yvonne.

Dalam Journal of Women's Dermatology, perawatan jerawat dapat berbasis topikal, oral, dan fisik, serta menggunakan berbagai macam alat tersedia untuk memerangi jerawat.

Karena sebagian besar kandungan untuk mengatasi jerawat selama kehamilan bisa berisiko, sehingga konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Mencegah Jerawat Saat Hamil, Lakukan 4 Cara Ini

3. Perut Gatal dan Kering

Penyebab Gatal-Gatal Selama Kehamilan.jpg
Foto: Penyebab Gatal-Gatal Selama Kehamilan.jpg (huffingtonpost.uk)

Foto: Orami Stock Photos

Saat perut membesar, kulit akan meregang dan mengencang. Ini menyebabkan kekeringan dan rasa gatal yang sangat tidak nyaman.

Jika Moms mengalami gatal-gatal parah saat hamil dan disertai mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan dan/atau penyakit kuning, hubungi dokter karena ini bisa jadi tanda kolestasis, yang terkait dengan fungsi hati.

Jika gatalnya intens dan menyebar ke lengan dan kaki, bisa jadi Moms memiliki kondisi Pruritic Urticarial Papules and Plaques (PUPP). Gejala PUPP termasuk gatal, kemerahan, bercak di kulit yang akan hilang usai melahirkan.

Baca Juga: Apa Penyebab Spider Veins pada Ibu Hamil?

4. Vena yang Terlihat

perubahan kulit saat trimester pertama-spider veins.jpg
Foto: perubahan kulit saat trimester pertama-spider veins.jpg (cardiology.com)

Foto: cardiology.com

Tubuh membuat jantung bekerja lebih ekstra sehingga dapat memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan kehamilan. Akibatnya, pembuluh darah di bagian perut, payudara, dan kaki menjadi lebih terlihat.

Kondisi spider veins atau spider angioma di wajah, dada, perut, atau lengan adalah perubahan kulit ketika trimester pertama yang sering terjadi.

"Ketika Anda hamil, terjadi peningkatan aliran darah yang dapat menyebabkan pembuluh darah yang rusak dikenal sebagai spider angioma," kata David Leffel, MD, profesor dermatologi di Yale School of Medicine di New Haven, Connecticut, mengutip Family Doctor.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.